Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.160 views

Derita Gaza, Sampai Kapan?

BULAN Ramadhan baru memasuki sepuluh hari pertama. Segala puji hanya bagi Allah, Ramadhan 1440 H ini Muslim Indonesia masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa dan sholat tarawih dengan tenang, meski sebelumnya sempat terjadi 'perang urat syaraf' antar kubu pendukung dan bahkan banyak jatuh korban yakni sekitar 554 orang meninggal dunia dalam gawe besar PEMILU Indonesia kali ini. Muslim Indonesia juga masih diberi kemudahan berbuka puasa meski harga bawang putih sempat melambung tinggi.

Jauh berbeda dengan kondisi saudara kita di Gaza, Palestina.  Negeri yang diberkahi Allah itu kembali memanas, ketenangan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak bisa mereka rasakan.  Karena senantiasa diliputi rasa was-was setiap saat karena gempuran rudal dari militer Israel dalam beberapa hari terakhir. Tepat dua hari menjelang bulan Romadhan, yakni sabtu (4/5) serangan dari tank dan rudal udara Israel mulai menggempur Gaza. Militer negara zionis tidak mau disalahkan. Mereka berdalih bahwa serangan yang dilakukannya adalah sebagai bentuk balasan atas serangan yang dilakukan para Milisi Palestina.(kumparan.com)

Diberitakan AFP, hingga Minggu (5/5) malam, roket Israel terus menghantam kawasan Gaza. Selama dua hari berturut-turut Militer Israel mengakui sudah menembak ke 320 titik di sana. Akibatnya 23 warga Gaza meninggal dunia. Termasuk di antaranya seorang perempuan yang sedang mengandung dan seorang bayi.(kumparan.com).  Konflik negara yang berkepanjangan yang tak kunjung selesai, membuat Muslim Gaza   pada kondisi mengenaskan, antara hidup dan mati. Bahkan sampai saat inipun warga masih merasakan penderitaan di tanah kelahirannya sendiri.

Dengan kejadian yang menimpa Muslim Gaza ini, kita hanya bisa merasa miris dan hati dipenuhi dengan segala hujatan terhadap musuh-musuh Islam, tidak bisa lebih.  Paling banter mengirim doa dan donasi. Tapi dimana posisi penguasa-penguasa negeri-negeri kaum Muslimin? Termasuk penguasa negri muslim terbesar, Indonesia? Seolah-olah kejadian ini merupakan urusan Palestina sendiri yang tidak ada hubungannya dengan mereka.  Mengapa?   Semua hal ini bisa terjadi dan berlarut?

 

Palestina dan Imprealis “Legal” Israel

Kalau kita kembali kepada fakta sejarah terkait  konflik yang terjadi di Palestina.   Kita bisa menemukan keniscayaan bahwa itu akan terus berlanjut, why?

Pertama, keberadaan Israel yang jelas-jelas menyerobot, merampok, dan menduduki Tanah Palestina dengan mengusir penduduk dan pemilik aslinya, dianggap hanya sebagai masalah tapal batas antara Israel dan negara-negara tetangga seperti Yordania, Suriah, Libanon. Dan penguasa Islam dibuat 'lupa' akan sejarah bagaimana keberadaan Israel sampai di Palestina. Bahkan hasil KTT luar biasa OKI tanggal 13 Desember 2017 di Istanbul Turki, yang dihadiri 55 negara OKI menyatakan seolah solusi dua negara diterima dan menjadi komitmen Dunia Islam dan seluruh kaum Muslim. Dalam artian, jelas hasil OKI ini memberi pengakuan terhadap keberadaan negara Israel.

 

Kedua, adanya nasionalisme dan nation state.  Akibatnya, ukhuwah islamiyah menghilang entah kemana. Masing-masing negeri Muslim, khususnya para penguasa mereka hanya mementingkan domestik dan internal mereka sendiri. Sehingga kepedulian terhadap penderitaan ikhwah di negara lain seperti Palestina, bukan prioritas bahkan tidak menjadi perhatian.

Ketiga, kebanyakan para penguasa Muslim dan Arab adalah bonekanya Barat. Jadi wajar jika mereka cenderung membiarkan(bahkan mendukung) kebijakan-kebijakan si dalangnya. Perjanjian-perjanjian, konferensi-konferensi, atau apapun namanya yang mengatasnamakan suara Islam adalah bullshit, justru dijadikan sarana untuk menghancurkan Islam.

Gaza butuh Al Junnah (Pelindung) Terbaik

Palestina adalah tanah kaum muslimin, bukan cuma Gaza.   Israel-laknatullah alaihim- telah berhasil mencaploknya ketika Khilafah (negara Islam) runtuh di abad ke 20.  Ketika institusi penegak hukum Islam itu eksis, tak sejengkal pun wilayah milik umat Islam dapat seenaknya dikuasai.  Karena Rasul Saw bersabda : “ Imam(Khalifah) itu laksana perisai, kaum Muslim diperangi(oleh kaum kafir) di belakang dia dan dilindungi oleh dirinya “ (HR. Muslim).

Sebagai sebuah tanah yang ditaklukkan (tanpa perang) pada masa Khalifah Umar bin Khathab ra. (638 M) Palestina atau Al Quds termasuk tanah usyriyah, yang berbeda perlakuannya dengan tanah yang dikuasai dengan penaklukan (futuhat) atau yang disebut tanah kharajiyah.  Pada waktu itu, orang-orang Nasrani sendiri yang menyerahkan tanah tsb kepada Shahabat Umar, sebagai penguasa Negara Islam.  Sehingga sampai kapanpun statusnya akan tetap demikian, dia menjadi bagian dari milik seluruh kaum muslin di seluruh muka bumi.

Karena itu, masalah Palestina adalah masalah Islam dan seluruh muslim. Selain karena Al Quds adalah tanah milik umat,  dalam Islam kaum Muslimin itu adalah satu tubuh. Jika salah satu bagian anggota tubuhnya kesakitan maka bagian lain akan ikut merasakan.  Lalu berupaya untuk menyembuhkan dan mencarikan solusi bagi sakitnya tsb.  "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling mencintai dan mengasihi diantara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR Muslim).

Sungguh solusi hakiki untuk masalah Palestina ini harus bersandar pada Islam, karena hanya dengan itu bisa tercapai solusi tuntas.   Bukan kemerdekaan dan membagi wilayah dengan Sang Penjajah.  Tapi menegmbalikan tanah itu kepada pemiliknya, yakni umat Islam.  Negara harus mengusir penjajah dengan segenap kemampuan. Sampai imprealis betul-betul hengkang dari bumi Al Quds. Sebagaimana dulu Indonesia, mengusir penjajah dari nusantara. Dengan pekikan Takbir para ulama menggerakkan seluruh komponen umat dalam jihad fi sabilillah.  Allah SWT berfirman :  “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan perantaraan tangan-tangan kalian, menghinakan mereka erta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin” (TQS. At Taubah ayat 14).

Juga firman-Nya  yang lain, “Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (TQS. Al Baqarah :191).

Jelas sudah solusi bagi Palestina adalah memerangi dan mengusir Israel dari Tanah milik umat tersebut.  Dan yang sangat penting adalah juga menghancurkan semua negara besar, backing Israel.  Seperti Amerika Serikat dan semua sekutunya. Taklif ini dibebankan kepada seluruh kaum muslimin – tak hanya  kaum Muslimin Palestina saja- di seluruh dunia.  Dengan dipimpin penguasa (Amirul Jihad). 

Tapi apakah mungkin hal itu terjadi?  Karena Khalifah dan Amirul Jihad saat ini tak eksis. Sementara kebanyakan para penguasa Muslim – termasuk negri Arab dan sekitarnya- bukan lah pemimpin dalam sistem Khilafah.  Semua negri muslim saat ini tidak menjadikan aqidah Islam sebagai asas negaranya. Karena sejak Khilafah runtuh 1924 M, praktis wilayah Negara Islam dikerat-kerat oleh para imprealis menjadi puluhan negri kecil, termasuk Palestina dan Indonesia.

Kemungkinan perlawanan sangat kecil bahkan mustahil terjadi. Ketika nation state telah membatasi banyak negri muslim. Sehingga perlu adanya kekuatan besar yang menopang dalam wadah sebuah negara besar, dengan seorang pemimpin yang kuat dan memegang teguh aqidah.   Allah  berfirman dalam QS. Al Isra'. 4-8, yang intinya bahwa Yahudi hanya bisa dikalahkan dengan 'hamba-hamba Allah yang memiliki kekuatan besar'.

Ini adalah firman Allah yang disampaikan kepada Rasulullah SAW, apakah kita sebagai hamba-Nya tidak akan meyakini solusi yang diberikan Sang Pemilik alam semesta? Maka sungguh mewujudkan dan mengembalikan sistem yang menjadi junnah (pelindung) bagi umat adalah kewajiban yang tak bisa ditawar lagi!  Pemimpin Islam (khilafah) harus menjadi prioritas perjuangan saat ini kalau kita mencintai dan sedih melihat kondisi ikhwah seiman di Gaza. Gaza sangat butuh Pelindung, bukan “kemerdekaan palsu”.  Tak bisakah saudara Muslim sedunia berperan mewujudkannya? Wallahu a'lam bishshowwab.*

Ameera Syahida

Pegiat Dakwah Ideologis

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Mask Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

The 2nd HIEX 2020, Ratusan Produk Halal dan Syariah Hadir di Pameran Halal Terbesar di Indonesia

Ahad, 16 Feb 2020 16:14

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Urun Modal Syirkah Bebas Riba di RM Padang Express 02

Ahad, 16 Feb 2020 16:08

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

Ahad, 16 Feb 2020 15:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Jum'at, 14/02/2020 20:43

Anomali BPIP dan Fokus Perjuangan Umat