Senin, 24 Rabiul Awwal 1448 H / 7 September 2026 14:42 wib
105 views
Sombong, Lelaki Kekar Enggan Shalat, Akhirnya . . . .
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.
Dikisahkan dalam makalah Al-Khauf min Su’il Khatimah (takut terhadap akhir hayat yang buruk), seorang lelaki yang bekerja sebagai buruh angkut di sebuah pasar. Tubuhnya tinggi dan berotot. Ia mampu mengangkat beban yang bahkan tidak sanggup diangkat oleh satu atau dua orang.
Ia pernah ditanya, "Mengapa engkau tidak shalat?"
Ia sama sekali tidak menghiraukannya. Ia berkata, "Aku bebas melakukan apa saja yang aku kehendaki. Tidak ada seorang pun yang berhak memerintah dan melarangku!"
Ia tertipu oleh kekuatan dan otot tubuhnya.
Ketika tiba waktu shalat, para pedagang menutup toko mereka lalu pergi ke masjid. Namun lelaki itu tetap duduk di tempatnya, makan dan minum.
Subhanallah! Tidakkah ia bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut? Bukankah rasa syukur tidak cukup hanya dengan ucapan?
Allah memang memberi penangguhan, tetapi Dia tidak pernah mengabaikan.
Suatu hari ia berjalan di antara toko-toko sambil membawa beban berat. Tiba-tiba kakinya terpeleset karena kulit pisang.
Akibatnya, ia mengalami kelumpuhan total dan harus terbaring di tempat tidur. Ia tidak mampu menggerakkan tubuhnya kecuali kepala.
Ia kemudian ditanya, "Apa keinginan yang paling engkau harapkan sekarang?"
Ia menjawab:"Aku ingin shalat berjamaah."
Allahu Akbar “Allah Maha Besar”!
Dahulu, ketika engkau masih sehat dan kuat, orang-orang telah mengingatkanmu:"Shalatlah bersama orang-orang yang shalat dan jagalah perintah-perintah Allah bersama orang-orang yang menjaganya."
Namun engkau tidak berubah dan tidak memperbaiki diri. Engkau baru sadar setelah musibah menimpamu.
Demikianlah buah kesombongannya, ia tumbang dan dihinakan oleh sebab yang kecil. Ia baru sadar saat semua keperkasaan dirinya lenyap.
Di antara sebab utama su'ul khatimah adalah sombong dari beribadah kepada Allah dan bangga dengan kemaksiatan. Akhirnya, dihinakan dan diwafatkan dalam keadaan su’ul khatimah.
Kita berlindung kepada Allah dari su'ul khatimah. Kita memohon kepada-Nya agar mengampuni seluruh dosa kita. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!