Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.312 views

Covid-19 Mewabah, Perceraian Meningkat

 

 

Oleh:

Hani Handayani A Md. || Komunitas Literasi

 

SEJAK menyebarnya wabah Covid-19 di Indonesia telah banyak dampak yang dirasakan masyarakat saat ini, bukan hanya  pola hidup yang mengalami perubahan, dalam kehidupan berumah tangga pun mengalami perubahan. Sehingga banyak keluarga yang sulit mempertahankan bahtera rumah tangga di masa pandemi, ini yang menyebabkan tingginya gugatan cerai di Pengadilan Agama. 

Dilansir dari media merderka.com (25/8) Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang Ahmad Sadikin mengatakan dalam sebulan, rata-rata pengajuan proses cerai mencapai 800 berkas, per hari bisa melayani 159 gugatan cerai. Pelayanan sempat ditutup saat virus (Covid-19) dikatagorikan sebagai pandemi. 

Kondisi yang sama juga terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, hingga pertengahan 2020 peningkatan sudah terdata antara 15-20 persen. Menurut Humas PN Medan, Immanuel Tarigan “Tahun ini hingga Agustus 2020 perkara perceraian di PN Medan sudah mencapai 275 perkara,” (suaramerdeka.com 26/8). 

Banyak faktor yang menyebabkan tingginya gugatan perceraian ini. Diantaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pertengkaran  suami istri maupun  perselingkuhan. Namun persentase jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding gugatan cerai karena faktor ekonomi yang nilainya lebih tinggi. 

Sebagian kalangan menilai bahwa permasalahan ini muncul karena situasi pandemi, sehingga menyebabkan kondisi psikis para istri banyak tertekan. Anak-anak sekolah di rumah, suami bekerja dari rumah, bahkan ada suami yang kena PHK sehingga para istri dibuat harus memutar otak untuk mengelola keuangan, tak jarang para istri turut bekerja demi mencari tambahan pemasukan keuangan keluarga. 

Sehingga dalam menjalankan bahtera rumah tangga, banyak yang mengalami disharmoni bahkan disfungsi akut akibat beban ekonomi yang berat di masa pandemi saat ini. Menyebabkan   rumah tangga tidak bisa dijadikan sebagai benteng pertahanan dan tempat yang aman sebagai perlindungan dimasa pandemi ini.

Dalam membina bahtera rumah tangga kadang tidaklah semulus jalan tol, riak dan badai dalam rumah tangga pasti ada dan ada sebagian yang tidak mampu menghadapi badai ini sehingga memilih tidak  mempertahankan biduk rumah tangga dan menjadikan perpisahan (cerai) sebagai solusi jalan keluar dari persoalan dalam rumah tangga.

Memang di dalam agama terutama agama Islam, perceraian bukanlah sesuatu yang dilarang, tetapi sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Terlebih bila hanya masalah ekonomi dalam keluarga, hal ini sesungguhnya bisa di selesaikan bila suami istri saling menyadari bahwa rezeki itu adalah Allah yang mengatur manusia di minta hanya berusaha. 

Seyogyanya ketika pasangan suami istri dalam kondisi sulit hendaknya saling mendukung dan berusaha agar permasalahan dalam rumah tangga baik itu masalah ekonomi atau yang lainnya, bisa diselesaikan dengan bersama-sama. Karena niat awal membangun rumah tangga adalah menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Sayangnya hal ini tidaklah dipahami dan diaplikasikan seutuhnya oleh para pasturi, karena keterbatasan ilmu agama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sehingga dalam situasi saat ini tujuan membina rumah tangga tidak lagi bisa terwujud. 

Oleh karena itu Islam mempunyai aturan dalam permasalahan rumah tangga, bagaimana Allah SWT telah memerintahkan agar para suami bersahabat secara baik kepada istrinya. Sehingga rumah tangga yang dibina akan menentramkan jiwa dan kebahagiaan akan tercipta. Suami juga tidak melupakan kewajibannya memberikan nafkah lahir dan batin yang baik kepada istrinya. 

Bila terjadi perselisihan suami sebagai pemimpin di bimbing dalam menyelesaikannya seperti, ketika istri membangkang kepada suami maka istri diberi nasehat dan bila perlu dipisahkan tempat tidur dan dipukul ini seperti yang dijelaskan di dalam TQS (an-Nisa [4]:34), tetapi pukul di sini bukan pukulan yang membahayakan.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam khutbah beliau ketika haji Wada'. Saat itu beliau bersabda: “ jika mereka melakukan tindakan tersebut (yakni nusyuz), maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan (menyakitkan).” (HR. Muslim dari jalur Jabir RA) 

Sejatinya Islam adalah agama yang sempurna disetiap permasalahan yang terjadi pada manusia Islam punya solusinya. Seperti itulah tuntunan Isla. dalam menjalani bahtera rumah tangga ketika ada riak dan gelombang dalam rumah tangga, sejatinya hal ini tidaklah bisa di lepas dari peran individu, masyarakat dan negara agar saling bersinergi agar tercipta ketahanan keluarga kuat sehingga bisa mencegah terjadinya perceraian. Karena ketahanan keluarga yang kuat akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas untuk penerus bangsa ini. Wallahu a’lam.*

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Latest News

MUI

Must Read!
X