Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.527 views

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Oleh: Eka Rahmi Maulidiyah

(Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Airlangga)

Tarik ulur dan upaya negoisasi yang alot antara pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia telah berlangsung cukup lama. Maka publik dibuat tersentak saat Freeport akhirnya menyetujui untuk melakukan divestasi sahamnya hingga 51% kepada pemerintah Indonesia. Tidak hanya itu, Freeport juga mengubah izin Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Freeport pun menyepakati pembangunan smelter dalam waktu lima tahun setelah mendapatkan IUPK. Semua hal tersebut dilakukan sebelum izin Kontrak Karya Freeport yang akan berakhir pada tahun 2021. Pemerintahan Jokowi mendapat pujian karena keberhasilannya memenangkan negosiasi dengan PT Freeport Indonesia. Namun, benarkah kesepakatan ini membawa nilai posistif bagi Indonesia?

Divestasi saham sebesar 51 persen bukan berarti PT Freeport membagikan saham kepada pemerintah sejumlah itu secara gratis kepada pemerintah. Dalam berbagai perhitungan nilai dari 51 persen saham Freeport diperkirakan mencapai ratusan triliun apabila akan dikonversi dalam metode pembayaran. Katakanlah, misalnya, perhitungan secara fair market value, berdasarkan nilai cadangan dengan masa kontrak sampai 2041, nilai 100 persen saham PT Freeport Indonesia adalah USD15,9 miliar atau sekitar Rp211 triliun (metrotvnews.com). Tepatnya, pemerintah harus menyediakan sedikitnya Rp 107 Triliun untuk divestasi saham sebesar 51 persen tersebut. Dana sebanyak itu rencananya akan dipenuhi secara patungan oleh BUMN-BUMN yang ada.

Hal ini seolah merupakan angin segar bagi kedaulatan ekonomi negeri ini, pemerintah disebut berhasil mengembalikan kekayaan alam untuk dikelola negara kembali. Tapi menjadi janggal karena untuk itu, pemerintah harus membayar sekian banyak kepada Freeport. Lebih janggal lagi karena pemerintah menyetujui divestasi saham dengan harga pasar. Padahal, secara riil harga saham PT Freeport telah beberapa tahun ini berada pada angka yang rendah.

Pada 2016 misalnya, nilai total kapitalisasi pasar PT Freeport hanya sebesar USD 4,5 Miliar. Bandingkan dengan USD 15,9 miliar yang menjadi acuan perhitungan divestasi saat ini. Hal demikian terjadi karena kepercayaan investor terhadap Freeport tengah merosot dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu menjadi sesuatu yang aneh jika pemerintah bersedia membayar dengan harga berlipat-lipat dibandingkan nilai saham riil.

Berikutnya ketiadaan dana memaksa pemerintah mengupayakan dana dari BUMN-BUMN yang ada. Holding BUMN pertambangan yang merupakan gabungan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk, dan PT Inalum. Dalam taksiran kasar berdasarkan data yang tersedia, prediksi total nilai aset BUMN-BUMN bila digabungkan mencapai Rp58 triliun. Artinya, nilai total aset tersebut hanya berjumlah setengah dari jumlah yang harus dibayarkan pemerintah.

Kemungkinan lain pemerintah akan menutupi kekurangan tersebut dengan kembali melakukan utang. Kondisi ini sangat berbahaya dari dua aspek. Pertama, ketidakstabilan perusahaan Freeport yang ‘ditebus’ dengan aset BUMN terlalu beresiko bagi keberlangsungan BUMN-BUMN di masa yang akan datang. Kedua, penambahan utang akan menjerumuskan negara dalam debt trap karena bahkan tanpa utang ini pun utang negara sudah berada pada angka yang mengkhawatirkan.

Perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK juga disinyalir dilakukan oleh Freeport untuk memperpanjang masa pengambilan sumber daya alam yang ada di Indonesia, khususnya Papua. Perubahan menjadi IUPK secara otomatis menjadikan Freeport berhak mengantongi izin 20 tahun lagi untuk beroperasi di Indonesia. Padahal, pembaruan izin baru bisa dilakukan tiga tahun sebelum kontrak berakhir pada tahun 2021.

Komitmen Freeport untuk membangun smelter pun masih diragukan banyak pihak. Pasalnya, sekalipun izin ekspor konsentrat Freeport sempat dihentikan pemerintah selama beberapa hari pada 2015 lalu karena tidak terpenuhinya komitmen membangun smelter, namun faktanya hingga saat ini Freeport tidak kunjung melaksanakan komitmen tersebut.

Melihat beberapa kondisi tersebut, masihkah yakin 100 persen jika divestasi saham Freeport merupakan keberhasilan yang gemilang untuk mengembalikan kedaulatan mengelola kekayaan alam? Hal ini sangat berbeda dengan pengaturan kekayaan alam dalam Islam. Dalam Islam, SDA yang dimiliki negara akan dikelola sendiri dan digunakan bagi pemenuhan kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan.

Selain itu, kebijakan politik dalam Islam akan selalu mengutamakan kepentingan dalam negeri. Negara memiliki kedaulatan penuh untuk mencegah intervensi asing dalam kehidupan politik dan ekonomi negara. Sehingga tidak akan ditemui suatu fragmen negara tunduk pada keinginan perusahaan atau bahkan negara asing. Maka, sudah seharusnya kita menerapkan aturan Islam secara kaffah, sehingga SDA kita bisa kita rebut kembali untuk kemakmuran bangsa Indonesia. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Selasa, 20 Nov 2018 01:49

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Senin, 19 Nov 2018 21:15

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Senin, 19 Nov 2018 21:03

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

Senin, 19 Nov 2018 20:45

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Senin, 19 Nov 2018 20:30

Dewan Pers Desak Polisi Segera Tangkap Pembunuh Dufi

Dewan Pers Desak Polisi Segera Tangkap Pembunuh Dufi

Senin, 19 Nov 2018 20:08


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X