Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.530 views

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

 

Oleh: Amma Muiza (Praktisi Kesehatan)

Mendadak ramai. Begitulah kira-kira perihal Vaksin Nusantara yang sedang menjadi buah bibir. Vaksin ini berbeda dengan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, tetiba hadir dengan info yang cukup mengejutkan yaitu, sudah lolos uji klinis tahap 1 dan ditargetkan dapat diproduksi massal mulai Juni 2021. Sementara Vaksin Merah Putih baru memasuki tahap Research dan Development (RND) dan bibit vaksin akan dikirim ke Bio Farma pada akhir Maret 2021.

Saat berita ini mencuat, banyak sekali klaim positif yang menjadi keunggulan dari Vaksin Nusantara melebihi keunggulan semua vaksin yang sudah beredar di dunia saat ini. Dilansir dari laman Tempo.co (19/2/2021), terdapat beberapa keunggulan vaksin ini. Pertama, vaksin dengan berbasis sel Denritik ini diklaim menjadi satu-satunya vaksin yang bertujuan membentuk imunitas seluler sehingga imunitas yang terbentuk dapat bertahan lama, bahkan seumur hidup.  Kedua, vaksin hanya dilakukan satu kali, tidak memerlukan vaksin ulangan. Ketiga, vaksin tidak membutuhkan suhu penyimpanan yang rumit, cukup disimpan dalam suhu ruang. Lebih jauh, vaksin ini diklaim unik. Sebab vaksin berasal dari tubuh dan disuntikkan lagi kepada satu orang yang sama. Dengan demikian, vaksin ini dapat diberikan pada semua orang, dengan atau tanpa komorbid.

Berbagai klaim positif ini lantas menjadi harapan banyak pihak. Apresiasi dan dukungan mengalir untuk pengembangan vaksin produksi dalam negeri ini. Seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang bersedia memfasilitasi setiap upaya yang dibutuhkan untuk mempercepat proses penelitian vaksin ini. Dukungan yang sama juga datang dari Guru Besar Airlangga, Fakultas Kedokteran Hewan, Chairul Anam Nidom. Menurutnya, pengembangan Vaksin Nusantara perlu dukungan dari pihak luas, dan jika terdapat teori yang tidak sesuai harus didiskusikan secara terbuka.

Meski demikian, produksi Vaksin Nusantara ini tidak sepi kritik. Terutama datang dari para ahli dan pakar kesehatan. Berbagai kritik yang disampaikan kurang lebih mencakup hal berikut.

Pertama, ahli menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan berbagai klaim positif bagi Vaksin Nusantara. Sudah menjadi kultur ilmiah di kalangan peneliti, bahwa setiap klaim yang diberikan harus berdasarkan data penelitian yang dapat dipertanggung-jawabkan. Data tersebut, meskipun berupa data interim akan dapat memberikan informasi riil yang memungkinkan para ahli untuk memberikan umpan balik hingga memberikan penilaian yang tepat. Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, kepada CNNIndonesia (19/2) menilai klaim Vaksin Nusantara -yang disebut dapat menciptakan antibodi seumur hidup- belum memiliki bukti kuat. Perlu lolos uji klinis hingga fase tiga dan harus berdasarkan Evidence Based Medicine.

Tidak sedikit ahli dan ilmuan yang menanti laporan yang terpublikasi secara transparan berkaitan dengan vaksin ini. Dari laporan penelitian awal, uji pra klinik, hingga uji klinis fase 1.

Kedua, secara keilmuan, vaksin berbasis sel denritik ini disinyalir sulit direalisasikan. Tersebab metode ini awalnya dikembangkan sebagai imunoterapi pasien kanker. Dan belum pernah teruji dalam pengembangan teknologi vaskin saat ini. Sifatnya yang individual dikhawatirkan malah menghambat tujuan dari vaksinasi itu sendiri, yaitu mencapai herd immunity. Menurut ahli Biomolekuler Independen, Ahmad Rusdan Handoyo, jikapun dapat dilakukan, vaksin dengan metode ini sangat mahal karena proses kultur yang tidak mudah dan rumit. Prosesnya dimulai dari mengambil darah, memisahkan sel, mempertemukan sel denritik dengan rekombinan antigen, menumbuhkan sel denritik di laboratorium, memperbanyak jumlah, hingga menginjeksikan lagi ke individu. Setelah itu, ahli menunggu dan memastikan apakah antibodi akan muncul.

Ketiga, proses izin Komite Etik yang tidak terbuka. Berbagai pihak meminta pengembang vaksin untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini. Sebab untuk dapat melakukan penelitian dan pengembangan vaksin diperlukan izin dari Komite Etik. Dugaan tidak dilewatinya proses ini sebenarnya karena publik belum mendapatkan keterangan etik dari pihak pengembang. Tentu proses yang krusial ini penting dipastikan keberlangsungannya. Sebab proses uji vaksin akan melibatkan manusia sebagai subjeknya. Akan sangat riskan jika Komite Etik tidak terlibat di dalamnya.

Polemik semacam ini, bukan sekali-dua kali terjadi dalam berbagai proses pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia. Dengan pola kritik yang tidak jauh berbeda. Sebut saja produksi GeNose dan Kalung Anti Virus Corona - Eucalyptus. Klaim yang berlebihan namun publikasi data ilmiah sangat minim. Pada akhirnya publik menyerah dan hanya bisa mengikuti kebijakan yang harus dilaksanakan. Berbagai harapan publik seperti transparansi data dan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak terwujud. Persoalan yang sebenarnya mudah diselesaikan-pun menjadi pelik. Sudah selayaknya kita mencari akar dari permasalahan ini.

Sebenarnya jika kita menimbang polemik ini dari kacamata Islam, hal-hal yang menjadi permasalahan di atas akan dengan mudah diselesaikan. Islam sebagai agama yang sempurna, memiliki pilar-pilar yang selalu dikokohkan. Pilar-pilar ini yang akan mencegah terjadinya masalah sekaligus menyelesaikannya jika terjadi masalah. Pilar-pilar ini terdiri dari integritas individu, kepedulian masyarakat, hingga negara yang berdaulat.

Islam mengapresiasi setiap upaya untuk menuntaskan pandemi. Termasuk pengembangan teknologi vaksin. Islam akan mengarahkan individunya, terutama para peneliti/ilmuwan untuk senantiasa bersifat amanah, jujur dan adil dalam aktivitasnya. Hal ini akan memunculkan ilmuwan yang tidak kebal kritik, hati-hati dalam mengklaim hasil penelitiannya, hingga tidak tertutup dalam memberikan data yang dibutuhkan publik. Islam juga akan menjaga kultur ilmiah yang memang baik untuk dikembangkan. Sesuai sabda Baginda Muhammad SAW: "Kalian lebih mengerti dengan urusan dunia kalian" (HR. Muslim). Dari sini, akan muncul para ilmuwan yang mengintegrasikan ketakwaan dan sains.

Hal ini telah terbukti selama beberapa abad silam, saat Islam memimpin dunia dengan sistem khilafahnya. Saat itu, para ilmuwan dan para tenaga kesehatan terkenal berisi orang-orang yang memiliki integritas dan profesionalitas. Bukan orang dengan mental rendah, apalagi asal-asalan. Tercatat, pada abad ke-9 terdapat kitab Adab at-Tabib sebagai kitab yang pertama kali ditujukan untuk kode etik kedokteran. Kitab yang ditulis oleh Ishaq bin Ali Rahawi ini berisi 20 bab. Di antaranya terdapat rekomendasi akan adanya peer-review atas setiap pendapat baru di dunia kedokteran.

Artinya, Islam sangat mendukung setiap penemuan baru, termasuk teknologi vaksin. Hanya saja Islam akan memutus setiap upaya yang dapat menimbulkan sengkarut. Islam juga akan memaksimalkan peran negara dalam mengontrol keamanan vaksin dari awal penelitan hingga proses distribusinya. Negara tidak menyerahkan urusan ini kepada pihak ketiga demi menghindari data terselubung hingga komersialisasi vaksin yang membebani rakyat. Negara berdampingan dengan ilmuwan akan membuktikan keamanan vaksin kepada rakyat sehingga rakyat memperoleh harapan secara rasional bukan sekadar klaim kata yang miskin data. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Takjil Dipopulerkan Muhammadiyah

Rabu, 21 Apr 2021 17:38

Legislator Bukhori Dorong Historiografi Indonesia yang Memihak Ulama dan Santri

Legislator Bukhori Dorong Historiografi Indonesia yang Memihak Ulama dan Santri

Rabu, 21 Apr 2021 16:33

Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang, Fahira Idris: Umat Jangan Terpancing

Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang, Fahira Idris: Umat Jangan Terpancing

Rabu, 21 Apr 2021 15:31

Tahun-tahun Suram Pembangunan Iptek Nasional

Tahun-tahun Suram Pembangunan Iptek Nasional

Rabu, 21 Apr 2021 14:20

Sugar Daddy-Sugar Baby, Hubungan Mengerikan di Sekitar Kita

Sugar Daddy-Sugar Baby, Hubungan Mengerikan di Sekitar Kita

Rabu, 21 Apr 2021 12:51

Sekolah Tatap Muka, Yakin Sudah Siap?

Sekolah Tatap Muka, Yakin Sudah Siap?

Rabu, 21 Apr 2021 12:41

Publik Butuh Sistem yang Bertujuan Takwa

Publik Butuh Sistem yang Bertujuan Takwa

Rabu, 21 Apr 2021 12:30

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

Rabu, 21 Apr 2021 12:11

Ponpes Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Gelar Ujian Hafalan Terbuka untuk Pertama Kali

Ponpes Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Gelar Ujian Hafalan Terbuka untuk Pertama Kali

Rabu, 21 Apr 2021 11:50

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

Rabu, 21 Apr 2021 11:10

Kontroversi Nadiem Makarim Hapus Pendidikan Pancasila

Kontroversi Nadiem Makarim Hapus Pendidikan Pancasila

Rabu, 21 Apr 2021 10:49

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Yordania Cabut Larangan Shalat Jum'at Menyusul Penurunan Kasus Infeksi COVID-19

Selasa, 20 Apr 2021 21:45

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Parlemen Pakistan Adakan Sesi Debat Apakah Akan Mengusir Dubes Prancis Dari Islamabad

Selasa, 20 Apr 2021 21:10

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Presiden Chad Idris Deby Tewas Setelah Perangi Pemberontak Di Garis Depan

Selasa, 20 Apr 2021 20:40

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Persis Desak Polri Tangkap Joseph Paul Zhang yang Diduga Menista Islam

Selasa, 20 Apr 2021 11:55

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi Palestina di Libanon

Selasa, 20 Apr 2021 11:11

Jadikan Rumahmu Kiblat

Jadikan Rumahmu Kiblat

Senin, 19 Apr 2021 21:36

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Shalat Tarawih (Bagian Dua)

Senin, 19 Apr 2021 21:28

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Pensiunan Kolonel Militer Israel Sebut Sistem Pertahanan Iron Dome Tidak Dapat Diandalkan

Senin, 19 Apr 2021 19:30

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Hamas: Perjuangan Akan Terus Berlanjut Sampai Pembebasan Penuh Al-Aqsa Dari Musuh Zionis

Senin, 19 Apr 2021 19:10


MUI

Must Read!
X