Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.217 views

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

 

Oleh: Amma Muiza (Praktisi Kesehatan)

Mendadak ramai. Begitulah kira-kira perihal Vaksin Nusantara yang sedang menjadi buah bibir. Vaksin ini berbeda dengan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, tetiba hadir dengan info yang cukup mengejutkan yaitu, sudah lolos uji klinis tahap 1 dan ditargetkan dapat diproduksi massal mulai Juni 2021. Sementara Vaksin Merah Putih baru memasuki tahap Research dan Development (RND) dan bibit vaksin akan dikirim ke Bio Farma pada akhir Maret 2021.

Saat berita ini mencuat, banyak sekali klaim positif yang menjadi keunggulan dari Vaksin Nusantara melebihi keunggulan semua vaksin yang sudah beredar di dunia saat ini. Dilansir dari laman Tempo.co (19/2/2021), terdapat beberapa keunggulan vaksin ini. Pertama, vaksin dengan berbasis sel Denritik ini diklaim menjadi satu-satunya vaksin yang bertujuan membentuk imunitas seluler sehingga imunitas yang terbentuk dapat bertahan lama, bahkan seumur hidup.  Kedua, vaksin hanya dilakukan satu kali, tidak memerlukan vaksin ulangan. Ketiga, vaksin tidak membutuhkan suhu penyimpanan yang rumit, cukup disimpan dalam suhu ruang. Lebih jauh, vaksin ini diklaim unik. Sebab vaksin berasal dari tubuh dan disuntikkan lagi kepada satu orang yang sama. Dengan demikian, vaksin ini dapat diberikan pada semua orang, dengan atau tanpa komorbid.

Berbagai klaim positif ini lantas menjadi harapan banyak pihak. Apresiasi dan dukungan mengalir untuk pengembangan vaksin produksi dalam negeri ini. Seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang bersedia memfasilitasi setiap upaya yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penelitian vaksin ini. Dukungan yang sama juga datang dari Guru Besar Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan, Chairul Anam Nidom. Menurutnya, pengembangan Vaksin Nusantara perlu dukungan dari pihak luas, dan jika terdapat teori yang tidak sesuai harus didiskusikan secara terbuka.

Meski demikian, produksi Vaksin Nusantara ini tidak sepi kritik. Terutama datang dari para ahli dan pakar kesehatan. Berbagai kritik yang disampaikan kurang lebih mencakup hal berikut.

Pertama, ahli menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan berbagai klaim positif bagi Vaksin Nusantara. Sudah menjadi kultur ilmiah di kalangan peneliti, bahwa setiap klaim yang diberikan harus berdasarkan data penelitian yang dapat dipertanggung-jawabkan. Data tersebut, meskipun berupa data interim akan dapat memberikan informasi riil yang memungkinkan para ahli untuk memberikan umpan balik hingga memberikan penilaian yang tepat. Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, kepada CNNIndonesia (19/2) menilai klaim Vaksin Nusantara -yang disebut dapat menciptakan antibodi seumur hidup- belum memiliki bukti kuat. Perlu lolos uji klinis hingga fase tiga dan harus berdasarkan Evidence Based Medicine.

Tidak sedikit ahli dan ilmuan yang menanti laporan yang terpublikasi secara transparan berkaitan dengan vaksin ini. Dari laporan penelitian awal, uji pra klinik, hingga uji klinis fase 1.

Kedua, secara keilmuan, vaksin berbasis sel denritik ini disinyalir sulit direalisasikan. Tersebab metode ini awalnya dikembangkan sebagai imunoterapi pasien kanker. Dan belum pernah teruji dalam pengembangan teknologi vaskin saat ini. Sifatnya yang individual dikhawatirkan malah menghambat tujuan dari vaksinasi itu sendiri, yaitu mencapai herd immunity. Menurut ahli Biomolekuler Independen, Ahmad Rusdan Handoyo, jikapun dapat dilakukan, vaksin dengan metode ini sangat mahal karena proses kultur yang tidak mudah dan rumit. Prosesnya dimulai dari mengambil darah, memisahkan sel, mempertemukan sel denritik dengan rekombinan antigen, menumbuhkan sel denritik di laboratorium, memperbanyak jumlah, hingga menginjeksikan lagi ke individu. Setelah itu, ahli menunggu dan memastikan apakah antibodi akan muncul.

Ketiga, proses izin Komite Etik yang tidak terbuka. Berbagai pihak meminta pengembang vaksin untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini. Sebab untuk dapat melakukan penelitian dan pengembangan vaksin diperlukan izin dari Komite Etik. Dugaan tidak dilewatinya proses ini sebenarnya karena publik belum mendapatkan keterangan etik dari pihak pengembang. Tentu proses yang krusial ini penting dipastikan keberlangsungannya. Sebab proses uji vaksin akan melibatkan manusia sebagai subjeknya. Akan sangat riskan jika Komite Etik tidak terlibat di dalamnya.

Polemik semacam ini, bukan sekali-dua kali terjadi dalam berbagai proses pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Dengan pola kritik yang tidak jauh berbeda. Sebut saja produksi GeNose dan Kalung Anti Virus Corona - Eucalyptus. Klaim yang berlebihan namun publikasi data ilmiah sangat minim. Pada akhirnya publik menyerah dan hanya bisa mengikuti kebijakan yang harus dilaksanakan. Berbagai harapan publik seperti transparansi data dan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak terwujud. Persoalan yang sebenarnya mudah diselesaikan-pun menjadi pelik. Sudah selayaknya kita mencari akar dari permasalahan ini.

Sebenarnya jika kita menimbang polemik ini dari kacamata Islam, hal-hal yang menjadi permasalahan di atas akan dengan mudah diselesaikan. Islam sebagai agama yang sempurna, memiliki pilar-pilar yang selalu dikokohkan. Pilar-pilar ini yang akan mencegah terjadinya masalah sekaligus menyelesaikannya jika terjadi masalah. Pilar-pilar ini terdiri dari integritas individu, kepedulian masyarakat, hingga negara yang berdaulat.

Islam mengapresiasi setiap upaya untuk menuntaskan pandemi. Termasuk pengembangan teknologi vaksin. Islam akan mengarahkan individunya, terutama para peneliti/ilmuwan untuk senantiasa bersifat amanah, jujur dan adil dalam aktivitasnya. Hal ini akan memunculkan ilmuwan yang tidak kebal kritik, hati-hati dalam mengklaim hasil penelitiannya, hingga tidak tertutup dalam memberikan data yang dibutuhkan publik. Islam juga akan menjaga kultur ilmiah yang memang baik untuk dikembangkan. Sesuai sabda Baginda Muhammad SAW: "Kalian lebih mengerti dengan urusan dunia kalian" (HR. Muslim). Dari sini, akan muncul para ilmuwan yang mengintegrasikan ketakwaan dan sains.

Hal ini telah terbukti selama beberapa abad silam, saat Islam memimpin dunia dengan sistem khilafahnya. Saat itu, para ilmuwan dan para tenaga kesehatan terkenal berisi orang-orang yang memiliki integritas dan profesionalitas. Bukan orang dengan mental rendah, apalagi asal-asalan. Tercatat, pada abad ke-9 terdapat kitab Adab at-Tabib sebagai kitab yang pertama kali ditujukan untuk kode etik kedokteran. Kitab yang ditulis oleh Ishaq bin Ali Rahawi ini berisi 20 bab. Di antaranya terdapat rekomendasi akan adanya peer-review atas setiap pendapat baru di dunia kedokteran.

Artinya, Islam sangat mendukung setiap penemuan baru, termasuk teknologi vaksin. Hanya saja Islam akan memutus setiap upaya yang dapat menimbulkan sengkarut. Islam juga akan memaksimalkan peran negara dalam mengontrol keamanan vaksin dari awal penelitan hingga proses distribusinya. Negara tidak menyerahkan urusan ini kepada pihak ketiga demi menghindari data terselubung hingga komersialisasi vaksin yang membebani rakyat. Negara berdampingan dengan ilmuwan akan membuktikan keamanan vaksin kepada rakyat sehingga rakyat memperoleh harapan secara rasional bukan sekadar klaim kata yang miskin data. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Asosiasi Muslim Kanada Luncurkan Situs Web Baru Untuk Perangi Islamofobia

Jum'at, 03 Dec 2021 21:15

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Ilmuan Temukan Area Pertempuran Mohacs Di Hungaria

Jum'at, 03 Dec 2021 20:45

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26


MUI

Must Read!
X