Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.545 views

Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Bagaimana Nasib Buruh?

 

Oleh:

Siti Hajar, S.Pd.SD

 

MAY DAY yang diperingati sebagai hari buruh nasional belumlah tiba namun beberapa hari ini sejumlah ruas jalan -jalan ibukota dan di berbagai daerah di tanah air dipenuhi aksi unjuk rasa para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN). Mereka berunjuk rasa menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Omnibus Law sendiri adalah suatu Undang-Undang (UU) yang dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus sehingga menjadi lebih sederhana (wartaekonomi.co.id).

Kata omnibus law sendiri mulai santer diperbincangkan setelah Presiden Jokowi berpidato di sidang paripurna MPR pada 20 Oktober 2019. Sidang paripurna MPR dengan acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019-2024. RUU Omnibus Law dikenal juga sebagai UU sapu jagat karena mengamandemen beberapa UU sekaligus. Ada 79 UU dan 1.244 pasal akan direvisi sekaligus. Draf RUU Cipta Lapangan Kerja sendiri berisi 1028 halaman yang mengatur hari dan jam kerja, upah, bonus, hingga pesangon. Target pemerintah, DPR mulai membahasnya pada pekan ketiga Januari 2020. Dan jika dalam 100 hari DPR bisa menuntaskan pembahasan Omnibus Law, maka presiden akan sangat mengapresiasi.

Namun demikian, Draf Omnibus Law Cipta ternyata memuat kebijakan yang sangat merugikan kalangan para buruh dan pekerja. Para buruh mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan RUU tersebut dimana isinya dinilai akan semakin menurunkan kesejahteraan buruh dengan ditiadakannya kewajiban membayar pesangon, penghapusan peran serikat pekerja, mudahnya buruh di-PHK serta pemberlakuan upah hanya berdasarkan jam kerja.

Prinsip ekonomi kapitalisme yang memaksimalkan keuntungan dengan modal minimalis, terlihat jelas dalam RUU Omnibus Law. Adanya sistem gaji per jam bagi buruh, menjadikan para pemilik modal bisa mendapatkan pekerja yang sangat murah, jauh dari rasa manusiawi. Pekerja laksana sapi perah yang harus bekerja tanpa jeda untuk mendapat upah tinggi. Padahal, dengan sistem UMR saja masih jauh dari kata sejahtera. Hal ini diketahui dari hasil survei ADB bahwa sebanyak 22 juta orang Indonesia kelaparan, sebagian besarnya adalah buruh (detik.com, 07/11/2019).

 

Namun dari semua itu, hal yang paling menakutkan dari Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja adalah memungkinkannya bagi para perusahaan besar untuk merumahkan para buruhnya secara massal. PHK adalah momok yang sangat menakutkan menghantui para buruh dan pekerja di negeri ini. Dalam 5 tahun kepemimpinan Jokowi sebelumnya saja gelombang tsunami PHK massal masif terjadi apalagi jika RUU Omnibus Law Cipta Pekerja disahkan maka nasib para buruh semakin diujung tanduk. Kesejahteraan mereka terancam, pintu kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin terbuka lebar. Kesejahteraan dan rasa keadilan pun tidak lagi diraih karena mereka semakin termarjinalkan tanpa ada solusi yang tuntas dari pemerintah.

Era Revolusi industri 4.0 menuntut perusahaan untuk mampu berevolusi dan berinovasi agar tidak ketinggalan jaman. Era revolusi industri 4.0 juga memungkinkan para perusahaan besar untuk merumahkan massal para buruhnya, dimana tenaga manusia harus tergantikan oleh tenaga mesin untuk mengefisiensi pengeluaran. Menggaji karyawan dianggap paling membebani pembiayaan perusahaan, oleh karena itu tidak mengherankan jika nanti banyak perusahaan yang lebih memilih merumahkan pekerjanya untuk menekan biaya produksi. PHK massal jelas menjadi ancaman. Hal ini semakin diperkuat dengan RUU Omnibus Law Cipta pekerja untuk menekan para buruh dan pekerja.

Omnibus Law Cipta Pekerja jelas menguntungkan para Investor. Paket Draf RUU Omnibus Law Cipta Pekerja yang merupakan rancangan dari pemerintahan Rezim Jokowi sangat jelas keberpihakannya kepada kepentingan kaum Kapitalis dari pada kesejahteraan para pekerja dan buruh. Melalui kewenangan Omnibus Law Cipta rezim telah memangkas sejumlah undang-undang dengan dalih demi memperlancar investasi sementara rakyat dijadikan korban dan menzalimi hak-hak para pekerja. Maka semakin jelaslah bahwa sistem kapitalisme tidak akan pernah bisa menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi para buruh dan pekerja.

Berbeda dengan sistem Islam, islam akan menjamin keadilan dan kesejahteraan rakyat sampai pada level individu. Penguasa dalam sistem islam berkewajiban membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat yang membutuhkan lapangan pekerjaan sebagai realisasi dari politik ekonomi islam. Dalam islam sumber daya alam yakni air, padang rumput dan api dipandang sebagai bentuk kepemilikan umum yang pengelolaannya wajib dikelola oleh negara.

Untuk pengelolaan sumber daya alam, negara akan membuka industri-industri yang tentunya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Iklim investasi dan usaha dirangsang untuk membuka usaha melalui birokrasi yang sederhana dan tanpa pajak serta melindungi industri dari persaingan yang tidak sehat. Rakyat produktif, keadilan dan kesejahteraan diraih serta masalah pengangguran pun teratasi. Hal itu hanya bisa diraih jika mekanisme aturan Allah dalam sistem ekonomi yang digunakan. Wallahua’lam bishawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

Kamis, 09 Apr 2020 23:39

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Kamis, 09 Apr 2020 22:50

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Kamis, 09 Apr 2020 22:24

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Kamis, 09 Apr 2020 22:02

Tentara Pakistan Tembak Jatuh Drone Pengintai India di Perbatasan Kashmir

Tentara Pakistan Tembak Jatuh Drone Pengintai India di Perbatasan Kashmir

Kamis, 09 Apr 2020 21:45

Rizal Ramli: Presiden Habibie dan Gus Dur Dikritik dan Dihina Secara Brutal, tapi Tak Asal Tangkap

Rizal Ramli: Presiden Habibie dan Gus Dur Dikritik dan Dihina Secara Brutal, tapi Tak Asal Tangkap

Kamis, 09 Apr 2020 21:42

100 Dokter Italia Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

100 Dokter Italia Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Kamis, 09 Apr 2020 21:25

Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan di Yaman dalam Upaya Perangi Pendemi Corona

Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan di Yaman dalam Upaya Perangi Pendemi Corona

Kamis, 09 Apr 2020 21:06

Militer Yaman Rebut Kembali Bagian Kamp Strategis Al-Labnat dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Militer Yaman Rebut Kembali Bagian Kamp Strategis Al-Labnat dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Kamis, 09 Apr 2020 20:45

Hadapi Wabah Corona, Bukhori Minta Kemenag Suntik Optimisme dan Spritualitas Umat

Hadapi Wabah Corona, Bukhori Minta Kemenag Suntik Optimisme dan Spritualitas Umat

Kamis, 09 Apr 2020 20:33

Inggris Ucapkan Terima Kasih ke Turki untuk Kiriman Pasokan Medis untuk Perangi Corona

Inggris Ucapkan Terima Kasih ke Turki untuk Kiriman Pasokan Medis untuk Perangi Corona

Kamis, 09 Apr 2020 20:25

Doa Mustajab di Ujung Hari Jum’at, Mari Berdoa Agar Wabah Covid 19 Segera Sirna

Doa Mustajab di Ujung Hari Jum’at, Mari Berdoa Agar Wabah Covid 19 Segera Sirna

Kamis, 09 Apr 2020 19:33

Update 9 April 2020 Infografis Covid-19: 3293 Positif, 252 Sembuh, 280 Meninggal

Update 9 April 2020 Infografis Covid-19: 3293 Positif, 252 Sembuh, 280 Meninggal

Kamis, 09 Apr 2020 19:19

Laporan: Sekitar 150 Bangsawan Saudi Diyakini Terinfeksi COVID-19

Laporan: Sekitar 150 Bangsawan Saudi Diyakini Terinfeksi COVID-19

Kamis, 09 Apr 2020 18:02

Political Dancing

Political Dancing

Kamis, 09 Apr 2020 16:47

Ramadhan, Akhir Masa Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Ramadhan, Akhir Masa Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Kamis, 09 Apr 2020 13:50

Kuatkan Imunitas Tubuh dengan Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Kuatkan Imunitas Tubuh dengan Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Kamis, 09 Apr 2020 13:47

Bagikan Masker dan Makanan, DDII Bengkulu: Da'wah Tak Harus di Atas Mimbar

Bagikan Masker dan Makanan, DDII Bengkulu: Da'wah Tak Harus di Atas Mimbar

Kamis, 09 Apr 2020 09:15

Ramadhan 2020 Masih Pandemi Covid, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka dan Siapkan Tausiyah Online

Ramadhan 2020 Masih Pandemi Covid, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka dan Siapkan Tausiyah Online

Kamis, 09 Apr 2020 05:07

Legislator Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Legislator Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Kamis, 09 Apr 2020 01:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X