Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.531 views

Brain Washing Terawan yang Tertawan Neoliberal

Oleh: dr. Agnes Ummu Afifah

(Dokter Umum Klinik Perusahaan Swasta di Probolinggo)

Kontroversi kasus dugaan pelanggaran etik oleh seorang dokter militer Mayor Jenderal TNI dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad masih terus menjadi perbincangan hangat media.

Perkembangan terakhir kasus ini menyebutkan bahwa Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda pelaksanaan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sanksi terhadap kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSPAD)  Gatot Soebroto ini (Kompas.com, 9 April 2018).

Sebelumnya dikabarkan bahwa MKEK telah merekomendasikan pemberian sanksi terhadap sang dokter karena dianggap melanggar kode etik. Pelanggaran yang dimaksud terkait dengan metode terapi yang dilakukan terhadap pasiennya.

Metode Digital Substraction Angiography (DSA) yang memang dikenal sebagai metode diagnostik dalam dunia medis, digunakan sebagai metode terapi yang populer di masyarakat dengan istilah Brain Washing (cuci otak). Dari sinilah kemudian muncul kontroversi. Dokter Terawan yang dikenal dengan sebutan dokter "cuci otak" ini dianggap telah melanggar setidaknya dua pasal Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI).

"Kami tidak mempersoalkan DSA, tapi sumpah dokter dan kode etik yang dilanggar", ungkap Ketua MKEK dr. Prijo Pratomo Sp. Rad.

Dokter Prijo menyebut bahwa dr. Terawan telah melanggar pasal empat dan enam KODEKI. Pada pasal empat tertulis "Seorang dokter wajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri". Beliau menilai bahwa dr. Terawan tidak mentaati itu karena telah mengiklankan diri.

Sementara pasal enam berbunyi "Setiap dokter wajib senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan atau menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat".

Sebenarnya dr. Terawan telah lulus gelar doktoral di Universitas Hasanuddin tahun 2016 dengan disertasi berjudul "Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis" dengan promotor dekan FK Unhas yakni Prof Irawan Yusuf, PhD.

Namun menurut dr. Prijo, temuan hasil penelitian akademik yang akan diterapkan pada pasien harus melalui serangkaian uji hingga layak sesuai standar profesi kedokteran. Bukan berarti yang sudah ilmiah secara akademik, lantas ilmiah secara medis.

"Ada serangkaian uji klinis lewat multisenter, pada hewan, in vitro, in vivo. Tahapan-tahapan seperti itu harus ditempuh" imbuh dr. Prijo.

Reaksi masyarakat terutama yang pernah menjadi pasien dr. Terawan terkesan sangat bertentangan dengan penilaian MKEK. Kesan positif disampaikan melalui "testimoni" masyarakat yang merasa telah diselamatkan nyawanya melalui tangan ajaib dokter yang pernah menjadi tim dokter kepresidenan ini.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, pembelaan juga datang dari para pejabat dan elit politik negeri ini. Meski mengakui bahwa mereka tidak cukup kompeten untuk memutuskan adanya dasar ilmiah atau tidak dari metode DSA tersebut, tetapi hasil yang dirasakan setelah menjalaninya menjadi alasan kuat untuk membela sang dokter.

Mereka meminta pihak IDI untuk kembali mempertimbangkan dengan lebih mendalam sebuah "penemuan" yang bisa saja menjadi titik awal perkembangan kedokteran Indonesia bahkan dunia.

Kasus dr. Terawan sebenarnya serupa dengan kasus Warsito sang penemu rompi antikanker tahun 2000 lalu. Awalnya keduanya dianggap berhasil menemukan trobosan baru di bidang medis, pasien mulai mempercayai penemuan mereka dan datang untuk berobat dengan harapan besar untuk sembuh atau setidaknya meringankan sakitnya.

Tetapi selanjutnya penemuan ini tersandung karena metode mereka belum diuji secara klinis. Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Budi Wiweko beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa uji klinis adalah riset khusus untuk memastikan bahwa suatu alat atau terapi kesehatan aman dan efektif (m.detik.com, 5 april 2018).

"Inovasi di bidang kedokteran memang aturannya lebih ketat dibanding di bidang teknologi karena bidang kesehatan berhubungan dengan nyawa manusia. Di bidang kesehatan nggak bisa seorang peneliti bilang sudah bisa menciptakan alkes dan obat kenapa kok dokter nggak pakai. Nggak bisa, karena ada yang namanya uji klinis," papar dr. Iko.

Kejadian berulang ini seharusnya bisa menjadi evaluasi pemerintah khususnya departemen terkait, bahwa penemuan yang berpotensi menjadi terobosan baru bidang kedokteran ini selalu terhambat hal yang sama, yaitu pengujian klinis.

Tentu bukan penjegalan atau sanksi yang harus diterima sang ilmuwan penemu inovasi, melainkan dukungan penuh untuk mengembangkan penemuannya hingga dinilai layak, aman, dan efektif untuk diterapkan pada pasien. Karena masalah kesehatan tidak bersifat statis dan stagnan, melainkan terus berkembang mengikuti perkembangan pola hidup manusia.

Hal ini menuntut adanya dinamika dan pengembangan-pengembangan ilmu dan teknologi kedokteran, baik  dalam metode diagnostik maupun terapi. Pakar kedokteran harus mampu menghasilkan penemuan-penemuan baru, tidak sekedar berkutat pada ilmu yang sudah puluhan tahun tersimpan dalam teks book.

Namun rupanya dukungan ini tidak pernah dilakukan. Kalaupun ada, tidak sepenuhnya mampu memfasilitasi penelitian terhadap penemuan para ilmuwan negeri ini, hingga benar-benar tuntas dan dapat diaplikasikan. Bahkan, pernah terjadi suatu penemuan dalam bidang transportasi oleh pelajar sekolah yang diklaim telah difasilitasi untuk dikembangkan, ujung-ujungnya hanya dijadikan alat kampanye elit politik.

Miris dan menyedihkan, tidak sedikit "orang pintar" atau bisa disebut ilmuwan asli negeri ini, yang penemuannya justru diterima dan didukung penuh untuk dikembangkan di negara tetangga. Hasilnya tentu akan dinikmati oleh negeri asing. Orang asli Indonesia yang pintar, namun rakyat negara lain yang menikmati kepintarannya.

Senantiasa berulang bahwa negara tidak mendukung bahkan cenderung abai terhadap penemuan baru seperti ini. Untuk melaksanakan penelitian hingga tuntas tentu tidak terlepas dari dana yang sangat besar dan berbagai fasilitas penunjang. Apabila negara berkomitmen mendukungnya penuh, maka harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit.

Sementara hasil dari penelitian belum tentu sesuai dengan hipotesis, ada kemungkinan penemuan tersebut berujung gagal dan tidak layak diaplikasikan. Anggaran yang besar dengan hasil yang masih ada kemungkinan gagal ini rupanya dinilai sebagai suatu kerugian besar bagi negara. Tidak lagi mempedulikan bahwa penelitian ini semata-mata bertujuan untuk peningkatan kesehatan masyarakat.

Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi neoliberalisme yang dianut negeri ini. Neoliberalisme merupakan pendukung pasar bebas, ekspansi modal, dan globalisasi. Negara harus mengurangi secara signifikan campur tangannya (deregulasi dan debirokratisasi) dalam aktivitas ekonomi rakyat.

Aktivitas ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar, karena pasar mengajarkan orang untuk berfikir dengan menggunakan kalkulasi untung-rugi. Disinilah neoliberalisme menjadi petaka bagi masyarakat, karena hanya akan menguntungkan pihak pemilik modal. Masyarakat bahkan negara harus tunduk pada kemauan pemilik modal.

Segala program yang hendak dijalankan negara tidak serta merta bisa langsung dikerjakan tanpa campur tangan pemilik modal. Sementara para pemilik modal hanya bersedia melakukan kegiatan ekonomi dengan orientasi untung-rugi saja, mengabaikan sisi manfaat-mudaratnya bagi masyarakat.

Sehingga dengan mudah bisa dipahami bahwa negara tidak akan pernah mendukung untuk memfasilitasi penelitian terhadap berbagai penemuan anak bangsa, jika dengannya harus menanggung kerugian. Meski dengan pengabaian ini, kesehatan masyarakat dan kecerdasan ilmuwan dari rakyatnya sendiri yang jadi korban. Wallahu'alam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Menlu AS Sebut Koalisi Anti-Islamic State Harus Pindah Fokus ke Afika Barat dan Sahel

Jum'at, 15 Nov 2019 17:05

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Laporan: Islamic State Terbitkan 'Panduan' Bagi Calon Serigala Tunggal

Jum'at, 15 Nov 2019 16:05

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Tentara Turki Bangun Pangkalan Militer Baru di Timur Laut Suriah

Jum'at, 15 Nov 2019 15:05

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Ratna Megawangi: Bangun Pendidikan Karakter Harus dengan Jiwa Mutmainnah

Jum'at, 15 Nov 2019 10:50

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Sandiaga Uno Katakan Revolusi Industri 4.0 Membawa Berkah Buat Pengusaha

Jum'at, 15 Nov 2019 09:33

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Israel Kembali Serang Gaza Hanya Sehari Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata

Jum'at, 15 Nov 2019 08:45

Ketika Imam Kentut

Ketika Imam Kentut

Jum'at, 15 Nov 2019 08:14

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Adhie Massardi: Kemerosotan Ekonomi Nasional Bukan Isu, tapi Fakta

Jum'at, 15 Nov 2019 07:35

Tahun 2020, Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Perkawinan Calon Pengantin

Tahun 2020, Pemerintah Wajibkan Sertifikasi Perkawinan Calon Pengantin

Kamis, 14 Nov 2019 23:51

Tersangka Anggota IS Amerika yang Terdampar di Perbatasan Turki-Yunani Akan Dideportasi ke AS

Tersangka Anggota IS Amerika yang Terdampar di Perbatasan Turki-Yunani Akan Dideportasi ke AS

Kamis, 14 Nov 2019 22:35

Krisis Moral Bangsa, Akibat Pendidikan ala Sekuler?

Krisis Moral Bangsa, Akibat Pendidikan ala Sekuler?

Kamis, 14 Nov 2019 21:56

Sambangi DPP Wahdah Islamiyah, Forjim Bahas Kerja Sama Jurnalistik

Sambangi DPP Wahdah Islamiyah, Forjim Bahas Kerja Sama Jurnalistik

Kamis, 14 Nov 2019 21:08

Pemilu Tidak Langsung dan Jabatan Presiden Diperpanjang?

Pemilu Tidak Langsung dan Jabatan Presiden Diperpanjang?

Kamis, 14 Nov 2019 19:46

FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

Kamis, 14 Nov 2019 16:15

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Kamis, 14 Nov 2019 15:44

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Kamis, 14 Nov 2019 15:15

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Kamis, 14 Nov 2019 14:47

Siswa SD Alam Ar-Rohmah Outing ke Museum Tubuh Kota Batu

Siswa SD Alam Ar-Rohmah Outing ke Museum Tubuh Kota Batu

Kamis, 14 Nov 2019 14:17

Prancis Akan Bawa Pulang 11 Tersangka Jihadis yang Ditahan di Turki

Prancis Akan Bawa Pulang 11 Tersangka Jihadis yang Ditahan di Turki

Kamis, 14 Nov 2019 12:35

Ulama Saudi yang Ditangkap Karena Menulis Surat Nasihat kepada Raja Meninggal dalam Penjara

Ulama Saudi yang Ditangkap Karena Menulis Surat Nasihat kepada Raja Meninggal dalam Penjara

Kamis, 14 Nov 2019 10:42


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X