Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.019 views

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Oleh:

Mimin Diya || Guru Pendidik di Surabaya, Jawa Timur

 

TELAH beredar surat keputusan menteri agama terkait pengaturan kurikulum pelajaran pada tingkat jenjang pendidikan madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA). Terdapat satu poin penting terakhir yang ramai diperbincangkan setelah beredarnya surat tersebut. Poin tersebut berbunyi :

Dengan berlakunya Keputusan Menteri Agama (KMA) 183 Tahun 2019 dan KMA 184 Tahun 2019, maka mulai Tahun Pelajaran 2020/2021 KMA Nomor 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah sudah tidak berlaku lagi.

Awalnya sebagian masyarakat menganggap akan terjadi penghapusan mata pelajaran PAI dan bahasa arab. Namun ternyata yang dimaksud ialah  tidak berlakunya peraturan lama (KMA nomor 165 tahun 2014), karena telah diganti dengan KMA nomor 183 tahun 2019.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), A Umar, menyatakan bahwa  mata pelajaran dalam pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014. Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

Hal tersebut dari sisi persamaan. Sementara Umar juga menjelaskan bahwa perbedaan KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21. Hal ini termasuk dari rancangan pembaharuan kurikulum madrasah.

Kementerian agama memang sedang sibuk dalam menyusun materi agama yang hendak diajarkan kepada generasi bangsa. Bahkan sejak September 2019 lalu telah melakukan upaya revisi 155 buku pelajaran. Menteri agama, Fachrul Razi, menyatakan bahwa upaya itu dilakukan setelah menemukan pelajaran yang tak sesuai konteks zaman, seperti khilafah dan jihad. Meskipun tetap dicantumkan materi khilafah, namun buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia. (aktualitas.id, 7/3/2020)

Tujuan utama kementerian agama ialah adanya progam moderasi beragama. Inilah maksud dari menanamkan Islam yang sesuai perkembangan kehidupan abad 21 di tingkat sekolah. Alhasil modul yang disusun pun mengaruskan pada Islam wasathiyah atau Islam moderat. Bahkan dalam modul berjudul "Membangun Karakter Moderat" tercantum pemahaman yang mengarah pada isu toleransi dan pluralisme.

“Kami telah melakukan review 155 buku pelajaran. Konten yang bermuatan radikal dan eksklusivis dihilangkan. Moderasi beragama harus dibangun dari sekolah,” kata Fachrul Razi

 

Tepatkah progam moderasi beragama?

Dalam konteks yang diaruskan, moderasi beragama ditujukan untuk menjaga kebhinekaan dan diperlukan untuk membendung tantangan yang datang dari kelompok radikal. Bahkan mendorong pula pada arus pemikiran moderasi Islam.

Secara bahasa mudahnya , moderasi Islam dapat dipahami Islam jalan tengah. Pandangan seperti ini mengajak umat manusia mengambil jalan tengah dan melarang berbuat melampaui batas atau berlebihan dalam beragama (tatharruf). Bahkan target dalam bidang pendidikan saat ini mengarah pada pembentukan siswa moderat dan mengasah karakter keIndonesiaan.

Siswa akan dibekali pula dengan pemahaman bahwa Islam tidak memaksakan akidahnya kepada agama lain hingga membenarkan keyakinan agama dan kepercayaan diluar Islam. Tidak ada kebenaran mutlak dalam islam moderat. Seorang muslim ditanamkan harus menghormati dan menghargai kelompok agama lain. Dalam konteks ke-Indonesia-an, sikap seperti ini disebut dengan istilah 'toleransi'. Inilah makna moderasi di bidang akidah. Nampak suatu hal yang amat merusak akidah generasi muslim.

Jika mengkaji lebih dalam pandangan tersebut, secara sistematis umat islam sendiri bahkan negara seolah telah mendeskreditkan Islam. Hingga menjadikan Islam tertuduh. Seolah suatu ketaatan total dalam beragama dicap sebagai tindakan radikal. Padahal opini radikal jelas subyektif dan berbahaya karena bersumber dari pandangan negatif barat pada Islam. Istilah islam radikal sering pula disematkan pada muslim atau kelompok islam yang tidak sejalan dengan pemikiran barat.

Predikat 'moderat' sebenarnya diberikan oleh AS pada pihak-pihak yang mendukung kebijakan AS dan sekutunya. Sementara predikat 'ekstrimis, radikal, dan teroris' disandangkan pada pihak-pihak yang menantang, mengancam, dan mengusik kebijakan AS dan sekutunya. Hal ini diungkapkan oleh seorang pemikir Amerika Serikat, Noam Chomsky dalam Parates and Emperors, Old and New International Terorism in The Real World, 2002.

Dikutip dari laman tintasiyasi bahwa pada tahun 2007, Rand Corporation, sebuah badan kajian strategis yang disponsori Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), terang-terangan menerbitkan lagi dokumen Building Moderate Muslim Networks, yang juga didanai oleh Smith Foundation. Dokumen terakhir ini memuat langkah-langkah membangun Jaringan Muslim Moderat pro-Barat di seluruh dunia.

Selain itu terdapat pula pidato PM Inggris, Tony Blair, pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris yang mempromosikan wajah Islam moderat. Adapun syarat menjadi moderat adalah mereka yang menyetujui Israel, menolak syariah, menolak kesatuan kaum muslim dalam Kekhilafahan dan mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat. Padahal semua itu merupakan hal yang bertentangan dengan pemahaman Islam yang murni.

Sejatinya, pemahaman moderasi beragama maupun moderasi islam tersebut amat berbahaya. Meskipun ide ini tidak menyerang fisik, tapi terang-terangan menyerang pemikiran. Generasi digiring dengan pemikiran mudah mentolerir gaya hidup bebas barat. Sehingga, lambat laun generasi Islam tidak dapat menyadari bahwa Islam moderat telah mempengaruhi jalan berpikir mereka.  

Moderasi beragama merupakan langkah melemahkan dan mengaburkan ajaran islam yang utuh. Generasi muslim dididik mengambil jalan tengah, bukan ketaatan total kepada sang pencipta, Allah swt. Tidak bisa pula menanamkan akidah yang lurus, serta keimanan dan ketaqwaan yang tinggi pada-Nya. Pandangan moderat justru akan menempatkan generasi muslim diantara iman dan kufur, taat dan maksiat, halal dan haram.

Padahal mentaati seluruh perintah Allah swt dan Rasul-Nya adalah konsekuensi keimanan seorang muslim. Islam membimbing kaum muslimin dengan ajaran yang mulia serta memberi perlindungan harta, jiwa, akal, agama, keturunan, kehormatan, keamanan kepada segenap umat, baik muslim maupun non muslim.  

Termasuk bagian mentaati Allah swt adalah mengambil seluruh syariat Islam, tanpa memilah mana yang mendatangkan manfaat maupun yang dirasa tidak. Termasuk mengambil ajaran Islam jihad dan khilafah.

Jihad merupakan kewajiban dalam rangka menyebar luaskan Islam hingga bisa menyentuh setiap pelosok negeri. Jihad sangat jauh berbeda dengan penjajahan barat yang tidak manusiawi. Termasuk  khilafah pun kewajiban sebagai institusi penerap hukum islam secara kaffah dan menyatukan seluruh kaum muslimin. Keduanya murni ajaran islam yang harus dipelajari dan ditegakkan.

Alhasil, kurikulum moderasi beragama dalam madrasah wajib dikaji ulang karena pengaruh nilai-nilai Barat yang amat kuat. Suatu hal yang harus disadari bahwa para penjajah senantiasa memiliki kepentingan politik dan takut akan kebangkitan Islam, maka mereka tak hentinya mengaruskan Islam moderat supaya persatuan umat tak terwujud. Para generasi muslim pun butuh dijelaskan secara utuh betapa bahayanya pemahaman moderat, agar tidak jauh dari ajaran Islam yang mulia. Namun sebaliknya, menjadi generasi tangguh yang siap menjadi pejuang dan penjaga agama islam di garda terdepan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 16:07

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Armenia Angkut Ratusan Militan Komunis Kurdi PKK untuk Perangi Azerbaijan

Rabu, 30 Sep 2020 20:25

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Orang Kaya Saudi Berusaha Pergi Dari Kerajaan Khawatir Represi Yang Meningkat Sejak MBS Berkuasa

Rabu, 30 Sep 2020 19:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X