Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.147 views

Nasib Guru, Riwayatmu Kini

Aksi guru di akhir oktober lalu berakhir tanpa hasil. Tidak terkira kecewa yang dirasakan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Berharap presiden menemui mereka, berharap mau menjawab mengapa janjinya tidak ditepati. Dengan alasan presiden tidak bisa ditemui dadakan, meskipun para guru honorer memperpanjang aksinya, tetap saja presiden tidak menemui mereka. Terkesan mengabaikan, meremehkan, atau lebih tepatnya tidak menghormati tamu istana kali ini. Terlebih mereka adalah guru, profesi yang penting untuk kelangsungan kecerdasan bangsa.

Para guru ini telah datang dari berbagai daerah di Indonesia, pengorbanan waktu, harta, tenaga dan pendidikan anak didik telah mereka lakukan. Demi menagih janji kesejahteraan untuk guru honorer dari presiden RI, Joko widodo sejak 1 Juni 2014. Berarti sudah empat tahun berlalu, para guru honorer ini mengharap ada perubahan untuk kehidupan mereka menjadi sejahtera.

Tujuh puluh ribu guru honorer yang ingin bertatap muka dengan presiden hanya mendapat solusi untuk ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bila mereka sudah berusia lebih dari 35 tahun. Tetap saja solusi itu bukan penunaian janji presiden yang dengan jelas berjanji akan mengangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil. Padahal mereka telah mengabdi mengajar selama puluhan tahun.

Sepertinya sangat sulit menghadirkan kesejahteraan bagi guru honorer oleh rejim gemar ingkar janji ini. Alasan klise yang berulang kali muncul akan kembali diberikan. Mulai dari tawaran cara lain yang bisa ditempuh guru honorer agar bisa menjadi pegawai negeri sampai alasan bahwa gaji guru honorer bukan tanggung jawab pemerintah pusat,tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Alasan bahwa APBN sudah banyak mengalokasikan dana untuk pendidikan hingga 20%, tetapi kenyataannya tetap tidak mampu membiayai gaji seluruh guru di persada negeri ini. Pertanda pula, bahwa dengan pengelolaan negara dengan sistem sekular dan memakai sistem ekonomi kapitalis, tidak mampu menghormati guru. Tidak mampu melihat terhormatnya profesi guru yang menjadi ujung tombak pencetak Sumber Daya Manusia Indonesia di masa yang akan datang.

Sangat kontras sekali dengan bagaimana Islam mendudukkan profesi guru. Sebagai orang yang berilmu, dalam al qur'an surat Al Mujadilah ayat 11, Allah Swt meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu daripada yang lain. Tidaklah mengherankan para Khalifah sangat memuliakan guru. Para Khalifah berpesan kepada anak-anaknya, bahwa seorang Khalifah sekalipun, di depan seorang guru dia adalah orang yang hina. Kecintaan dan penghormatan mereka ditunjukkan dengan sering berkunjungnya para Khalifah dan anak-anaknya untuk sekadar meminta nasihat dan petunjuk akan suatu masalah.

Perhatian negara kepada para guru tidak berhenti pada pribadi sang Guru, tetapi juga kepada keluarganya dan anak-anaknya. Untuk menjamin kesejahteraan guru di zaman Khilafah, gaji besar bagi guru bukanlah suatu masalah. Di masa umat ra. guru dibayar 15 dinar perbulan, di masa Shalahuddin al ayyubi seorang guru digaji 40 dinar perbulan, dan yang menggiurkan pada masa Abbasiyah, seorang guru dibayar 50 hingga 200 dinar tiap bulannya. Bila 1 dinar setara dengan Rp2.250.000, berarti pada masa Khilafah seorang guru menerima gaji dari Rp33.750.000 hingga Rp450.000.000. Kompensasi yang setimpal bagi profesi yang menentukan masa depan negara.

Sejarah ini bisa kita temui di berbagai literatur, nyata adanya dituturkan oleh penulis muslim maupun non muslim. Bila masih ada yang menolak gagasan penerapan syariah dengan sistem negaranya bisa disimpulkan dia gagal melihat segala kemuliaan yang dibawa oleh Islam. Sungguh malang nasib orang seperti ini, seolah melihat kuman di seberang lautan tampak yaitu sistem yang berasal dari keyakinan kufur. Sedangkan gajah di pelupuk mata yaitu berupa warisan peradaban Islam dengan penerapan syariahnya malah dinihilkan dan ditolak dengan terang-terangan. 

Semoga Allah menjaga kita dari perilaku demikian. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

15 Tentara Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Jihadis di Sinai Utara

Sabtu, 16 Feb 2019 20:50

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Pejabat Pakistan Klaim Mohammed Bin Salman Kemungkinan Akan Bertemu Taliban di Islamabad

Sabtu, 16 Feb 2019 20:30

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Industri Turun Drastis, RUU Migas Dipertanyakan Keberadaannya

Sabtu, 16 Feb 2019 20:25

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Sabtu, 16 Feb 2019 11:33

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Save The Children: 100.000 Bayi Meninggal Setiap Tahun Akibat Perang

Sabtu, 16 Feb 2019 09:35

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X