Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.620 views

Atasi Stunting dengan Pelihara Seekor Ayam?

 

Oleh: Ummu Azka

Ayam menjadi hewan ternak populer bulan ini. Hal ini disebabkan karena terbitnya usulan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko agar satu keluarga memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia mengatakan pemenuhan gizi anak bisa dilakukan dengan memberi asupan telur dari ayam yang dipelihara tersebut (cnnindonesia.com).

Menurut Moeldoko, gizi yang diberikan sejak usia dini dapat menekan angka stunting alias gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis pada seribu hari pertama.

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan tak sampai pada batas minimal yang telah ditetapkan standar dunia (WHO). Anak dikatakan stunting ketika pertumbuhan tinggi badannya tak sesuai grafik pertumbuhan standar. Atau dalam bahasa yang lebih umum adalah kuntet.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017. Angkanya mencapai 34,6 persen.

Fakta anak Stunting, selalu bersanding dengan masalah gizi buruk. Ratusan anak di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terindikasi stunting. Dua penyebabnya adalah asupan gizi yang rendah dan tempat tinggal yang tidak layak.

Menurut Azirman; Kepala Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar; orang tua anak-anak stunting itu bekerja sebagai buruh perkebunan sawit sehingga tidak terpapar informasi dan pelayanan kesehatan yang baik.

Sementara di Jawa Timur, stunting masih terjadi di 12 kabupaten dan kota. Mereka adalah Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Jember, Bonndowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Kabupaten Malang, Trenggalek, dan Kabupaten Kediri.

Kondisi Stunting yang terjadi menimpa generasi bangsa sejatinya merupakan tanggung jawab negara. Kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat akan berakibat rakyat menderita gizi buruk. Kebutuhan pokok yang terus melonjak harganya serta sulitnya mencari pekerjaan menjadikan rakyat berada dalam kondisi tercekik meski hanya untuk makan.

Kebijakan pro kapitalis yang mewarnai negeri ini terbukti memihak hanya kepada para pemilik modal. Pengadaan pangan dilakukan semata atas pertimbangan materi dan keuntungan bagi para kapitalis. Sebagai contoh, kebijakan impor beras yang tak sesuai kebutuhan. Akibatnya terjadi surplus beras sebanyak 20 ribu ton di gudang Bulog pusat, dan kini akan dimusnahkan Karena mengalami penurunan kualitas. Bayangkan berapa banyak rakyat yang bisa terbebas dari lapar dengan beras sejumlah itu?

Kegagalan negara menyediakan pangan terjangkau serta bernutrisi inilah yang menyebabkan banyaknya kelaparan bahkan kasus Stunting pada anak. Maka sungguh tidak adil jika kini, kembali rakyat yang harus mengupayakan solusi untuk Stunting ini.

Program memelihara ayam untuk mengatasi Stunting, tak kan berdampak langsung. Kebutuhan rakyat terhadap pangan dengan nutrisi yang cukup sudah masuk pada tahapan penting dan genting.

Sebaliknya, program "bersama" seperti ini yang sudah banyak digalakkan dengan harapan semakin banyak pihak yang berpartisipasi. Penghargaan diberikan kepada yang mau berpartisipasi. Sekitar 20 yayasan pegiat anti Stunting mendapatkan penghargaan dan uang pembinaan masing-masing sebesar 10 juta.

Jika dicermati, cara tersebut tak ubahnya seperti menyerahkan penyelesaian masalah pangan pada rakyat. Hal ini akan semakin melepaskan negara dari kewajiban riayah suunil ummah (mengurusi urusan umat).

Sudah semestinya negara berperan langsung dalam mewujudkan ketahanan pangan bagi setiap warganegara. Menjamin semua kebutuhan pangan yang layak dan bergizi, serta memastikan setiap kepala keluarga mempunyai pekerjaan yang layak adalah langkah konkret mewujudkan Indonesia bebas Stunting.

Semuanya bisa terwujud jika Islam diterapkan secara kaffah dalam institusi negara. Wallahu alam bishshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Latest News
Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Terkait Penyebaran Virus Corona, Berikut Tanggapan Sekum PP Muhammadiyah

Selasa, 28 Jan 2020 13:41

The Next Muhammad Al Fatih

The Next Muhammad Al Fatih

Selasa, 28 Jan 2020 12:49

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Menlu Saudi Sebut Timur Tengah 'Lebih Aman' Setelah AS Membunuh Jenderal Iran Soleimani

Selasa, 28 Jan 2020 12:16

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

Selasa, 28 Jan 2020 11:44

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Taubat Nasuha Harus dengan Shalat Taubat?

Selasa, 28 Jan 2020 11:00

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Rakyat Wuhan Kini Sendiri

Selasa, 28 Jan 2020 10:39

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Inilah Para Juara Olimpiade Halal 2019

Selasa, 28 Jan 2020 10:15

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Memakai Jilbab Adalah Bukti Cinta kepada Al Khaliq

Selasa, 28 Jan 2020 09:35

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Bahaya di Balik Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Selasa, 28 Jan 2020 08:28

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Riwayat dan Filosofi Meme Generation

Selasa, 28 Jan 2020 07:22

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Indonesia Mayoritas Muslim, PKS: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang di Omnibus Law

Selasa, 28 Jan 2020 06:56

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

HNW Minta Pemerintah Evakuasi WNI di China

Selasa, 28 Jan 2020 05:59

Senjata Makan Tuan China

Senjata Makan Tuan China

Senin, 27 Jan 2020 23:40

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau Silakan Yang Tidak Mau Tidak Apa-apa

Senin, 27 Jan 2020 23:25

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

WHO Sebut Ancaman Global dari Virus Mematikan Cina 'Tinggi

Senin, 27 Jan 2020 22:55

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Mewujudkan Tata Kelola Kota Bebas Banjir dan Layak Huni

Senin, 27 Jan 2020 22:48

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Haruskah Pendidikan Akidah Dimulai Sejak Dini?

Senin, 27 Jan 2020 22:44

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Mahmoud Abbas Tolak Panggilan Telepon dari Presiden AS Donald Trump

Senin, 27 Jan 2020 22:40

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Pemimpin Islamic State Ancam Jadikan Israel Target Utama Dalam Gelombang Serangan Baru

Senin, 27 Jan 2020 22:26

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Berjilbab Bukan Suatu Kewajiban, Benarkah?

Senin, 27 Jan 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X