Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.137 views

Nyawa Terus Melayang, Siapa yang Bertanggung Jawab?

MENURUT data Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. (kompas.com). Dari hari ke hari jumlah petugas yang meninggal semakin bertambah. Ini jelas hal yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sementara untuk petugas Pemilu sakit yang mencapai 11.239 disebabkan sembilan jenis penyakit, yakni hipertensi emergency, diabetes, asma, dispepsia, gastritis, infeksi saluran kemih, typoid, syncope, dan stroke. 

Keterangan Kemenkes tentang 13 penyakit menepikan sejumlah pemberitaan media massa yang menyebut penyebab meninggalnya KPPS karena faktor kelelahan. Sebelumnya, praktisi sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), Umar Zein memastikan tak pernah ada catatan medis yang menyebut kelelahan menyebabkan kematian.

Korban akibat pemilu memprihatinkan semua pihak. Pemilu dalam sistem demokrasi dinamakan sebagai pesta. Lalu kenapa jika pesta seakan berujung duka akibat banyaknya korban yang terus berjatuhan.Desakan dari ikatan alumni unair untuk melakukan investigai diserukan oleh ketuanya. Unit Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, menyampaikan surat keprihatinan terhadap meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka pun mendorong penelitian medis terhadap kejadian ini, khususnya di daerah Jawa Timur.

Mereka mendorong dan siap bekerja sama dengan seluruh Fakultas Kedokteran di Jawa Timur, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran di seluruh Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Universitas Airlangga dan seluruh stake holder terkait untuk melakukan penelitian medis terhadap kejadian ini khususnya di Jawa Timur.“Dengan harapan ada bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat dan bangsa,” dalam keterangan tertulis yang ditandatangani oleh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Poedjo Hartono, Kamis 9 Mei 2019.

Mereka pun mengusulkan pemilu yang akan datang, untuk terlebih dahulu melakukan kesehatan fisik dan psikologis bagi calon petugas KPPS dengan mempertimbangkan faktor usia, faktor penyakit yang pernah diderita, terutama penyakit degeneratif, penyakit menular tertentu. Seperti TBC, paru-paru, hepatitis kronis, dan sebagainya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM mendesak agar segera dilakukan investigasi terkait peristiwa tersebut. "Komnas HAM mendesak perlunya investigasi yang komprehensif terhadap berbagai peristiwa ratusan kematian dan sakitnya ribuan petugas pemilihan," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufiq Damanik dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Siapa yang Bertanggung Jawab

“Saya kecewa kepada calon presiden Prabowo dan Jokowi kenapa mereka tidak turun ke lapangan untuk memberikan rasa iba. Setelah ada musibah satu pun saya tidak melihat caleg ke lapang. Saya minta kepada semua untuk tumbuh rasa kepedulian kepada korban,” ucap Ketua Umum Aliansi Penggerak Demokrasi Indonesia (APDI), Wa Ode Nur Intan saat diskusi publik dengan tema ‘Mendesak Investigasi Wafatnya Ratusan Petugas Pemilu 2019’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar menganggap telah terjadi pelanggaran hak asasi yang dilakukan negara. Menurut Haris, pelanggaran HAM ini bahkan telah terjadi sejak proses perekrutan. 
Sebab, jam kerja yang berat dan sangat sempit tak sepadan dengan banyaknya pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Pembuat aturan terkait jam kerja ini, kata Haris, harus bertanggung jawab sebagai penyebab banyaknya petugas Pemilu yang meninggal dunia. 

"Kalau pun ada di UU, berarti, ya, UU yang salah atau turunan undang-undang ini siapa yang bikin? Nah, ini juga harus bertanggung jawab," kata Haris.

"Sekarang sudah kejadian, apa bentuk tanggung jawab negara dan KPU? Ini enggak jelas," kata Haris. 

Di sisi lain,  diungkapkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang berpandangan tak perlu dibentuk TPF ataupun otopsi atas anggapan adanya kejanggalan banyaknya petugas Pemilu yang meninggal. 

"Saya kira ini sudah memadai, apalagi ini saya kira paling penting substansi pemberian santunan ini menunjukkan kepedulian negara terhadap pejuang demokrasi," kata Usman kepada reporter Tirto. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menduga salah satu alasan mengapa belum ada pihak yang meminta maaf mengenai banyaknya petugas Pemilu yang meninggal, dikarenakan kasus tersebut dianggap remeh dan tidak penting oleh KPU.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting menyebut petugas Pemilu 2019 yang meninggal telah dianggap sebagai pejuang demokrasi. Meski tak tersirat kata maaf namum KPU sangat menghargai mereka sebagai pejuang demokrasi.

Islam Menghargai Nyawa Manusia   

Dalam sistem saat ini hilangnya nyawa seakan bukan perkara yang besar, bahkan hal yang biasa. Kita melihat bagaimana pernyataan pihak yang berwenang yang hanya menyatakan mereka adalah pahlawan demokrasi. Sunguh tidak sebanding dengan apa yang dialami korban dan keluarga yang ditinggalkan. Padahal di sisi Allah, hilangnya nyawa seorang muslim lebih lebih besar perkaranya dari pada hilangnya dunia.

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Negara harus bertanggung jawab atas setiap nyawa yang hilang akibat pemilu. Melakukan investigasi secara mendalam kemudian menyampaikan ke publik. Diungkap dengan terang benderang agar semua masyarakat Tahu kebenarannya. Islam dengan Syariat yang mulia melakukan penjagaan terhadap nyawa manusia.

Sesungguhnya siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Siapa saja yang memelihara kehidupan seorang manusia, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS al-Maidah [5]: 32).

Jika ada orang yang melanggar ketentuan ini, Islam akan menjatuhkan sanksi yang keras; bisa dalam bentuk diyat [tebusan darah] atau qishâsh [dibunuh]. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

Di dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian, hai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertakwa (QS al-Baqarah [5]: 179).

Dengan begitu, darah dan jiwa manusia pun terjaga. Inilah kerahmatan Islam dalam menjaga setiap jiwa kaum Muslim.*

Sari Mariana, drg 

Komunitas Ibu Cerdas Malang Raya

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Direktur LPPOM MUI Jelaskan Biaya Sertifikasi Halal

Direktur LPPOM MUI Jelaskan Biaya Sertifikasi Halal

Rabu, 15 Jul 2020 12:29

Masa Pandemi, Pembelajaran PAUD Tak Boleh Berhenti

Masa Pandemi, Pembelajaran PAUD Tak Boleh Berhenti

Rabu, 15 Jul 2020 11:27

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

Rabu, 15 Jul 2020 08:31

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X