Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.087 views

Pilkada di Tengah Covid-19 untuk Siapa?

 

Oleh:

Zaenal Abidin Riam || Koordinator Presidium Demokrasiana Institute/Pengamat Kebijakan Publik

 

PEMERINTAH secara resmi tetap berketetapan melaksanakan Pilkada serentah tahun 2020,  protes dari berbagai pihak sama sekali tidak menyurutkan niatan pemerintah menunda Pilkada. Langkah pemerintah ini terbilang nekat dan inkonsisten.

Disebut nekat karena Pilkada yang digelar di tengah pandemi covid-19 berpotensi besar memicu ledakan kasus positif covid-19. Pembelaan pemerintah bahwa akan menerapkan Pilkada model baru yang tetap mematuhi protokol covid-19. Pada praktiknya di lapangan akan terlampau susah terealisasi. Sejak bakal calon kepala daerah mulai mendeklarasikan diri, kerumunan massa menjadi pemandangan biasa, aparat juga tidak sepenuhnya mampu menertibkan massa yang berkerumun.

Disebut inkonsisten, karena kebijakan pemerintah yang tetap melaksanakan pilkada, justru menabrak kebijakan sebelumnya yang fokus pada pencegahan penularan covid-19, mau mencegah tetapi membuka ruang kerumunan, logika kebijakan yang ambigu. 

Kita tidak melihat adanya sebuah kegentingan yang memaksa, sehingga Pilkada harus tetap digelar di tengah pandemi covid-19. Bila berasumsi bahwa belum ada payung hukum yang mengatur penundaan pikada, maka alangkah baiknya menelaah Undang Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Dalam Pasal 201A ayat 3 terdapat pilihan sebagai jalan keluar, yakni bahwa apabila bencana non alam belum berakhir, Pilkada bisa ditunda dan dijadwalkan kembali segera setelah bencana non alam berakhir. Dalam kasus ini covid-19 masuk kategori bencana non alam. Undang Undang ini secara jelas merupakan payung hukum yang bisa digunakan pemerintah untuk menunda pilkada.

Kekhawatiran akan terjadinya kekosongan kekuasaan ketika pilkada ditunda, sebab akan banyak kepala daerah yang habis masa jabatannya sebelum pilkada bisa digelar kembali, juga bukan alasan yang bisa digunakan untuk tidak menunda Pilkada. Faktanya Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, bisa dijadikan dasar untuk memecahkan masalah ini. Jika kepala daerah telah habis masa jabatannya, sementara belum terpilih kepala daerah yang baru, maka akan diangkat Pj (pejabat) yang akan mengisi kekosongan tersebut, sambil menunggu kepala daerah diisi oleh pejabat tinggi madya.

Negara ini tidak kekurangan pejabat tinggi madya, jumlahnya banyak dan tersebar di berbagai daerah. Pejabat tinggi madya akan bertugas sebagai Pj hingga terpilihnya kepala daerah yang baru, mekanisme seperti ini sudah sering dipraktikkan dalam sistem birokrasi pemerintahan, oleh sebab itu kekhawatiran akan terjadinya kekosongan kekuasaan tidak memiliki dasar yang kuat.

Lalu untuk siapa sesungguhnya pemerintah menggelar Pilkada? Pilkada merupakan instrumen demokrasi. Dalam negara demokrasi masih relevan untuk meminjam pandangan filsuf Italia, Cicero, ia berkata “salus populi suprema lex esto” (keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi dalam sebuah Negara). Apakah sikap nekat melaksankan Pilkada di tengah pandemi covid-19 yang ganas merupakan tindakan mengutamakan keselamatan rakyat? Ah rasanya tidak, sebaliknya, tindakan tersebut berpotensi besar menjadikan rakyat sebagai tumbal.

Jangan pernah menjadikan demokrasi sebagai dalih yang merugikan rakyat. Sebab tindakan tersebut sungguh sangat tidak demokratis, jika memang berpikir bahwa Pilkada adalah hak rakyat yang mesti dipenuhi, maka penuhilah dengan cara menunda Pilkada, sebab dengan menundanya berarti pemerintah telah memenuhi hak rakyat untuk terus hidup, dan ini merupakan hak paling dasar.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Kelompok HAM Kecam Eksekusi Extra-Yudisial Polisi Israel Terhadap Warga Palestina Di Yerusalem

Ahad, 05 Dec 2021 21:05

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Polisi Inggris Perlakukan Keluarga 'Pengantin ISIS' Sebagai Tersangka Dan Penjahat

Ahad, 05 Dec 2021 20:35

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan

Ahad, 05 Dec 2021 19:43

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Minta Maaf yang Bukan Minta Maaf

Ahad, 05 Dec 2021 19:33

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Kemenkes Targetkan Indonesia Bisa Mandiri Farmasi dan Alat Kesehatan

Ahad, 05 Dec 2021 19:26

86 Organisasi HAM Desak Uni Eropa Larang Spayware NSO Group Israel

86 Organisasi HAM Desak Uni Eropa Larang Spayware NSO Group Israel

Ahad, 05 Dec 2021 19:15

Turki Dakwa 16 Orang Yang Dicurigai Menjadi Mata-mata Badan Intelijen Israel Mossad

Turki Dakwa 16 Orang Yang Dicurigai Menjadi Mata-mata Badan Intelijen Israel Mossad

Ahad, 05 Dec 2021 17:35

UU Cipta Kerja bak Terekam Dalam VAR

UU Cipta Kerja bak Terekam Dalam VAR

Ahad, 05 Dec 2021 16:55

Jelang Keberangkatan Haji dan Umrah, Politisi PAN Minta Pemerintah Waspadai Virus Omicron

Jelang Keberangkatan Haji dan Umrah, Politisi PAN Minta Pemerintah Waspadai Virus Omicron

Ahad, 05 Dec 2021 12:18

Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi

Ekonomi Syariah Tetap Tangguh di Masa Pandemi

Ahad, 05 Dec 2021 11:56

Rusia Siapkan Serangan Multi-Front Terhadap Ukraina Dengan Kekuatan 175.000 Tentara

Rusia Siapkan Serangan Multi-Front Terhadap Ukraina Dengan Kekuatan 175.000 Tentara

Sabtu, 04 Dec 2021 21:45

Polisi Tahan Puluhan Orang Yang Dituduh Membunuh Penista Agama Asal Sri Lanka Di Pakistan Timur

Polisi Tahan Puluhan Orang Yang Dituduh Membunuh Penista Agama Asal Sri Lanka Di Pakistan Timur

Sabtu, 04 Dec 2021 21:16

Arab Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Festival Musik Terbesar Di Timur Tengah

Arab Saudi Akan Jadi Tuan Rumah Festival Musik Terbesar Di Timur Tengah

Sabtu, 04 Dec 2021 20:05

IDEAS Proyeksi Jumlah Orang Miskin Melonjak Jadi 29,3 Juta pada Tahun 2022

IDEAS Proyeksi Jumlah Orang Miskin Melonjak Jadi 29,3 Juta pada Tahun 2022

Sabtu, 04 Dec 2021 17:18

Ketum MUI Ajak Semua Pihak Dukung Kongres Ekonomi Umat II

Ketum MUI Ajak Semua Pihak Dukung Kongres Ekonomi Umat II

Sabtu, 04 Dec 2021 17:10

 Partai Gelora Bakal Terapkan Strategi 'O Poin O' untuk Menghadapi Pemilu 2024

Partai Gelora Bakal Terapkan Strategi 'O Poin O' untuk Menghadapi Pemilu 2024

Sabtu, 04 Dec 2021 16:47

Munas Wanita Al Irsyad ke-13 Fokuskan Soal Ketahanan Keluarga

Munas Wanita Al Irsyad ke-13 Fokuskan Soal Ketahanan Keluarga

Sabtu, 04 Dec 2021 15:25

Lewat Lomba Baca Kitab Kuning, PKS Ajak Masyarakat Hormati Ulama

Lewat Lomba Baca Kitab Kuning, PKS Ajak Masyarakat Hormati Ulama

Sabtu, 04 Dec 2021 15:20

Kemenag Beri Apresiasi kepada Lembaga-Pegiat Zakat dan Wakaf

Kemenag Beri Apresiasi kepada Lembaga-Pegiat Zakat dan Wakaf

Sabtu, 04 Dec 2021 15:03

Serangan Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Qaidah di Idlib Suriah

Serangan Drone AS Tewaskan Komandan Senior Al-Qaidah di Idlib Suriah

Sabtu, 04 Dec 2021 15:02


MUI

Must Read!
X