Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.650 views

Homoseksual Bertebaran, Syari'at Dikriminalkan

Oleh: Eka Rahmi Maulidiyah

(Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Airlangga)

Kembali, kasus homoseksual mengemuka. Kasus paling baru mengenai hukuman cambuk pada pasangan homo di Aceh hingga penggerebekan pesta gay “The wild one” di Jakarta.

Pasangan gay di Aceh dihukum karena terbukti melanggar pasal 63 ayat 1 (tentang liwath) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Mereka dihukum sebanyak 85 kali sabetan rotan diatas panggung dengan disaksikan  banyak orang dengan umur diatas 17 tahun. Hukuman tersebut dilakukan di halaman Masjid Suhada, Gampong Lamagugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sementara pesta gay di Jakarta diamankan lantaran diduga melanggar UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Mereka melakukan pesta di dalam suatu ruko kawasan Kelapa Gading pada malam hari. Di dalam ruko tersebut, terdapat tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk fitness, lantai kedua digunakan untuk striptease, sedangkan lantai ketiga digunakan sebagai tempat SPA. Tidak tanggung-tanggung, polisi langsung mengamankan 141 orang yang diduga melakukan pesta, namun hanya 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal ini, dunia internasional langsung angkat bicara. Para pegiat HAM mengkritisi hukuman yang diberikan oleh pemerintah daerah Aceh. Mereka mengatakan bahwa hukuman cambuk bagi pasangan gay tidak sesuai dengan HAM karena mereka melakukan hubungan tersebut dengan dasar suka sama suka, tidak ada paksaan antara keduanya.

Para pejuang HAM pun memprotes tindakan polisi saat mengamankan kaum homo pada penggerebekan pesta gay di Jakarta. Mereka menilai polisi telah melakukan diskriminasi karena menggelandang kaum homo dalam keadaan tidak berpakaian. Meskipun pada akhirnya hanya 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena keterlibatan aktif dalam pelaksanaan pesta gay tersebut. Sementara sisanya dipulangkan tanpa ada suatu tuntutan.

Hal tersebut menandakan bahwa melakukan hal maksiat berupa pesta seks kaum gay merupakan hal yang biasa, tidak ada keburukan di dalamnya. Padahal, hal tersebut merupakan dosa besar sehingga Allah SWT pun akan menimpakan azabnya seperti yang pernah dialami oleh kaum nabi Luth A.S. Namun, anehnya pemimpin negeri Ini, Jokowi, malah berpesan agar masyarakat Indonesia melindungi kaum homo yang nyata-nyata melakukan kemaksiatan.

Hal tersebut tentu tidak lepas dari sistem yang dipergunakan di negara ini. Memang, negara ini adalah negara sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Negara sekuler melahirkan ide liberalisme yaitu kebebasan berupa kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan berkepemilikan.

Dalam kasus homoseksual, kebebasan berperilakulah yang diadopsi untuk memperbolehkan melakukan perbuatan tersebut. Mereka boleh melampiaskan gharizah nau’ (naluri untuk melestarikan jenis) sesuai kemauan mereka walaupun bertentangan dengan syari’at. Hal ini sangat wajar jika terjadi di negara sekuler, karena negara ini bukan tempat hidup kaum muslimin. Kaum muslimin hanya bisa hidup dengan syari’at Islam. Namun, semangat untuk menerapkan syari’at Islam dikecam, dianggap sebagai suatu hal yang tidak manusiawi dan salah. Ulama yang berbicara mengenai syari’at dibungkam, bahkan dikriminalisasi karena dianggap radikal dan berbahaya bagi para penguasa saat ini.

Hal itulah yang terjadi ketika Indonesia menjadikan Barat sebagai poros hidupnya. Semua yang dilakukan akan berkiblat pada Barat, termasuk kegiatan para pelaku homoseksual. Bahkan, di beberapa negara di dunia telah melegalkan perkawinan sesama jenis. Seperti yang ada di negara Belanda, Amerika, Belgia, Spanyol, Kanada, Afsel, Norwegia, Swedia, dan lain sebagainya.

Maka, Indonesia haruslah meninggalkan pemahaman sekuler yang akan merusak generasi bangsa. Dengan  menerapkan syari’at Allah SWT,  rahmat Allah akan datang kepada hambanya yang beriman, sehingga tidak sampai ditimpakan azab yang pedih. Jika tidak mau menerapkan, sudah siapkah menanggung azab Allah SWT yang maha dahsyat? [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Selasa, 16 Oct 2018 09:21

Maksiat Mengundang Bencana!

Maksiat Mengundang Bencana!

Selasa, 16 Oct 2018 09:14

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

Selasa, 16 Oct 2018 08:40

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Selasa, 16 Oct 2018 05:24

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Duka Rakyat Palu Masih Pilu

Selasa, 16 Oct 2018 05:12

 Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Kebangkitan Ideologi dan Penerapannya

Senin, 15 Oct 2018 23:00

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Penanganan Pasca Bencana yang Carut Marut, Bukti Pemerintah Gagal

Senin, 15 Oct 2018 22:45

Kehidupan yang Fana

Kehidupan yang Fana

Senin, 15 Oct 2018 22:30

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Terobos Bandara, Preman Projo Hadang Dan Persekusi Kedatangan Habib Hanif Alatas Dan Habib Bahar

Senin, 15 Oct 2018 22:10

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Dewan Dakwah Aceh Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Senin, 15 Oct 2018 21:50

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Dugaan Phobia dan Fitnah pada Simbol Tauhid dari Sekelompok Santri dan Mahasiswa

Senin, 15 Oct 2018 21:27

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

HTS Tolak Serahkan Senjata dan Mundur dari Zona Demiliterisasi di Idlib Suriah

Senin, 15 Oct 2018 20:15

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Qatar Desak Saudi Ungkap Nasih 4 Warga Mereka yang 'Dihilangkan Paksa' oleh Riyadh

Senin, 15 Oct 2018 20:05

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

MUI-Kominfo Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Gadget

Senin, 15 Oct 2018 18:55

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Rumah DP Nol Rupiah Terealisasi, Fahira Idris Puji Anies Baswedan

Senin, 15 Oct 2018 18:48

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

DPRD Pangandaran Desak Pelaku LGBT Direhabilitasi

Senin, 15 Oct 2018 18:35

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Notaris Muslim Indonesia Terjun ke Wilayah Bencana Palu

Senin, 15 Oct 2018 17:50

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Pejabat Taliban: AS Setuju Untuk Bahas Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Senin, 15 Oct 2018 12:35

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Inggris, Prancis dan Jerman Desak Saudi Beri Tanggapan Rinci Atas Hilanngya Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oct 2018 11:18

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Jebakan Sekularisme Melalui Media Digital

Senin, 15 Oct 2018 10:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X