Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.266 views

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

KISRUH opini taken kontrak kerjasama antara china dengan Indonesia dalam Program One Belt and One Road (OBOR) sedang menjadi isu hangat. Pasalnya proyek ini banyak menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat Indonesia. Proyek OBOR ditandai dengan ditekennya 23 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/Mou) antara pebisnis Indonesia dan China setelah pembukaan KTT Belt and Forum Kedua di Beijing, Jumat (26/4/2019). Dari 23 proyek yang diteken, nilai investasi dari 14 MoU bernilai total US$14,2 miliar.

Proyek ini juga dikenal sebagai proyek jalur sutra abad 21 atau Belt and Road. Jalur Sutra ini adalah jaringan rute perdagangan yang membentang sepanjang ribuan kilometer di benua Asia. Jalur yang menghubungkan peradaban Barat dan Timur ini menjadi sarana transmisi kebudayaan penting di dunia sejak berabad-abad yang lampau.

Penamaan Jalur Sutra mengacu pada kegiatan perdagangan sutra yang dilakukan oleh para pedagang China di sepanjang jalan tersebut semasa pemerintahan Dinasti Han (206 SM-220 M). Istilah ini mulai populer digunakan masyarakat luas setelah ahli geografi asal Jerman, Ferdinand von Richthofen, menyebut Silk Road (Jalur Sutra) dalam beberapa kali ekspedisinya ke China antara 1868-1872.

Proyek Jalur sutra modern telah banyak menuai kritik, bahkan sering dianggap sebagai jebakan utang china. Diluncurkan dalam kemeriahan publisitas media pemerintah china oleh Xi pada tahun 2013, upaya global epik ini telah menjadi perpanjangan dari ambisi China. Hal yang penting di program ini adalah jaringan jalan raya yang disebut ‘Jalur Sutra Baru’ yang menghubungkan China dengan 70 negara dan 4,4 miliar orang di seluruh Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa dalam proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar.

Tahun lalu, sebuah studi yang ditulis oleh para sarjana Harvard, Sam Parker dan Gabrielle Chefitz, memperingatkan Departemen Luar Negeri AS tentang dampak dari apa yang dianggap sebagai pinjaman murah, menyebutnya “diplomasi buku utang.” Dalam laporan lain yang berjudul : “Examining the Debt Implications of the Sabuk dan Jalan Initiative” (Meneliti Implikasi Hutang dari Inisiatif Sabuk dan Jalan) dari Perspektif Kebijakan, Pusat Pembangunan Global memilih 23 negara yang mungkin rentan terhadap “kesulitan hutang”.

sungguh jelas sekali bahwa dibalik proyek OBOR tersimpan niat terselubung oleh pemerintah China. Sekalipun melalui jalur sutra itu sendiri, tak bisa menjamin Indonesia akan menghindari jebakan hutang tersebut. meski Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa nilai investasi US$14,2 miliar tersebut bukanlah hutang yang harus ditanggung pemerintah. namun siapa yang bisa menjamin? karena pada faktanya sudah banyak negara yang menjadi korban.

Proyek Pelabuhan Hambantota di Srilanka merupakan contoh nyata dari jebakan utang china. Srilanka dilanda aksi protes ketika dipaksa menyerahkan pengelolaan pelabuhannya ke China dalam bentuk sewa 99 tahun. Penyerahan itu terpaksa dilakukan demi menghapus utang Srilanka sekitar 1 miliar dolar AS ke Beijing.

Kini China mengendalikan pelabuhan utama, tepat di ambang pintu saingannya, India. Pelabuhan itu juga sangat strategis di jalur komersial dan militer. tak hanya itu, wilayah pasifik pun tidak bisa menghindari jebakan tersebut, sejumlah negara di wilayah pasifik kini sangat bergantung pada utang dari Beijing. China malah menjanjikan untuk mengucurkan 5,8 miliar dolar AS di seluruh kawasan Pasifik. Di Papua Nugini, Beijing menjanjikan kucuran pinjaman tanpa syarat sebesar 3,5 miliar dolar AS untuk pembangunan infrastruktur jalan dari Port Moresby ke kawasan pedalaman.

Fiji kini berutang setengah miliar dolar ke China. Sementara Tonga terjerat utang lebih dari 160 juta dolar, yaitu sepertiga dari PDB negara itu. Zimbabwe yang memiliki utang sebesar 40 juta dollar AS kepada China, Zimbabwe tak mampu membayarkan utangnya kepada China, Hingga akhirnya harus mengganti mata uangnnya menjadi Yuan sebagai imbalan penghapusan utang. Penggantian mata uang itu berlaku sejak 1 Januari 2016, setelah Zimbabwe tidak mampu membayar utang jatuh tempo pada akhir Desember 2015. Nigeria yang disebabkan oleh model pembiayaan melalui utang yang disertai perjanjian dengan mensyaratkan penggunaan bahan baku dan buruh kasar asal China untuk pembangunan infrastruktur di Negeria.

Dengan demikian Pemerintah Indonesia pun sudah sewajarnya harus hati-hati dan tidak menjalani kerjasama tersebut, sebab kini utang Indonesia lebih 5 ribu triliun rupiah apalagi jika ditambah dengan kerjasama proyek OBOR ini. Data terakhir yang dirilis Bank Indonesia melalui Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) April 2019, menunjukkan status terakhir posisi utang luar negeri pada Februari 2019 dari Pemerintah China sebesar USD 17,7 miliar atau setara dengan Rp 248,4 triliun dengan kurs Rp 14.000.

Lantas adakah untung bagi Indonesia dibalik Proyek OBOR?

Bagi Indonesia ataupun negara yang telah menjalin kerjasama lebih banyak mendapatkan buntungnya ketimbang untung, jelas dari beberapa jebakan yang sudah di siapkan oleh China untuk semakin mencengkram negara tujuan kerja sama OBOR ini, seperti halnya beberapa negara diatas yang sudah masuk dalam jebakan mematikan tersebut. Pertama, bagi china ataupun negara penjajah sering terkenal istilah “no free Lunch”. pada proyek-proyek yang mereka jalankan akan ada persyaratan yang diajukan dalam kerjasama dengan perusahaan china. seperti halnya mesin, barang produksi akan berasal dari china termaksud juga tenaga kerjanya. Kedua, apabila gagal melunasi utang maka akan bernasib sama seperti halnya negara srilanka. ketiga SDA akan dikuras untuk kepentingan china. dan Ekonomi Indonesia akan diporak porandakan dari mematikan produk lokal, sempitnya lapangan pekerjaan bagi anak bangsa.

Indonesia, sebagai negara dengan muslim tersebar di dunia sudah seharusnya umat islam tidak boleh diam akan hal ini, sebab merekalah pemilik negeri ini bukan china. kebijakan pemerintah dalam membuka keran selebar-lebarnya bagi investor asing ke indonesia dengan ambisi untuk mengencarkan pembangunan infrastruktur hanya akan membakar dan menghancurkan Indonesia itu sendiri. hal tersebut hanya akan membuat Indonesia semakin dijajah dan cengkraman penjajah akan semakin kuat, hingga Indonesia tak memiliki otoritas mutlak atas negaranya.

Bukankah Indonesia ini negeri yang kaya sumber daya alam dan manusianya? Seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyatnya dan dikelola secara mandiri. Hal yang paling penting yaitu mengelola negeri ini dengan syariah yang telah Allah turunkan. Begitu pun orang-orang kafir tidak boleh menjajah dan menguasai kembali kehidupan umat Islam.  Sebagaimana Allah berfirman:

“Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang mukmin” (An-Nisa’ [4]: 141).

wallahu’alam bi shawab.*

Andi Putri Marissa, SE

Relawan penulis Balikpapan, Kalimanta Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Namanya Dicatut untuk Penipuan, Direktur LPPOM MUI Akan Tempuh Langkah Hukum

Rabu, 19 Jun 2019 10:24

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Disebut sebagai Wakil Tuhan, Mardani Minta Hakim MK Bersikap Adil

Rabu, 19 Jun 2019 09:44

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Pengkhianatan Politisi dan Sidang MK

Rabu, 19 Jun 2019 07:31

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

'Patroli Siber' untuk WhatsApp: Tanda-tanda Neo-Otoriter

Rabu, 19 Jun 2019 05:31

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Dubes Arab Saudi Kunjungi PP Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru

Selasa, 18 Jun 2019 21:33

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Anies Baswedan Bawa Jakarta Turun Peringkat sebagai Kota Termacet

Selasa, 18 Jun 2019 20:42

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Ada Sanksi Seumur Hidup untuk Wasit, Adakah Sanksi untuk Hakim?

Selasa, 18 Jun 2019 19:59

MK Netral?

MK Netral?

Selasa, 18 Jun 2019 19:55

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Optimisme BPN Harus Belajar dari Sukses Liverpool

Selasa, 18 Jun 2019 17:56

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Pejabat AS: Amerika Serikat Bersiap Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Selasa, 18 Jun 2019 17:08

Diskualifikasi

Diskualifikasi

Selasa, 18 Jun 2019 16:50

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Mursi: Dari Preiden Pertama yang Terpilih Secara Demokratis, Hingga Meninggal Sebagai Tahanan

Selasa, 18 Jun 2019 16:00

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Wasit Lapangan Hijau dan Meja Hijau Dalam Sorotan

Selasa, 18 Jun 2019 15:58

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Mursi Dimakamkan di Kairo Setelah Rezim Mesir Larang Jenazahnya Dikuburkan di Kampung Halaman

Selasa, 18 Jun 2019 15:06

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

KPU Nilai Pemohon (02) Tidak Miliki Bukti Nyata Terkait Kecurangan

Selasa, 18 Jun 2019 14:49

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Menanti Jawaban Termohon, KPU

Selasa, 18 Jun 2019 14:13

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Kewenangan MK dalam Perselisihan Hasil Pemilu

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Mesir Perintahkan Pasukan Keamanan Siaga Penuh Menyusul Meniggalnya Mursi

Selasa, 18 Jun 2019 14:00

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Kisah Anak Cerdas di Zaman Khilafah

Selasa, 18 Jun 2019 10:54

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Mengawali Mahligai Cinta di Bulan Syawal

Selasa, 18 Jun 2019 10:41


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X