Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.005 views

Penggantian Istilah Kafir, Mendangkalkan Akidah Islam

 

Oleh:

Winda Harwindani*

 

DALAM sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, akhir Februari lalu,  NU melontarkan gagasan agar non-Muslim, tidak lagi disebut kafir. Menurut mereka para kiai berpandangan bahwa penyebutan kafir dapat menyakiti para non Muslim di Indonesia, karena dianggap mengandung unsur kekerasan teologis. Oleh karena itu, para kiai menghormati untuk tidak menggunakan kata kafir tetapi muwathinun atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Gagasan tersebut mendapat dukungan yang nyata dari rezim penguasa. Melalui Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menyatakan geram terhadap perilaku sebagian kelompok yang gemar mengkafirkan kelompok lainnya hanya karena berbeda keyakinan. Menurutnya, hal tersebut tidak pantas diributkan karena Indonesia bukanlah negara agama. Persatuan Gereja Indonesia (PGI), pun menyambut positif  dan beranggapan, penggunaan istilah kafir terhadap seseorang dapat menimbulkan diskriminatif dan stigmatisasi. Dukungan juga datang dari kalangan liberal seperti Said Agil Siradj, Ulil Absor Abdala serta pihak lainnya yang mempunyai andil besar dari lahirnya keputusan tersebut.

Namun kecaman pun tersebut terus bermunculan, bahkan dari tubuh NU sendiri, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Zein Umar bin Smith, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Mustasyar PBNU karena beliau menilai ada hal-hal yang dilakukan kepengurusan PBNU  yang pada saat ini sudah  tidak sejalan lagi dengan aspirasi umat Islam. Demikian juga dengan tokoh-tokoh yang disebut dengan NU garis lurus, mereka dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya.

Padahal, istilah Muslim dan kafir sudah sejak awal digunakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya untuk membedakan kaum yang beriman dan yang ingkar. Seperti firman Allah SWT dalam Qur’an surah An-Nisaa ayat 136 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”

Selama berabad-abad, penggunaan kata kafir untuk orang di luar Islam tidak pernah menimbulkan masalah baik di kalangan kaum Muslimin sendiri ataupun di kalangan non Muslim. Begitu pun para ulama sejak dahulu sudah terbiasa menggunakan istilah kafir dalam kitab-kitabnya untuk menyebut non-Muslim, apalagi  ini terkait erat dengan persoalan fikih dengan segala implikasi hukumnya.

Maka, dalam negara khilafah ada istilah kafir harbi, kafir dzimmi, kafir musta’man. Kafir dzimmi misalnya, mereka adalah warga negara non Muslim dalam Daulah Islam yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Mereka tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya untuk masuk Islam. Dalilnya ada dalam surat Rasulullah SAW kepada penduduk Yaman.  “Siapa saja yang beragama Yahudi dan Nasrani, dia tidak boleh dipaksa meninggalkan agamanya, dan wajib atas dia untuk membayar zijyah” (HR. Abu Ubaid).

Begitu pun dalam masalah jaminan keamanan. Sepanjang sejarah Islam, orang-orang kafir menikmat rasa aman yang luar biasa. Bahkan hal ini terjadi hingga era kemunduran khilafah saat keagungan perlakuan khilafah terhadap orang-orang kafir tetap mengagumkan. Kita dapat lihat dari di dokumen-dokumen yang masih tersimpan rapi di museum Turki yang terkenal ‘Aya Sofia’. Di sana dipamerkan surat-surat khalifah dalam memberikan jamianan perlindungan dan kemakmuran kepada warganya maupun pada orang asing pencari suaka tanpa memandang agama.

Oleh karena itu, melarang penggunaan kata kafir untuk non-Muslim karena mengandung kekerasan teologis tentu tidak relevan dan tidak mendasar. Kalaupun saat ini banyak terjadi kekerasan baik kekerasan teologis, fisik maupun kekerasan psikis hal tersebut sebetulnya lebih banyak dirasakan justru oleh kaum Muslim. Umat Islam tarus dipojokkan dengan label teroris radikal, intoleran dan lain sebagainya hanya karena menolak dipimpin oleh pemimpin kafir. Atau pun karena ingin menerapkan syariat Islam secara kaffah atau juga karena anti terhadap neoliberialisme dan juga ketika para Muslimah menggunakan pakaian syar’i dan cadar. Dalam konteks global, kaum Muslim diperlakukan semena-mena oleh orang-orang kafir seperti yang terjadi di Uighur, Palestina, Kashmir dan lainnya.

Saat ini musuh-musuh Islam berusaha terus mencari argumentasi agama untuk membenarkan sistem sekuler yang berasal dari Barat. Tujuan mereka mengganti istilah kafir tidak lain untuk mendangkalkan akidah Islam dan menyuburkan konsep kufur. Selain itu mereka mencari celah untuk memberi legitimasi agama kepada kepemimpinan orang kafir di dalam politik dalam negeri untuk masa yang akan datang. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa gagalnya Ahok menjadi DKI-1 setelah masifnya seruan “Haram pemimpin kafir” mereka tidak ingin istilah kafir dipakai lagi dalam konteks politik Indonesia, sehingga dapat melenggangkan orang kafir untuk berkuasa di setiap level.

Maka, akhirnya dimunculkan istilah muwathinun yang sebenarnya tidak dikenal dalam khasanah fikih Islam, justru istilah ini muncul dari Barat yang berideologi sekuler. Kaum Muslimin tidak pernah mengenalnya kecuali menjelang keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, ketika khilafah saat ini tidak ada, bukan berarti istilah kafir harbi, dzimmi ataupun musta’man tidak dipakai lagi. Istilah-istilah tersebut mirip dengan sebagian hukum Islam yang tidak diterapkan saat ini seperti hukum potong tangan bagi pencuri yang jelas ada dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 38. Sehingga yang harus dilakukan saat ini adalah memperjuangkan kembalinya Khilafah sebagai kewajiban syari’ah sehingga istilah tersebut dapat diamalkan lagi.Ibu rumah tangga tinggal di Depok, Jawa Barat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Islamic State Lancarkan Serangan Besar di Dua Bagian Terpisah Di Pusat Suriah

Kamis, 06 Aug 2020 20:45

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Libanon Tempatkan Pejabat Pelabuhan Beirut Dalam Tahanan Rumah Sambil Menunggu Penyelidikan

Kamis, 06 Aug 2020 20:30

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Pejabat Israel Peringatkan Ledakan Mematikan di Beirut Bisa Saja Terjadi di Haifa

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Jerat Kemiskinan Bukan Karena Sesama Keluarga Miskin Besanan

Kamis, 06 Aug 2020 20:00

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Hadirnya Negara dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 06 Aug 2020 19:45

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kisah Reynhard Dibuat Film Dokumenter, Bukti Tersebarnya Ide Liberal

Kamis, 06 Aug 2020 19:15

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Bukan Dispensasi Nikah yang Dibutuhkan

Kamis, 06 Aug 2020 18:50

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Dilema Muslimah: Feminin atau Feminis?

Kamis, 06 Aug 2020 18:14

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Sekolah Muhammadiyah Harus Berkemajuan dan Miliki Karakter Islami

Kamis, 06 Aug 2020 17:42

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Jadilah Youtuber Panutan yang Bermanfaat

Kamis, 06 Aug 2020 17:39

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

Kamis, 06 Aug 2020 17:25

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Vonis Atas Pembunuhan Mantan PM Libanon Rafik Hariri Ditunda Menyusul Ledakan Mematikan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 16:15

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

VIQQ: Video Invitation QQ spesial untuk pernikahan tak terlupakan

Kamis, 06 Aug 2020 16:05

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Hamas Serukan Pengungsi Palestina di Libanon Donorkan Darah untuk Korban Ledakan di Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 15:36

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

300.000 Kehilangan Rumah Akibat Ledakan Besar di Pelabuhan Beirut

Kamis, 06 Aug 2020 14:45

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Kamis, 06 Aug 2020 11:17

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kisah Nabi Yusuf: 'Drakor' Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 06 Aug 2020 09:55

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Dari Persembunyian, Budi Djarot Teriak Benci Khilafah

Kamis, 06 Aug 2020 09:19

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Legislator: PHK Harus Ikuti Aturan dalam UU Ketenagakerjaan

Kamis, 06 Aug 2020 06:24

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

PKS: Batalkan IPO Subholding Pertamina!

Kamis, 06 Aug 2020 05:40


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X