Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.208 views

Merdekakan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Tidak terasa sudah 65 tahun lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, negeri ini merdeka dari penjajahan fisik yang dilakukan oleh negara-negara kolonialis. Umat Islam, yang merupakan mayoritas di negeri ini, tentu patut bersyukur atas anugerah kemerdekaan ini. Namun demikian, sangat disayangkan, kemerdekaan seolah dipahami oleh bangsa ini semata-mata sebagai keterbebasan negeri ini dari penjajahan secara fisik.

Akibatnya, penjajahan non-fisik (yakni penjajahan pemikiran/ideologi, politik, ekonomi, sistem sosial dan budaya) yang berakar pada kapitalisme global sering tidak disadari sebagai bentuk penjajahan. Padahal penjajahan non fisik dalam wujud dominasi kapitalisme global ini jauh lebih berbahaya daripada penjajahan fisik. Penjajahan non fisik dalam wujud dominasi kapitalisme global ini juga telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi bangsa ini khususnya dan umat manusia di dunia umumnya; selain memakan korban jiwa yang terbunuh secara pelan-pelan.

Ramadhan di Tengah Penjajahan Non-Fisik

Saat ini mayoritas negeri-negeri muslim merasa sudah merdeka, dalam arti, lepas dari penjajahan dan cengkeraman asing dan bisa menentukan nasib sendiri. Faktanya, tidak ada satu pun negeri muslim yang dapat lepas dari cengkeraman asing. Disadari atau tidak ternyata asing hanya mengubah gaya penjajahannya dari penjajahan secara fisik ke penjajahan secara non fisik. Pada Ramadhan saat ini kita masih menyaksikan potret kehidupan masyarakat Indonesia yang hidup di negeri agraris yang penuh dengan keprihatinan yang luar biasa akibat penjajahan non fisik.

…Saat ini mayoritas negeri muslim merasa sudah merdeka dari penjajahan asing dan bisa menentukan nasib sendiri. Faktanya, tidak ada satu pun negeri muslim yang lepas dari cengkeraman asing…

Hasil sensus BPS tahun 2010 menunjukkan bahwa dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 230 juta, yang masuk kategori miskin sekitar 13% lebih atau (sekitar 30 juta lebih). Itu pun jika menggunakan standar yang tidak manusiawi, yakni kemiskinan diukur dengan pendapatan per orang sekitar Rp 9 ribu/hari. Kalau menggunakan standar Bank Dunia, yakni sekitar Rp 18 ribu/hari tentu kita akan menemukan angka lebih dari 100 juta penduduk miskin di Indonesia. Ironisnya, meski penduduknya banyak yang miskin, negeri ini termasuk negeri terkorup, hal ini dibuktikan adanya riset PERC (Political & Economic Risk Consultancy) yang berbasis di Hong Kong yang merilis bahwa Indonesia memiliki indek korupsi hampir “sempurna”; 9,07 dari angka maksimal 10. Padahal sumber APBN negeri ini 70%-nya dari pajak rakyat. Artinya, para koruptor di negeri ini banyak mengorupsi uang rakyat.

Di negeri penghasil beras ini, meski sudah 65 tahun merdeka, faktanya masih ada penduduk Indonesia yang kelaparan akibat kekurangan pangan. Menurut sumber World Development Indicator 2007, jumlah penduduk di Indonesia yang dinyatakan rawan pangan mencapai 13.8 juta jiwa (6%). Data ini diperkuat dengan kasus kelaparan di beberapa tempat, bahkan ada yang sampai meninggal akibat gizi buruk dan ada juga masyarakat yang terpaksa makan nasi aking dll. Tentu itu semua baru sebagian kecil yang terekspos oleh media.

Belum lagi jika kemerdekaan diukur dengan kemandirian bangsa ini terhadap campur tangan dan intervensi asing dalam berbagai bidang. Di antaranya:

Pertama, bidang hukum. Hukum yang berlaku di Indonesia 80% masih hukum Belanda. Penjajah Belanda diusir, namun hukumnya tetap dipakai dan dilestarikan.

…Hukum yang berlaku di Indonesia 80% masih hukum Belanda. Penjajah Belanda diusir, namun hukumnya tetap dipakai dan dilestarikan…

Kedua, bidang ekonomi. Beban utang Indonesia yang terus bertambah. Menurut data Kementrian Keuangan, jumlah utang Indonesia saat ini Rp 1.600 triliun dan terus meningkat dari sebelumnya berjumlah Rp 1.200 triliun pada tahun 2004 (metrotvnews, 19/4/2010). Bahkan para pejabat Indonesia terus menyerahkan leher Indonesia dijerat utang luar negeri.

Ketiga, bidang perundang-undangan. Pembuatan perundang-undangan tidak lepas dari campur tangan asing. Tengoklah nuansa campur tangan asing dalam UU Sumberdaya Air, UU Migas, UU Penanaman Modal, dll.

Keempat, Bidang Keamanan, adanya kasus terorisme yang menampilkan sikap arogan aparat dengan menumpahkan darah rakyat begitu saja hanya bersandarkan pada dugaan atau baru diduga teroris. Langkah kontra terorisme tersebut tampak sarat dengan pelanggaran HAM dan tercium kuat aroma “pesanan” dari negara penjajah AS dengan proyek “perang melawan terorisme”. Adanya informasi bahwa Densus 88 didanai AS sangat sulit dibantah. Dana AS yang mengalir kepada Polri untuk mendirikan Densus 88 sangat besar dan setiap tahunnya mengalami peningkatan. (Eramuslim, FUI: AS danai densus 88, 26/06/2007 ). 

Dalam situs Wikipedia tentang Densus 88, dinyatakan dengan tegas bahwa "Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta." (wikipedia.org , 10 Agustus 2009). Semua ini menunjukkan bahwa bangsa ini tidak mandiri, belum bebas dari campur tangan asing dan tentu belum merdeka secara hakiki.

…Situs Wikipedia menyebutkan, Densus 88 dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan US…

Ramadhan: Saatnya Terapkan Al-Qur’an Untuk Kemerdekaan Hakiki

Kemakmuran dan kemandirian jelas merupakan dua hal di antara ciri bangsa yang merdeka. Kedua hal ini hanya mungkin diwujudkan dengan kembali pada Al-Qur’an (syariah Islam). Secara i’tiqadi, kita wajib meyakini bahwa syariah Islam tidak hanya sanggup mewujudkan kemerdekaan hakiki, tetapi bahkan mewujudkan rahmat bagi semesta alam. Lebih dari itu, syariah Islamlah yang akan sanggup membebaskan manusia dari segenap belenggu penjajahan sekaligus dari penghambaan manusia kepada manusia lain menuju penghambaan hanya kepada Allah SWT semata. Itulah sebenarnya kemerdekaan yang hakiki, yang pernah berhasil diwujudkan oleh Rasulullah SAW dalam wujud Daulah Khilafah Islamiyah.

Puasa Ramadhan yang telah mengajari kita ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT haruslah semakin menyadarkan kita untuk semakin tunduk dan taat pada Al-Qur’an, wahyu yang telah Allah turunkan sebagai petunjuk bagi kita. Bulan Ramadhan yang merupakan bulan turunnya Al-Qur’an seharusnya kita gunakan untuk merenung dan mengintrospeksi diri: sudah sejauh mana kita menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup kita; sejauh mana kita mengadopsi ketentuan halal-haramnya serta hudud dan hukum-hukum di dalamnya. Karena itu, hendaknya kita menjadikan Al-Qur’an sebagai tolok-ukur untuk mengukur baik-buruknya kehidupan kita.

Ringkasnya, bulan Ramadhan adalah bulan penerapan Al-Qur’an untuk menggapai rahmat dengan cara mewujudkan ketakwaan personal maupun kolektif/sosial atau dalam konteks negara. Allah menurunkan Al-Qur’an tiada lain agar diambil, diikuti dan dijadikan petunjuk oleh manusia dalam menjalani hidup dan mengelola kehidupan ini. Sebagaimana firman Allah:

Al-Qur’an adalah Kitab yang telah Kami turunkan yang diberkati. Karena itu, ikutilah dia agar kalian dirahmati.” (Qs al-An‘am 155).

Allah SWT juga memerintahkan agar kita berpegang teguh dengan Al-Qur’an:

”Berpegang teguhlah kamu dengan apa yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” (Qs az-Zukhruf 43).

...Ramadhan adalah bulan penerapan Al-Qur’an untuk menggapai rahmat dan ketakwaan. Di Bulan Ramadhan ini sudah saatnya kita perjuangkan penerapan hukum Al-Qur’an (syariah Islam) secara kaffah demi terwujudnya kemerdekaan yang hakiki...

Dengan demikian, pada bulan ini sejatinya terjadi peningkatan keberpihakan umat Islam pada penegakkan syariah Islam secara kaffah dalam naungan khilafah sekaligus upaya memperjuangkan penerapannya untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Bulan Ramadhan hendaknya menjadi momentum untuk semakin membersihkan pikiran dan mensucikan hati hingga memiliki daya pembeda antara haq dan yang batil sekaligus mengikuti kebenaran Islam dan menjauhi ajakan setan, baik yang berwujud jin maupun manusia.

Akhirnya di Bulan Ramadhan ini sudah saatnya bersama-sama kita perjuangkan penerapan hukum Al-Qur’an (syariah Islam) secara kaffah dalam bingkai khilafah demi terwujudnya kemerdekaan yang hakiki.

Bulan Ramadhan itu, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (yang haq dari yang batil). (QS al-Baqarah 185).

Andi Perdana Gumilang, S.Pi
Staf Lembaga Pertanian Sehat-DD
Email: [email protected]
www.pertaniansehat.or.id

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Pasukan Pro-Pemerintah Yaman Lancarkan Serangan Baru ke Kota Pelabuhan Hodeidah

Pasukan Pro-Pemerintah Yaman Lancarkan Serangan Baru ke Kota Pelabuhan Hodeidah

Selasa, 18 Sep 2018 20:35

Kelompok Tentara Bayaran Rusia Dirikan Pangkalan Permanen di Homs Suriah

Kelompok Tentara Bayaran Rusia Dirikan Pangkalan Permanen di Homs Suriah

Selasa, 18 Sep 2018 20:05

BWI Pusat: Aceh Harus Lahirkan Habib Bugak Baru

BWI Pusat: Aceh Harus Lahirkan Habib Bugak Baru

Selasa, 18 Sep 2018 19:45

Antusias Sahabat Hijrah dengan Program Hapus Tato

Antusias Sahabat Hijrah dengan Program Hapus Tato

Selasa, 18 Sep 2018 19:36

Pesawat Militernya Ditembak Jatuh Rezim Assad, Rusia Justru Salahkan Israel atas Insiden Tersebut

Pesawat Militernya Ditembak Jatuh Rezim Assad, Rusia Justru Salahkan Israel atas Insiden Tersebut

Selasa, 18 Sep 2018 19:35

Ketua PA 212: Takut Kalimat Tauhid Gejala Islamofobia

Ketua PA 212: Takut Kalimat Tauhid Gejala Islamofobia

Selasa, 18 Sep 2018 19:34

2 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Rudal Israel di Perbatasan Gaza

2 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Rudal Israel di Perbatasan Gaza

Selasa, 18 Sep 2018 19:05

Pengajiannya Dibubarkan, Gus Nur: Musuh Saya Bukan Mereka

Pengajiannya Dibubarkan, Gus Nur: Musuh Saya Bukan Mereka

Selasa, 18 Sep 2018 19:00

Milisi Libya Jual Anggota IS yang Mereka Tawan Seharga 1 Juta USD

Milisi Libya Jual Anggota IS yang Mereka Tawan Seharga 1 Juta USD

Selasa, 18 Sep 2018 18:36

Rabu dan Kamis Besok Jadwal Puasa Tasu'a dan 'Asyura 1440 H.

Rabu dan Kamis Besok Jadwal Puasa Tasu'a dan 'Asyura 1440 H.

Selasa, 18 Sep 2018 16:38

Politisi Demokrat Pajang Foto Editor Asia Sentinel bersama Jokowi dan Pertanyakan Peran Istana

Politisi Demokrat Pajang Foto Editor Asia Sentinel bersama Jokowi dan Pertanyakan Peran Istana

Selasa, 18 Sep 2018 13:09

Walhi “Labrak” PSI: Partai Milenial Agenda Kolonial

Walhi “Labrak” PSI: Partai Milenial Agenda Kolonial

Selasa, 18 Sep 2018 12:09

[VIDEO] Ketua Umum DPP Bakomubin: Ali Mochtar Ngabalin Lakukan Kebohongan Publik

[VIDEO] Ketua Umum DPP Bakomubin: Ali Mochtar Ngabalin Lakukan Kebohongan Publik

Selasa, 18 Sep 2018 11:14

Tagar 2019 Tetap Pancasila adalah Isu Ngawur, tidak Cerdas

Tagar 2019 Tetap Pancasila adalah Isu Ngawur, tidak Cerdas

Selasa, 18 Sep 2018 11:09

Jalan Panjang dan Berliku Deklarasi 2019GantiPresiden di Samarinda

Jalan Panjang dan Berliku Deklarasi 2019GantiPresiden di Samarinda

Senin, 17 Sep 2018 23:55

[VIDEO] Tak Ada Soal Minta Jabatan, Inilah 17 Poin Pakta Integritas Prabowo-Sandi dengan Ulama

[VIDEO] Tak Ada Soal Minta Jabatan, Inilah 17 Poin Pakta Integritas Prabowo-Sandi dengan Ulama

Senin, 17 Sep 2018 21:20

Temuan Sementara Demokrat atas Fitnah Media Asing ke SBY

Temuan Sementara Demokrat atas Fitnah Media Asing ke SBY

Senin, 17 Sep 2018 21:17

Deklarasi Garda Jokowi di Lapangan Kottabarat Solo Ditolak Warga

Deklarasi Garda Jokowi di Lapangan Kottabarat Solo Ditolak Warga

Senin, 17 Sep 2018 20:56

Fadli Zon Berencana Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi

Fadli Zon Berencana Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi

Senin, 17 Sep 2018 20:53

[VIDEO] Teken Pakta Integritas, Ulama Dukung dan Siap Menangkan Prabowo-Sandi

[VIDEO] Teken Pakta Integritas, Ulama Dukung dan Siap Menangkan Prabowo-Sandi

Senin, 17 Sep 2018 20:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X