Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.041 views

Dilema Emak: Wacana Juli Anak Kembali Sekolah

 

"Kakak ayo Nak belajar!", seruan emak dengan frekuensi suara riuh rendah menghiasi hari-hari semenjak kegiatan belajar mengajar beralih ke rumah. Imbas penanganan pandemi global covid19 selain lesunya sektor perekonomian. Emak-emakpun tak luput dari sasaran. 

Tiga bulan sudah anak-anak full berkegiatan di rumah. Semenjak pemerintah resmi membuat kebijakan belajar di rumah pada tanggal 16 Maret 2020. Bagi emak, ini ujian emosional. Selain mendadak menjadi guru di rumah. Tak jarang emak kerap disuguhkan beragam aksi penolakan anak-anak untuk belajar. Banyak emak yang kebingungan, dilema hingga dilanda stres. 

 Belum lagi urusan bapak yang kena PHK masal. Beras di rumah habis, terkadang adanya lauk nasi mengandalkan keliling cari pinjaman dahulu, tutup lubang gali lubang, untuk sekedar makan. Omzet hasil berjualan pun terjun drastis. Banyak pedagang yang mengeluhkan hasil pendapatannya bahkan banyak juga yang gulung tikar. Tak bisa dipungkiri, begitulah potret sebagian besar masyarakat kebawah. 

Dilansir dari portal online CNN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. 

"Kita merencanakan membuka sekolah mulai awal tahun pelajaran baru, sekitar pertengahan Juli," ujar Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (9/5). 

Tentu saja ini  membawa angin segar. Hanya saja ini juga yang membuat para emak mengerenyitkan dahi. Ini memang kabar baik akan tetapi sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya anak-anak bisa kembali bersekolah. Emak tak lagi kebingungan membantu anak-anak mengerjakan soal-soal yang rumit. Tapi, kabar buruknya adalah tidak adanya kepastian dan jaminan virus covid19 tidak lagi menyebar dan mereka yang terinfeksi sudah dilakukan penanganan. 

Faktanya, untuk mendeteksi seseorang terinveksi atau tidak harus dilakukan skrining medis. Akan tetapi, tes masal pendeteksi untuk mengetahui sebaran virus covid19 melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) belum lagi dilakukan. Alasan klasik yang mengemuka adalah keterbatasan  alat, sarana dan prasarana. Fakta ini dilansir dari CNN Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggalakkan pemeriksaan atau tes swab melalui mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui sebaran kasus virus corona (Covid-19) secara lebih luas.

Pelaksana tugas Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi melalui forum rapat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI yang berlangsung secara daring pada Selasa (12/5), mengatakan target pemeriksaan 10 ribu tes Polymerase Chain Reaction (PCR) per hari.

Namun, dia mengakui target itu sulit dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana, termasuk, kapasitas laboratorium. 

Pantas saja, masih dari sumber yang sama CNN Indonesia, data korona Jawabarat mandek di 1.437 kasus (11/05/20). 

Kebijakan plin plan penguasa menghasilkan penanganan lamban dan bertele-tele yang menyebabkan semua sektor lesu. Termasuk ke sektor pendidikan. Emak dilema, faktanya saat anak belajar di rumah terus menerus mereka jenuh dan akhirnya malah enggan untuk menengok buku pelajaran sekalipun. Andai Bulan Juli kebijakan baru diterbitkan dengan membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah dan tanpa adanya jaminan penyebaran virus covid19, sama saja seperti emak mengantarkan anak-anaknya ke jurang kematian. Bagaimana mungkin demikian duhai penguasa? 

Rasanya, para emak teramat merindukan sosok pemimpin yang betul-betul tegas dalam mengambil setiap keputusan terbaik untuk rakyatnya tanpa mementingkan kepentingan asing dan aseng. Akan tetapi, dalam lingkaran alam kapitalisme semua itu mustahil terjadi. 

Tak bisa kita pungkiri bahwa kita membutuhkan pemimpin yang amanah dan sholeh yang bisa memastikan betul bahwa setiap kebijakannya adalah untuk umat, untuk masyarakat. Teringat dalam catatan sejarah, bahwa ada sebuah peradaban yang mampu dan berhasil menangani pandemi global dengan tepat dan cepat pada masanya. Peradaban itu adalah pada masa emas peradaban Islam. Yakni pada masa Umar bin Khattab saat menangani wabah Tha'un.

Hanya saja masalahnya, pemimpin saat ini mau atau tidak merujuk pada sejarah yang telah berhasil menangani wabah dari sisi solusi penanganannya yang merujuk pada nash-nash syara'? Wallahu alam bi shawab.

Ira Faadhilah

Komunitas Ibu Pembelajar dan Revowriter Karawang

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Hancur-hancuran Pindah Ibu Kota Negara

Rabu, 19 Jan 2022 07:17

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

DPR Sahkan RUU IKN dan RUU TPKS, PP KAMMI: Jangan Arogan

Rabu, 19 Jan 2022 06:57

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Calon Presiden Prancis Didenda € 10.000 Karena Sebut Migran Anak 'Pencuri' dan 'Pemerkosa'

Selasa, 18 Jan 2022 21:20

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Mantan Ajudan Tuduh Boris Johnson Bohong Terkait Pesta Di Downing Street Selama Penguncian COVID-19

Selasa, 18 Jan 2022 20:44

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

KH. Aceng Zakaria: Umat Islam Harus Tahu Ekonomi Syariah dan Ekonomi Non-Syariah

Selasa, 18 Jan 2022 14:50

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Sekum Persis: Umat Ini Harus Baik Ekonominya

Selasa, 18 Jan 2022 12:45

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit dengan Capres

Selasa, 18 Jan 2022 12:19

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Terkait Khalid Basalamah, Tokoh Muda Alkhairaat Kritik HPA dan Pemkot Palu

Selasa, 18 Jan 2022 10:20

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Muslimat Dewan Da’wah Lampung Gelar Tablig Akbar Peradaban Qur’an

Selasa, 18 Jan 2022 10:14

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Bea Cukai Saudi Gagalkan Penyeludupan 8.3 Juta Pil Narkoba Jenis Captagon

Senin, 17 Jan 2022 23:00

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Kuwait Tunda Rencana Untuk Mulai Latih Tentara Wanita Menyusul Penolakan Dari Otoritas Agama

Senin, 17 Jan 2022 22:45

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Marak Klithih, Butuh Penguatan Beragama

Senin, 17 Jan 2022 22:31

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman Klaim Serang UEA

Senin, 17 Jan 2022 22:15

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Perpres Bank Tanah Penuh Pelanggaran

Senin, 17 Jan 2022 14:47

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Ghozali, Mendulang Milyaran Rupiah dari Foto Selfi

Senin, 17 Jan 2022 14:31

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Korupsi, Kado Pahit dari Manifestasi Kapitalisme

Senin, 17 Jan 2022 13:57

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Hebat! Dua Tahun, Cendekiawan Muslim Adian Husaini Hasilkan 1000 Artikel Ilmiah

Senin, 17 Jan 2022 11:38

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Muswil VII FLP Jatim, Muchlisin BK Terpilih Jadi Ketua

Senin, 17 Jan 2022 10:34

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Jan 2022 10:19

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Ikuti Webinar Sehat Tanpa Obat Dengan Quranic Quantum Healing

Senin, 17 Jan 2022 07:01


MUI

Must Read!
X