Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.654 views

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

 

Oleh:

Dina Aprilya

Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

 

DARI hari ke hari, jumlah ODP, PDP, dan pasien positif corona semakin meningkat. Hingga tulisan ini dibuat, Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia Achmad Yurianto mengungkapkan ada tambahan 149 orang pasien positif. Sehingga hingga hari ini terdapat 1.677 kasus positif virus corona di Indonesia (Liputan6.com, 01/04/2020).

Sikap pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi sangat lambat, bahkan terkesan gagap. Beberapa kasus yang awalnya terkesan ditutupi akhirnya mencuat. Wajar bila rakyat menggugat dan mendesak agar presiden segera bertindak. Sayangnya, kebijakan lockdown bagi pemerintah adalah sesuatu yang berat. Sangat disesalkan. Ketika negara lain berbondong-bondong memberlakukan lockdown, justru pemerintah Indonesia memilih pembatasan skala besar dan darurat sipil. Mengutip Pasal 55, ada sejumlah ketentuan lain dalam karantina wilayah (lockdown), yaitu: Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Hal ini menjadi pertimbangan dengan diperparahnya kondisi keuangan yang terpuruk dan kuatnya ketergantungan kepada asing. Ironisnya kepentingan rakyat selalu dijadikan topeng alasan. Mulai dari kekhawatiran mandeknya ekonomi, sepinya pariwisata, dan alasan tidak tepat lainnya.Kewajiban menanggung logistik tampaknya menjadi penyebabnya. Padahal banyak alternatif pengalihan alokasi dana maupun memangkas gaji pejabat. Alihkan saja dana dari pos-pos lembaga yang sebenarnya tidak efektif bahkan kontra produktif.

Presiden Joko Widodo pun mengumumkan bahwa pemerintah akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menangani penyebaran wabah virus corona Covid-19. Keputusan ini didasarkan pada status kedaruratan kesehatan masyarakat akibat virus corona Covid-19 yang telah ditetapkan.  Kebijakan penerapan PSBB merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Sementara dengan pemberlakuan pembatasan skala besar dan darurat sipil, maka potensi kewajiban dan tanggungjawab negara akan kebutuhan dasar rakyat berpotensi tidak tertunaikan (Kompas.com, 01/04/2020). 

Pemerintah harusnya serius melindungi rakyatnya dari pandemi virus corona. Rakyat butuh selamat, bukan janji-janji manis.Sebagai pemimpin negara yang mayoritas penduduknya Muslim, pemerintah selayaknya berkaca pada Islam, bagaimana Islam mengatasi wabah penyakit menular. Islam memiliki seperangkat solusi yang lengkap dalam mengatasi wabah pandemi. Islam selalu menunjukkan keunggulannya sebagai agama sekaligus ideologi yang lengkap. Semua hal diaturnya tak terkecuali urusan kesehatan.

Islam telah memberikan anjuran untuk mengatasi penyebaran penyakit. Dari kitab sahih Muslim Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bentuk penerapan hadis tersebut, maka negara dengan kepemimpinan Islam akan memberlakukan karantina wilayah dan isolasi khusus bagi penderita wabah. Warga yang positif dijauhkan dari pemukiman penduduk. Ketika diisolasi, mendapatkan layanan medis yang lengkap dan detail. 

Tak hanya itu, dokter dan tenaga medis dipersiapkan dengan pelatihan secara matang sehingga bisa bekerja melayani pasien pandemi secara profesional dan maksimal, tetapi tetap manusiawi. Perlindungan terhadap tenaga medis pun sangat diperhatikan oleh negara.Begitulah rumusan Islam menghadapi pandemi corona ini.Namun satu yang pasti, umat Islam harus yakin bahwa segala ujian dan musibah ini, pasti akan berakhir.Wallahu’alam bishawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat

Jum'at, 15 Jan 2021 00:10

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Unduhan WhatsApp Menyusut Buntut Pengumuman Kebijakan Privasi Baru

Kamis, 14 Jan 2021 21:05

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Pemberonak Syi'ah Houtsi Bantai 20 Petani di Taiz Yaman

Kamis, 14 Jan 2021 20:45

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Ngenes, Kematian Nakes Tertinggi se-Asia?

Kamis, 14 Jan 2021 18:54

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Ketua STAI PTDII: Syekh Ali Jaber Inspirasi Program Tahfiz

Kamis, 14 Jan 2021 16:21

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Orang Meninggal dengan Izin Allah, Apa Maksudnya?

Kamis, 14 Jan 2021 14:45

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Meski Sempat Jadi WN Arab Saudi, MUI Sebut Syekh Ali Jaber Cinta Indonesia Sepenuh Hati

Kamis, 14 Jan 2021 14:36

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Donald Trump Jadi Presiden AS Pertama yang Dimakzulkan untuk Kedua Kalinya

Kamis, 14 Jan 2021 14:15

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Waspada terhadap Covid-19 adalah Bentuk Ketaqwaan

Kamis, 14 Jan 2021 13:01

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Bagong Mbangun Deso Versus Gelandangan Instant

Kamis, 14 Jan 2021 11:55


MUI

Must Read!
X