Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.271 views

Keterbatasan Pembelajaran Daring Amputasi Hak Siswa

 

Oleh:

Siti Subaidah || Pemeehati Lingkungan dan Generasi

 

MASA pandemi yang tak kunjung usai sudah bosan dirasakan masyarakat. Selama kurang lebih 7 bulan pandemi Covid-19 membersamai kehidupan kita. Dari sekedar istilah asing yang baru terdengar hingga kini lazim menjadi topik pembicaraan baik serius maupun untuk sekadar bercandaan.

Lamanya pandemi ini tentu menyisakan segelintir masalah dalam tatanan kehidupan baru ini. Tak terkecuali dalam ranah pendidikan. Disaat panduan protokol kesehatan yang mengharuskan menjaga jarak dan menghindari kerumunan harus dijalankan. Maka sekolahpun diharuskan menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada. Alhasil sekolah daring pun menjadi pilihan.

Alih-alih dapat memberikan sumbangsih dalam menghambat penyebaran virus corona. Ranah pendidikan pun akhirnya menemui jalan buntu. Sekolah daring banyak menuai keluhan dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari keterbatasan HP android, jaringan yang tidak memadai, dan minimnya dana untuk membeli kuota.

Belum lagi rintihan emak-emak yang harus memandu dan menjelaskan kembali materi pelajaran yang diberikan oleh guru padahal mereka memiliki latar pendidikan yang berbeda-beda. Menurut riset terbaru INOVASI (Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia) mayoritas responden yang diminta melakukan pembelajaran daring bekerja sebagai petani (47%) dan berpendidikan SD (47%). 

Proses seperti komunikasi dengan guru, mendampingi proses belajar, membantu anak memahami materi, dan menyediakan alat pendukung pembelajaran sangat dibebankan pada Ibu. Artinya, akses pembelajaran daring tak hanya ditentukan lokasi, tetapi juga tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi orang tua. ( asumsi.co)

Fakta di atas jelas sekali menggambarkan bahwa ranah pendidikan pun tak siap menghadapi situasi pandemi ini. Pembangunan infrastruktur yang begitu masif dilakukan nyatanya tak diimbangi dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan. Bahkan bisa dikatakan pembangunan yang ada sama sekali tak memberi manfaat bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Alias hanya menguntungkan segelintir golongan tertentu.

Pembelajaran jarak jauh yang menuntut sarana telekomunikasi dan ketersediaan jaringan memaksa puluhan juta pelajar kehilangan haknya. Rumitnya skema pembelajaran daring ini pun membuat stres tidak hanya di kalangan guru, bahkan anak sekolah dan orang tua. Penyesuaian-penyesuaian yang ada menuntut pengorbanan lebih bahkan tak sedikit yang berujung pada kematian.

Masih ingatkah kisah Seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bernama Rudi Salam tewas karena terjatuh dari menara masjid di kampung halamannya demi mencari sinyal? Belum lagi perjalanan jauh yang ditempuh siswa siswi SD berkilo-kilo meter agar mendapat jaringan internet. Ditambah kasus kriminalitas seorang bapak nekat mencuri laptop demi anaknya untuk belajar daring. Hal tersebut sangat miris terasa manakala Indonesia menggembar-gemborkan predikat menuju negara maju. Lalu pertanyaannya “Maju” darimana?

Islam Menjamin Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Negara yang menerapkan aturan Islam sebagai landasannya, akan senantiasa mengutamakan kepentingan umat di atas segala-galanya. Jaminan kebutuhan dasar masyarakat merupakan hal yang wajib dipenuhi negara dalam kondisi apapun. Hal itu diantaranya kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan termasuk pendidikan.

Dalam Islam, negara mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan. Baik itu persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah, metode pengajaran,  serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah  mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. Rasulullah saw. Bersabda:

Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hal inilah yang menjadi dasar periayahan atau pengaturan kehidupan dasar masyarakat oleh negara. Bahkan menjadi sebuah kedzoliman jika ini tidak terpenuhi. Dengan mekanisme pengaturan kepemilikan umum yang mewajibkan pengelolaan sumber daya alam ditangan negara bukan pada asing maka seluruh pemasukan akan masuk kas negara. Pemasukan inilah yang nantinya digunakan untuk membiayai seluruh aktifitas periayahan umat, termasuk dalam hal ini pendidikan.

Berdasarkan sirah Nabi saw. dan tarikh Daulah Khilafah Islam (Al-Baghdadi, 1996), negara memberikan jaminan pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan prasarana) yang disediakan negara. Kesejahteraan dan gaji para pendidik sangat diperhatikan dan merupakan beban negara yang diambil dari kas Baitul Mal. 

Sebagai contoh Madrasah al-Muntashiriah yang didirikan Khalifah al-Muntahsir Billah di kota Baghdad. Di sekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga satu dinar (4,25 gram emas). Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya oleh negara. Fasilitas sekolah disediakan seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit, dan pemandian. Begitu pula dengan Madrasah an-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad 6 H oleh Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky. Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama siswa, perumahan staf pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi.

Inilah gambaran ketika Islam dijadikan dasar dalam membangun dunia pendidikan. Maka dalam pandemi sekalipun hak belajar dan bersekolah tidak akan teramputasi. Siapapun akan dapat terus menimba ilmu dengan segala sarana dan prasarana yang disediakan gratis oleh negara. Wallahu a'lam bishowwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Senin, 21 Sep 2020 16:37

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 14:45

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X