Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.350 views

Dibalik Pembajakan Virgin Airlines: Stigma Negatif Teroris Hanya untuk Umat Islam

Tidak dapat kita bayangkan seandainya Matt Christopher (28), pria Kristen asal Australia yang membajak pesawat Boeing 737-800 milik Virgin Blue Airlines, Jumat (26/4) siang kemarin dalam penerbangan Brisbane Australia menuju Denpasar Bali itu, beragama Islam. Sudah dapat dipastikan media Barat dan para pendukungnya media di Indonesia cetak maupun elekronik yang bernafaskan Sepilis (sekularis, pluralis dan liberalis) akan mencap sang pembajak adalah teroris, sebab dia beragama Islam. Pesawat Boeing 737-800 itu sedang mengangkut 137 penumpang dan 6 awak pesawat. Akibat insiden tersebut, Bandara Ngurah Rai sempat ditutup selama 32 menit.

Dalam drama yang mengegerkan itu, Matt sempat mengedor-gedor pintu ruang kokpit, dimana pilot dan co-pilot bekerja mengendalikan pesawat. Karena ketakutan dan terbayang akan peristiwa tragedi pesawat MH-370 Malaysia Airlines yang sampai sekarang masih menjadi misteri itu, maka sang pilot mengunci rapat ruang kokpit dan mengirimkan sinyal peringatan bahaya kepada Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Sehingga Kapolda Bali, Irjen (Pol) AJ Benny Mokalu langsung memerintahkan sterilisasi bandara sebelum pesawat mendarat. Begitu pesawat mendarat, petugas keamanan langsung menyerbu pesawat dan mengamankan Matt tanpa perlawanan sedikitpun.

Bahkan saking dramatisir dan tegangnya peristiwa itu, pasukan komando TNI AU di Pangkalan Ngurah Rai telah melakukan prosedur pengamanan pembajakan pesawat. Sementara pasukan khusus TNI AL di Benoa Bali telah menyiagakan beberapa perahu karet di sekitar Bandara Ngurah Rai yang memang berada di tepi pantai tersebut. Sedangkan satu tim pasukan khusus anti teror Gultor Kopassus dari Cijantung sudah siap siaga diberangkatkan menuju Bali.

Tentu saja aparat keamanan tidak mau kecolongan, sebab baru pertama kali ini setelah 23 tahun kembali terjadi pembajakan pesawat terbang di Indonesia, dimana waktu itu terjadi pembajakan pesawat Garuda yang dikenal dengan Peristiwa Woyla, di Bandara Don Muang, Bangkok (1981) yang sempat menggegerkan dunia internasional sekaligus mengangkat nama Jenderal TNI LB Moerdani yang akhirnya menjadi Panglima ABRI (1984).

Namun karena Matt bukan seorang Muslim tetapi Kristen, maka hanya dikatakan: “Telah terjadinya insiden gangguan keamanan di dalam pesawat akibat ulah seorang penumpang yang lagi mabuk.” Media sekuler tidak memberitakannya sebagai upaya pembajakan pesawat komersial dengan 137 penumpang dalam penerbangan Brisbane menuju Denpasar oleh seorang teroris Kristen. Matt tidak dikatakan dengan sebutan “teroris Kristen” tetapi “pria yang sedang mabuk”.

Diskriminatif

Meski masyarakat Barat seperti AS dan Australia dikenal demokratis, namun ternyata media massanya selalu diskriminatif, tidak seimbang atau berat sebelah jika memberitakan mengenai umat Islam. Namun konyolnya, berbagai berita yang tidak simbang itu justru diambil secara mentah-mentah tanpa tabayyun atau cek and recek oleh berbagai media di Indonesia baik koran, majalah, online termasuk televisi yang saat ini dikuasai kelompok Sepilis. Mereka mengambil berita dari Barat tidak hanya masalah internasional seperti Timur Tengah, tetapi juga berita mengenai Indonesia sendiri.

Seperti ketika mereka memberitakan soal teroris (baca: mujahid) yang selalu distigma negatifkan kepada umat Islam. Media Barat dengan jelas menyamakan teroris identik dengan Islam, padahal Islam dikenal sebagai agama damai, anti kekerasan dan rahmatan lil alamin, sedangkan perbuatan para teroris itu hanyalah tindakan para oknum. Jadi tidak bisa digeneralisir sebagai tindakan yang mengatas- namakan Islam dan umat Islam.

Sangat berbeda jika mereka memberitakan tentang gerombolan separatis RMS dan OPM yang memang mayoritas Kristen dan Katolik. Para separatis itu diberitakan sebagai para pejuang yang ingin membebaskan negerinya dari “kolonialisme” yang dilakukan pemerintah Indonesia. Maka tidaklah mengherankan ketika Densus menangkapi para aktivis RMS dan OPM, media massa Australia meminta pemerintahnya agar meninjau ulang bantuan tahunannya kepada Densus. Sebab Densus dibentuk untuk menghadapi teroris yang diistilahkannya sebagai “para jihadis radikal” yang mengacu kepada umat Islam, sementara RMS dan OPM adalah gerakan pembebasan bukan separatis apalagi teroris. Jelas ini suatu kebijakan diskriminatif yang selalu diterapkan media massa Barat terhadap umat Islam Indonesia.

Bahkan Koran Australia The Sydney Morning Herald dalam edisinya 13 September 2010 tidak mempersoalkan pelanggaran HAM berat yang sudah menjadi rahasia umum berupa penyiksaan yang dilakukan aparat Densus terhadap tersangka para teroris yang ditangkap karena mereka umat Islam, sementara koran Australia itu memprotes hal serupa yang dilakukan terhadap separatis RMS hanya karena mereka beragama Kristen. “Dia bukan jihadis radikal. Dia seorang Kristen dan kesalahannya adalah memiliki dua bendera RMS”, tulis The Sydney Morning Herald ketika mengisahkan nasib Yonias Siahaya yang ditahan dan disiksa Densus di Ambon pasca insiden pengibaran bendera RMS menjelang Sail Banda 2010 lalu.

Sekarang semakin jelas, pemerintahan Barat yang menganggap dirinya sebagai kampium demokrasi dan menjunjung tinggi kebebasan pers, ternyata pers Barat sendiri sangat diskriminatrif, subyektif dan double standart ketika memberitakan mengenai umat Islam yang selalu distigma negatifkan sebagai teroris. Namun ketika memberitakan para gerombolan tseparatis RMS dan OPM, mereka menganggapnya sebagai pejuang kemerdekaan yang ingin membebaskan negerinya dari “kolonialisme” Indonesia dengan mendirikan negara Kristen dan Katolik di Maluku dan Papua. Mereka hanya sebagai separatis, bukan teroris Kristen.

Namun anehnya, Pemerintah Indonesia dibawah Presiden SBY tidak berani menindak tegas para gerombolan separatis tersebut, sebab khawatir dituding telah melakukan pelanggaran HAM berat oleh negara-negara Barat yang menjadi pendukungnya.

Dengan demikian sudah semakin jelas, bahwa stigma negatif teroris hanya khusus untuk umat Islam saja, sedangkan Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu, Yahudi, Sikh, Zoroaster, Shinto dan lain lain, mereka bukan teroris dan tidak pernah menjadi teroris menurut kacamata media Barat dan antek-anteknya di Indonesia.

Penulis : Tjipto Subadi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Anggota Baleg Sebut UU Cipta Kerja Dipaksakan hingga Banyak Revisi

Sabtu, 24 Oct 2020 19:16

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Informasi dan Komunikasi Soal Vaksin Harus Tegas dan Transparan

Sabtu, 24 Oct 2020 18:53

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

China Janji Blokir Penyebar Konten Amoral, Pakistan Cabut Blokir TikTok

Sabtu, 24 Oct 2020 17:11

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur’an?

Sabtu, 24 Oct 2020 17:00

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Presidential Threshold sebagai Akar Masalah Kekisruan Pilpres 2019

Jum'at, 23 Oct 2020 23:31

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Ngalor Ngidul Mahfud MD

Jum'at, 23 Oct 2020 23:26

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

KAMI Itu Gerakan Moral, Bukan Makar

Jum'at, 23 Oct 2020 23:09

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Forum SATHU Soroti Kewajiban Deposit Setoran Umrah di UU Omnibus Law

Jum'at, 23 Oct 2020 22:03

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Dibawah Pendudukan Armenia Masjid Bersejarah di Nagorno-Karabakh Diubah Jadi Kandang Babi

Jum'at, 23 Oct 2020 19:45

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Al-Araqeb Untuk ke-179 Kali Sejak Tahun 2000

Jum'at, 23 Oct 2020 18:45

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Mendadak Kadrun: Budaya Munafik

Jum'at, 23 Oct 2020 18:24

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X