Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.460 views

Penggantian Istilah Kafir, Mendangkalkan Akidah Islam

 

Oleh:

Winda Harwindani*

 

DALAM sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, akhir Februari lalu,  NU melontarkan gagasan agar non-Muslim, tidak lagi disebut kafir. Menurut mereka para kiai berpandangan bahwa penyebutan kafir dapat menyakiti para non Muslim di Indonesia, karena dianggap mengandung unsur kekerasan teologis. Oleh karena itu, para kiai menghormati untuk tidak menggunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Gagasan tersebut mendapat dukungan yang nyata dari rezim penguasa. Melalui Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menyatakan geram terhadap perilaku sebagian kelompok yang gemar mengkafirkan kelompok lainnya hanya karena berbeda keyakinan. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas diributkan karena Indonesia bukanlah negara agama. Persatuan Gereja Indonesia (PGI), pun menyambut positif  dan beranggapan, penggunaan istilah kafir terhadap seseorang dapat menimbulkan diskriminatif dan stigmatisasi. Dukungan juga datang dari kalangan liberal seperti Said Agil Siradj, Ulil Absor Abdala serta pihak lainnya yang mempunyai andil besar dari lahirnya keputusan tersebut.

Namun kecaman pun tersebut terus bermunculan, bahkan dari tubuh NU sendiri, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Zein Umar bin Smith, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Mustasyar PBNU karena beliau menilai ada hal-hal yang dilakukan kepengurusan PBNU  yang pada saat ini sudah  tidak sejalan lagi dengan aspirasi umat Islam. Demikian juga dengan tokoh-tokoh yang disebut dengan NU garis lurus, mereka dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya.

Padahal, istilah Muslim dan kafir sudah sejak awal digunakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya untuk membedakan kaum yang beriman dan yang ingkar. Seperti firman Allah SWT dalam Qur’an surah An-Nisaa ayat 136 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Selama berabad-abad, penggunaan kata kafir untuk orang di luar Islam tidak pernah menimbulkan masalah baik di kalangan kaum Muslimin sendiri ataupun di kalangan non Muslim. Begitu pun para ulama sejak dahulu sudah terbiasa menggunakan istilah kafir dalam kitab-kitabnya untuk menyebut non-Muslim, apalagi  ini terkait erat dengan persoalan fikih dengan segala implikasi hukumnya.

Maka, dalam negara khilafah ada istilah kafir harbi, kafir dzimmi, kafir musta’man. Kafir dzimmi misalnya, mereka adalah warga negara non Muslim dalam Daulah Islam yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Mereka tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya untuk masuk Islam. Dalilnya ada dalam surat Rasulullah SAW kepada penduduk Yaman.  “Siapa saja yang beragama Yahudi dan Nasrani, dia tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya, dan wajib atas dia untuk membayar zijyah” (HR. Abu Ubaid).

Begitu pun dalam masalah jaminan keamanan. Sepanjang sejarah Islam, orang-orang kafir menikmat rasa aman yang luar biasa. Bahkan hal ini terjadi hingga era kemunduran khilafah saat keagungan perlakuan khilafah terhadap orang-orang kafir tetap mengagumkan. Kita dapat lihat dari di dokumen-dokumen yang masih tersimpan rapi di museum Turki yang terkenal ‘Aya Sofia’. Di sana dipamerkan surat-surat khalifah dalam memberikan jamianan perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun pada orang asing pencari suaka tanpa memandang agama.

Oleh karena itu, melarang penggunaan kata kafir untuk non-Muslim karena mengandung kekerasan teologis tentu tidak relevan dan tidak mendasar. Kalaupun saat ini banyak terjadi kekerasan baik kekerasan teologis, fisik maupun kekerasan psikis hal tersebut sebetulnya lebih banyak dirasakan justru oleh kaum Muslim. Umat Islam tarus dipojokkan dengan label teroris radikal, intoleran dan lain sebagainya hanya karena menolak dipimpin oleh pemimpin kafir. Atau pun karena ingin menerapkan syariat Islam secara kaffah atau juga karena anti terhadap neoliberialisme dan juga ketika para Muslimah menggunakan pakaian syar’i dan cadar. Dalam konteks global, kaum Muslim diperlakukan semena-mena oleh orang-orang kafir seperti yang terjadi di Uighur, Palestina, Kashmir dan lainnya.

Saat ini musuh-musuh Islam berusaha terus mencari argumentasi agama untuk membenarkan sistem sekuler yang berasal dari Barat. Tujuan mereka mengganti istilah kafir tidak lain untuk mendangkalkan akidah Islam dan menyuburkan konsep kufur. Selain itu mereka mencari celah untuk memberi legitimasi agama kepada kepemimpinan orang kafir di dalam politik dalam negeri untuk masa yang akan datang. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa gagalnya Ahok menjadi DKI-1 setelah masifnya seruan “Haram pemimpin kafir” mereka tidak ingin istilah kafir dipakai lagi dalam konteks politik Indonesia, sehingga dapat melenggangkan orang kafir untuk berkuasa di setiap level.

Maka, akhirnya dimunculkan istilah muwathinun yang sebenarnya tidak dikenal dalam khasanah fikih Islam, justru istilah ini muncul dari Barat yang berideologi sekuler. Kaum Muslimin tidak pernah mengenalnya kecuali menjelang keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, ketika khilafah saat ini tidak ada, bukan berarti istilah kafir harbi, dzimmi ataupun musta’man tidak dipakai lagi. Istilah-istilah tersebut mirip dengan sebagian hukum Islam yang tidak diterapkan saat ini seperti hukum potong tangan bagi pencuri yang jelas ada dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 38. Sehingga yang harus dilakukan saat ini adalah memperjuangkan kembalinya Khilafah sebagai kewajiban syari’ah sehingga istilah tersebut dapat diamalkan lagi.Ibu rumah tangga tinggal di Depok, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Kamis, 29 Jul 2021 23:53

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Kamis, 29 Jul 2021 23:36

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

Kamis, 29 Jul 2021 22:19

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Kamis, 29 Jul 2021 21:42

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Kamis, 29 Jul 2021 21:10

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Kamis, 29 Jul 2021 21:00

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Kamis, 29 Jul 2021 19:35

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

Kamis, 29 Jul 2021 19:06

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Kamis, 29 Jul 2021 18:35

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00


MUI

Must Read!
X