Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.218 views

Indonesia Heningkan Cipta, 100 Dokter Gugur Menyimpan Duka

 
 
Oleh:
 
dr. Agnes Lituhayu || Praktisi Kesehatan, Aktivis Muslimah

 

 

KEKHAWATIRAN banyak pihak bahwa pandemi ini akan menelan banyak korban dari tenaga medis telah terbukti. Hanya dalam waktu enam bulan, pertiwi telah berduka dengan gugurnya lebih dari seratus dokter akibat Covid-19. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sudah genap 100 dokter yang gugur melawan infeksi virus Corona jenis baru atau dikenal dengan nama SARS-CoV-2 pada Sabtu 30 Agustus 2020. Jumlah ini terus bertambah mencapai 102 dokter pada dua hari berikutnya, sebagaimana yang diungkap oleh Ketua Satgas Covid-19 IDI,  Zubairi Djoerban.

"Hari ini (Selasa, 1 September 2020), sudah ada 102 dokter yang meninggal," ucap Zubairi (Kompas.com).

Adapun nama-nama dokter tersebut berasal dari sejumlah daerah yang tersebar di Jawa, Sulawesi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, hingga Papua. Berdasarkan informasi dari laman instagram Pandemic Talks, sebuah platform info dan data terkini seputar Covid-19 di Indonesia dari spektrum sains dan ekosos, Provinsi Jawa Timur adalah penyumbang kematian dokter terbanyak (Jumat, 21 Agustus 2020). Sementara itu, jika dilihat dari timeline-nya, laju kematian dokter menurun sebanyak 71% pada bulan Mei. Sayangnya berlanjut dengan peningkatan drastis pada Juni dan Juli, yaitu 150% dan 200%.

Bukti Buruknya Sistem Kesehatan

Kasus kematian lebih dari seratus dokter dengan diagnosis seragam, yaitu Covid-19 adalah potret buruknya sistem kesehatan dan penanganan wabah di negeri ini. Nampaknya pemangku kebijakan tidak memiliki solusi yang jelas untuk menyelesaikan pandemi dengan segera. Minim dan buruknya distribusi Alat Pelindung Diri (APD), jumlah pasien suspek maupun terkonfirmasi yang membludak tak sebanding dengan fasilitas kesehatan, serta rumitnya proses diagnostik membuat tenaga kesehatan yang langsung berhadapan dengan pasien Covid mudah terpapar virus.

Sementara mereka yang tidak secara langsung menangani pasien Covid, tidak berarti bebas dari ancaman penularan. Sebab jangkauan testing untuk skrining masih rendah, tracing dan isolasi yang tidak ketat, ditambah dengan kebijakan perbaikan resesi ekonomi yang justru kontras dengan peraturan protokol kesehatan. Rupanya ekonomi yang sehat dipandang jauh lebih penting dari pada masyarakat sehat yang bebas dari ancaman virus mewabah.

Tingginya angka kematian dokter tentu berdampak besar pada pelayanan kesehatan. Jika sebelum masa wabah, rasio jumlah dokter dan masyarakat yang menjadi tanggungannya sudah tidak ideal, maka saat pandemi sekarang rasio ini makin mengkhawatirkan. Pandemic Talks merilis Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) akibat Covid-19 cukup besar, yakni 330,9. Artinya ada 330.900 penduduk Indonesia kehilangan 1 dokter yang seharusnya bisa memberi pelayanan kesehatan.

Bahkan saat ini tidak sedikit fasilitas kesehatan dari rumah sakit, Puskesmas, klinik, dan praktik pribadi yang memilih untuk menghentikan sementara semua pelayanannya akibat beberapa petugas terkonfirmasi positif Covid. Mereka tumbang satu demi satu menghadapi pandemi yang tak kunjung usai.

Padahal bukan sebuah hal yang mudah melahirkan satu orang dokter, terlebih dokter super spesialis dan konsultas spesialis. Butuh proses panjang dan tentu memakan waktu yang tidak singkat. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Tim Audit dan Advokasi Kematian Dokter PB IDI, Dr. dr. Mahlil Ruby.

"Investasi pendidikan dokter cukup mahal. Apa lagi banyak dokter yang gugur sebagai super spesialis atau konsultan spesialis. Mendidik seorang dokter sampai menjadi super spesialis butuh waktu 12-15 tahun. Sehingga negara sesungguhnya rugi karena kehilangan tenaga-tenaga profesional untuk melayani rakyat," kata Ruby.

Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa ada inisiatif pemerintah memberi solusi yang benar-benar efektif dan paripurna, maka bisa dipastikan sistem kesehatan negara ini ke depannya akan semakin buruk. Langkah perbaikan ekonomi demi mencegah resesi seharusnya tak menyingkirkan upaya penyelamatan jutaan nyawa manusia.

Islam Solusi Tuntas Pandemi

Begitulah jika sistem kesehatan dijalankan dengan asas sekuleristik. Serta menjadikan kapitalisme sebagai basis sistem ekonomi. Orientasinya hanya berpusat pada profit semata. Jauh dari pandangan menjaga jiwa manusia. Pemangku tanggung jawab hanya akan menurunkan solusi yang mendatangkan keuntungan materi bagi mereka. Sama sekali tidak memiliki visi menyelamatkan nyawa rakyat.

Sungguh, sudah saatnya semua kalangan melirik Islam sebagai alternatif yang mampu memberi solusi tuntas penanganan pandemi. Jika dasar kebijakannya adalah menjaga jiwa manusia, maka tidak heran Islam akan secara optimal mempersenjatai para prajurit kesehatan dalam menghadapi wabah. Mengkondisikan masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang beresiko memperparah penyebaran virus.

Memberi jaminan, perlindungan, serta penghargaan yang layak bagi para tenaga kesehatan. Menyediakan secara optimal kebutuhan fasilitas kesehatan khusus masa wabah. Serta mendorong dan memberi apresiasi besar bagi para ahli untuk segera menemukan vaksin, teknologi diagnostik, serta obat yang tepat agar penyebaran wabah segera terkendali. Semua solusi ini disempurnakan dengan adanya jaminan pemenuhan kebutuhan pokok seluruh rakyat, baik tanpa pandemi terlebih dalam masa pandemi.

Untuk itu, hendaknya para tenaga medis bisa menyadari seberapa pelik masalah yang kini mereka hadapi. Berjibaku dengan pandemi tanpa naungan perlindungan ataupun dukungan dari pemerintah. Kesadaran yang nantinya bisa mengalihkan mereka pada solusi yang komprehensif sistematis, bukan semata berputar-putar pada solusi medis. Tentunya sekali lagi, solusi ini hanya ada dalam sistem Islam. Wallahu'alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Senin, 08 Aug 2022 08:12

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Senin, 08 Aug 2022 08:04

Ummu Imarah

Ummu Imarah

Senin, 08 Aug 2022 07:42

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Ahad, 07 Aug 2022 21:50

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Ahad, 07 Aug 2022 21:25

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Ahad, 07 Aug 2022 21:15

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

Ahad, 07 Aug 2022 20:59

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Ahad, 07 Aug 2022 20:55

Partai Gelora Resmi Daftar ke KPU

Partai Gelora Resmi Daftar ke KPU

Ahad, 07 Aug 2022 20:41

Korupsi Penyakit Terbesar di Indonesia

Korupsi Penyakit Terbesar di Indonesia

Ahad, 07 Aug 2022 16:00

Mindset Bunuh Diri Nodai Generasi

Mindset Bunuh Diri Nodai Generasi

Ahad, 07 Aug 2022 15:55

Sudah 11 Orang Tewas 80 Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Baru Israel Di Jalur Gaza

Sudah 11 Orang Tewas 80 Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Baru Israel Di Jalur Gaza

Sabtu, 06 Aug 2022 22:36

Serangan Terbaru Zionis Israel Ke Gaza: Bagaimana Dunia Bereaksi Atas Agresi Israel

Serangan Terbaru Zionis Israel Ke Gaza: Bagaimana Dunia Bereaksi Atas Agresi Israel

Sabtu, 06 Aug 2022 21:31

MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Sabtu, 06 Aug 2022 21:06

MUI Daerah Didorong Optimalkan Lembaga Seni Budaya

MUI Daerah Didorong Optimalkan Lembaga Seni Budaya

Sabtu, 06 Aug 2022 08:22

Saudi Umumkan Upaya Untuk Jadi Tuan Rumah Asian Winter Games 2029

Saudi Umumkan Upaya Untuk Jadi Tuan Rumah Asian Winter Games 2029

Jum'at, 05 Aug 2022 22:00

Israel Serang Gaza Menyusul Ketegangan Setelah Penangkapan Anggota Senior Hamas Di Tepi Barat

Israel Serang Gaza Menyusul Ketegangan Setelah Penangkapan Anggota Senior Hamas Di Tepi Barat

Jum'at, 05 Aug 2022 21:25

Resensi: Pembuka Hidayah Jilid 3: Novel Biografi KH. Choer Affandi (Bagian 2-Selesai)

Resensi: Pembuka Hidayah Jilid 3: Novel Biografi KH. Choer Affandi (Bagian 2-Selesai)

Jum'at, 05 Aug 2022 20:49

Fraksi PKS DPR Usul Pembentukan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Fraksi PKS DPR Usul Pembentukan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jum'at, 05 Aug 2022 18:09

Penyucian Jiwa dalam Menghadapi Kesulitan

Penyucian Jiwa dalam Menghadapi Kesulitan

Jum'at, 05 Aug 2022 15:37


MUI

Must Read!
X