Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.620 views

Menunaikan Amanah Pendidikan

Oleh: Roni Tabroni (Dosen Komunikasi UMBandung)

Di tengan pandemi yang mewabah masyarakat dunia, berbagai aktifitas publik berhenti total. Tidak terkecuali pendidikan. Semua sekolah dan Perguruan Tinggi tidak boleh menyelenggarakan proses belajar secara langsung.

Bagi pemangku kebijakan, seperti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Dalam kondisi sangat mendesak Mendikbud dan jajarannya harus memastikan proses belajar tidak terhenti.

Sebagai amanah, jabatan menteri pendidikan dan kebudayaan tidak sederhana. Sebab sebagai garda terdepan dalam memastikan proses pendidikan di tanah air, menteri ini menjadi sangat vital sekali.

Di sini lah, kita akan melihat bagaimana komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkualitas, kendati situasi sangat kritis. Walaupun anak didik terpisah jauh dengan gurunya, pemerintah wajib tetap menyelenggarakan proses belajar.

Dalam kondisi terpisan secara fisik, fasilitasi yang diberikan pemerintah terhadap anak didik dan guru menjadi sangat penting. Tetapi, di antara yang harus diperhatikan pemerintah adalah bagaimana memastikan sekolah (dalam hal ini guru) tetap memberikan bimbingan dan ilmunya dalam kondisi tidak normal ini.

Ada beberapa pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh guru, seperti:

Pertama, secara finansial. Dengan harus online setiap saat guru tentu harus mengeluarkan anggaran lebih, karena butuh kuota ekstra. Belum lagi dengan memeriksa laporan secara online. Yang jelas, kebutuhan kuota internet bagi guru sangat urgen, dan hal ini tidak boleh terputus.

Kedua, tidak setiap guru memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Pemerintah harus memfasilitasi guru untuk keberadaan sarana tersebut agar mereka tetap on. Walaupun tidak full, tapi bantuan pemerintah untuk penyediaan sarana belajar guru ini sangat penting.

Ketiga, guru-guru yang ada di pedesaan, yang kemungkinan siswanya tidak memiliki fasilitas teknologi dan akses internet, tentu saja proses belajar dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mendatangi siswa ke tempat atau rumahnya masing-masing.

Kesemuanya ini pada dasarnya memerluka pendanaan yang ekstra dari negara. Jika selama ini bantuan pendidikan penggunannya lebih rigid, dalam kondisi krisis seperti ini mungkin pengalokasiannya bisa lebih fleksibel.

Harapan ini sebenarnya gayung bersambut. Karena Kemendikbud kini sudah mengeluarkan kebijakan, di mana BOS bisa digunakan untuk pembiayaan yang lebih fleksibel. Sehingga pengelola pendidikan dapat mengalokasikan dana dari pemerintah ini untuk kepentingan-kepentingan yang mendesak seperti dijelaskan di atas.

Kebijakan pemerintah ini bagaimana pun bukti dari komitmennya terhadap amanah yang diembannya. Amakah itu berupa penyelamatan dunia pendidikan di tengah pandemi yang melanda negara ini. Sehingga pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, tetap mendorong agar proses belajar, sebagai kewajiban bersama ini, tetap berjalan walaupun dengan menggunakan metode yang berbeda.

Dalam Islam, proses belajar sebenarnya menjadi tugas bersama, bukan hanya kewajiban guru. Tetapi dengan kondisi seperti sekarang ini setiap orang tua pun turut terlibat langsung dalam prosesnya.

Akhirnya, yang belajar sebenarnya bukan hanya anak, tetapi juga guru, orang tua, dan semua orang yang berada di sekitarnya. Dan inilah sebenarnya spirit pendidikan sebagaimana dikehendaki agama, belajar tidak kenal waktu dan usia.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X