Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.725 views

Sertifikasi Nikah, Perlukah?

 

Oleh:

Azrina Fauziah

Pemerhati Remaja  dan Member Komunitas Pena Langit

 

BILA biasanya kita membutuhkan sertifikasi pada barang dan jasa untuk menunjukkan kualitas barang dan keprofesionalitas jasa tersebut, kini para calon pengantin diwajibkan mengikuti sertifikasi pra nikah untuk dapat melangsungkan pernikahannya. Menurut kalian gimana guys?

Dilansir dari kompas.com, Menko PMK (Pemberdayaan Manusia Kebudayaan), Muhajir Efendy berencana meluncurkan sertifikasi nikah. Program ini menjadi prasyarat untuk melangsungkan pernikahan. Setiap calon pasangan diwajibkan untuk mengikuti kelas kursus yang di dalamnya terdapat edukasi membangun rumah tangga. Lama program kursus ini berlangsung selama 3 bulan.

Tenang-tenang, sertifikasi ini masih akan diberlakukan pada tahun 2020. Jadi teman-teman yang sudah ada niat menikah dan memiliki calon pasangan bisa segera melangsungkan pernikahan di akhir tahun ini ya.

Wacana ini sebetulnya menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa adanya sertifikasi nikah ini tentu bernilai positif bagi calon pasangan untuk mempersiapkan rumah tangga mereka kedepan. Namun ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut mempersulit calon pengantin untuk segera menikah.

Nyatanya sertifikasi nikah ini lahir bertujuan untuk menekan angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga hingga masalah stunting. Sehingga diharapkan dengan adanya sertifikasi nikah, kursus yang berlangsung selama 3 bulan ini dapat memberikan edukasi dan pencegahan.

Sekilas kursus ini memiliki maslahah bagi calon pengantin yang akan membutuhkan banyak ilmu untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Namun benarkah hal ini dapat menjadi solusi yang solutif bagi permasalahan-permasalahan pernikahan diatas yang semakin hari semakin memperhatinkan?

Pada faktanya permasalan-permasalahan pernikahan seperti perceraian, kekerasan rumah tangga, masalah stunting dan masalah ekonomi lahir daripada faktor-faktor yang beragam. Bukan sekedar ketidakpaham masyarakat saja.

Tidak dinafikan angka perceraian di Indonesia tinggi sebab permasalah ekonomi yang semakin sulit, juga pergaulan yang kini tak mengenal batasan menyebabkan pergeseran norma antar sesama hingga memunculkan masalah seks bebas, hamil dilar nikah sampai perselingkuhan.  Masalah perceraian ini juga akan berdampak besar pada kondisi anak-anak seperti tidak terurus dan mengalami stunting.

Kasus stunting sendiri juga hadir pada keluarga yang masih utuh, bukan sebab ketidaktauhan sang orang tua. Namun masalah terbesarnya ialah karena angka kemiskinan yang terjadi di keluarga. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada maret 2019 lalu merilis persentase penduduk miskin sebesar 9,41 persen dengan standar garis kemiskinan masyarakat Indonesia adalah Rp 425.250 per kapital per bulan.

Jadi bisa dikatakan keluarga yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp 500.000 per bulan belum dikatakan miskin. Padahal seorang ayah dengan satu istri dan dua anak belum bisa memenuhi kebutuhan mereka. Jangankan kebutuhan rumah tangga apalagi dengan kebutuhan sekolah anak-anaknya yang kini sangat mahal.

Disisi lain pekerjaan di era sekarang sungguh sulit didapat. Pemerintah bahkan cenderung melepaskan pengurusaan rakyatnya dengan usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah. Maka sejatinya wajar saja jika stunting masih menghantui keluarga mungil nan renta. Ketika kemiskinan merajalela, wanita dipaksa keluar rumah untuk memunuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja. Sekali lagi ritme permasalahan keluarga begitu berantai dan sistemik.

Bila kembali pada masa calon pengantin, masa 3 bulan kursus untuk memenuhi prasyarat menikah tentu sangat memakan waktu dan tenaga. Bila tak lulus bisa jadi ada permainan jalan pintas didalamnya.

Bila negara serius dalam menyelesaikan permasalahan pernikahan tersebut harusnya ia hadir dalam perkara-perkara yang mendalam untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat. Tentunya menuntaskan sistem pendidikan keluarga dan pola ekonomi.

Islam  hadir dan menjelaskan dengan jelas terkait masalah-masalah kehidupan. Islam  sendiri telah mengatur permasalahan sosial seperti pernikahan. Islam  sangat menganjurkan untuk menyegerakan pernikahan sebab dapat menimbulkan banyak fitnah dikemudian hari bila tak segera diberikan solusi.

Dalam Islam , negara haruslah memberikan jalan yang mudah bagi calon pengantin untuk menuju pernikahan.  Bahkan hal tersebut dicontohkan oleh khalifah umar bin abdul aziz, beliau memberikan fasilitas nikah gratis dengan dana yang berasal dari baitul mal. Mengapa bisa begitu? Sebab negara Islam  memiliki perekonomian yang mencukupi dari SDA, zakat dan sebagainya. Dari sisi pemahaman membangun keluarga, negara pun telah memasukannya ke dalam kurikulum sekolah. Sejak dini anak-anak diberikan edukasi tentang pergaulan dalam Islam  hingga masalah masak-memasak memenuhi kebutuhan keluarga.

Perekonomian keluarga pun didukung oleh negara. Lelaki yang telah baligh didorong negara untuk mencari nafkah bagi kelurganya. Bukan sekadar didorong namun negara hadir dengan memberikan akses mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Kebutuhan-kebutuhan rumah tangga murah dan tercukupi pula sebab perekonomian stabil ditopang dinar dan dirham.

Begitula Islam  hadir dengan solusinya yang menyeluruh. Ia pengatur sistem kehidupan yang juga menjamin kesejahteraan individu dan seluruh masyarakat baik muslim maupun non muslim. Waallahu’alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Sabtu, 27 Feb 2021 21:22

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Sabtu, 27 Feb 2021 21:05

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Sabtu, 27 Feb 2021 20:56

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Sabtu, 27 Feb 2021 20:47

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Menyoal Modifikasi Kurikulum SMK

Sabtu, 27 Feb 2021 20:38

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Regenerasi Kepemimpinan, Forum Jurnalis Muslim Akan Gelar Munas II

Sabtu, 27 Feb 2021 18:53

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Israel Larang Muslim Kumandangkan Adzan Di Masjid Ibrahimi Hebron

Sabtu, 27 Feb 2021 15:15

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Intelijen AS Sebut Putra Mahkota Saudi MBS Setujui Operasi Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 27 Feb 2021 13:42

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Sabtu, 27 Feb 2021 10:30

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Sabtu, 27 Feb 2021 10:29

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25


MUI

Must Read!
X