Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.699 views

Tiga Poin Kenapa RUU HIP Harus Ditolak!

 

Oleh: Hasrianti

Di tengah pandemi yang belum juga menunjukan kurva landai, lagi-lagi barisan elit politik negeri ini membahas RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). RUU ini hanya menambah beban pikir dan mengelabui fokus rakyat dalam memerangi covid-19. Tak ada bedanya dengan RUU Omnibus law dan minerba,  RUU ini pun menuai polemik.

Rancangan Undang-Undang RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) menjadi salah satu pembahasan Undang-Undang di rapat paripurna DPR pada 12 Mei 2020. Walaupun akhirnya pemerintah memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP ini, namun RUU ini bukanlah hal yang boleh diabaikan. Kita tahu bahwa DPR bersama pemerintah seringkali memutuskan sepihak RUU meski diawali kata pemanis ‘tunda’. Semestinya, kita sudah bisa meramal arah penundaan RUU tersebut.

Sejak awal adanya RUU tersebut memang sudah  berpotensi membuat gaduh. RUU yang terdiri dari 10 Bab dan 60 pasal itu ditentang banyak pihak. Jika disahkan maka rezim akan semakin kuat dalam melegitimasi siapapun yang dianggap tidak sesuai pancasila ala rezim kapitalis neoliberal.

RUU HIP Hentikan bukan Ditunda !

Diketahui bahwasanya PDIP sebagai fraksi pengusul utama RUU HIP ini menyampaikan bahwa tujuan dibuatnya RUU HIP, menurut Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima menilai RUU ini memiliki tujuan yang mulia. Hal itu agar ideologi Pancasila tetap relevan untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan global (www.republika.co.id). Selain sebagai payung hukum BPIP, keberadaannya pun akan mampu menangkal masuknya pemahaman yang bertentangan dengan Pancasila. Namun sungguh sayang, respon berbagai ormas justru sebaliknya.

Pengamat Politik, Siti Zuhro mengatakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila  (RUU HIP) telah memunculkan perdebatan dan resistensi yang meluas. MUI  juga secara tegas menolak RUU ini dan beranggapan bahwa RUU HIP berpotensi mencederai dan menghianati  Pancasila itu sendiri. Adanya RUU HIP perlu diperhatikan, sesuatu yang diusul tiba-tiba apalagi di tengah kondisi pandemi tentu harus di bedah secara seksama.

Pertama, RUU HIP berpotensi memunculkan paham komunisme. Meski tanpa adanya RUU ini sebenarnya kebangkitan komunis sudah menjadi wacana umum. Tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang “Pembubaran partai komunis indonesia, pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara republik indonesia bagi partai komunis indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis/marxismelenisme” dalam RUU HIP.

Bangsa ini sudah cukup trauma terhadap tragedi berdarah pembunuhan jendral yang dilakukan PKI pada 30 September 1965. Ditambah lagi pembantaian terhadap 500 ribu lebih para ulama dan santri oleh PKI di Madiun tahun 1948. Sungguh fakta sejarah yang harus diingat sampai kapan pun! Sangat wajar bila akhirnya masyarakat menilai bahwa keberadaan RUU ini diusul guna membangkitkan kembali paham komunis yang telah dilarang dan sudah ‘cacat kenang’ oleh rakyat Indonesia. MUI pun mengancam, jika tak dihentikan pembahasan RUU ini, pihaknya akan mengawal masyarakat Indonesia untuk menolak RUU tersebut.

Kedua, kontroversi pasal 7 yang berpotensi mengaburkan makna Pancasila itu sendiri. Pasal tersebut terlihat ingin mengubah Pancasila menjadi trisila, lalu menjadi ekasila, yaitu Gotong Royong, disinyalir dapat melumpuhkan sila pertama. Pasal 7 yang memiliki 3 ayat dalam RUU HIP ini seolah ingin mengulang perdebatan lama yang sebenarnya sudah selesai. Padahal, rumusan Pancasila sebagai dasar negara sudah final dengan lima sila sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang. Pasal tersebut berbau sekularisme, menyebutkan bahwa salah satu ciri pokok Pancasila yaitu ketuhanan yang berkebudayaan. Tentu ini sangat kontroversial, agama notabene wahyu Allah s.w.t harus disesuaikan dengan budaya yang merupakan hasil buah pikir manusia. Ini sangat tidak bisa ditolerir.

Ketiga, RUU HIP rawan dijadikan alat untuk kepentingan dan keuntungan penguasa. Seperti  biasa adanya RUU sangat bisa digunakan untuk mencapai tujuan orang-orang tertentu tanpa memperhatikan untung rugi, apalagi menjadikan rakyat sebagai pertimbangan utama dari adanya Undang-undang yang berlaku. Yang ada RUU ini justru mengekang dan menggerus arti keadilan, hak, dan perlindungan bagi rakyat Indonesia.

Sejatinya, jika kita lihat dari sisi lain, adanya RUU ini disinyalir melindungi pergerakan komunis hal ini semakin kuat. Hal ini terlihat dari beberapa pasal yang tidak mengatur adanya paham komunis dan marxisme dalam RUU HIP tersebut. Konsep RUU ini sedikit banyak berkaitan dengan Sosialisme, dimana ideologi tersebut mengingkari adanya Allah s.w.t sebagai pencipta dunia dan sesisinya. Mereka mengkambinghitamkan ajaran Islam untuk menutupi ‘jejak hitam’ mereka di tanah air Indonesia.

Kembali pada Masalah Fundamental

            Sejatinya biang kerok permasalahan yang melanda negeri ini bukanlah disebabkan ajaran Islam, seperti yang terus dipropagandakan penguasa hari ini melainkan sistem kapitalisme yang bercokokol. Para pengkhianat bangsa menuding Islam sebagai musuh Pancasila, padahal di balik itu merekalah musuh abadi, mengaku Pancasilais tapi mencoreng isi Pancasila. Islam adalah agama yang mengatur seluruh kehidupan. Berbeda dengan ideologi sekuler-kapitalis yang memisahkan agama dengan kehidupan. Islam menjadikan agama sebagai pedoman manusia dalam menjalani kehidupan.

            Inilah buruk rupa kegagalan rezim dalam mengurus negara. Berkiblat kepada kapitalisme adalah pokok segara kesemerawutan yang terjadi. Sebab, sistem ini yang mengkondisikan manusia untuk berbuat zalim, bahkan rela menentang aturan Tuhan. Perlu ditelaah ketika niat busuk dalam RUU HIP tetap diteruskan, maka bangsa ini bisa dipastikan tinggal menunggu waktu sejarah kelam terulang kembali dan Pancasila  yang mereka bangga-banggakan hanya tinggal nama saja. Bukan tidak mungkin, kehidupan beragama diberangus terutama Islam yang mempunyai sistem menyeluruh terhadap kehidupan. Inikah yang kita inginkan?

Sungguh, tak ada kebaikan pada hukum buatan manusia. Dibongkar pasang, diotak-atik, tetap saja tak membawa manfaat pada kehidupan. Sebegini lemahnya manusia, masihkah percaya pada istilah wakil rakyat yang lebih banyak zalimnya daripada kebaikannya? Saatnya kita mencari solusi dari hukum dan aturan yang berasal dari pencipta manusia, Allah SWT. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X