Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.591 views

Empat Tahun Kasus 'Mavi Marmara' Tetap Dalam Ketidakadilan

PAHAM : PUSAT ADVOKASI HUKUM & HAK ASASI MANUSIA INDONESIA

RILIS PERS

EMPAT TAHUN KASUS SERANGAN MAVI MARMARA TETAP DALAM KETIDAKADILAN

PUSAT ADVOKASI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA (PAHAM) SELAKU BAGIAN DARI TIM KUASA HUKUM KORBAN INDONESIA DALAM PENYERANGAN MV MAVI MARMARA
OLEH TENTARA ISRAEL Dl LAUT TENGAH 31 MEI 2010 MENYATAKAN SEBAGAI BERIKUT:

1. Empat tahun lalu, di subuh hari 31 Mei 2010, kapal-kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Freedom Flotilla to Gaza dengan 700 penumpang dari 37 kewarganegaraan yang lintas bangsa, etnis, agama, dan kepentingan politik, melaju tenang di Laut Mediterranean (Laut Tengah). Mendadak ketika berada 72 mil laut dari garis pantai Gaza salah satu kapai penumpang terbesar yaitu MV Mavi Marmara tiba-tiba diserang tentara Israel dari atas helikopter maupun dari perahu zodiac.

2. Sembilan orang relawan tewas di tempat dan satu orang tewas empat tahun kemudian pada 25 Mei 2014 setelah koma selama empat tahun (Ugur Suleyman). Kesemua korban adalah warga Turki. Termasuk satu warganegara AS keturunan Turki, Furkan Dogan, usia 19 tahun. Sementara, 156 relawan lainnya luka-luka dan 52 orang diantaranya menderita luka-luka yang amat serius.

3. Termasuk diantara yang terluka tembak adalah dua dari duabelas relawan Indonesia di kapai MV Mavi Marmara, masing-masing Surya Fachrizal, jurnalis dari Majalah Hidayatullah dan Okvianto dari KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

4. Selanjutnya, enam kapai Freedom Flotilla berikut 700 relawan-nya digelandang ke pelabuhan Ashdod di Israel. Dari Ashdod mereka kemudian ditahan di penjara dan diintimidasi secara fisik maupun psikis.

5. Disamping jatuhnya korban tewas dan luka-luka, kerugian lain yang dialami misi Freedom Flotilla ini adalah penyitaan dan penghancuran barang-barang pribadi para relawan, penyitaan pasport, serta penyitaan kapai dan barang-barang bantuan. Barang-barang mana seharusnya telah dinikmati oleh 1.5 juta jiwa penduduk Gaza yang diblokade oleh Israel sejak tahun 2006.

6. Empat tahun telah berlalu, namun tetap penghukuman secara internasional terhadap pelaku kejahatan HAM tersebut belum terjadi. Para korban luka-luka pun tak pernah mendapat rehabilitasi dan kompensasi. sampai kini. Padahal, membiarkan terjadinya kejahatan tanpa penghukuman terhadap pelakunya alias impunitas adalah hal terburuk yang pernah terjadi dalam penegakan hukum.

7. Tim Pencari Fakta Dewan HAM PBB (UN Human Rights Council Fact Finding Mission) telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini pada pertengahan tahun 2010. Dan laporan hasil penyelidikan juga telah diselesaikan pada 22 September 2010. Indonesian Advocacy Center for Law and Human Rights .// TR Rimi^tiinann Knmn Df^nfinfi Nn 1Q Pafiar Reihn Jakarta Timur 13761

 

8. Kesimpulan dari tim tersebut adalah serangan tentara Israel atas misi Freedom Flotilla adalah 'brutal', 'disproportionate' (tidak proporsional), melanggar hukum internasional, hak asasi manusia internasional, dan hukum humaniter internasional. Juga terdapat cukup bukti bahwa telah terjadi pembunuhan dengan sengaja (wilful killing), penganiayaan dan penyiksaan (humiliation and torture).

9. Penyerangan terhadap Freedom Flotilla oleh tentara Israel dapat memenuhi elemen Kejahatan Terhadap Kemanusiaan (Crime Against Humanity) seperti yang tercantum dalam Statuta Roma (Rome Statute) yang merupakan dasar pendirian International Criminal Court (ICC). Apalagi, sebagian korban dari Freedom Flotilla adalah berasal dari negara-negara yang telah meratifikasi (state parties) Statuta Roma yang merupakan dasar hukum lahirnya ICC.

10.Pengadilan Turki di Istanbul (7*^ High Criminal Court) telah melakukan persidangan terhadap kasus ini sejak tahun 2012. Dan telah pula mendakwa empat petinggi komando Israel atas dasar bukti-bukti kuat bahwa keempatnya telah memberikan perintah untuk melaksanakan operasi tersebut. Mereka adalah Israeli Chief of General Gavriel Ashkenazi, Komandan Angkatan Laut Eliezer Marom, Direktur Intelijen Angkatan Udara Avishai Levi dan Kepala Direktorat Intelijen Angkatan Bersenjata Israel, Amos Yadlin.

11.Perkembangan terakhir, pada 26 Mei 2014, Pengadilan Istanbul telah mengeluarkan putusan untuk menangkap keempat tersangka Israel tersebut dan akan segera mengeluarkan perintah penangkapan (arrest warrant) dengan bekerjasama dengan Interpol.

12.Pengadilan Istanbul kini adalah salah satu harapan untuk menggapai keadilan bagi para korban. Karena, empat tahun telah berlalu. Haruskah keluarga dari 10 korban tewas, 52 korban luka berat (termasuk 2 korban luka tembak dari Indonesia) serta para korban lainnya menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan keadilan?

Maka, atas nama keadilan bagi para korban dan keluarganya, atas nama penghormatan kepada kemanusiaan, juga untuk tidak menimbulkan preseden buruk terhadap impunitas yang terjadi dalam penegakan hukum, PAHAM Indonesia bersama ini menyerukan :

A. Kepada komunitas internasional untuk menghargai proses hukum yang berlangsung dalam menegakkan hak-hak korban penyerangan tentara Israel di MV Mavi Marmara dan misi Freedom Flotilla to Gaza secara keseluruhan, baik yang berlangsung di Turki maupun di negara-negara lain.

B. Kepada PBB, untuk melaksanakan rekomendasi dari UN Human Rights Council Fact Finding Mission terkait dengan serangan tentara Israel terhadap misi Freedom Flotilla, termasuk merekomendasikan, melalui Dewan Keamanan PBB, untuk membawa kasus ini ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag.

C. Kepada Jaksa Penuntut Umum International Criminal Court, untuk memproses complaints yang telah diajukan oleh para korban dan pengacara korban kasus Mavi Marmara-Freedom Flotilla dan segera mengambil inisiatif untuk melahirkan pengadilan kasus ini dalam mekanisme International Criminal Court.

D. Kepada Pengadilan Istanbul dan otoritas penegakan hukum di Turki, untuk mengeluarkan perintah penangkapan terhadap empat tersangka penjahat kemanusiaan Israel dalam kasus Mavi Marmara, sesuai dengan putusan persidangan pada tanggal 26 Mei 2014 , dan menghadirkan ke empat tersangka ke muka persidangan pidana di Istanbul Turki sebagai bagian dari proses pertanggungjawaban pidana.

E. Kepada Pemerintah Israel, untuk menyerahkan keempat tersangka tersebut ke Pengadilan Istanbul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam suatu persidangan yang adil.

F. Kepada Pemerintah Israel, untuk meminta maaf kepada para korban dan keluarganya atas kejahatan yang telah dilakukan dalam serangan Mavi Marmara, serta memberikan kompensasi dan restitusi yang adil kepada semua korban dan keluarganya.

G. Kepada pemerintah semua negara yang warganya turut menjadi korban dalam serangan ke MV Mavi Marmara- Freedom Flotilla, untuk tetap memperjuangkan keadilan terhadap semua korban dalam serangan tersebut dengan mengupayakan penyelenggaraan pengadilan apakah di leval nasional, regional maupun internasional.

H. Kepada para korban, pengacara korban dan aktifis kemanusiaan pendukung misi Mavi Marmara - Freedom Flotilla, untuk selalu bersemangat dan bekerjasama kapanpun dan dimanapun untuk penegakan hukum dalam kasus ini.

I. Kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, untuk terus menerus mendukung, memfasilitasi, dan memperjuangkan keadilan untuk semua korban serangan Mavi Marmara-Freedom Flotill, utamanya untuk duabelas korban Indonesia yang turut menjadi korban dalam serangan ke MV Mavi Marmara.

Semoga keadilan dan kebenaran senantiasa berpihak kepada para korban dan keluarga korban kasus serangan terhadap MV Mavi Marmara - Freedom Flotilla.

Jakarta, 31 Mei 2014

PENGURUS PUSAT ADVOKASI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA (PAHAM) INDONESIA

Nasrulloh Nasution, S.H7 Sylvian! Abdul Hamid, S.HI.M.H.

Direktur Eksekutif

Sekretaris Jenderal

Heru Susetyo

Tim Pengacara Korban Indonesia di MV Mavi Marmara-Freedom Flotilla dari PAHAM Indonesia

e-mail: heru.susetyo@Iive.com Contact No. 081310922211 twitter: @herususetyo

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Nikah Muda, Why Not?

Nikah Muda, Why Not?

Senin, 08 Mar 2021 18:47

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Senin, 08 Mar 2021 18:13

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Senin, 08 Mar 2021 17:51

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Senin, 08 Mar 2021 17:21

Mendidik Anak dari Rumah

Mendidik Anak dari Rumah

Senin, 08 Mar 2021 16:47

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Senin, 08 Mar 2021 16:11

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Senin, 08 Mar 2021 16:00

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Senin, 08 Mar 2021 15:23

Pemerintah Terlihat Bingung

Pemerintah Terlihat Bingung

Senin, 08 Mar 2021 15:00

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Senin, 08 Mar 2021 13:08

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Senin, 08 Mar 2021 11:02

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Senin, 08 Mar 2021 10:47

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Senin, 08 Mar 2021 09:25

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Senin, 08 Mar 2021 06:37

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Ahad, 07 Mar 2021 20:30

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 07 Mar 2021 19:30

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

Ahad, 07 Mar 2021 17:08

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Ahad, 07 Mar 2021 14:08

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00


MUI

Must Read!
X