Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.804 views

Adat atau Syariat?

JARGON "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" belakangan ramai menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Disertakan gambar putra putri bangsa mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing daerah, tertera pula tulisan "Busana asli Nusantara. No Arab look. This is Indonesia". Kontan saja postingan tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Mereka yang kontra tentu tak terima jika atribut Islam kembali diusik. Dikatakan seolah jilbab dan khimar hanya cocok dikenakan di Arab, bukan Indonesia yang notabene memiliki baju khas/adat sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, belakangan ini permusuhan terhadap Islam semakin nyata saja ditampakkan sejak geliat umat semakin berkobar. Jika sebelumnya aktivitas dakwah beserta ulama ulama nya seringkali dipersekusi, saat ini ganti penutup aurat lah yang menjadikan bahan persoalan. Dibenturkan dengan budaya lokal alias budaya Nusantara. Ironisnya tak sedikit dari kalangan kaum muslim sendiri yang sepakat dengan konteks penggiringan opini tersebut.

Pertanyaan nya, mengapa pemikiran semacam ini bisa bercokol di akal pikiran seseorang yang notabene menyandang status Islam? Sebegitu tinggikah posisi adat hingga berani meremehkan syariat? Dan mengapa pula yang dipermasalahkan adalah pakaian wajib muslimah, sementara pakaian kebarat-baratan yang cenderung mengumbar aurat justru dibiarkan?

Sekulerisme. Ya, doktrin ini lah yang berhasil meracuni pemikiran umat Islam sehingga berani berargumen dan membenarkan klausul sesat yang menyesatkan. Doktrin yang membuat manusia perlahan meninggalkan aspek agama dalam menjalankan kehidupan. Mengabaikan aturan dari langit karena dianggap sudah tak relevan dengan perkembangan jaman dan budaya setempat.

Perlu diketahui bahwa virus sekulerisme merupakan salah satu agenda Barat yang sengaja disusupkan untuk melemahkan sekaligus menimbulkan keraguan umat terhadap akidah dan ibadah dalam Islam. Seperti pemikiran tentang relativisme agama, penafian dan pengingkaran adanya hukum Allah, serta menggantikannya dengan hukum-hukum hasil pemikiran akal semata.

Membahas jilbab, sejatinya ia adalah pakaian yang wajib dikenakan muslimah ketika ia berada di wilayatul amm (wilayah umum). Perintah ini tentu tidak dikhususkan untuk muslimah di Arab saja, namun juga muslimah lain di penjuru bumi sebagai bentuk konsekuensi atas keimanannya.

Bagi mereka yang mau berpikir jernih, sudah pasti ia akan menjumpai bahwa kewajiban ini merupakan wujud kesempurnaan Islam dalam menjaga kehormatan seorang muslimah. Adapun jika kemudian ada pihak yang membenturkannya dengan adat, maka syara' memberikan kelonggaran dalam hal model selama subtansi dari perintah yang termaktub dalam surat Al Ahzab 59 dan An Nur 32 terpenuhi.

Hanya saja, jika arahan dari jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" adalah kebaya beserta kondenya yang bisa dipastikan menampakkan aurat, maka gagasan tersebut haruslah ditolak. Karena tidak ada yang lebih tinggi dari ketaatan terhadap hukum syara' bagi orang orang yang beriman.

Maka disinilah pentingnya peran dakwah. Jika Barat demikian getol mencekokkan ide ide sekulerisme beserta turunannya ke benak dan pikiran kaum Muslim, maka tidak ada jalan lagi selain melakukan hal serupa. Yakni melakukan perlawanan pemikiran melalui dakwah guna meluruskan kembali pemahaman yang terlanjur terkontaminasi.

Namun lebih dari itu, umat juga membutuhkan perisai yang lebih kokoh yang mampu melindungi sekaligus menangkal paradigma asing yang bertentangan dengan Islam. Dan perisai ini adalah Daulah Islam dengan seorang pemimpin bernama Khalifah yang siap menerapkan Islam dalam kepemimpinan nya.

Jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" belakangan ramai menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Disertakan gambar putra putri bangsa mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing daerah, tertera pula tulisan "Busana asli Nusantara. No Arab look. This is Indonesia". Kontan saja postingan tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Mereka yang kontra tentu tak terima jika atribut Islam kembali diusik. Dikatakan seolah jilbab dan khimar hanya cocok dikenakan di Arab, bukan Indonesia yang notabene memiliki baju khas/adat sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, belakangan ini permusuhan terhadap Islam semakin nyata saja ditampakkan sejak geliat umat semakin berkobar. Jika sebelumnya aktivitas dakwah beserta ulama ulama nya seringkali dipersekusi, saat ini ganti penutup aurat lah yang menjadikan bahan persoalan. Dibenturkan dengan budaya lokal alias budaya Nusantara. Ironisnya tak sedikit dari kalangan kaum muslim sendiri yang sepakat dengan konteks penggiringan opini tersebut.

Pertanyaan nya, mengapa pemikiran semacam ini bisa bercokol di akal pikiran seseorang yang notabene menyandang status Islam? Sebegitu tinggikah posisi adat hingga berani meremehkan syariat? Dan mengapa pula yang dipermasalahkan adalah pakaian wajib muslimah, sementara pakaian kebarat-baratan yang cenderung mengumbar aurat justru dibiarkan?

Sekulerisme. Ya, doktrin ini lah yang berhasil meracuni pemikiran umat Islam sehingga berani berargumen dan membenarkan klausul sesat yang menyesatkan. Doktrin yang membuat manusia perlahan meninggalkan aspek agama dalam menjalankan kehidupan. Mengabaikan aturan dari langit karena dianggap sudah tak relevan dengan perkembangan jaman dan budaya setempat.

Perlu diketahui bahwa virus sekulerisme merupakan salah satu agenda Barat yang sengaja disusupkan untuk melemahkan sekaligus menimbulkan keraguan umat terhadap akidah dan ibadah dalam Islam. Seperti pemikiran tentang relativisme agama, penafian dan pengingkaran adanya hukum Allah, serta menggantikannya dengan hukum-hukum hasil pemikiran akal semata.

Membahas jilbab, sejatinya ia adalah pakaian yang wajib dikenakan muslimah ketika ia berada di wilayatul amm (wilayah umum). Perintah ini tentu tidak dikhususkan untuk muslimah di Arab saja, namun juga muslimah lain di penjuru bumi sebagai bentuk konsekuensi atas keimanannya.

Bagi mereka yang mau berpikir jernih, sudah pasti ia akan menjumpai bahwa kewajiban ini merupakan wujud kesempurnaan Islam dalam menjaga kehormatan seorang muslimah. Adapun jika kemudian ada pihak yang membenturkannya dengan adat, maka syara' memberikan kelonggaran dalam hal model selama subtansi dari perintah yang termaktub dalam surat Al Ahzab 59 dan An Nur 32 terpenuhi.

Hanya saja, jika arahan dari jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" adalah kebaya beserta kondenya yang bisa dipastikan menampakkan aurat, maka gagasan tersebut haruslah ditolak. Karena tidak ada yang lebih tinggi dari ketaatan terhadap hukum syara' bagi orang orang yang beriman.

Maka disinilah pentingnya peran dakwah. Jika Barat demikian getol mencekokkan ide ide sekulerisme beserta turunannya ke benak dan pikiran kaum Muslim, maka tidak ada jalan lagi selain melakukan hal serupa. Yakni melakukan perlawanan pemikiran melalui dakwah guna meluruskan kembali pemahaman yang terlanjur terkontaminasi.

Namun lebih dari itu, umat juga membutuhkan perisai yang lebih kokoh yang mampu melindungi sekaligus menangkal paradigma asing yang bertentangan dengan Islam, yakni menerapkan Islam dalam kepemimpinan.*

Maya A (Gresik, Jawa Timur)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Bertemu Tokoh Oposisi, PDIP Bermanuver?

Sabtu, 08 Aug 2020 23:24

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Fahri Optimis Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Indonesia dari Resesi Ekonomi

Sabtu, 08 Aug 2020 22:41

Ta’ruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Ta’ruf, Cara Perkenalan yang Sesuai dengan Hukum Syara’

Sabtu, 08 Aug 2020 22:06

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Obat Virus Corona Dinanti Publik

Sabtu, 08 Aug 2020 21:52

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Ahli Bahan Peledak Italia Percaya Ada Gudang Senjata Di Atau Dekat Lokasi Ledakan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 21:45

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Indonesia Halal Watch Sebut Penetapan LPH Sucofindo Langgar UU

Sabtu, 08 Aug 2020 21:30

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

8 Tentara Somalia Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab di Pangkalan Militer di Mogadishu

Sabtu, 08 Aug 2020 21:26

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Istri Dubes Belanda Untuk Libanon Tewas Setelah Luka Parah Dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Sabtu, 08 Aug 2020 20:45

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Lebih Dari 60 Orang Masih Hilang Setelah Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut Libanon

Sabtu, 08 Aug 2020 20:22

Mundur... Mundur... Mundur...

Mundur... Mundur... Mundur...

Sabtu, 08 Aug 2020 19:19

Gerindra dan Nepotisme

Gerindra dan Nepotisme

Sabtu, 08 Aug 2020 16:17

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Menelisik Dibalik Deklarasi KAMI

Sabtu, 08 Aug 2020 11:10

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Kondisi Keuangan PLN Memburuk, Legislator Ingatkan Pemerintah

Sabtu, 08 Aug 2020 06:36

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin dan Tontonan Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Sabtu, 08 Aug 2020 06:22

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Militer Turki Serang Posisi Pasukan Suriah di Pedesaan Timur Idlib

Jum'at, 07 Aug 2020 21:48

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Para Pemimpin Desa Kashmir Pro-India 'Diungsikan' Ke Kempat Aman Setelah Gelombang Serangan Jihadis

Jum'at, 07 Aug 2020 21:25

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Ibarat Desainer, MUI Harus Merajut Benang Perbedaan Menjadi Pakaian Indah

Jum'at, 07 Aug 2020 21:14

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Haedar Nashir: Membangun Kebersamaan Harmoni Islam Wasathiyyah bersama MUI

Jum'at, 07 Aug 2020 21:11

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Kemendikbud Sosialisasikan SIPLah 2020 Lintas Kementerian dan Lembaga Negara

Jum'at, 07 Aug 2020 21:06

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Prostitusi Online Remaja Marak, Buah Liberalisasi!

Jum'at, 07 Aug 2020 20:54


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X