Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.483 views

Si Lugu dari Baduy

 

Oleh:

Indah Noviariesta

Aktivis Gema Nusa, Pemenang Lomba Cerpen Cagar Budaya Indonesia 2016

 
BU GURU Tuti merasa sedih karena ia tak sanggup membuktikan janjinya kepada anak-anak kelas 6 SD Lewidamar, Rangkasbitung, Banten. Pada hari pertama masuk, ia pernah menyatakan bahwa dirinya akan menyayangi semua anak-anak kelas 6 tanpa pandang bulu, tanpa membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya. Faktanya, bagaimana ia menyikapi si bandel Rudi, yang bukan saja menjengkelkan tapi juga seenaknya duduk malas-malasan di kursi, mencoret-coret buku dengan gambar-gambar yang sulit dimengerti.

Rudi, pelajar yang asli kelahiran Lewidamar, masih ada garis keturunan dari kakeknya yang asli warga Baduy Dalam. Kemudian, karena ayahnya menikah dengan warga Baduy Luar, keluarga itu pun sepakat untuk tinggal di desa Lewidamar, yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Kota Rangkasbitung.

Lama kelamaan, Bu Guru Tuti merasa serba salah. Sebab, Rudi si tukang ribut itu selalu saja bikin gaduh tiapkali pelajaran sedang berlangsung. Tidak seorang pun dari teman-temannya yang suka melihat ulahnya yang gemar mencoret-coret meja kelas. Kadang-kadang memukul-mukul meja seenaknya, sambil bersenandung, dan entah lagu apa yang dinyanyikannya. Belum lagi, pakaiannya yang selalu kumal, dekil, dan kelihatan jarang mandi. Ia selalu ogah-ogahan bila disuruh membikin tugas. Dan bila sesekali ia mengerjakannya, hasilnya mesti tak pernah di atas angka 5.

Dalam suatu rapat guru, kepala sekolah menyarankan agar semua guru memeriksa berkas dokumen, mengenai laporan tentang perkembangan seluruh siswa yang pernah dibuat oleh guru-guru sebelumnya. Bu Guru Tuti membacanya satu-persatu dengan teliti, hingga sampailah ia pada laporan tentang perkembangan mental Rudi sejak kelas satu SD. 

Sewaktu duduk di kelas satu, Rudi berteman baik dengan kawan-kawannya. Nilai-nilai pelajarannya bagus, dan tugas-tugas dikerjakannya dengan rapi. Sewaktu kelas dua, nilai mata pelajarannya masih bagus, meskipun kesulitan bermain dengan teman-teman karena memikirkan ibunya yang sedang sakit.

Ketika duduk di kelas tiga, Rudi menjadi anak pemurung. Ibunya dirawat di rumah sakit, dan ayahnya pergi ke Sumatera untuk bekerja membiayai perawatan sang ibu. Kini, ia tinggal sendirian kemudian diasuh oleh neneknya. Saat duduk di kelas empat, ibunya meninggal dunia, kemudian ia pun tidak lagi mendengar kabar tentang ayahnya di perantauan. Terakhir, ketika duduk di kelas lima, ia semakin mengalami kemunduran, tidak lagi merasa tertarik dengan sekolah. Ia selalu bermalas-malasan, bahkan selalu ketiduran di kelas saat guru sedang memberikan materi pelajaran.

Bu Guru Tuti merasa trenyuh. Berlama-lama ia duduk di kursi dengan pandangan menerawang. Perasaannya semakin tergugah ketika pada suatu hari anak-anak kelas 6 membawa kado-kado di hari ulang tahunnya yang ke-40. Kado-kado yang unik dan berwarna-warni, dihiasi dengan pita-pita yang menarik. Sedangkan Rudi hanya membungkus kadonya dengan kertas koran, serta dilekatkan dengan isolasi hitam. Teman-temannya tertawa terbahak-bahak ketika Bu Guru Tuti membuka kado Rudi yang kumal, dengan berisikan selendang anyaman Baduy, dan sebotol parfum yang terbuat dari wangi dedaunan. Parfum itu nampaknya sudah dipakai, hanya berisi setengah botol saja.

Tanpa banyak berpikir, Bu Guru Tuti segera memujinya, “Wah, kado ulang tahun yang bagus sekali. Ibu belum pernah mendapatkan kado yang menarik seperti ini.” Bu Guru Tuti menyarungkan selendang di pundaknya, kemudian memoleskan parfum ke lengannya sambil menghirupnya dengan lembut.

Bel pulang berbunyi, dan anak-anak pun keluar kelas. Sebelum memasuki ruangan guru, Rudi bergegas menghampiri Bu Guru Tuti di ambang pintu, “Bu, hari ini Bu Guru wangi sekali… saya jadi ingat sama Ibu….”

Bu Guru Tuti menitikkan air matanya. Ia meremas-remas pundak Rudi, sambil menyatakan bahwa ia senang memakai parfum yang diberikan Rudi sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sejak peristiwa itu, Bu Guru Tuti memberikan perhatian khusus kepada Rudi. Lambat-laun, si kumal dan dekil itu terus berubah, hingga kembali menjadi murid yang cemerlang. Pada semester kedua, ia pun menjadi salah satu murid terpandai di kelas 6 SD Lewidamar, Rangkasbitung.

Setelah lulus SD, karena berbagai kesibukan Bu Guru Tuti tidak mendengar kabar tentang Rudi. Hingga suatu hari ia pun mendapatkan surat yang mengabarkan bahwa Rudi telah lulus SMU, dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Padjadjaran, Bandung. Mungkin jalannya tidak mudah, karena biaya hidup sebagai mahasiswa Indonesia cukup tinggi. Tetapi, di akhir surat ia menulis: “Mohon doanya dari Ibu. Bagaimanapun Bu Guru Tuti adalah guruku yang terbaik dalam sepanjang sejarah hidupku.”

Lima tahun berikutnya. Setelah lulus perguruan tinggi, Rudi menulis surat lagi. Namun, kali ini diakhiri dengan nama lengkap berikut gelar akademiknya sebagai sarjana pendidikan: Salam hormat, Rudi Hardini, S.Pd

Beberapa tahun berikutnya, Rudi mengirim surat lagi. Ia mengabarkan bahwa dirinya akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita asal Jakarta. Namun, karena ayahnya sudah meninggal setahun yang lalu, Rudi berharap sekiranya Bu Guru Tuti bersedia duduk di kursi pelaminan bersama pengantin, untuk mewakili orang tuanya. 

Bu Guru Tuti akhirnya bersedia memenuhi permintaan Rudi. Ia datang mengenakan kebaya, dengan selendang dan parfum yang pernah dihadiahkan Rudi untuk hari ulang tahunnya belasan tahun silam. Bu Guru Tuti mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin, sambil menitikkan air mata dan memeluk mereka erat-erat.

Seketika itu, Rudi menjulurkan wajahnya sambil berbisik, “Terimakasih Bu, dari dulu saya selalu menjadi murid yang merasa dihargai. Sampai sekarang, saya tak pernah mengubah pendirian, bahwa Ibu Tuti adalah guru terhebat buat saya.”

Dengan berlinang air mata, Bu Guru Tuti membalas, “Kamu yang hebat Rudi, sebelum mengenal kamu, Bu Guru tidak tahu cara mengajar yang baik. Sebetulnya kamulah yang mengajari Ibu, bukan saja menjadi guru yang baik, tapi juga menjadi manusia yang baik….”

Kini, Bu Guru Tuti sampai pada kesimpulan bahwa, jika pendidikan Indonesia hanya mementingkan silabus dan kurikulum yang disusupkan kepada otak anak-didik, tanpa kemampuan menginjeksikan perubahan mental dan spiritual, maka dunia pendidikan kita akan sulit bersaing dengan pesatnya arus transformasi yang berkembang secara global saat ini. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Jan 2022 20:29

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Pasukan Pemerintah Yaman Tewaskan Lusinan Pemberontak Syi'ah Houtsi Di Distrik Abedia Marib Tengah

Kamis, 27 Jan 2022 19:45

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

1 Tentara Filipina Tewas 2 Terluka Dalam Serangan Abu Sayyaf Di Sulu

Kamis, 27 Jan 2022 19:00

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Publikasi Daftar Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris oleh BNPT Timbulkan Kecemasan Masyarakat

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Prancis Akan Tutup Situs Web Islam Karena Bertentangan Dengan 'Nilai-nilai Nasional'

Kamis, 27 Jan 2022 18:15

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Sesajen dan Seribu Dupa Mengiringi Doa, Layakkah Dilakukan?

Kamis, 27 Jan 2022 10:29

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Peluang 2022: Kemitraan Padang Pariaman Raih Omset Puluhan Juta

Kamis, 27 Jan 2022 07:23

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Lantik Dewan Pakar, PKS Siap Bersinergi Bangun Indonesia

Kamis, 27 Jan 2022 04:20

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Api Bandung Menghangatkan Purnawirawan

Rabu, 26 Jan 2022 23:14

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Pernyataan Kepala BNPT Soal Pesantren Terafilisasi Jaringan Teroris Perlu Diluruskan

Rabu, 26 Jan 2022 23:12

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Legislator: Sejahterakan Rakyat, Penerimaan Pajak Akan Meningkat

Rabu, 26 Jan 2022 23:10

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Ketua MIUMI Aceh Isi Pengajian 'Urgensi dan Keutamaan Belajar Ilmu Syari' di Dayah Arun Lhokseumawe

Rabu, 26 Jan 2022 22:46

Israel Bersiap Untuk Evakuasi Ribuan Warga Yahudi Ukraina Di Tengah Ancaman Invasi Rusia

Israel Bersiap Untuk Evakuasi Ribuan Warga Yahudi Ukraina Di Tengah Ancaman Invasi Rusia

Rabu, 26 Jan 2022 21:45

5 Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Semenanjung Sinai

5 Tentara Mesir Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Semenanjung Sinai

Rabu, 26 Jan 2022 21:20

Kewajiban Suami dan Bapak terhadap Keluarganya

Kewajiban Suami dan Bapak terhadap Keluarganya

Rabu, 26 Jan 2022 21:00

Mahasiswa Peternakan Universitas PERSIS Berinovasi dalam Pupuk Organik

Mahasiswa Peternakan Universitas PERSIS Berinovasi dalam Pupuk Organik

Rabu, 26 Jan 2022 17:13

Ketua Kadin: PERSIS Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Syariah

Ketua Kadin: PERSIS Miliki Potensi Kembangkan Ekonomi Syariah

Rabu, 26 Jan 2022 17:06

Yair Lapid: Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia Dan Saudi, Tapi Butuh Waktu

Yair Lapid: Israel Ingin Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia Dan Saudi, Tapi Butuh Waktu

Rabu, 26 Jan 2022 16:00

Salam Pancasila dan Aroma yang Semakin Komunistis

Salam Pancasila dan Aroma yang Semakin Komunistis

Rabu, 26 Jan 2022 12:50

Jari-jari Tangan dan Mulutmu-Harimaumu

Jari-jari Tangan dan Mulutmu-Harimaumu

Rabu, 26 Jan 2022 11:30


MUI

Must Read!
X