Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.296 views

Buanglah Sampah pada Tempatnya

 

Oleh:

Keni Rahayu|| Influencer Dakwah Milenial

 

INGAT slogan di atas gak? "Buanglah sampah pada tempatnya" adalah slogan yang nempel di dinding kelas zaman SD dulu membersamai beberapa slogan positif lainnya. Tujuannya apa? Tentu saja untuk mengajak semua pembacanya membuang sampah di tempatnya, yakni tempat sampah.

Biang Kerok Banjir

Kenapa sih kalau buang sampah harus di tempat sampah? Duh bahaya banget, salah satunya adalah banjir. Selain banjir, sampah bisa jadi sarang penyakit karena kotoran di mana-mana. Sampah menumpuk juga tempat favorit jin, loh. Hii ngeri. 

Ngomong-ngomong soal banjir, sayangnya buang sampah sembarangan bukan satu-satunya penyebab banjir. Sebab jika kita lihat, penyebab banjir hakiki bukan hanya karena sampah menumpuk di selokan atau kali. Salah satu penyebab banjir yang hari ini viral adalah deforestasi. 

Apaan tuh deforestasi? Sebuah aktivitas penebangan hutan besar-besaran. Bukan hanya kayunya yang dimanfaatkan, tapi hutan digundul dan dihabisi untuk dijadikan lahan. Di atas lahan didirikan bangunan berupa hunian, pariwisata, dan bangunan lainnya asal bagi investor menunjang cuan.  

Dilarang buang sampah sembarangan, dilarang menebang hutan sembarangan, dan berbagai aktivitas sembarangan lainnya sudah kita pelajari di bangku sekolah. Namun, pelajaran yang kita dapat mengindikasikan larangan itu hanya tugas individu saja sebagai warga negara. Namun, adakah peran negara dalam mengatasinya? 

Anggap saja individu sudah taat dengan buang sampah di tempat sampah. Namun sebaliknya, negara malah mengizinkan para kapitalis memenuhi hajatnya bahkan dengan melakukan upaya deforestasi. Lihat saja Kalimantan yang dikatakan paru-paru dunia, kini jadi langganan banjir (Views.id, 21/10/21). 

Di Batu, Jawa Timur, dataran tinggi bisa banjir meluber begitu, apa gara-gara sampah? Pasti ada aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan alam. Sebegitu parahnya manusia mengelola bumi, hingga rusak parah tak teratasi. 

Senada dengan ini, menurut Pakar Kebencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Suratman mengatakan, banjir bandang yang melanda Kota Batu, Malang, Jawa Timur menunjukkan adanya gangguan ekosistem di wilayah tersebut. Yaitu, alih fungsi lahan oleh manusia, dan desakan penggunaan lahan untuk pertanian maupun pemukiman (Kompas, 6/11/21).  

Di sisi lain, para pemangku kebijakan berdalih bahwa upaya deforestasi menurun. Padahal, Greenpeace berkata sebaliknya (Detikcom, 14/11/21). Lagi-lagi para korporat menggandeng pejabat (atau mereka itu sendiri pejabatnya?) untuk kamuflase data. Tujuannya, agar penguasa nampak peduli sama lingkungan. Sungguh kejamnya. 

Bagaimana solusi Islam menyelesaikan masalah lingkungan?

Mari kita gali bagaimana Islam bisa menyelesaikan masalah ini. Islam hadir bukan sekadar agama yakini, tapi agama realisasi yang bisa hadir sebagai solusi, termasuk deforestasi. Bukan hanya reboisasi, pengaturan Islam komprehensif. Mencegah sebelum terjadi luka, itulah Islam.

Pertama. Perlu dipahami bahwa hutan adalah salah satu kepemilikan umum. Milik umum artinya tidak ada yang boleh memiliki kecuali rakyat. Kebermanfaatan hutan dikelola hanya atas nama rakyat, bukan korporat. Mentang-mentang punya uang, maka bebas tendang asal perut sendiri kenyang? Tidak. Islam tidak demikian.

Bahkan negara tidak boleh mengelola hutan jika hanya untuk kepentingan penguasa. Hutan harus dijaga, dilestarikan, tidak ditebang apalagi dibakar. Sebab akibatnya bukan hanya banjir, tapi hutan adalah tempat tinggal semua flora fauna ciptaan Allah. Jika hutan tiada, kemana mereka bersuaka? Maka tak aneh jika kini banyak ular, tikus, bahkan buaya mendatangi rumah warga. Mau bagaimana, rumah mereka dibinasa. 

Kedua. Islam mengatur tata kota atas asas kepentingan umat. Pembangunan diberi izin penguasa hanya jika tidak membahayakan rakyat. Keuntungan yang didapat juga hanya untuk rakyat. Meski nampaknya menguntungkan secara materi, pembangunan mal, hunian, dan wisata ditolak jika dampaknya banjir. Sebab daya resap tanah berkurang jika lahan diperluas, hutan amblas. 

Ketiga. Salah dari akarnya. Apa lagi yang menyebabkan paradigma berpikir penguasa hari ini permisif terhadap segala pembangunan bahkan di lahan hijau seperti hutan atupun sawah? Ialah kapitalisme, ideologi sesat. Tak peduli urusan rakyat, yang penting gendut perut korporat.

Kalau sudah begini, bukan hanya buanglah sampah pada tempatnya. Ada lagi slogan yang lebih tepat menjadikan solusi semua permasalahan ini. Letakkan pengaturan Islam pada tempatnya. Tidak hanya wacana, mari kita berupaya menjalankan syariat Allah yang mulia. Seluruhnya. Maka rahmat tak hanya bagi manusia, melainkan juga untuk gajah, buaya, tikus, ular, katak, dan semua teman-temannya para penghuni hutan. Wallahu a'lam bishowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Ahad, 25 Sep 2022 22:29

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Ahad, 25 Sep 2022 22:25

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Ahad, 25 Sep 2022 22:20

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Ahad, 25 Sep 2022 22:15

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

Ahad, 25 Sep 2022 21:45

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ahad, 25 Sep 2022 21:30

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Ahad, 25 Sep 2022 20:30

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

Ahad, 25 Sep 2022 16:31

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Ahad, 25 Sep 2022 14:15

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Ahad, 25 Sep 2022 13:48

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Ahad, 25 Sep 2022 11:13

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29

KEPPRES Kontroversial Jokowi

KEPPRES Kontroversial Jokowi

Sabtu, 24 Sep 2022 21:39

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Ulama Uzbekistan Larang Warga Uzbek Ikut Bertempur Bersama Rusia Di Ukraina

Sabtu, 24 Sep 2022 21:34

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Filter Agama dalam Keluarga adalah Pedomanan Menuju Kebahagian Dunia dan Akhirat

Sabtu, 24 Sep 2022 21:25

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Akmal Sjafril: Sains Tak Mampu Mengudeta Tuhan

Sabtu, 24 Sep 2022 21:12

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Muktamar PERSIS XVI, Wakil Presiden KH. Maruf Amin Siap Buka Acara

Sabtu, 24 Sep 2022 21:05

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Pendidikan Indonesia Tidak Mengajarkan Sekulerisme

Sabtu, 24 Sep 2022 08:35

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Toleransi Tidak Ahistoris; Jangan Paksakan Jika Masyarakat Menolak Pembangunan Gereja

Sabtu, 24 Sep 2022 05:27

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Mulailah Dari Land Cruiser Hitam

Jum'at, 23 Sep 2022 23:21


MUI

Must Read!
X