Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.655 views

Penanganan Jitu Pembunuh Berdarah Muda

 

Oleh:

Sri Lestari, ST, Pemerhati Sosial

 

BENAR-BENAR mengejutkan dan meremukkan hati. Pembunuhan yang biasanya dilakukan oleh pelaku yg sudah umuran, kini pembunuhan dilakukan oleh pelaku yang berdarah muda. Pembunuhan yang dilakukan benar-benar sadis dan diluar akal sehat.

Pembunuhan berencana dan sadis ini dilakukan oleh remaja berusia 15 tahun. Korban pembunuhan itu adalah balita tetangganya yang biasa bermain bersama dengan pelaku. Pembunuhan kali ini benar- benar mengejutan hati, karena pembunuhan yang dilakukan tanpa ada rasa penyesalan. Sebagaimana yang diungkapkan AKBP Susatyo Purnomo.

"Ini masih dalam pendalaman karena ini sedikit unik. Si pelaku ini dengan sadar diri dia menyatakan telah membunuh dan menyatakan tidak menyesalinya, bahkan merasa puas," kata Heru. (Tribun-Medan .com).

Pembunuh berdarah muda yang dilakukan dengan sadis memiliki motif yang unik. Pembunuh mengungkapkan bahwa pembunuhan yang dilakukan karena menonton film.

“Kita coba introgasi. Dia melakukan karena itu ada keinginan untuk membunuh di mana dia pernah menonton flim seperti yang dilakukan sekarang ini, pelaku masih kita periksa intensif,” sebut Heru. ( Pojok 1).

Remaja merupakan sosok yang memiliki jiwa penasaran yang cukup tinggi dan dimasa remajalah mereka sebenarnya mencari jati diri. Tetapi sungguh disayangkan, tatkala mereka berada pada keadaan tersebut tanpa ada pendampingan maka ini akan berujung kepada hasil yang serampangan.

Ditambah lagi, bahwa diera digital saat ini sangat muda bagi siapa saja untuk menggenggam dunia. Film-film yang belum waktunya untuk ditonton sudah banyak bersliweran dan ikut andil membentuk kepribadian remaja. Selain itu, keretakan hubungan keluarga juga menjadi pemicu pembentukan kepribadian sosok remaja. Remaja akan mencari kesenangan sendiri untuk menghibur dirinya. Tentu semua ini dapat terjadi bukan semata-mata kelalaian sepihak, akan tetapi semua ini terjadi secara sistematik.

Permasalah sistemik ini harus benar-benar diselesaikan secara tuntas. Tatkala penyelesaiannya tidak tuntas maka berpotensi melahirkan permasalahan baru. Islam memiliki cara jitu dalam menjaga remaja, agar tidak menjadi predator berdarah muda.

Pertama: Pendidikan Usia Dini

Pendidikan usia dini sangat penting dilakukan. Pelaku utama adalah orang tua dan ligkungan rumah menjadi tempat belajar anak. Penanaman akidah sejak dini harus dilakukan oleh orang tua terutama ibu. Penanaman akidah sejak dini sangat penting, karena dengan akidah yang benar mampu menjadi ketahanan diri anak. Pemahaman mendasar dari mana, untuk apa dan akan kemana manusia harus dituntaskan secara benar kepada anak.

Hal demikian tampak pada sosok Abdullah bin Zubair, misalnya, yang dikenal sebagai ksatria pemberani tidak lepas dari didikan orang tuanya, Zubair bin al-Awwam dan Asma’ binti Abu Bakar. Abdullah bin Zubair sudah diajak berperang oleh ayahnya saat usianya masih 8 tahun. Dia dibonceng di belakang ayahnya di atas kuda yang sama.

Kedua: Mewujudkan Kehidupan yang Bersih

Dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan nafsiyah yang mantap maka pemuda akan terjauhkan dari kehidupan hura-hura, dugem dan kehidupan hedonistik lainnya. Ketika mereka dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup mereka akan mampu menghadapi tanpa sters apalagi menjamah miras dan narkoba.

Kehidupan yang bersih diwujudkan dengan pemisahan kehidupan pria dan wanita. Tidak ada ikhtilath, khalwat, menarik perhatian lawan jenis, apalagi pacaran hingga perzinaan. Kehormatan pria dan wanita, serta kesucian hati mereka pun terjaga. Karena kehidupan mereka seperti itu, maka produktivitas generasi muda akan luar biasa. Bersama masyarakat remaja harus disajikan dengan tayangan dan tontonan yang juga bersih.

Ketiga: Membuat Remaja Sibuk dalam Ketaatan

Berbagai tayangan, tontonan atau acara yang bisa menyibukkan masyarakat dalam kebatilan harus dihentikan. Agar masyarakat khususnya generasi muda tidak terperosok dalam kesia-siaan, maka mereka harus disibukkan dengan ketaatan. Baik membaca, mendengar atau menghafal Alquran, hadits, kitab-kitab tsaqafah para ulama’, atau berdakwah di tengah-tengah umat dengan mengajar di masjid, kantor, tempat keramaian, dan sebagainya. Mereka juga bisa menyibukkan diri dengan melakukan perjalanan mencari ilmu.

Pendek kata, mereka harus benar-benar menyibukkan diri dalam ketaatan. Hanya dengan cara seperti itu, mereka tidak akan sibuk melakukan maksiat. Dengan menyibukkan diri dalam ketaatan, waktu, umur, ilmu, harta dan apapun yang mereka miliki menjadi berkah. Sebagaimana Imam an-Nawawi dalam usia 20 tahunan bisa menghasilkan berjilid-jilid kitab. Bahkan, Imam Ahmad, bisa mengumpulkan dan hafal lebih dari satu juta hadits. Imam Bukhari juga begitu.

Keempat: Diberlakukan Hukuman Yang Tegas dan Jera

Islam telah menjamin satu kepastian hukum dalam hal penjagaan jiwa manusia. Dalam Islam pembunuhan merupakan tidak kriminal paling besar. Tidak halal darah seorang muslim, tidak halal membunuh seorang muslim, pembunuhan adalah haram.

Hukuman bagi pembunuhan di sengaja adalah qishash. Qishash adalah sebanding , yakni membunuh si pembunuh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurarirah bahwa Nabi saw, bersabda :

"Barangsiapa yang terbunuh, maka walinya memiliki dua hak, bisa meminta tebusan (diyat), atau membunuh si pelakunya". Rasulullah SAW juga bersabda “pembunuhan yang disengaja wajib kena qishash kecuali diampuni wali terbunuh".

Islam juga mengatur bahwa penjatuhan hukuman ini tidaklah semena-mena. Karena qishash dijatuhkan atas izin dan merupakan hak dari ahli waris yang ditinggalkan atau walinya. Jika wali korban memaafkan si pelaku maka hukuman ini tidak di jatuhkan. Si pelaku cukup membayar diyat (denda). Yaitu 30 unta dewasa, 30 unta muda dan 40 unta yang sedang bunting (HR.Tirmidzi).

Sungguh di dalam penerapan syariat Islam terdapat keadilan luar biasa. Di mana tiap-tiap jiwa wajib dilindungi dengan sistem hukum yang tegas dan jelas. Penerapan hukum pidana Islam akan menjadi penebus dosa si pelaku. Dan hukuman pidananya pun akan menjadi keadilan bagi keluarga korban. Dimana hak mereka untuk meminta balasan atas kematian korban atau memaafkannya. Tentu dengan adanya pembayaran denda yang jumlahnya tidak sedikit. Dan dengan adanya Uqubat ini pula, orang-orang akan berpikir milyaran kali untuk menghilangkan nyawa orang lain. Apapun alasannya kecuali dengan alasan yang Allah SWT syariatkan.

Penanganan jitu ini dapat terlaksana dengan sempurna tatkala ada sistem kehidupan yang Islam. Karena pelaku yang berkontribusi tidak hanya keluarga dan masyarakat, akan tetapi negara sangat memiliki peran besar dalam mewujudkannya dan membentuk kepribadian remaja agar tidak menjadi predator berdarah muda.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Senin, 18 Jan 2021 23:34

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

Senin, 18 Jan 2021 22:59

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Senin, 18 Jan 2021 22:34

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Senin, 18 Jan 2021 22:28

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Senin, 18 Jan 2021 22:15


MUI

Must Read!
X