Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.410 views

Adat atau Syariat?

JARGON "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" belakangan ramai menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Disertakan gambar putra putri bangsa mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing daerah, tertera pula tulisan "Busana asli Nusantara. No Arab look. This is Indonesia". Kontan saja postingan tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Mereka yang kontra tentu tak terima jika atribut Islam kembali diusik. Dikatakan seolah jilbab dan khimar hanya cocok dikenakan di Arab, bukan Indonesia yang notabene memiliki baju khas/adat sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, belakangan ini permusuhan terhadap Islam semakin nyata saja ditampakkan sejak geliat umat semakin berkobar. Jika sebelumnya aktivitas dakwah beserta ulama ulama nya seringkali dipersekusi, saat ini ganti penutup aurat lah yang menjadikan bahan persoalan. Dibenturkan dengan budaya lokal alias budaya Nusantara. Ironisnya tak sedikit dari kalangan kaum muslim sendiri yang sepakat dengan konteks penggiringan opini tersebut.

Pertanyaan nya, mengapa pemikiran semacam ini bisa bercokol di akal pikiran seseorang yang notabene menyandang status Islam? Sebegitu tinggikah posisi adat hingga berani meremehkan syariat? Dan mengapa pula yang dipermasalahkan adalah pakaian wajib muslimah, sementara pakaian kebarat-baratan yang cenderung mengumbar aurat justru dibiarkan?

Sekulerisme. Ya, doktrin ini lah yang berhasil meracuni pemikiran umat Islam sehingga berani berargumen dan membenarkan klausul sesat yang menyesatkan. Doktrin yang membuat manusia perlahan meninggalkan aspek agama dalam menjalankan kehidupan. Mengabaikan aturan dari langit karena dianggap sudah tak relevan dengan perkembangan jaman dan budaya setempat.

Perlu diketahui bahwa virus sekulerisme merupakan salah satu agenda Barat yang sengaja disusupkan untuk melemahkan sekaligus menimbulkan keraguan umat terhadap akidah dan ibadah dalam Islam. Seperti pemikiran tentang relativisme agama, penafian dan pengingkaran adanya hukum Allah, serta menggantikannya dengan hukum-hukum hasil pemikiran akal semata.

Membahas jilbab, sejatinya ia adalah pakaian yang wajib dikenakan muslimah ketika ia berada di wilayatul amm (wilayah umum). Perintah ini tentu tidak dikhususkan untuk muslimah di Arab saja, namun juga muslimah lain di penjuru bumi sebagai bentuk konsekuensi atas keimanannya.

Bagi mereka yang mau berpikir jernih, sudah pasti ia akan menjumpai bahwa kewajiban ini merupakan wujud kesempurnaan Islam dalam menjaga kehormatan seorang muslimah. Adapun jika kemudian ada pihak yang membenturkannya dengan adat, maka syara' memberikan kelonggaran dalam hal model selama subtansi dari perintah yang termaktub dalam surat Al Ahzab 59 dan An Nur 32 terpenuhi.

Hanya saja, jika arahan dari jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" adalah kebaya beserta kondenya yang bisa dipastikan menampakkan aurat, maka gagasan tersebut haruslah ditolak. Karena tidak ada yang lebih tinggi dari ketaatan terhadap hukum syara' bagi orang orang yang beriman.

Maka disinilah pentingnya peran dakwah. Jika Barat demikian getol mencekokkan ide ide sekulerisme beserta turunannya ke benak dan pikiran kaum Muslim, maka tidak ada jalan lagi selain melakukan hal serupa. Yakni melakukan perlawanan pemikiran melalui dakwah guna meluruskan kembali pemahaman yang terlanjur terkontaminasi.

Namun lebih dari itu, umat juga membutuhkan perisai yang lebih kokoh yang mampu melindungi sekaligus menangkal paradigma asing yang bertentangan dengan Islam. Dan perisai ini adalah Daulah Islam dengan seorang pemimpin bernama Khalifah yang siap menerapkan Islam dalam kepemimpinan nya.

Jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" belakangan ramai menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Disertakan gambar putra putri bangsa mengenakan pakaian adat tradisional masing-masing daerah, tertera pula tulisan "Busana asli Nusantara. No Arab look. This is Indonesia". Kontan saja postingan tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Mereka yang kontra tentu tak terima jika atribut Islam kembali diusik. Dikatakan seolah jilbab dan khimar hanya cocok dikenakan di Arab, bukan Indonesia yang notabene memiliki baju khas/adat sendiri.

Tidak bisa dipungkiri, belakangan ini permusuhan terhadap Islam semakin nyata saja ditampakkan sejak geliat umat semakin berkobar. Jika sebelumnya aktivitas dakwah beserta ulama ulama nya seringkali dipersekusi, saat ini ganti penutup aurat lah yang menjadikan bahan persoalan. Dibenturkan dengan budaya lokal alias budaya Nusantara. Ironisnya tak sedikit dari kalangan kaum muslim sendiri yang sepakat dengan konteks penggiringan opini tersebut.

Pertanyaan nya, mengapa pemikiran semacam ini bisa bercokol di akal pikiran seseorang yang notabene menyandang status Islam? Sebegitu tinggikah posisi adat hingga berani meremehkan syariat? Dan mengapa pula yang dipermasalahkan adalah pakaian wajib muslimah, sementara pakaian kebarat-baratan yang cenderung mengumbar aurat justru dibiarkan?

Sekulerisme. Ya, doktrin ini lah yang berhasil meracuni pemikiran umat Islam sehingga berani berargumen dan membenarkan klausul sesat yang menyesatkan. Doktrin yang membuat manusia perlahan meninggalkan aspek agama dalam menjalankan kehidupan. Mengabaikan aturan dari langit karena dianggap sudah tak relevan dengan perkembangan jaman dan budaya setempat.

Perlu diketahui bahwa virus sekulerisme merupakan salah satu agenda Barat yang sengaja disusupkan untuk melemahkan sekaligus menimbulkan keraguan umat terhadap akidah dan ibadah dalam Islam. Seperti pemikiran tentang relativisme agama, penafian dan pengingkaran adanya hukum Allah, serta menggantikannya dengan hukum-hukum hasil pemikiran akal semata.

Membahas jilbab, sejatinya ia adalah pakaian yang wajib dikenakan muslimah ketika ia berada di wilayatul amm (wilayah umum). Perintah ini tentu tidak dikhususkan untuk muslimah di Arab saja, namun juga muslimah lain di penjuru bumi sebagai bentuk konsekuensi atas keimanannya.

Bagi mereka yang mau berpikir jernih, sudah pasti ia akan menjumpai bahwa kewajiban ini merupakan wujud kesempurnaan Islam dalam menjaga kehormatan seorang muslimah. Adapun jika kemudian ada pihak yang membenturkannya dengan adat, maka syara' memberikan kelonggaran dalam hal model selama subtansi dari perintah yang termaktub dalam surat Al Ahzab 59 dan An Nur 32 terpenuhi.

Hanya saja, jika arahan dari jargon "Gerakan Nasional Kembali ke Busana Nusantara" adalah kebaya beserta kondenya yang bisa dipastikan menampakkan aurat, maka gagasan tersebut haruslah ditolak. Karena tidak ada yang lebih tinggi dari ketaatan terhadap hukum syara' bagi orang orang yang beriman.

Maka disinilah pentingnya peran dakwah. Jika Barat demikian getol mencekokkan ide ide sekulerisme beserta turunannya ke benak dan pikiran kaum Muslim, maka tidak ada jalan lagi selain melakukan hal serupa. Yakni melakukan perlawanan pemikiran melalui dakwah guna meluruskan kembali pemahaman yang terlanjur terkontaminasi.

Namun lebih dari itu, umat juga membutuhkan perisai yang lebih kokoh yang mampu melindungi sekaligus menangkal paradigma asing yang bertentangan dengan Islam, yakni menerapkan Islam dalam kepemimpinan.*

Maya A (Gresik, Jawa Timur)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Mardani: Rakornas PKS Kokohkan Diri Jadi Oposisi Kritis Konstruktif

Ahad, 17 Nov 2019 10:23

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Sodik Mudjahid: Mau Buat UU Syar'i, Kuasailah DPR dan Eksekutif!

Ahad, 17 Nov 2019 09:19

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ini Pesan Jusuf Kalla kepada Peserta Muktamar ke-6 KBPII

Ahad, 17 Nov 2019 06:53

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sejumlah Pria Bersenjata Tembaki Bus yang Membawa Pemilih Muslim Sri Lanka

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

18 Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Teroris PKK / YPG di Kota Al-Bab Suriah

Sabtu, 16 Nov 2019 21:30

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Kembali Lancarkan Serangan Baru ke Gaza, Israel Klaim Kini Giliran Posisi Hamas yang Dibom

Sabtu, 16 Nov 2019 20:45

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

Sabtu, 16 Nov 2019 20:00

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Dibantu Georgia dan CIA, Ukraina Tangkap Pemimpin Senior Islamic State Al Bara Shishani

Sabtu, 16 Nov 2019 18:30

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Deradikalisasi Buku Ajar Agama, Bagai Menggantang Asap

Sabtu, 16 Nov 2019 10:16

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan dari Texas A&M University

Sabtu, 16 Nov 2019 09:49

Tiga Periode, Gak Salah?

Tiga Periode, Gak Salah?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:48

Cacat Pertama Nadiem

Cacat Pertama Nadiem

Sabtu, 16 Nov 2019 09:40

Pahlawan Kesesatan

Pahlawan Kesesatan

Sabtu, 16 Nov 2019 09:27

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Suicide Bom Mapolrabes Medan; Kenapa Polisi Rentan Menjadi Target Serangan Teror?

Sabtu, 16 Nov 2019 09:15

Pertolongan Allah

Pertolongan Allah

Sabtu, 16 Nov 2019 09:11

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sejumlah Produsen Raih Halal Award dari LPPOM MUI

Sabtu, 16 Nov 2019 08:11

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Israel Serang Gaza, Mardani Ali Sera: Indonesia Harus Protes Keras PBB

Sabtu, 16 Nov 2019 07:41

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Fenomena Desa Hantu, Potret Birokrasi Kapitalistik

Sabtu, 16 Nov 2019 06:42

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

MUI, Lantangkan Suaramu untuk Tegaknya Syariat

Sabtu, 16 Nov 2019 05:39

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Dorong Ormas Islam Bentuk Koperasi, Menteri ATR Dukung Kemajuan Ekonomi Ummat

Jum'at, 15 Nov 2019 21:08


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X