Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.137 views

Desa Siluman, Tanda Negeri Tanpa Jati Diri

 

Oleh:

Dita Lupita Sari, M.T, Dosen tinggal di Malang, Jawa Timur

 

BEBERAPA saat yang lalu publik dikejutkan dengan berita adanya desa siluman yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melaporkan evaluasi APBN Tahun Anggaran 2019.Beliau menyebut bahwa muncul desa-desa baru dikarenakan adanya program dana desa. Nama desanya ada tapi tidak ada penduduknya namun terus menerima dana dari pemerintah setiap bulan untuk program desa.

Fenomena pemalsuan data untuk mendapatkan keuntungan bukan hal yang baru di negeri ini. Mulai jajaran petinggi hingga pejabat level RT sudah maklum dengan adanya mark-up (penggelembungan) atau pemalsuan data. Malah sangat aneh jika mendapat dana pemerintah tapi tidak dimark-up. Dalihnya biasanya adalah kalau tidak di mark-up dananya tidak bisa untuk membiayai kegiatan lain. Sebut saja kasus dana ATK DKI Jakarta yang menghebohkan baru-baru ini. Kaget dan menjadi olok-olokan publik tapi sudah sama-sama tahu bahwa itu adalah keumuman yang terjadi di negeri ini.

Ada dua hal yang menjadi sorotan utama dari keadaan ini. Pertama adalah adanya birokrasi yang sangat rumit dan menyulitkan dalam sistem hari ini. Sebagaimana alasan yang sering diungkapkan oleh pelaku penggelapan adalah bahwa dana digelembungkan untuk membiayai kegiatan yang lain yang tidak ada pos nya dalam belanja negara. Sebagaimana yang sering dikeluhkan oleh para guru ketika mengolah dana BOS. Setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda namun harus disesuaikan dengan pos dari pemerintah yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan dari sekolah.

Hal ini dikarenakan adanya saling curiga antar pemerintah dengan penerima dana sehingga birokrasi dibuat sangat rumit dan tidak fleksibel. Saling curiga inilah yang menjadi sorotan kedua. Adanya degradasi moral yang diakibatkan rendahnya pembangunan kualitas manusia yang menjadikan munculnya saling curiga satu sama lain. Tidak ada pembangunan jati diri dan karakter manusia yang baik. Karena negeri ini tidak punya jati diri yang jelas. Sehingga hal ini menjadikan solusi berputar kembali kepada permasalahan yang pertama yaitu dibuatlah sistem birokrasi yang rumit. Seperti lingkaran permasalahan yang tidak ada ujung pangkalnya.

Ketika ditarik benang merah permasalahan sejatinya ada 3 hal yang harus diperbaiki. Harus ada manusia yang berkualitas, adanya kontrol masyarakat dan adanya sistem kehidupan yang sesuai. Dari sini akan muncul pertanyaan baru. Bagaimana menentukan kadar manusia berkualitas? Bagaimana menentukan standar benar dan salah dalam masyarakat sehingga munculnya kontrol masyarakat? Bagaimana menentukan mana sistem kehidupan yang paling sesuai?

Jika kita menilik kepada pertanyaan-pertanyaan tersebut sejatinya akan ada kebingungan yang terjadi di antara kita. Karena negeri ini tidak memiliki jati diri yang jelas. Menentukan standar benar dan salah dengan kebingungan. Yang ada akhirnya mengadopsi sistem dari negara lain.

Jati diri manusia selayaknya ditentukan dari standar benar dan salah menurut penciptanya. Manakah manusia baik dan mana manusia buruk haruslah distandarkan kepada baik dan buruk dari pencipta manusia. Karena Pencipta paling tahu ciptaanNya. Siapa yang bisa menjamin kebenaran adalah kebenaran jika itu keluar dari mulut manusia yang sama-sama tidak mampu meramal masa depan atau bahkan tidak mampu melihat di balik tembok tanpa alat bantu.

“…..Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (TQS Al Baqarah 216).*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Perdana Menteri Imran Khan Sebut Pakistan Tidak Lagi Jadi Surga Aman Bagi Jihadis

Senin, 17 Feb 2020 20:15

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Gerakan Menutup Aurat 2020 Diselenggarakan di Jakarta

Senin, 17 Feb 2020 20:06

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

AS Ancam Putus Pembagian Data Intelijen Pada Negara yang Menggunakan Teknologi Huawei Cina

Senin, 17 Feb 2020 20:00

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Taliban Tewaskan 5 Tentara Afghanistan dalam Serangan di Pangkalan Militer Shora Khak Kunduz

Senin, 17 Feb 2020 19:45

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Rezim Teroris Assad Rebut Kembali Sebagian Besar Aleppo Menjelang Pembicaraan Rusia-Turki

Senin, 17 Feb 2020 19:30

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Cina Laporkan Meningkatnya Kasus Virus Baru Saat Jumlah Kematian Mendekati 1.800

Senin, 17 Feb 2020 19:15

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

KH Tengku Zulkarnain: Masak Zaman Teknologi 5.0, Masih Ada Orang Besar Percaya Klenik

Senin, 17 Feb 2020 18:26

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Jokowi Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Demokrat Bandingkan dengan SBY

Senin, 17 Feb 2020 17:54

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Elemen Pers Tolak Campur Tangan Pemerintah Lewat Omnibus Law

Senin, 17 Feb 2020 17:15

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, Komisi IV DPR: Ini Permainan Mafia

Senin, 17 Feb 2020 16:19

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Eks Jubir Gus Dur: Pantangan Penguasa Itu Bukan Kediri, tapi ke Diri

Senin, 17 Feb 2020 15:38

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Banjir DKI Kok Surveinya di 34 Provinsi, Pasti Ngawur!

Senin, 17 Feb 2020 14:05

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Ketua BPIP, dari Kesombongan Horizontal Menuju Kesombongan Vertikal

Senin, 17 Feb 2020 13:53

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Ada Upaya RUU Cipta Kerja Cabut Peran MUI, IHW: Jangan Kooptasi Hukum Agama dengan Hukum Negara

Senin, 17 Feb 2020 08:54

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja Jangan Merusak Lingkungan

Senin, 17 Feb 2020 08:05

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Menlu Turki: Haftar Tidak Menginginkan Solusi Politik Tetapi Solusi Militer

Ahad, 16 Feb 2020 20:35

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Laporan: Militer AS Tolak Tarik Seluruh Pasukan dari Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian

Ahad, 16 Feb 2020 20:11

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Muslimah Wahdah Jakarta-Depok Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan

Ahad, 16 Feb 2020 17:19

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Kelompok Yahudi AS Kunjungi Arab Saudi untuk Pertama Kali

Ahad, 16 Feb 2020 17:15

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Tanggapi Kepala BPIP, MUI: Jangan Ada yang Sok Pancasilais, Justru Melanggar Pancasila

Ahad, 16 Feb 2020 16:17


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X