Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.872 views

Belasungkawa atas Hilanganya Akal Sehat Perguruan Tinggi

PENDIDIKAN perguruan tinggi memegang peran penting di hampir semua lini kehidupan. Bagaimana tidak, hasil pendidikan perguruan tinggi akan melahirkan orang-orang yang akan menjadi pakar di bidang masing-masing. Hasil keilmuan mereka pun akan sangat ditunggu oleh masyarakat, guna memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Mahasiswa juga merupakan tonggak perubahan suatu bangsa. Mahasiswa yang aktif dan kritis sangat diperlukan sebagai corong yang menyuarakan suara rakyat di depan penguasa.

Banyak peristiwa menjadi saksi nyata bagaimana suara mahasiswa akan bisa menjadi inisiasi perubahan di dalam masyarakat, bahkan di tataran negara. Contoh terdekat adalah peristiwa di tahun 1998. Aksi mahasiwa yang turun ke jalan saat itu yang menunutut adanya perubahan rezim terbukti mampu untuk menurunkan pemerintahan. Hingga maskuklah ke dalam suatu fase yang baru, dikenal dengan fase reformasi. Meski jika kita lihat saat ini, ternyata reformasi tidak memberikan perubahan yang bermakna, namun kita tahu pasti bahwa perlawanan terhadap kedholiman dan ketidakadilan adalah sebuah keniscayaan yang harus ada dan dijaga. Sekali lagi, mahasiswa memegang peran sentral di sini.

Mahasiswa sebagai agent of change harus terus dilahirkan oleh semua perguruan tinggi di negeri ini. Karena ini adalah karakter dasar seseorang yang disebut sebagai mahasiswa. Mahasiswa juga sebagai penggerak di dalam masyarakat untuk  melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Perubahan melalui berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Meski saat ini, jika kita lihat kebanyakan mahasiswa justru diam dan tidak peduli dengan permasalahan bangsa dan negara. Hanya sebagian kecil saja dari mereka yang aktif dan kritis terhadap permasalahan bangsa. Harusnya hal ini menjadi evaluasi dari pendidikan perguruan tinggi. Mengevaluasi mengapa pendidikan kita saat ini justru lebih banyak menghasilkan output yang pragmatis dan individualistik dibandingkan lulusan yang aktif dan kritis.

Namun, Kondisi pendidikan tinggi kita saat ini justru bertolak belakang 180 derajat. Bahkan patutlah kita berbelasungkawa terhadap hal ini. Berbelasungkawa atas apa? Atas hilanganya akal sehat ketika melihat fenomena dan setiap permasalahan pendidikan. Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah apa yang dialami oleh mahasiswa IAIN Kendari yang sedang ramai dibicarakan di linimasa beberapa waktu terakhir. Pasalnya, mahasiwa yang bernama Hikma Sanggala ini di DO secara tiba-tiba oleh Ibu rektor.

Pengacara Hikma dari LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan, mengatakan kliennya dikeluarkan karena dituding berafiliasi dengan aliran sesat dan paham radikalisme. Sebelumnya 27 Agustus 2019, kliennya menerima dua surat sekaligus yaitu surat dari Dewan Kehormatan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa nomor: 003/DK/VIII/2019 tentang Usulan Penjatuhan Terhadap Pelanggaran Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa IAIN Kendari. Di surat kedua adalah Keputusan Rektor IAIN Kendari Nomor 0653 Tahun 2019 Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari (di tribun-timur.com).

Padahal mahasiswa ini terkenal dengan kecerdasannya, bahkan sempat menjadi mahasiswa yang memiliki IPK terbaik di fakultasnya. Selain sebagai mahasiwa yang cerdas, hikma sanggala juga terkenal aktif dan kritis. Kebijakan Ibu rektor yang represif terjadap mahasiswa muslim sejatinya bukan yang pertama. Sebelumnya, Ibu rektor juga melarang mahasiswi yang bercadar kuliah di kampusnya.

Hal ini sangat disayangkan, karena harusnya rektor yang membawahi kampus islam justru terdepan untuk mendukung mahasiswanya menjalankan syariat Islam, bukan justru melarang. Melihat maraknya pergaulan bebas, harusnya justru yang patut diwaspadai adalah ketika ada mahasiswa yang memakai busana serba mini. Mahasiswi yang memakai celana dan baju ketat sebab hal itu tidak sesuai dengan lingkungan kampus yang islami.

Begitu pula dengan kasus Hikma, yang katanya berani mendakwakan tentang khilafah. Maka dikatakan bahwasanya dia radikal. Padahal khilafah adalah salah satu ajaran di dalam Islam. Dimana seorang muslim dituntut juga untuk mendakwahkan. Begitu juga dakwah ilal Islam adalah hal yang diwajibkan oleh ad-din ini. Lalu apa yang salah dengan hal tersebut? Terlebih jika bertolak dengan UUD negeri ini bahwasanya kebebasan beragama harusnya dijamin.

Sebagainana bunyi Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". Pasal 29 ayat 2 tersebut menjelaskan bahwa setiap warga negara berhak dan bebas untuk memeluk agama dan kepercayaan yang ia yakini dan negara menjamin akan kemerdekaannya. Negara tidak akan melarang setiap warganya untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing. Setiap warga negara juga harus saling toleransi terhadap perbedaan pada setiap agama dan kepercayaan yang berbeda dengan keyakinannya.

Namun nyatanya kondisi saat ini justru warga negara yang ingin melaksanakan ibadah sesuai dengan ajarannya, atau berdakwah kepada umatnya justru selalu dipermasalahkan. Bahkan dianggap radikal. Padahal, jika kita melihat adanya kerusakan di  masyarakat kita saat ini adalah buah kehidupan yang liberal (bebas) karena ditinggalkannya ajaran dan aturan agama. Contohnya adalah betapa besarnya perzinaan atas nama seks bebas baik sejenis atau lawan jenis telah menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Kerusakan nasab, kerusakan generasi, dan semakin mewabahnya penyakit menular seksual yang mematikan. Bisa dibayangkan jika permasalahan ini tetap dibiarkan maka hancurlah negeri ini.

Di sisi lain, hampir bersamaan dengan kasus Hikma, seorang doktor yang menghalalkan berhubungan seksual di luar pernikahan justru diluluskan dan diapresiasi. Kemana akal sehat perguruan tinggi kita? Bukan hanya norma agama yang dilanggar, ini norma sosial juga telah dicabik-cabik. Intelektual yang harusnya menjadi problem solver nyatanya justru menjadi problem maker. Sedang mereka yang kritis dan memikirkan kondisi masyarakat justru dipersulit untuk mengenyam pendidikan.

Semoga segera ada kepedulian dari pemerintah untuk mengembalikan akal sehat perguruan tinggi di Indonesia. Karena hanya akal sehat saja yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang haq dan mana yang bathil. Tentu saja akal sehat tadi yang dituntun oleh wahyu Ilahi. Kebenaran yang berasal dari Tuhan semesta alam, Rabb (Tuhan) yang menciptakan manusia. Karena hanya Rabb manusialah yang tahu apa yang harus dilakukan oleh menusia. Bukan justru mengandalkan otak kita untuk menyalahi wahyu Ilahi. Karena hal tersebut justru akan menimbulkan kerusakan demi kerusakan.

Mengharap pula ada ketegasan dari pemerintah untuk mengembalikan hak pendidikan bagi setiap insan warga negara Indonesia. Karena ini adalah hak yang harus dijamin oleh negara. Kalau terus dibiarkan kediktatoran ini, negara telah berbuat kedhaliman yang amat sangat besar. Dan kedhaliman pasti akan menuai kehancuran. Pasti Insya Allah!*

Ifa Mufida

Pemerhati Kebijakan Publik

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37

Presiden Gadungan

Presiden Gadungan

Sabtu, 11 Jul 2020 05:00

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

Jum'at, 10 Jul 2020 22:41

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

PBB: 700 Orang Baru-baru Ini Tewas di 2 Kamp Suriah yang Menahan Keluarga Pejuang IS

Jum'at, 10 Jul 2020 22:00

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Batalkan Dekrit Pemerintah 1934, Turki Buka Jalan untuk Jadikan Hagia Shopia Sebagai Masjid

Jum'at, 10 Jul 2020 21:46

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

MUI-KPI-Kemenpora akan Gelar Anugerah Syiar Ramadan Virtual

Jum'at, 10 Jul 2020 21:33

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Mesir Perkuat Vonis Seumur Hidup untuk Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie

Jum'at, 10 Jul 2020 21:30

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Israel Buat Tawaran Baru Untuk Pertukaran Tahanan dengan Hamas

Jum'at, 10 Jul 2020 21:15

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Menelisik Gaduhnya RUU HIP, DPR Versus Rakyat?

Jum'at, 10 Jul 2020 21:00

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

[VIDEO] Umat Islam Jangan Buta Politik

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jihadis Tembak Mati Seorang Pemimpin BJP di Kashmir

Jum'at, 10 Jul 2020 20:36

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru

Jum'at, 10 Jul 2020 19:15

 Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Anis Soroti Beban BI dalam Skema Burden Sharing

Jum'at, 10 Jul 2020 18:59

Jokowi Merasa Ngeri

Jokowi Merasa Ngeri

Jum'at, 10 Jul 2020 18:40

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Pegawai Kantor Pers Federal Jerman Diduga Jadi Agen Mata-mata Untuk Dinas Intelijen Mesir

Jum'at, 10 Jul 2020 10:45

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X