Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.188 views

Pemerintah Tak Serius Melindungi Rakyatnya?

 

Oleh:

Hana Sheila

Mahasiswi tinggal di Depok, Jawa Barat

 

PENINGKATAN jumlah pasien positif Covid-19 kian hari cukup signifikan. Sejak diumumkan presiden per- 2 Maret lalu hingga kini per-Selasa 31 Maret sudah 1.528 orang yang tersebar di 27 provinsi positif Covid-19 dan pasien meninggal mencapai 136 orang dan 81 orang sembuh. Padahal, sejak awal penyebarannya, banyak pihak telah mendesak Indonesia untuk memastikan keberadaan Covid-19. Namun pemerintah lambat dan tidak serius melindungi rakyatnya dari wabah ini. 

Lambannya pemerintah Indonesia menangani corona ini bisa dilihat dari bertambahnya jumlah pasien positif corona yang melonjak setiap harinya. Bisa dilihat fakta yang tersebar di sosial media terkait pemerintah yang tetap enggan melakukan lockdown tapi hanya menghimbau untuk kepada masyarakat untuk menutup tempat hiburan, meliburkan sekolah, menunda ujian nasional, dan lain-lain. Serta mewajibkan masyarakat untuk social distancing, hidup sehat dan di rumah saja apabila tidak ada kepentingan mendesak, sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit ini. 

Hingga kini juga banyak pihak yang mendesak pemerintah untuk lockdown sebagai upaya penanganan corona, namun pemerintah tetap bersikukuh dan tidak menggubris. Bahkan pemerintah menyayangkan rencana beberapa kepala daerah yang akan melakukan lockdown di wilayahnya. Yang membuat masyarakat tambah bingung pemerintah terkesan plin plan dalam membuat kebijakan terkait penanganan corona, sebelumnya presiden menetapkan dirinya sebagai gugus tugas penanganan corona, tetapi berikutnya kebijakan diserahkan kepada masing-masing kepala daerah. 

Sungguh mengherankan pemerintah masih enggan untuk melakukan lockdown dalam keadaan mendesak seperti ini, bukankah sudah banyak yang menyarankan hal tersebut serta banyak negara lain juga yang menerapkan lockdown. Padahal banyak negara saat ini yang menerapkan lockdown, karena dinilai mampu secara cepat memutus rantai penyebaran wabah ini. Apakah pemerintah ragu menerapkan lockdown? Apakah memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya dinilai beban negara? Atau masih ada kepentingan lain demi keuntungan semata? 

Menurut pemerintah upaya, lockdown akan memberi dampak yang sangat besar untuk sektor ekonomi, para pekerja harian, para wirausaha dan lain-lain. Sebagai gantinya pemerintah mengupayakan hal lain agar wabah ini segera berakhir yakni dengan dilakukannya rapid test secara masal agar masyarakat lebih dini mengetahui apakah tubuhnya terjangkit Covid-19 atau tidak. Karena rapid test yang dinilai mampu mendeteksi corona secara cepat. Padahal rapid test keakuratannya hanya 75%. Selain dampak ekonomi, alasan pemerintah tidak melakukan lockdown karena harus memberi makan rakyatnya dan menyediakan kebutuhan lainnya. Pemerintah pun berdalih tidak punya uang untuk membiayainya. Bahkan berencana untuk meminta bantuan pada rakyatnya. Enggak salah tuh? 

Sangat terlihat sekali pemerintah kita seakan lepas tangan, tidak peduli dan tak ada tanggung jawabnya sama sekali untuk melindungi rakyatnya dari wabah Covid-19 ini. Padahal, seharusnya tugas pemerintahlah yang melindungi serta mengurusi semua urusan rakyatnya apalagi di tengah wabah ini. Inilah yang terjadi di negeri yang menerapkan sistem kapitalis sekuler yang hanya mementingkan kepentingan para pemilik modal dan hubungan dengan rakyat pun seperti bisnis saja antara penjual dan pembeli 

Padahal, dalam sistem Islam pemerintah/negara adalah pengurus urusan umat. Ia bertanggung jawab penuh pada kesejahteraan rakyatnya, yang diukur dari terpenuhinya kebutuhan pokok setiap warga negara yaitu sandang, pangan dan papan. Juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan kolektif seperti kesehatan, keamanan dan pendidikan.  Apalagi ketika wabah datang melanda, negara mengeluarkan biaya yang berasal dari baitul mal untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan rakyat selama mereka di isolasi. Sehingga wabah penyakit seperti Covid-19 ini bisa ditangani dengan cepat dan tidak menyebar ke wilayah lain.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Komisi E Apresiasi Penambahan Fasilitas Isolasi Terkendali Milik Pemprov DKI

Selasa, 29 Sep 2020 12:21

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Please, Bikin Kreatif atau Adiktif ya?

Selasa, 29 Sep 2020 11:45

Berhenti Menyakiti Ulama

Berhenti Menyakiti Ulama

Selasa, 29 Sep 2020 11:18

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Legislator: Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Hanya Menguntungkan Pengusaha

Selasa, 29 Sep 2020 11:05

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Waspadai 'Jualan Revolusi Islam' ala Syiah

Senin, 28 Sep 2020 23:55

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Azerbaijan Bantah Klaim Dubes Armenia Bahwa Turki Kirim 4000 Pejuang Asal Suriah

Senin, 28 Sep 2020 20:50

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Senin, 28 Sep 2020 18:46

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

FDP Gelar Pengajian Bulanan di Daerah Perbatasan Aceh

Senin, 28 Sep 2020 18:35

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

PM Maroko: Tidak Ada Perdamaian Tanpa Negara Merdeka Bagi Palestina

Senin, 28 Sep 2020 15:00

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Negara Timur Tengah dan Asia Khawatir Atas Konflik Armenia-Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Senin, 28 Sep 2020 14:00

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

AS Ancam Tutup Kedutaan Besar di Irak Jika Serangan Roket Terus Berlanjut

Senin, 28 Sep 2020 11:50

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Kesetaraan Upah, Ilusi Kapitalis bagi Perempuan

Ahad, 27 Sep 2020 22:53

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Menjawab Pak Wapres: Layakkah Korean Wave Dijadikan Panutan?

Ahad, 27 Sep 2020 22:28

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ulama Pewaris Nabi, Harusnya Dilindungi

Ahad, 27 Sep 2020 21:56

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Sekularisasi di Kampus Yes, Islamisasi No?

Ahad, 27 Sep 2020 21:39

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Penular Orang Terdekat, OTG Itu Silent Killer

Ahad, 27 Sep 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X