Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.148 views

Roller Coaster Harga Cabai

 

Penulis:

Fita Rahmania, S. Keb., Bd.

 

CABAI adalah salah satu komoditi pangan penting bagi penduduk Indonesia sejak masa Jawa kuno dan menjadi semakin familiar dengan lidah orang Indonesia. Walaupun ukurannya kecil, sensasi pedasnya akan menambah kenikmatan pada makanan. Tak heran jika orang Indonesia terkenal akan kegemarannya pada sambal, yakni olahan  saus yang berbahan dasar cabai yang dihancurkan sampai keluar kandungan airnya sehingga muncul rasa pedasnya.

Oleh karenanya, fluktuasi harga cabai di masyarakat sangat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi. Apabila harga cabai meroket, mereka akan kelimpungan karena begitu pentingnya cabai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lini rumah tangga, pedagang sayur, pedagang makanan, semua merasa resah. Namun, bila harga cabai merosot satu-satunya yang dirugikan adalah para petani cabai.

Sepanjang tahun ini saja beberapa kali harga cabai mengalami naik turun. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, pada awal Januari 2021 harga cabai rawit merah berada pada kisaran harga Rp 71.250 per kg. Kemudian merangkak naik hingga pada pertengahan Maret 2021, harga cabai rawit merah menembus harga Rp 100.400 per kg. Di bulan April 2021 harga cabai perlahan turun dan pada bulan Mei harga cabai Rp 66.000. beberapa bulan berselang yakni di akhir bulan Agustus hingga hari ini tanggal 07/09/2021, harga cabai anjlok hingga berada di harga Rp 36.750.

Ketidakstabilan harga cabai selain disebabkan oleh dampak diberlakukannya pembatasan masyarakat saat pandemi, ternyata juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan impor cabai. Dilansir dari cnbcindonesia.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2021, Indonesia telah melakukan impor cabai sebanyak 30.157,3 ton dengan nilai US$ 64,62 juta atau setara dengan Rp 930,5 miliar (Kurs Rp 14.400/US$).

Nilai impor periode Januari-Juli 2021 naik 58,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang nilainya mencapai US$ 40,84 juta dengan volume impor mencapai 21.538,79 ton. Negara-negara pemasok cabai sepanjang Januari-Juli 2021 diantaranya India, China, Malaysia, Spanyol, Australia, dan negara lainnya.

Menurut direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Bambang Sugiharto dalam siran pers pada Senin, 24 Agustus 2021, impor cabai tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri. Dalam keterangannya, Bambang mengatakan cabai diimpor dalam bentuk cabai kering dan juga cabai bubuk, dan bukan cabai segar konsumsi.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai nasional pada 2020 mencapai 2,77 juta ton. Angka tersebut mengalami peningkatan 7,11 persen dibandingkan dengan tahun 2019. Selain itu pada tahun 2020, Indonesia juga tercatat mengekspor aneka cabai dengan nilai US$25,18 juta, artinya naik 69,86 persen dibandingkan dengan 2019.

Kebijakan impor cabai ini mendapat kritikan pedas dari banyak pihak. Salah satunya Politisi Partai Demokrat Yan Harahap yang mengingatkan kembali kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum menjadi orang nomor satu di Indonesia. Salah satu kampanye Jokowi tersebut yakni memiliki misi untuk menghentikan impor pangan.

Yan sangat menyayangkan pemerintah yang kini justru lebih banyak impor. Pemerintah masih saja impor cabai meskipun saat ini pasokannya berada pada posisi surplus di Indonesia.

“Kini dikit-dikit impor. Cabai, yang pasokannya surplus pun diimpor,” ungkap Yan Harahap.

Oleh karena itu menurutnya wajar apabila para petani cabai marah, sebab saat tiba panen harga cabai tersebut anjlok.

Polemik anjloknya harga cabai adalah satu dari sekian banyak komoditi lain yang diimpor namun dampaknya malah merugikan petani atau produsen dalam negeri. Tentu hal ini tidak lain adalah bentuk akibat gagalnya sistem demokrasi yang diemban negeri ini dalam mengurusi rakyatnya.

Sistem ini menihilkan peran negara sebagai pengatur utama (regulator) pengelolaan pertanian dari hulu hingga hilir. Swasta dan perusahaan besar bisa berperan sebebas-bebasnya dalam menguasai modal dan mengelola aset-aset vital yang berhubungan dengan tata kelola pertanian. Akhirnya banyak petani yang tidak berdaya berpindah profesi dan tidak mau menjadi petani.

Negara harusnya bertanggungjawab penuh dalam melindungi petani lokal dan mengurusi petani mulai dari penyediaan lahan pertanian yang layak tanam, pupuk dengan harga terjangkau, memfasilitasi sistem irigasi yang bagus dan aman untuk lingkungan, menjaga stabilitas harga panen tanaman, hingga menjamin hasil panen terdistribusi dengan baik sampai ke tangan konsumen/rumah tangga.

Berbeda dengan sistem Islam. Pemimpinnya bertanggung jawab memberikan pelayanan penuh kepada rakyat untuk ketiga kebutuhan mendasar tersebut. Hal ini juga terkait dengan cara memilih pemimpin dalam sistem Islam yang murah dan tidak berbelit-belit.

Kegemilangan pemerintahan Islam bisa kita lihat pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Rakyatnya sejahtera pada zamannya. Kemakmuran umatnya merata, mulai dari wilayah Afrika hingga ke seluruh wilayah kekuasaan Islam, seperti Irak dan Basrah. Demikianlah jika Islam diterapkan secara kafah, keberkahan dari Allah melimpah dari langit dan bumi.

Allah Swt berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 96,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan karena perbuatannya.”*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Bahas Arah Perjuangan, MPUII Gelar Silaturahim Ulama dan Tokoh Umat

Kamis, 23 Sep 2021 19:37

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

62 Anak Tewas Tahun Ini Di Kamp Al-Hol Suriah Yang Dikelola Teroris YPG

Kamis, 23 Sep 2021 19:30

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Aktivis Desak Pihak Berwenang Tangkap Mantan Presiden George W. Bush Atas Kejahatan Perang Di Irak

Kamis, 23 Sep 2021 18:30

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59


MUI

Must Read!
X