Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
29.241 views

Ronin: Kebangkitan PKI Baru Mengancam NKRI

SUARA PEMBACA

Upaya eks PKI atau komunis dalam rangka merubah tatanan sistem negara dan mengganti pemerintahan tetap diupayakan dengan berbagai cara, terutama dilakukan secara tertutup atau klandestine.

Adanya indikasi kebangkitan gerakan komunis perlu mendapatkan pencermatan tersendiri dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia, karena mereka tetap berpotensi menciptakan gangguan politik dan keamanan ke depan.

Gerakan kelompok komunis muda ini juga “mendompleng” sejumlah aksi unjuk rasa yang marak akhir-akhir ini, bahkan tidak menutup kemungkinan ikut “infiltrasi” dalam berbagai peristiwa bentrokan antar warga beberapa waktu terakhir termasuk kemungkinan terlibat dalam tawuran pelajar atau pemuda.

Ada beberapa indikasi yang menggambarkan kebangkitan gerakan komunis sekarang ini. Salah seorang aktivis dari organisasi yang tidak mau disebut namanya menyatakan, saat ini sudah memiliki organiasasi yang bersifat klandestine, dimana ada beberapa tokoh yang tergabung dalam organisasi ini dari berbagai elemen pergerakan antara lain, “AHD” dan “MWK” yang organisasinya berada di sekitar Jakarta Pusat, “BING” yang organisasinya tidak jauh dari pasar rumput Jakarta Pusat, dan “JL” dari sebuah yayasan HB.

Pada hari yang sama, salah seorang kader kelompok kiri mengaku sebagai mantan PKI menyatakan, gerakan muda PKI baru saat ini tergabung dalam organisasi yang telah dibekali dengan ideologi Marxisme-Leninisme. Deklarator nya antara lain, RS alias RR, mantan tapol Pulau Buru, MN, mantan aktivis kiri di Jakarta Utara tahun 1960-an, OS, anak salah satu tokoh eks PKI, AM, mantan tapol Pulau Buru, CW mantan tapol Pulau Buru dan TW mantan aktivis kiri pada tahun 1960-an. Perekrutan terhadap anggota baru komunis muda pernah dilakukan beberapa tahun lalu di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelumnya, salah seorang aktivis perempuan menyatakan, seseorang sebelum bergabung atau direkrut menjadi kader Gerakan Komunis Muda biasanya harus memahami referensi sejarah bangsa Indonesia, terutama referensi sejarah yang benar menurut kalangan mereka. Dirinya sendiri tergabung dalam gerakan ini kurang lebih baru 3 tahun, sekitar tahun 2008, dimana dirinya direkrut gerakan tersebut yang lebih dulu menjadi anggota gerakan di golongan aktivis tertentu.

Pemimpin kelompok aktivis ini saat ini sering mendapat teguran dari kawan-kawan lain, sebab sering mabuk-mabukan dan seorang lagi sering menggunakan ganja, dimana hal ini menimbulkan kekhawatiran di kelompok ini. Rata-rata anggota yang tergabung mempunyai kaki tangan (pergerakan), solidaritas mereka sangat tinggi terbukti saat dirinya menjalani operasi tumor, mendapatkan bantuan dari pergerakan Rp 22.000.000.

Menurutnya, orang komunis dalam usahanya tidak akan berhenti akan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Orang komunis sangat berbeda pada era pemerintahan Soekarno dan Soeharto dengan era pemerintahan SBY. Sekarang ini Komunis adalah “Multi Warna”, maksudnya disini Komunis tidak nampak jelas tetapi Komunis ada di mana-mana, bahkan di lingkaran SBY sendiri Komunis juga ada, makanya apabila SBY tidak hati-hati bisa di serang dari luar dan dari dalam. Komunis di era tahun 2011 menjelang 2012 tetap eksis dan ada dimana-mana hanya tidak nampak jelas, sehingga kegiatan Komunis tersebut agak sulit di identifikasi. Jaringan eks PKI ini dalam kehidupan keseharian atau di lingkungan umum rata-rata mereka biasanya berusaha tidak saling mengenal apalagi terlihat akrab.

Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindari kecurigaan aparat intelejen terhadap jaringan mereka, karena mereka sangat khawatir dihancurkan aparat intelejen dari dalam jaringan. Selain itu dalam berbicara di tempat umum tidak pernah menyangkut pautkan dengan kata komunis dan mereka biasanya berbicara mengatasnamakan kerakyatan. Kerja konkrit yang di laksanakan dalam jaringan mereka yang berada di kalangan elit politik saat ini adalah membisikan untuk kebijakan penyetopan pengiriman TKI ke luar negeri, ini sengaja di dorong terus agar segera dilaksanakan kebijakan tersebut, karena mereka mempunyai tujuan jangka panjang yakni apabila kebijakan itu terlaksana secara otomatis pengiriman TKI akan tidak ada lagi, sehingga di negeri ini akan banyak pengangguran, dan kemiskinan akan merata.

Apabila sudah banyak pengangguran otomatis banyak rakyat kelaparan, sehingga negara akan tidak stabil, sehingga akan mudah untuk di provokasi. Dengan demikian mereka bisa memanfaatkan situasi ini untuk menuju revolusi dan merubah sistem yang saat ini berjalan. Terkait dengan indikasi gerakan komunis di beberapa daerah, tidak semua tokoh senior komunis mendukungnya.

Salah seorang tokoh ormas yang mewadahi korban Orde Baru pernah menyatakan, masalah eksistensi gerakan eks PKI ataupun yang sejenisnya seperti di Medan, Sumatera Utara adalah forum yang utopis dan illegal. Artinya mereka yang membuat gerakan itu sebetulnya tidak memahami esensi dari komunis dan revolusi itu sendiri. Dirinya menilai kelompok-kelompok yang menginginkan eksistensi komunis seharusnya dipikirkan secara matang, bukan seperti membuat partai borjuis. Sekarang ini banyak kelompok yang mengatakan gerakannya sosialis tetapi masih bergaya borjuis seperti kelompok LKM di Medan, Sumatera Utara.

Penulis sependapat dengan tulisan Amir Santoso berjudul “Awas PKI Gaya Baru” (Pelita, 21 November 2012), dimana pendukung Komunis Gaya Baru (KGB) membentuk paguyuban korban 1965 dan rajin menuntut agar mereka mendapat ganti rugi dari pemerintah dan mengadukan masalah mereka ke Pengadilan HAM. Disamping itu, kemungkinan benar jika aksi-aksi unjuk rasa buruh yang anarkis dengan mensweeping perusahaan dan memblokade jalan tol akhir-akhir ini adalah hasil kerja para KGB tersebut, sebab aksi-aksi buruh tersebut persis aksi organisasi buruh PKI menjelang G 30 S/PKI dulu. Benar juga apa yang ditulis Amir Santoso, ada sebuah majalah mingguan dalam memperingati G 30 S/PKI tanggal 30 September 2012 dengan terang-terangan menulus mengakui pengakuan “algojo” dari kalangan NU dan TNI dalam mengeksekusi mati tokoh-tokoh dan anggota PKI di tahun 1965. Juga ada sebuah harian nasional yang terus menerus sampai sekarang, membuat tulisan seolah bersambung dalam rangka membela PKI. Mereka menggambarkan PKI sebagai korban 1965 dan menuntut diadakan peradilan HAM.

Padahal generasi tua masih sangat ingat betapa kejam dan angkuhnya PKI saat itu, karena mereka mengintimidasi dan membantai semua lawan politiknya. Adanya indikasi kebangkitan gerakan komunis dewasa ini di kalangan anak-anak muda jelas menunjukkan militansi kelompok eks PKI atau komunis di kalangan generasi tua sudah berhasil ditransformasikan ke generasi pelanjutnya. Hal ini juga membuktikan bahwa konsolidasi dan gerakan-gerakan klandestine yang mereka lakukan selama ini telah berhasil menumbuhkan semangat militansi dan perlawanan di kalangan anak-anak muda.

Selain itu, indikasi kebangkitan gerakan komunis dewasa ini juga dipicu adanya berbagai permasalahan yang belum terlesaikan selama ini serta situasi kondisi kehidupan, terutama perekonomian masyarakat yang belum membaik telah menjadi “amunisi politik” bagi kelompok ini untuk menyebarkan paham dan ideologi kiri seperti komunisme, Marxisme dan Leninisme, disamping untuk mendiskreditkan dan mendelegitimasi pemerintah. Kebangkitan gerakan komunis dewasa ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi ideologi negara Pancasila serta dapat menimbulkan gejolak politik dan keamanan di kemudian hari.

Keberadaan organisasi komunis baru di kalangan generasi muda mengindikasikan belum selesainya pertarungan ideologi antara ideologi Pancasila dengan ideologi antitesisnya seperti komunisme, Leninisme dan Marxisme, di samping karena pengawasan terhadap organisasi ini yang tidak dilakukan secara terus menerus oleh instansi yang berwenang. Terkait dengan kondisi ini, ada beberapa langkah yang disarankan kepada jajaran aparat negara ataupun stake holder lainnya antara lain, Kemenegpora dan Kemendagri perlu melakukan gerakan wawasan kebangsaan dan sosialisasi pemahaman ideologi Pancasila dengan metode pendekatan sosialisasi yang baru dan kontekstual perlu terus menerus dilakukan. [yudisamara/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Bukan Hanya Ulama, Wartawan Juga Membawa Misi Kenabian

Selasa, 16 Aug 2022 21:18

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Hamas Bantah Lakukan Negosiasi Dengan Arab Saudi Terkait Tahanan Palestina Di Penjara Saudi

Selasa, 16 Aug 2022 21:15

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Afiliasi Al-Qaidah Tewaskan 4 Tentara Bayaran Rusia Di Mali

Selasa, 16 Aug 2022 20:30

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Inflasi Menggila, Politisi PKS Ingatkan Pemerintah untuk Berhati-hati Kendalikan BBM

Selasa, 16 Aug 2022 20:19

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Partai Gelora Sesalkan Ekonomi Indonesia Kalah dari Malaysia, Vietnam dan Filipina

Selasa, 16 Aug 2022 19:49

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Kamuflase Investasi dengan Utang, Produktifkah?

Selasa, 16 Aug 2022 10:42

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Privilege Pendidikan = Harus Kaya?

Selasa, 16 Aug 2022 10:29

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Israel Tolak Permohonan Pembebasan Tahanan Palestina Pelaku Mogok Makan Khalil Awawdeh

Selasa, 16 Aug 2022 09:00


MUI

Must Read!
X