Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.717 views

Penyintas COVID-19 Bagikan Pengalaman Menarik di Webinar ARM HAIPB

BOGOR (voa-islam.com)--Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (ARM HAIPB) menggelar webinar bertajuk "Perilaku Hidup Aman dan Sehat Saat Pandemi, Belajar dari Para Penyintas COVID-19" pada Sabtu (10/10/2020).

Narasumber acara tersebut Ir. Imam Teguh Saptono, MM (Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia) dan Lely Pelitasari SP, ME (Wakil Ketua Ombudsman RI) selaku penyintas, serta Juhaeri Muchtar Ph.D (Vice Presiden Sanofi) selaku pakar epidemiologi. Sekitar 250 peserta mengikuti webinar yang dipandu CEO Kubik Leadership Jamil Azzaini. Ada peserta mengaku sedang isolasi mandiri, selain juga survivor Covid-19.

Ketua HA IPB Fathan Kamil dalam sambutannya mengatakan, webinar ini  bagian dari komitmen Himpunan Alumni IPB dalam berkhidmad kepada bangsa. "Di saat kondisi bangsa yang cukup memprihatinkan sementara negara dalam keterbatasan, harus ada inisiatif dari komponen bangsa untuk berkontribusi, jadi kita ingin menyebarkan energi positif melalui acara ini," ujarnya membuka diskusi.

Diskusi diawali dengan kisah Lely Pelitasari yang positif Covid-19 di awal pandemi. Mulanya, Lely mengaku tidak percaya karena kondisi badannya tanpa gejala. "Saya di swab bukan karena sakit tetapi karena prokoler, namun ketika rumah sakit mengabarkan positif saya sempat kaget, khawatir orang-orang di rumah dan lingkungan kantor juga kena," katanya. Meski demikian, Lely berusaha tidak panik. "Kalau saya panik keluarga akan lebih panik lagi," tuturnya.

Dalam masa isolasi di rumah sakit selama 14 hari, Lely merasa badan hangat dan sakit tenggorokan. Karenanya, ia selalu menyediakan air panas dan madu serta air garam untuk meredakan sakit tenggorokan. "Selama isolasi yang membuat drop itu pikiran, dan itu berdampak ke fisik. Jadi, kita harus berusaha jangan panik," tuturnya.

Lely mengaku banyak hikmah yang didapat setelah sembuh. Ia lebih peduli kepada sesama dan peduli tentang kesehatan dengan mengubah gaya hidup. "Selama bekerja di Ombudsman saya jarang olahraga, sekarang saya harus terus berolahraga. Jadi jaga raga jaga jiwa, setiap malam sebelum tidur saya selalu membaca Qur'an, kondisi lebih tenang dan bangun pagi badan juga lebih enak," ungkapnya.

Lain cerita, pengalaman Imam Teguh Saptono saat terkena virus Corona kondisinya cukup parah. Padahal Imam termasuk orang yang peduli dengan kesehatan, ia rutin dua kali seminggu berolahraga dan selalu cek kesehatan setiap tahun. "Saya percaya Covid ini ringan karena merasa badan kuat, bahkan sebelum viral obat-obat yang bisa mengatasi Covid seperti probiotik itu saya sudah minum, termasuk vitamin, madu, habat juga saya minum. Apalagi saya termasuk percaya teori konspirasi walaupun tetap percaya bahwa Covid itu ada. Jadi dengan keyakinan itu saya punya perasaan menyangkal bisa terkena Covid," tuturnya.

Saat terkena virus, Imam merasakan sesak nafas, badan menggigil dan sulit tidur, selera makannya pun hilang. Ketika itu, dokter memasang ventilator untuk membantu pernafasannya. "Dan saya sempat diare di malam hari, jadi tidak bisa tidur, badan pun lemas dan 'kunang-kunang'. Di saat kondisi kritis saya sudah tidak bisa mengangkat tangan, namun masih bisa menanyakan hari. Saya ingat ketika itu Kamis dan kalaupun harus meninggal saya berharap besoknya (Jumat). Kemudian saya pun minta video call ke istri dan keluarga untuk minta maaf dan minta terus didoakan," kata Imam.

"Dan bagi seorang Muslim saat itu posisi saya merasa sedang di tengah-tengah antara yakin akan rahmat Allah namun ada ketakutan karena merasa kurang taat," tambahnya.

Kondisi makin parah, kaki tangan sempat diikat dan badan sudah banyak kabel. "Mesin berkontribusi 80%, paru-paru tertutup, laju endap darah maksimal 300 saya sampai 3.000, saya juga terkena sindrom badai sitokin yang itu bisa membahayakan organ-organ lain. Saya merasa saat itulah titik terendah, namun alhamdulillah dengan banyak berdoa saya bisa melewati itu dan berangsur sembuh," ujar mantan Dirut BNI Syariah tersebut.

Bahkan, lanjut Imam, ia termasuk pasien yang mampu melewati masa kritis dengan cepat. "Biasanya pasien memakai ventilator selama seminggu sampai dua minggu, tetapi saya hanya empat hari. Kata dokter, rata-rata cuma 3 dari 5 orang yang bangun (selamat) pasca ventilator," katanya.

Salah satu yang membuatnya sembuh adalah penyemangat dari keluarga dan sahabat. Imam dikirimi video dan pesan suara dari sang istri, keluarga dan para sahabatnya. Mereka memberikan semangat dan mendoakan Imam cepat sembuh. 

"Saya menilai virus ini punya 'surat tugas' masing-masing, sudah ada yang ditujunya. Keluarga dan teman yang sebelumnya aktivitas bersama semuanya negatif. Jadi jangan panik tapi juga jangan anggap enteng. Menjaga protokol kesehatan adalah wajib karena itu wujud kesyukuran, karena menjaga kesehatan adalah wujud syukur kepada Allah," tandas Imam.

Berikutnya, informasi seputar virus Covid-19 disampaikan oleh pakar evidomologi Juhaeri Muchtar. Ia alumni IPB yang saat ini menetap di Amerika Serikat dan menjadi Vice Presiden Sanofi, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia.

Juhaeri membandingkan menurut angka insidensi, di Indonesia dari 10 ribu penduduk 12 orang yang positif dengan di Amerika dari 10 ribu penduduk 230 yang positif. Sementara tingkat kematian di Indonesia 3,6 % lebih tinggi dari Amerika 2,7 %. "Dengan jumlah penduduk yang sama-sama banyak, apakah itu menunjukkan bahwa deteksi, isolasi atau treatment kita lebih baik atau imunitas warga Indonesia lebih kuat atau mungkin sistem deteksi yang belum lengkap," kata dia.

Terkait vaksin, Juhaeri mengingatkan agar jangan terlalu cepat meyakini karena harus benar-benar diuji. "Di Oxford sudah sempat didengung-dengungkan penemuan vaksinnya tapi ternyata masih ada efek negatifnya yang berbahaya, itu sebagai contoh. Produksi harus melalui beberapa tahap dan itu perlu waktu, dan kita berharap mudah-mudahan vaksin segera hadir namun menurut saya pertengahan 2021 baru ada," ungkapnya.

Ia khawatir jika terburu-buru meyakini vaksin, masyarakat menjadi eforia sehingga mengabaikan protokol kesehatan. "Saya mengingatkan seandainya sudah ada vaksin kita tetap memakai protokol kesehatan," pesannya.

Dalam menghadapi pandemi saat ini, Juhaeri menyampaikan tiga pesan sebagai kalimat penutup. Pertama, adaptasi dengan kehidupan. "Gaya hidup harus diperbaiki, hubungan dengan Tuhan perbaiki, dengan sesama manusia juga diperbaiki," pesannya.

Yang kedua, kita harus tahan banting, karena menurut Juhaeri masa pandemi ini masih panjang. Dan yang ketiga, jangan berhenti berusaha. Semua pihak harus terus berupaya agar pandemi ini bisa segera berlalu.

Acara diskusi semakin menarik dengan adanya pengalaman dari Prof Roy Sembel saat terkena Covid di Amerika dan cerita Artati Widiarti, Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat ini masih menjalani isolasi karena positif COVID-19. Dari pengalaman keduanya disimpulkan bahwa sikap positif sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Lebih seratus chat komentar ditulis peserta. Umumnya mereka merasa sangat beruntung bisa mengikuti diskusi online ini. Mereka berharap diskusi semacam ini bisa diadakan kembali oleh ARM HA IPB.

Diskusi ditutup oleh moderator Jamil Azzaini dengan mengajak semua pihak mendekat kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar memberikan pertolongannya untuk kita semua.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Senin, 20 Sep 2021 12:27

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Senin, 20 Sep 2021 11:58

Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Laporan: Mossad Bunuh Ahli Nuklir terkemuka Iran Dengan 'Robot Pembunuh'

Ahad, 19 Sep 2021 21:00

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

ISIS Nyatakan Tanggung Jawab Atas Pemboman Pipa Gas Alam Utama Di Tenggara Suriah

Ahad, 19 Sep 2021 20:35

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Klaim Tangkap Kembali 2 Pejuang Palestina Tersisa Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Ahad, 19 Sep 2021 20:06

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Bekali UMKM, Yayasan Amaliah Astra Gelar Workshop 'Usaha Moncer di Masa Pandemi'

Ahad, 19 Sep 2021 19:53

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55


MUI

Must Read!
X