Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.830 views

Ibukota Baru "Berlumur" Duka

 

Oleh:

Didi Diah, S.Kom, Praktisi Pendidikan

 

KONDISI Indonesia masih diselimuti wabah Covid-19, kian hari jumlah orang yang terinfeksi semakin bertambah, hingga angka kematian masuk diangka dua ratus jiwa. Sungguh memprihatinkan, karena pemerintah terlihat sangat lamban dalam penanganan wabah yang mendera negeri ini.

Keengganan pemerintah untuk mengambil keputusan penyelesaian masalah wabah ini sangat mencolok, sikap plin plan untuk penetapan pembatasan wilayah (lockdown) ditengarai akibat pemerintah tidak mau menggelontorkan dana untuk kebutuhan rakyat akibat efek lockdown tersebut dengan alasan untung rugi bagi keuangan negara. Akhirnya pemerintah daerah melalui para gubernur dan jajarannya mengambil alih untuk mengatasi kondisi ini. Nampak jelas ketidakberpihakan pemerintah kepada nasib rakyatnya.

Tak hanya itu, rakyat dibuat gerah dengan keputusan Presiden bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menegaskan wacana pemindahan Ibukota ke wilayah Adimistratif Kabupaten Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanagera Kalimantan Timur akan terus dilaksanakan sesuai dengan rencana awal.

Dana yang dikeluarkan untuk pemindahan Ibukota baru bisa dipastikan akan menggandeng investor, bukan hanya dalam negeri tapi juga para investor luar negeri. Demi alasan keuntungan materi semata mereka melupakan derita rakyat dalam wabah virus Covid-19 ini, mereka terus membangun ibukota dengan lumuran duka dan nyawa anak bangsa. Dana yang seharusnya bisa dialihkan untuk penanganan wabah tak dihiraukan oleh mereka dengan dalih bahwa pembangunan harus jalan terus terkait dana para investor dan laba dari proyek tersebut. Sungguh memilukan bagi negeri ini bahwa jatuhnya korban sangat tak dipedulikan.

Pemerintah kali ini sungguh tidak mampu menetapkan kebijakan yang pro rakyat, daya magis kapitalisme menyulap dan membalut penguasa untuk memikirkan keuntungan semata, tak ada empati untuk menyelesaikan permasalahan rakyat.

Kondisi wabah Covid-19 yang tak bisa dianggap sepele ini hampir meluluhlantakkan bukan hanya perekonomian negeri, tapi berimbas kepada seluruh hajat rakyat. Antara lain pendidikan anak bangsa yang terhambat akibat dampak Corona ini. Mereka tidak diperkenankan ke sekolah dan akhirnya pembelajaran dilakukan dengan sistem online, sedangkan siswa sendiri terkendala dengan keterbatasan akses internet. 

Lalu puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang tidak dibekali dengan alat perlindungan diri yang lengkap dan akhirnya mengakibatkan kematian bagi mereka.  Berikutnya keprihatinan rakyat berupa kelaparan yang mengintai, seperti pekerja harian yang kesulitan mendapatkan penghasilan karena sepinya pendapatan mereka dikarenakan anjuran masyarakat untuk tetap didalam rumah dan bekerja di rumah bagi sebagian pekerja selama masa wabah ini belum mereda. 

Dan masih banyak masalah yang belum dituntaskan oleh pemerintah pusat dalam penanganan di tengah gentingnya wabah ini. Akhirnya muncul pertanyaan dibenak masyarakat, untuk siapa Ibukota baru tersebut dikebut pengerjaannya, rakyat mana yang bersuka cita menyambut hadirnya Ibukota baru. Sungguh miris jika hal tersebut menjadi konsentrasi kebijakan penguasa. Mereka telah menutup hati mereka dari penderitaan rakyat.

 

Islam Menetapkan Prioritas Kebijakan

Seorang pemimpin adalah melindungi rakyatnya demi apapun. Yang diinginkan rakyatnya adalah dimana para pemimpin mampu melindungi nyawa rakyatnya apalagi dalam kondisi pandemi sekarang ini. Iini jauh lebih mulia ketimbang memikirkan proyek Ibukota baru yang tak lebih hanya sekadar mementingkan keuntungan.

Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Jangan dianggap remeh pengabaian kewajiban mengurusi rakyat, karena Allah SWT telah jelas menetapkan hukum tersebut.

“Jangan sekali-kali kamu mengira, Allah akan melupakan tindakan yang dilakukan orang dzalim. Sesungguhnya Allah menunda hukuman mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (karena melihat adzab).” (QS. Ibrahim: 42). 

Maka skala prioritas kebijakan bagi pemimpin adalah berada bersama rakyatnya untuk mengurusi kebutuhan dan menyelesaikan segala masalah yang mendera rakyatnya.

Sesungguhnya, para pemimpin yang diserahi wewenang untuk mengurus kemaslahatan rakyat, akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak pada Hari Kiamat, apakah mereka telah mengurus mereka dengan baik atau tidak.

Rasulullah saw. bersabda: Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus (HR al-Bukhari dan Ahmad). Wallahualam bishawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Demo Sejuta Umat Menolak Rencana Paroki Bunda Theresia Bekasi

Ahad, 27 Sep 2020 09:39

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Kalau Bukan PKI Nyatakan PKI Jahat dan Penghianat

Sabtu, 26 Sep 2020 23:36

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Kanada Tangkap 'Mantan' Anggota IS Karena Diduga Berbohong Tentang Membunuh Orang di Podcast NYT

Sabtu, 26 Sep 2020 21:45

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

7 Orang Ditahan di Prancis Setelah Penikaman Terkait Surat Kabar Satir Charlie Hebdo

Sabtu, 26 Sep 2020 21:05

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

AS Lipat Gandakan Hadiah Untuk Penangkapan Pemimpin Tertinggi Islamic State

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Dokter: Saat Ini yang Terbaik Tetap Belajar dari Rumah

Sabtu, 26 Sep 2020 20:35

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Tragedi 21-22 Mei Jangan Dilupakan

Sabtu, 26 Sep 2020 20:20

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Laporan: Oman dan Sudan Akan Umumkan Kesepakatan Normalisasi dengan Israel Pekan Depan

Sabtu, 26 Sep 2020 19:30

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Menkeu Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Jiwasraya, Anis: Pencederaan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sabtu, 26 Sep 2020 11:43

Korean Wave Inspirasi Halu

Korean Wave Inspirasi Halu

Sabtu, 26 Sep 2020 09:37

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

Sabtu, 26 Sep 2020 08:49

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Covid-19: Antara Bunuh Diri dan Membunuh

Sabtu, 26 Sep 2020 05:37

Rezim Nekad dan Tuli

Rezim Nekad dan Tuli

Jum'at, 25 Sep 2020 23:34

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

WhatsApp Akan Bisa Digunakan di 4 Perangkat

Jum'at, 25 Sep 2020 22:33

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Inggris Dan Prancis Catat Jumlah Kasus Harian COVID-19 Tertinggi

Jum'at, 25 Sep 2020 22:00

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jejak Perempuan dalam Membangun Peradaban

Jum'at, 25 Sep 2020 21:54

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

GERAK Jabar Sampaikan Ikrar Siap Berjuang Membela Agama, Bangsa dan Negara

Jum'at, 25 Sep 2020 21:43

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Korean Wave, Layakkah Jadi Panutan?

Jum'at, 25 Sep 2020 21:18

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Palestina Akan Adakan Pemilu Pertama Dalam 15 Tahun Menyusul Kesepakatan Antara Hamas dan Fatah

Jum'at, 25 Sep 2020 21:15

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Rezim Mesir Rencanakan Demo Tandingan Untuk Melawan Protes Anti-Sisi

Jum'at, 25 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 24/09/2020 08:43

Jadilah Remaja Anti Baper