Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.961 views

Rekontekstualisasi Fiqih, Perlukah?

 

Oleh:

Mela Ummu Nazry || Pemerhati Generasi dan Kebijakan Publik

 

PERUBAHAN dunia yang begitu cepat yang tidak berpihak pada kepentingan umat Islam dan kaum muslimin  hari  ini dan banyak memberikan kerugian bagi kehidupan umat Islam dan kaum muslimin. Sehingga kaum muslimin selalu berada dibarisan terakhir kehidupan hari ini.

Bahkan keberadaannya nyaris tidak diperhitungkan oleh dunia,  membuat sebagian kalangan muslim menilai jelek dan tidak sempurna fiqih dan segala hal yang berkaitan dengannya. Sehingga perlu direkontekstualisasi kembali agar fiqih yang digunakan oleh kalangan muslim yang selama ini dijadikan panduan beramal shalih, bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, fleksibel, tidak kaku, dan dapat diterima oleh semua kalangan. 

Sehingga harapan dari pihak yang menawarkan rekontekstualisasi fiqih adalah agar Islam bisa diterima oleh semua kalangan,  oleh dunia, yang hari ini banyak menolak segala hal yang berbau aturan Islam.  Diharapkan dapat menjadi solusi yang ditawarkan atas seluruh masalah yang menimpa umat Islam dan kaum muslimin, agar umat Islam dan kaum muslimin lebih moderat sehingga lebih bisa masuk ke semua kalangan. 

Alih-alih menjadi solusi yang ingin diterima,. Yang terjadi malah memantik polemik ditengah-tengah kaum muslimin itu sendiri.  Sebab rekontekstualisasi fiqih ternyata mengandung bahaya yang sangat nyata bagi umat Islam dan kaum muslimin.  Yaitu dapat merubah hukum-hukum yang telah baku, yang dapat menyesatkan umat Islam dan kaum muslimin dengan kesesatan yang nyata.  Alhasil bukan hanya masalah muamalah sesama manusia saja yang berubah,. Bahkan ibadah pun bisa berubah sesuai kepentingan hawa nafsu manusia.  Alhasil, jadilah hukum mengikuti perkembangan zaman.  Padahal sejatinya zaman harus tunduk pada hukum yang telah baku. 

Lebih jauh lagi rekontekstualisasi fiqih seolah menjadi pesanan pelengkap dari kalangan yang tengah mengarusutamakan ide moderasi beragama.  Menjadi agenda untuk semakin menjauhkan kaum muslimin dari pemahaman agamanya.  Atau jika boleh dikatakan, agar kaum muslimin memahami agamanya sesuai dengan cara pandang kafir barat dalam memandang dan memahami agama Islam yaitu penuh kebencian, menyamakan agama Islam sama dengan agama lainnya sebab menganggap jika kebenaran bersifat nisbi dan memandang jika ajaran agama Islam belum sempurna dan ketinggalan zaman, sehingga harus disempurnakan melalui proses rekontekstualisasi fiqih. 

Dari sini jelaslah bahwa ide rekontekstualisasi fiqih adalah ide nyeleneh yang berasal dari ketidakpercayaan diri sebagian kalangan kaum muslimin yang pemikirannya telah teracuni pemikiran kaum sekuler yang menganggap agama hanya aksesoris belaka tak pantas mengatur kehidupan publik.  Sehingga kehidupan publik hanya pantas diatur oleh hawa nafsu manusia saja. Aturan agama disingkirkan dari kehidupan publik. Aturan agama harus tunduk pada hawa nafsu manusia. 

Atau dengan kata lain, rekontekstualisasi fiqih adalah menempatkan kembali fiqih sesuai dengan keadaan zaman sehingga melahirkan fiqih alternatif yang bisa dipakai acuan bagi umat Islam dan  kaum muslimin untuk bersikap dan berperilaku sesuai hawa nafsunya.  

Pada akhirnya hukum diambil bagaikan hidangan prasmanan, diambil hanya hukum yang mendukung kepentingan hawa nafsu manusia saja.  Yang tidak mendukung kepentingan hawa nafsu manusia ditendang dan dihilangkan.   Inilah bahayanya aktivitas rekontekstualisasi fiqih yang dibangun berdasarkan metode mantik para pemikir dan filosof barat yang mengagungkan akal yang dikendalikan oleh hawa nafsu. 

Padahal sejatinya fiqih bukanlah buah pikiran manusia.   Sebagaimana pendapat filosof atau pemikir.  Namun fiqih adalah  pemahaman terhadap Wahyu ( Nash Qur'an dan hadits ) dengan kaidah yang telah ditetapkan syariat.

Artinya untuk menjawab tantangan zaman dan perubahannya,. Umat Islam dan kaum muslimin justru membutuhkan para Mujtahid yang mampu memahami nash-nash Qur'an dan Hadits guna menghukumi fakta kehidupan yang terjadi. Sehingga fakta kehidupan yang terjadi memiliki status hukum yang jelas apakah halal atau haram dengan tuntutan perbuatan apakah wajib, sunah, mubah, makruh atau haram.  Bukan malah merubah Nash Qur'an dan hadist agar sesuai dengan keadaan zaman dengan mekontekstualisasi fiqih ala barat dengan metode yang diambil dan dicontoh dari para pemikir dan filosof barat yang sekuler. 

Sebab metode menggali hukum syara terkait perkembangan zaman dalam Islam memiliki metode yang khas, yang sudah sangat cukup baku,  yang telah ditetapkan oleh hukum syariat,. Yaitu dengan melalui proses ijtihad.  Sehingga  dengan proses ijtihad tersebut, dapat diketahui status hukum atas sebuah perbuatan manusia dari sebuah konsekuensi perkembangan dan perubahan zaman. 

Artinya Perubahan zaman yang harus dihukumi dan harus diubah sesuai dengan ketetapan hukum yang telah ditetapkan syariat. Bukan malah mengubah hukum syariat melalui proses rekontekstualisasi fiqih agar syariat berubah mengikuti perkembangan zaman.

Jika syariat yang harus berubah mengikuti perkembangan zaman, lalu hukum siapa yang harus dan bisa kita pegang sebagai standar penentuan hukum perbuatan manusia? Bukankah hukum yang dijadikan standar dalam menilai wajiblah bersifat tetap dan baku? Artinya, hal ini semakin mempertegas jika agenda rekontekstualisasi fiqih tidak diperlukan oleh umat Islam dan kaum muslimin, sebab bertentangan dengan kaidah penggalian hukum yang telah ditetapkan oleh syariat.

 Justru yang diperlukan oleh umat Islam dan kaum muslimin saat ini adalah hadirnya para mujtahid yang memahami nash-nash syariat ( Qur'an dan hadist),  yang akan dijadikan sebagai sumber penggalian hukum atas perkara atau persoalan baru yang timbul dalam kehidupan manusia.  Bukan pemikir dan filosof yang berkiblat pada barat yang sekuler. Wallahu'alam.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Selasa, 09 Aug 2022 20:49

FWB, Worth it Kah?

FWB, Worth it Kah?

Selasa, 09 Aug 2022 08:34

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

Selasa, 09 Aug 2022 07:59

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Selasa, 09 Aug 2022 07:26

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Senin, 08 Aug 2022 22:04

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Senin, 08 Aug 2022 21:05

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Senin, 08 Aug 2022 20:31

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Senin, 08 Aug 2022 17:21

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Senin, 08 Aug 2022 08:12

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Senin, 08 Aug 2022 08:04

Ummu Imarah

Ummu Imarah

Senin, 08 Aug 2022 07:42

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Ahad, 07 Aug 2022 21:50

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Ahad, 07 Aug 2022 21:25

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Ahad, 07 Aug 2022 21:15

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

Ahad, 07 Aug 2022 20:59

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Ahad, 07 Aug 2022 20:55

Partai Gelora Resmi Daftar ke KPU

Partai Gelora Resmi Daftar ke KPU

Ahad, 07 Aug 2022 20:41

Korupsi Penyakit Terbesar di Indonesia

Korupsi Penyakit Terbesar di Indonesia

Ahad, 07 Aug 2022 16:00

Mindset Bunuh Diri Nodai Generasi

Mindset Bunuh Diri Nodai Generasi

Ahad, 07 Aug 2022 15:55

Sudah 11 Orang Tewas 80 Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Baru Israel Di Jalur Gaza

Sudah 11 Orang Tewas 80 Lainnya Terluka Akibat Serangan Udara Baru Israel Di Jalur Gaza

Sabtu, 06 Aug 2022 22:36


MUI

Must Read!
X