Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
13.407 views

Mengapa Kristen Koptik Lari ke Amerika Serikat?

Washington (voa-islam.com) Mereka sudah tidak lagi merasa nyaman lagi hidup di negeri Spinx. Mereka terus diliputi perasaan cemas. Masa depan mereka menjadi tanda tanya besar. Kelompok Kristen Koptik Mesir, berbondong-bondong meninggalkan Mesir menuju Amerika Serikat.

Tak cukup jaminan dari pemerintahan baru atas mereka. Mereka tetap diliputi kecemasan. Ketika tampil pemerintahan yang didominasi kelompok Muslim, yang ingin menegakkan syariah Islam. Di benak mereka sudah melekat dan terpateri dalam, ketika Muslim berkuasa, pasti akan menzalimi mereka. Persepsi itu ditanamkan sejak mereka lahir oleh para pendeta mereka.

Islam digambarkan sebagai agama barbar, yang sangat tidak toleran, penuh dengan kekejian, dan tidak akan melindungi mereka yang menjadi pengikut agama lain, diluar Islam. Persis seperti film "Innocence of Muslim", yang dibuat bersama antara orang Israel dengan Koptik yang tinggal di Amerika. Di mana menggambarkan Nabi shallahu alaihi wassalam secara keji. Karena itu, pilihan mereka hengkang dari Mesir ke Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah menjadi rumah mereka yang baru, dan merasa nyaman, hidup bersama dengan orang-orang Eropa. Seperti tergambar dari wajah pengikut Gereja Koptik Ortodoks yang menetap dilingkungan Queens Pastor Michael Sorial, yang mengatakan kehidupan berubah sesudah berada di Amerika Serikat. Keluarganya yang menganut  Kristen Ortodok di Mesir, sekarang bercampur dengan penduduk Latino.

Banyak warga Koptik yang hengkang dari Mesir, sejak berlangsungnya revolusi, Januari lalu. Mereka banyak melarikan diri dari negeri Paraoh itu, dan  mencari tempat yang lebih aman bagi keluarga mereka. Pastor Sorial St Mary dan Gereja St Antonios,  melihat jumlah orang-orang Koptik Mesir, yang berimigrasi ke Amerika Serikat mencapai dua kali lipat sejak revolusi. Gereja  menambah layanan dan memperluas program-program komunitas mereka.

Pastor itu duduk di kapel sambil mengatakan, "Setiap bulan pra-revolusi kita memiliki dua sampai tiga keluarga yang datang per-bulan. Dan kami pikir itu adalah jumlah yang signifikan. Pasca-revolusi angka baru bertambah  menggelembung dan kita melihat angka-angka yang mungkin  terus bertambah.. setiap minggu. "

Secara demografi orang-orang Koptik yang telah berimigrasi terus bertambah setiap tahunnya. Mereka datang bergelombang yang meninggalkan Mesir untuk pergi ke Amerika Serikat,jumlahnya sekarang diperkirakan mencapai 1.000.000 jiwa. Ini merupakan jumlah yang sangat signifikan.

Orang-orang Koptik sebenarnya, mereka hidup di Mesir selalu mendapatkan proteksi dari rezim-rezim militer. Tidak pernah mereka terganggu. Karena para penguasa yang menjadi simbol diktatorisme itu, tak lain, kroni para penguasa Barat, dan selalu memberikan perlindungan dan keistimewaan terhadap orang-orang Koptik. Mereka selalu mendapatkan perhatian yang lebih, dibandingkan dengan Muslim di negeri itu.

Maka, ketika berlangsung pemilihan presiden di Mesir, orang-orang Koptik, bersatu padu mendukung Marsekal Ahmed Shafiq, yang merupakan kroni dari rezim Mubarak. Di zaman Mubarak, seorang tokoh Koptik diangkat menjad Menteri Luar Negeri, Boutros-Boutros Ghali, dan kemudian menjadi Sekjen PBB. Tidak ada disikriminasi yang dilakukan oleh penguasa Muslim di Mesir, karena mereka menjadi kroni Barat, yang tak  lain rezim Kristen yang sangat anti Islam.

Di Amerika Serikat, Pastor Sorial menghabiskan masa mudanya di negara bagian Texas. Orang tuanya adalah  gelombang pertama yang berimigrasi ke Amerika Serikat, di  awal 1960-an. Mereka berbondong-bondong ke Amerika Serikat, dan menetap di berbagai negara bagian. Pastor Sorial menyebutnya sebagai "Gelombang Pelopor" yang melarikan diri dari Mesir, karena alasan keamanan.

Ketika pemerintah Amerika Serikat melonggarkan persyaratan visa sejak 1990-an, gelombang orang-orang Koptik yang melarikan diri ke Amerika Serikat, semakin besar lagi jumlah. Sebagian besar mereka bukan masalah keamanan, tetapi alasan ekonomi. Mereka ingin hidup yang lebih mapan dibidang ekonomi, sesudah mereka meninggalkan Mesir.

"Kecenderungan baru yang kita temukan  mereka sangat berpendidikan dan sangat aman secara finansial. Tetapi, mereka tetap keluar dari Mesir. Mungkin mereka hanya ingin melindungi investasi mereka, keamanan dan keselamatan keluarga mereka.. Dengan ketidakstabilan dan ketidakpastian masa depan Mesir, kemudian mereka lebih memilih pergi ke luar Mesir", katanya.

Amir Moroks tiba beberapa bulan yang lalu. Dia seorang pengusaha dan khawatir terhadap kehidupan di Kairo. "Ekonom ber
dampak besar, dan menjadi  fokus semua orang Koptik yang berpikir ulang tentang masa depan mereka," katanya sambil berjalan menyusuri jalan samping gereja.

Monique El-Faizy, seorang Koptik yang tinggal di Manhattan. Monique menulis sebuah buku tentang Koptik, dan di mana menjadi tren orang-orang Kristen Koptik melarikan diri dari  Mesir akan terus berlanjut, tulisnya.

"Mereka merasa seolah-olah telah terjadi peningkatan kekerasan sektarian, yang tak terbantahkan sejak revolusi. Jumlah pembakaran gereja dan insiden sektarian telah meningkat.. Tidak hanya itu, mereka khawatir bahwa dalam Islamisasi Mesir, tidak akan ada ruang bagi mereka, "kata El-Faizy.

Pastor Sorial mengatakan akan selalu ada tempat bagi mereka di gerejanya. Tapi dia khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan komunitas Kristen Koptik Mesir, yang menyebabkan mereka terus pergi, tujturnya.

Orang-orang Koptik di Mesir selama kekuasaan Eropa di negeri Spinx itu, mereka selalu mendapatkan keistimewaan (privelege), tanpa batas, dan menjadi kelas atas, yang menjajah kaum pribumi yang mayoritas Muslim di negeri itu. Mereka tak pernah menunjukkan belas kasihan mereka terhadap Muslim, yang sangat marginal. Tetapi, situasi berubah, dan kemudian penjajah Eropa tidak lagi berkuasa. Mereka kemudian menjadi sangat terkejut ketika semua berubah.

Presiden Mursi sudah menjamin kepada orang-orang Koptik, dan memberikan perlindungan kepada mereka. Tetapi, mereka tetap tak yakin akan janji itu. Mursi sudah pergi ke Sinai, dan memberikan perlindungan kepada orang-orang Koptik di Sinai, tetapi mereka tidak yakin atas janji itu. Lalu, apa lagi yang harus dilakukan pemerintah?

Seperti mereka lupa, bahwa orang-orang Koptik pernah menjadi bagian penjajah Eropa, dan memperlakukan orang-orang Muslim,yang hidup di Mesir dengan sangat keras. Orang-orang Koptik di era modern, ikut berkomplot dengan Zionis-Israel, dan melawan Muslim di negeri Paraoh itu. Sekarang, ketika terjadi perubahan mereka merasa tidak aman. af/h

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X