Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.610 views

Liberalisasi Tata Nilai Islam Dibalik Rencana Penghapusan Kewajiban Sertifikat Halal

 

BELUM lama ini opini liar "No Hijab Day" sebagai bentuk liberalisasi pakaian muslimah buah kebebasan berekspresi yang digencarkan kaum liberalis senantiasa terus mengotak-atik ajaran Islam demi memuaskan kedangkalan nalarnya. Dan tak hanya berhenti disitu seperti yang kini tengah terjadi ada upaya liberalisasi dalam tata nilai Islam dibalik rencana penghapusan kewajiban sertifikat halal. Dimana sertifikasi halal pada produk UMKM akan dihapus yakni tidak dibebankan kepada pelaku UMKM namun dibatasi cukup di tingkat produsen dengan mengabaikan jaminan halal ditingkat produksi dan distribusi dengan alasan menggenjot produktivitas dan kemudahan.

Jelas hal ini menimbulkan kekecewaan berbagai pihak termasuk masyarakat Indonesia yang secara sosiologis mayoritas muslim. Seperti dilansir (detiknews, selasa 21/1/20) MUI Jabar Sayangkan Draf Omnibus Law Hapus Kewajiban Sertifikat Halal. Sekretaris umum MUI Jabar Rafani Achyar menyatakan kekecewaannya " soal produk halal itu bukan hanya MUI, tetapi sudah ada undang-undang tentang Badan Jaminan Produk Halal (JPH). Menurutnya sertifikat halal diberikan agar masyarakat khususnya umat muslim tidak terjebak pada makanan yang mengandung unsur haram sesuai ajaran Islam.

Nada keberatan pun terlontar dari Sekjen MUI Anwar Abbas dilansir (detiknews, selasa 21/1/20), beliau mengatakan bahwa apa saja yang kita buat apakah itu dalam bidang politik dan atau ekonomi dia tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama dan bahkan ia harus mendukung bagi tegaknya ajaran agama itu sendiri, terutama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk negeri ini. Anwar menilai rencana penghapusan ini menandakan ketidakhadiran negara dimana pemerintah tidak lagi hadir untuk membela hak-hak rakyatnya. Karena jelas mengabaikan dan tidak lagi menghormati kepentingan umat Islam.

Oleh karenanya sangat berbahaya jika pemikiran liberal ini terus dikembangkan untuk menghapus sertifikat halal dalam kehidupan ekonomi dan bisnis, bahkan disegala aspek kehidupan. Islam mengatur 3 hubungan yakni antara manusia dengan penciptanya, dengan sesama dan hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri dimana ketiganya adalah merupakan bagian dari batasan Islam itu sendiri dan wajib terikat dengan hukum syara dengan standar hukum perbuatan yaitu halal dan haram. Umat muslim meyakini akan adanya hisab dari setiap pilihan yang dikakukan dalam setiap aktivitasnya termasuk dalam hal memilih makanan yang jelas kehalalan dan thayyibannya.

Ketika konsep halal dan thayyiban ini mulai diganggu, dimanakah peran pemerintah untuk melindungi hak-hak rakyatnya? Sebenarnya kearah mana regulasi terkait hal ini yang jelas bersebrangan dengan akidah umat muslim. Jaminan halal adalah regulasi yang lahir karena desakan publik semata jelas tidak sejalan dengan misi negara sekuler sehingga rawan dimanipulasi demi tercapainya kepentingan materialistik. Mengingat sistem kapitalisme yang diterapkan di Indonesia maka suatu hal yang wajar jika berbagai regulasi dibuat oleh pemerintah hakikatnya untuk menjaga kepentingan pemilik modal tidak berbasis kepentingan rakyat. Apakah hapus jaminan halal demi genjot pendapatan negara, ataukah ada misi lain sebagai bentuk liberalisasi tata nilai Islam itu sendiri?

Sejak awal kaum liberalis senantiasa menentang ajaran Islam dengan 3 prinsip yang diusungnya yakni kebebasan, individualisme dan rasionalisme. Rezim sekuler telah gagal melindungi hak publik dalam memberikan jaminan halal. Waspada akan bahaya konsep liberal yang senantiasa mengotak-atik tata nilai Islam apa yang dihalalkan dan diharamkan Allah SWT sebagai manivestasi penyerang akidah dalam meracuni pemahaman umat.

Pentingnya peran dan kewenangan negara dalam membuat aturan hingga menetapkan sanksi atas pelanggaran hukum syara yaitu dengan menerapkan syariat Islam secara kaaffah sebagai bentuk penjagaan iman dan ketaatan warga negara agar umat tak lagi teracuni dengan pemikiran asing yang menyesatkan.

Semoga umat semakin cerdas dan benar-benar paham dengan ajaran Islam yang seutuhnya sehingga dapat dimanivestasikan dalam bentuk pola pikir dan sikapnya sesuai tuntunan ajaran Islam, bukan berasal dari ajaran barat yang disifati dengan label Islam liberal, Islam moderat dan label lainnya yang sejatinya tidak mewakili Islam itu sendiri.*

Witta Saptarini S.E

Guru tinggal di Bandung, Jawa Barat

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X