Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.116 views

Lalai dalam Memberikan Solusi untuk Gempa Lombok

 

Oleh:Wita Nurul Aini, Volunter Asian Games

Gempa beruntun yang menimpa Lombok belakangan mengakibatkan 555 korban meninggal,  390.529 harus mengungsi dan 36 ribu rumah rusak berat (viva.co.id, 20/08/2018).

Masyarakat diminta untuk bertindak secara mandiri dalam memperbaiki rumah agar perbaikan tidak berjalan lama, begitu anjuran dari Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di sisi lain, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menilai gempa Lombok butuh untuk naik status menjadi bencana nasional karena keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dalam menangani bencana (viva.co.id, 21/8/2018).

Beberapa dukungan dari kalangan DPR untuk menaikan status bencana Lombok, tidak lantas mempengaruhi keputusan presiden untuk tetap menyerahkan kendali penanganan bencana pada Pemerintah Daerah dengan alasan penanganan tetap dilakukan secara nasional.

Sekretaris Kabinet dikutip dari viva.co.id menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan pemerintah tidak menetapkan bencana Lombok sebagai bencana nasional adalah karena ingin menjaga pariwisata di Lombok. Jika status berubah menjadi bencana nasional, seluruh Pulau Lombok akan tertutup dari wisatawan yang artinya kerugian yang ditelan Indonesia menjadi semakin banyak.

Seorang guru bercerita, bantuan di Lombok belum sama sekali bisa dikatakan cukup. Terpal untuk berteduh saja masih banyak kekurangan, anak-anak kedinginan karena tenda tidak memadai, air bersih dan BBM langka, rumah ambruk tak terurus, anak tidak sekolah dan bahkan tidak mandi.

Hal ini terjadi tidak hanya dipelosok tapi juga di pusat-pusat kecamatan.  Pak Guru sampai geram membaca berita di media yang menyebutkan penanganan gempa di Lombok sudah baik. Posko nasional yang diberitakan sudah all out, bahkan ia sebut sebagai fitnah yang sangat kejam terhadap korban gempa (radarpribumi.com, 10/09/2018).

 

Pemerintah Tidak Mau Rugi

Bencana adalah suatu hal yang berada di luar kendali manusia. Mau tidak mau, siap ataupun tidak, bencana bisa datang kapan saja. Meskipun manusia diperintahkan untuk bersabar dalam setiap ujian, namun warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari penguasa tanpa mempertimbangkan untung dan rugi.

Jika untuk ASIAN GAMES saja pemerintah berani mengelarkan banyak uang, kenapa begitu sulit untuk membantu warganya yang sedang kesuahan. Kemegahan Opening Ceremony Asian Games pada 18 Agustus 2018 lalu, disebutkan menghabiskan dana sebesar 685 Miliar (Tempo.co, 19/08/2018).

Nilai tersebut dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan Opening Ceremony Olimpiade London 2012 ataupun olimpiade Musim dingin di Sochi, Rusia 2014 yang menghabiskan dana triliunan.

Bagaimana dengan gempa Lombok? Sedangkan pembangunan rumah dijanjikan akan selesai setidaknya membutuhkan waktu 6 bulan. Walaupun begitu, terimakasih kepada semua pihak yang sudah bahu-membahu dalam penanggulangan gempa Lombok.

Teorinya, penanggulangan bencana terbagi dalam tiga tahapan yaitu pencegahan, tanggap darurat dan pemulihan. Jika kondisi tanggap darurat saja pemerintah masih lalai, bagaimana dengan pencegahan dan pemulihan yang sifat investasi dan manfaatnya jangka panjang.

Padahal kita tahu, bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi gemba bumi yang tinggi. Sedangkan, pengurangan risiko kerugian akibat gempa bumi sendiri harus dilakukan mitigasi jangka panjang dan bukan sehari dua hari.

Jika untuk ASIAN GAMES saja pemerintah berani mempersiapkannya bertahun-tahun sebelumnya, lantas apa halangan pemerintah untuk melakukan investasi perlindungan dari bencana. Di Indonesia, masyarakat tidak pernah sebegitunya disiapkan untuk menghadapi bencana, sehingga kerugian dalam bentuk apapun terjadi dalam jumlah yang besar dengan pemulihan yang lama.

Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dalam sistem ini tidak begitu memprioritaskan kebutuhan rakyatnya. Pemerintah lebih takut rugi dibandingkan dengan jaminan terpenuhinya kebutuhan seluruh korban gempa.

Hidup dalam sistem kapitalis memang memang tidak jauh-jauh dari perhitungan materi atau untung rugi dan bukan tawakal pada Allah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menunaikan kewajiban negara terhadap rakyatnya.

Dalam sistem kapitalis ini, masyarakat tidak bisa mengandalkan penguasa untuk memperoleh pertolongan selama penentuan prioritas tidak akan disandarkan pada hukum syara namun lebih pada manfaat dan keuntungan.

Sikap yang seperti ini tidak akan pernah holistik dalam mengatasi permasalahan termasuk dalam urusan bencana. Padahal lalai dalam mengurusi urusan umat termasuk dalam kedzaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Tanpa sistem Islam, penanggulangan bencana di wilayah lainpun akan sama, seandainya daerah lain yang mengalaminya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Latest News
Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Rabu, 12 Dec 2018 21:31

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

Rabu, 12 Dec 2018 20:31

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Rabu, 12 Dec 2018 19:00

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Rabu, 12 Dec 2018 18:15

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Rabu, 12 Dec 2018 17:15

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Rabu, 12 Dec 2018 16:15

Serangan Taliban ke Pemerintah Afghanistan Tidak Kendor Meski Meningkatnya Tekanan dari AS

Serangan Taliban ke Pemerintah Afghanistan Tidak Kendor Meski Meningkatnya Tekanan dari AS

Rabu, 12 Dec 2018 15:20

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Rabu, 12 Dec 2018 11:46

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X