Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.812 views

Sejarah Kami Tak Bisa Dihapus

Oleh: Husni Mubarok

Ada orang yang mungkin bertanya, ‘Mengapa orang-orang Palestina terjebak pada kenangan masa lalu mereka? Mengapa mereka memperingati dan mengingat desa-desa yang tidak lagi tertulis di peta-peta? Mengapa orang-orang Palestina mewariskan kepada anak-anak mereka kunci rumah yang telah lama mereka tinggalkan?

Konon, hampir setiap keluarga Palestina yang mengungsi di jalur Gaza, yang terusir ketika peristiwa Nakba masih menyimpan kunci rumah mereka selama empat generasi. Mereka juga menyimpan dokumen-dokumen kepemilikan tanah yang berlaku di zaman Turki Utsmani. Kemudian timbul tanya, Kenapa orang Palestina tidak bisa move on dan berusaha menatap masa depan?

Jawabannya adalah bahwa Nakba bukan hanya trauma sejarah tetapi penderitaan akumulatif yang terus merusak mereka dengan identitas Palestina yang mereka sandang, baik secara kolektif maupun individual. Nakba adalah luka berkelanjutan yang tidak pernah sembuh.

Peristiwa Nakba adalah penghinaan yang lukanya tak pernah sembuh. Karena setiap luka itu hampir mengering, maka garam akan kembali dibalurkan ke luka tersebut oleh penghancuran rumah, pembunuhan, dan pemenjaraan yang sampai saat ini belum berhenti. Luka itu tak pernah sembuh karena Israel selalu memperparahnya. Lagi dan lagi.

Kenangan tentang pristiwa Nakba tidak disimpan oleh kunci yang bergerak dari tangan kakek ke tangan cucunya. Ingatannya terletak pada identitas yang rusak dan citra diri yang direndahkan yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Orang-orang Palestina mewarisi Nakba dari generasi yang tertindas dan terbuang.

Barangkali kepikunan tak akan pernah bisa membuat mereka melupakan semua kegetiran yang mereka alami. Sehingga peringatan Nakba diperlukan untuk memahami masa kini dan untuk memulihkan cedera masa lalu. Trauma kolektif membutuhkan penyembuhan kolektif melalui aksi dan narasi sebagai efek dari kesamaan nasib dan persepsi.

Sikap diam dan mencoba melupakan masa lalu sama saja memperdalam luka dan menimbulkan malapetaka di masa depan. karena masa depan bagi warga Palestina yang terusir dari tanah-tanah mereka adalah kembali ke rumah. Inilah yang mendasari spirit Great March Return.

“Tetapi ketika orang Palestina mendekati perbatasan Gaza, maka sama saja mereka seperti bunuh diri.” ini adalah satu statement lain yang sering terlontar.

Kita tidak bisa memahami bagaimana kondisi orang-orang Palestina. Alih-alih kita mengutuk kebrutalan Israel, kita malah menyalahkan orang Palestina. Ini terkesan lucu.

Orang-orang Palestina ini hanya memprotes pencurian tanah mereka atau pengepungan atau tembok pemisah apartheid antara muslim dan yahudi. Kita tidak bisa menyamakannya dengan bunuh diri.

Ada perbedaan secara psikologis antara orang yang mencoba bunuh diri karena masalah dan orang orang yang terbunuh karena memperjuangkan hak-haknya. Walaupun kita melihatnya seakan-akan dia mengumpankan jiwanya untuk dibunuh.

Orang yang bunuh diri itu terbenam dalam perasaan putus asa dan pesimisme. Bunuh diri juga sikap egosentris karena seseorang sudah kehilangan apa yang dimilikinya. Sebaliknya, orang yang mengorbankan diri - bahkan di jalan menuju kematian - mungkin penuh harapan. Mereka optimis bahwa mereka memiliki peluang dan masa depan. Bahkan menjadi jalan dan inspirasi untuk meneruskan harapan, mewariskannya dari generasi ke generasi.

Sungguh aneh dan lucu ketika ada orang-orang yang menganggap orang Palestina yang memperjuangkan hak-hak mereka sebagai teroris. Kita lihat ada saudara muslim yang menganggap satu gerakan islam (baca: HAMAS) sebagai teroris. Sebaliknya, ketika warga Palestina berdemonstrasi dengan cara-cara tanpa kekerasan kemudian dibunuh oleh pasukan pendudukan, mereka menyebutnya bunuh diri, Alih-alih menyebut Israel sebagai teroris. Persis seperti Avi Dichter, Ketua Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel yang menyebut demonstran sebagai orang-orang idiot.

Pawai besar yang dimulai pada Hari Bumi dan berlanjut hingga tanggal 14 Mei kemarin adalah respon atas pendirian Kedutaan Besar Amerika di kota yang diduduki Yerusalem. Pawai Akbar tersebut sekaligus sebagai perayaan ulang tahun ke-70 Nakbah. Jika Israel merayakannya sebagai Hari Berdiri Negara mereka, maka Orang Palestina memperingatinya sebagai hari Nakba, hari bermulanya musibah dan dampaknya masih ada hingga detik ini.

Pawai ini menandakan arti khusus tanah bagi orang-orang Palestina. Sementara beberapa pemilik tanah mungkin menganggap tanah mereka sebagai milik semata yang menghasilkan keuntungan ekonomi dan dapat dieksploitasi untuk air, energi, dan makanan, orang Palestina merasa sebaliknya.

Sebagai orang tanpa lahan, orang Palestina memandang tanah sebagai aspek jiwa mereka sendiri, mewakili identitas mereka yang terluka. Terlibat di tanah mereka dengan emosi yang dalam, banyak orang Palestina siap mati untuk membela tanah yang telah dirampas.

Tanah kisah hidup orang Palestina itu sendiri. Jika kita belum pernah merasakan priode penjajahan, mungkin kita tak pernah bisa merasakan dan memahaminya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X