Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.011 views

Reuni 212: Tegakkan Keadilan

Oleh: M. Rizal Fadillah

212 memang fenomenal. Bagian dari sejarah perjuangan umat Islam. Ini bukan ceritra kegilaan Wiro Sableng. Tapi kengawuran Gubernur sombong, sompral, sradak sruduk yang menyentuh kesucian Agama. Menista kitab suci.

Ketika politik dan hukum tidak berpihak kepada muslim yang tersinggung, umat berkumpul di Monas. Jutaan mujahid menekan hukum dan melawan ketidakadilan.

Reuni 212 terjadi tahun lalu untuk mengenang kemenangan. Ahok kalah dan dipenjara. Cukup bersemangat dengan momentum menjelang Pilkada serentak. Sentuhannya membangun kepemimpinan daerah berbasis umat.

Kini 212 memanggil kembali. Momentum maulid Nabi, bela tauhid, serta pilpres #2019 Ganti Presiden. Memang tema tidak eksplisit, namun itu mendorong semangat tinggi untuk berkumpul di Monas lagi. Sentimen perjuangannya adalah melawan ketidakadilan.

Pertama, ketidakadilan politik. Umat Islam merasakan ketimpangan perlakuan politik. Politik Islam seolah ditabukan dengan menganggap sebagai anti kebhinekaan karena identitas. Lupa bahwa faham kebangsaan yang merasa dominan faktanya telah memunculkan kepercayaan diri bagi tumbuhnya ideologi sosialisme dan komunisme.

Asas ekuilibrium dinafikan dengan prinsip kalah dan menang. Karena partai berbasis Islam dinilai 'kalah', maka Islam politik mesti dipinggirkan, dipojokkan, bila perlu, diadu domba sesama, agar lemah dan ujungnya tereliminasi.

Kedua, ketidakadilan hukum. Kasus yang berhubungan dengan umat Islam dan tokoh tokoh umat sangat cepat direspon dan diproses, sebaliknya kasus yang dekat dan membela kepentingan pemegang kekuasaan, bukan saja lambat, bahkan tidak diproses. Kriminalisasi aktivis dan ulama terjadi. Penegakkan hukum beraroma 'tajam pada lawan, tumpul pada teman'. Hukum menjadi kepanjangan tangan politik.

Ketiga, ketidakadilan ekonomi. Bahasa populernya asing dan aseng jadi penguasa ekonomi. Teori ekonomi kapitalis yang diajarkan di bangku kuliah dipraktekkan sempurna oleh pengusaha di Indonesia. Semburan api Naga telah menggosongkan pelaku ekonomi pribumi. Proteksinya luar biasa, sampai sampai menyebut 'pribumi' saja sudah terlarang di negeri ini.

Ketidakadilan ini menempatkan rezim represif sebagai peneror sejati.

Reuni 212 nanti ditandai dengan berkibar ribuan atau juta bendera tauhid. Inilah simbol perlawanan itu. Bendera suci Nabi yang dibakar oleh orang jahil dan pelaku dihukum dengan 'palu mainan'. Sepuluh hari penjara denda dua ribu rupiah. Vonis yang sangat "menista agama".

Tapi kita semua harus maklum, karena 212 bukan ceritra tentang Wiro Sableng, melainkan tentang sang ratu yang tidak berlaku adil dan membuat negeri porak poranda terlanda puting beliung. Kebijakan politik yang muter muter, bikin semua orang jadi keblinger.

Akan tetapi orang bijak berkata walau langit runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan.

Dua Satu Dua adalah langkah tegak umat untuk perjuangan keadilan. Selamat bereuni, selamat bersilaturahmi. Allah meridloi dan melindungi. Nashrun minallah. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 18/04/2019 20:04

Umat Islam Bali Konsolidasi Subuh