Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.950 views

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

 

Oleh:

Dina Aprilya

Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

 

DARI hari ke hari, jumlah ODP, PDP, dan pasien positif corona semakin meningkat. Hingga tulisan ini dibuat, Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia Achmad Yurianto mengungkapkan ada tambahan 149 orang pasien positif. Sehingga hingga hari ini terdapat 1.677 kasus positif virus corona di Indonesia (Liputan6.com, 01/04/2020).

Sikap pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi sangat lambat, bahkan terkesan gagap. Beberapa kasus yang awalnya terkesan ditutupi akhirnya mencuat. Wajar bila rakyat menggugat dan mendesak agar presiden segera bertindak. Sayangnya, kebijakan lockdown bagi pemerintah adalah sesuatu yang berat. Sangat disesalkan. Ketika negara lain berbondong-bondong memberlakukan lockdown, justru pemerintah Indonesia memilih pembatasan skala besar dan darurat sipil. Mengutip Pasal 55, ada sejumlah ketentuan lain dalam karantina wilayah (lockdown), yaitu: Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Hal ini menjadi pertimbangan dengan diperparahnya kondisi keuangan yang terpuruk dan kuatnya ketergantungan kepada asing. Ironisnya kepentingan rakyat selalu dijadikan topeng alasan. Mulai dari kekhawatiran mandeknya ekonomi, sepinya pariwisata, dan alasan tidak tepat lainnya.Kewajiban menanggung logistik tampaknya menjadi penyebabnya. Padahal banyak alternatif pengalihan alokasi dana maupun memangkas gaji pejabat. Alihkan saja dana dari pos-pos lembaga yang sebenarnya tidak efektif bahkan kontra produktif.

Presiden Joko Widodo pun mengumumkan bahwa pemerintah akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menangani penyebaran wabah virus corona Covid-19. Keputusan ini didasarkan pada status kedaruratan kesehatan masyarakat akibat virus corona Covid-19 yang telah ditetapkan.  Kebijakan penerapan PSBB merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Sementara dengan pemberlakuan pembatasan skala besar dan darurat sipil, maka potensi kewajiban dan tanggungjawab negara akan kebutuhan dasar rakyat berpotensi tidak tertunaikan (Kompas.com, 01/04/2020). 

Pemerintah harusnya serius melindungi rakyatnya dari pandemi virus corona. Rakyat butuh selamat, bukan janji-janji manis.Sebagai pemimpin negara yang mayoritas penduduknya Muslim, pemerintah selayaknya berkaca pada Islam, bagaimana Islam mengatasi wabah penyakit menular. Islam memiliki seperangkat solusi yang lengkap dalam mengatasi wabah pandemi. Islam selalu menunjukkan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap. Semua hal diaturnya tak terkecuali urusan kesehatan.

Islam telah memberikan anjuran untuk mengatasi penyebaran penyakit. Dari kitab sahih Muslim Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bentuk penerapan hadis tersebut, maka negara dengan kepemimpinan Islam akan memberlakukan karantina wilayah dan isolasi khusus bagi penderita wabah. Warga yang positif dijauhkan dari pemukiman penduduk. Ketika diisolasi, mendapatkan layanan medis yang lengkap dan detail. 

Tak hanya itu, dokter dan tenaga medis dipersiapkan dengan pelatihan secara matang sehingga bisa bekerja melayani pasien pandemi secara profesional dan maksimal, tetapi tetap manusiawi. Perlindungan terhadap tenaga medis pun sangat diperhatikan oleh negara.Begitulah rumusan Islam menghadapi pandemi corona ini.Namun satu yang pasti, umat Islam harus yakin bahwa segala ujian dan musibah ini, pasti akan berakhir.Wallahu’alam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Sabtu, 25 Sep 2021 12:49

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Sabtu, 25 Sep 2021 08:16

Hubungan Ilmu dan Amal

Hubungan Ilmu dan Amal

Jum'at, 24 Sep 2021 23:00

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Jum'at, 24 Sep 2021 21:25

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Jum'at, 24 Sep 2021 21:15

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Jum'at, 24 Sep 2021 20:45

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Jum'at, 24 Sep 2021 20:15

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Jum'at, 24 Sep 2021 19:55

TNI-Polri Harus Mawas Diri

TNI-Polri Harus Mawas Diri

Jum'at, 24 Sep 2021 19:52

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Jum'at, 24 Sep 2021 19:04

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11


MUI

Must Read!
X

Kamis, 23/09/2021 22:35

Komunis Itu Radikal dan Intoleran