Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.202 views

''Lautan Jilbab'' Mengalir di Britania Raya

 


 

 

Kamis, 16 Februari 2012

TEMANKU Anisa asal Barbados yang juga muallaf mengundangku kerumahnya di Tooting, untuk acara perpisahan. Keluarga ini akan berhijrah ke Kairo, ingin mencicipi kehidupan dengan nuansa 'Islami' katanya.

Aku dikenalkan dengan teman-temannya yang multi bangsa dan warna. Ada yang tulen Inggris, wanita Aljazair berkebangsaan Prancis, Jamaika, Ethiopia dan Nigeria. Unik sekali.

Aku tertarik dengan penampilan Joana Rowntree, Muslimah Inggris asli yang mengenakan busana Muslim penuh. Mirip abaya, longgar, berwarna abu-abu dengan jilbab berwarna biru muda. Aku menyapa dan memperkenalkan diri.

Joanna, perempuan Inggris berusia sekitar (26 tahun), baru saja memeluk agama Islam sekitar 3 tahun. Joanna berprofesi sebagai Medical Reseach bekerja di Guy Hospital, London Bridge.

Ia mengalami perjalan spiritual yang panjang. Alkisah, usai sekolah SMU di Inggris, ia tidak langsung ke universitas tapi memutuskan untuk melanglang buana. Dia percaya bahwa merantau bisa memperluas cakrawala.  “Travel can broaden your mind,” ujarnya.

Iapun mendaftarkan diri untuk jadi volonteer dengan British Council. Mengajar bahasa Inggris adalah satu satunya cara untuk keluar negeri, kenangnya bercerita ketika awal masuk Islam.

"Saya ingin cari pengalaman dengan merantau", tambahnya. Joanna akhirnya memilih ke Serawak, Malaysia.

"Tempatnya jauh sekali, di sebuah desa di pedalaman pulau Borneo," papar Joanna sambil mengawasi anaknya yang berambut pirang.

"Malay people are very kind and gentle. Orang Melayu baik-baik dan lemah lembut, saya betah di sana. Sampai-sampai saya tinggal disana kurang lebih 10 bulan, " tambahnya.

Lalu apa yang membuatnya masuk Islam?

Suatu hari, saat istirahat, murid-murid  selalu mendatanginya. Biasanya, mereka selalu datang menyampaikan salam. Suatu hari, rupanya mereka menyodorkan buku kecil dan tipis.

"Miss..miss kenal dengan nabi Muhammad, Rasul kami? " tanya salah satu mereka, mereka berdesakan dan masing-masing ingin dapat perhatian.

"Siapa tuh Muhammad...saya tidak tahu," dengan sabar Joanna menjawab pertanyaan mereka.

"Ini miss.. baca buku ini...di sini ada sejarah tentang nabi kami, Muhammad," ujar mereka menghadiahi buku kecil tentang Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) pada Joanna.

Karena menggunakan  bahasa Melayu, rupanya Joanna kurang memahami.  Ia akhirnya menolak dengan lembut agar anak-anak tidak tersinggung.

"....tapi miss, Anda kan guru bahasa Inggris Anda mesti belajar bahasa kami, bahasa Melayu. Ini hadiah dari kami dan bacalah." Akhirnya buku itu diterima oleh Joanna sambil tercenung berfikir betapa baiknya mereka ini.

Joanna sangat menghargai pemberian itu, seakan ia diberi perhatian khusus oleh anak-anak, dia sangat terharu.

Sejak itulah Joanna tertarik dengan agama Islam. Ia menyempatkan diri ke toko buku saat Joana berada di Kuala Lumpur. Pesan anak-anak itu cukup membekas di hatinya.

Ternyata banyak sekali buku-buku tentang Islam yang berbahasa Inggris. Joanna membeli kamus Inggris Melayu yang kecil. Pikirnya pasti anak anak akan senang kalau mereka tahu bahwa ia belajar bahasa Melayu. Sejak itulah Joanna mulai tertarik mengenal Islam hingga mengucapkan dua kalimah syahadat.

Di mana-mana

Lain lagi cerita Nini, wanita asal Indonesia yang juga residen (pemukim yang bersuamikan Inggris) ini mempunyai cerita unik. Karyawati di sebuah Department Store ini cukup lama tinggal di sini, 10 tahun lebih. Dulunya ia seorang penari. Ramah dan lincah. Temannya di mana-mana. Setelah gabung dengan sebuah pengajian student Indonesia di kota London ia menemukan sesuatu, mengaku merasa bahagia berada di lingkungan yang nyaman serta banyak mendapatkan masukan.

Suatu hari terjadi perubahan cukup drastis. Nina berkeinginan mengenakan jilbab. Tapi ia hanya memakainya dari rumah ketempat pengajian, lalu ke supermarket atau ke station.  Namun sampai di tempat bekerja ia lepas. Ada selaksa perasaan berdosa, namun Nina tengah memupuk keberaniannya.

Setiap ia datang ke pengajian, sering sang kain berbentuk segitiga itu melorot dan jatuh kepundaknya.

Suatu hari, saya menegurnya,  “Mana penitinya Nin,” aku menolongnya untuk menjepitnya.

“Wow, kok malah jadi cantik sih, liat tuh di kaca, kecantikanmu malah menyeruak, “ ujarku meyakinkan.  Memang betul, ia tanpak lebih cantik dan anggun. Ia tersenyum malu campur bangga.

“Jika belum berani full time, cobalah part-time dulu, biasakan dulu, supaya kita bisa PD (percaya diri) dan orang-orang di sekitar kita tidak kaget,” begitu nasehatku.

Suatu hari, ia melakukan pengamatan. Diam-diam ia mencari tahu berapa banyak jumlah Muslimah di tempatnya bekerja. Ia kaget, ternyata jumlahnya cukup banyak. Akhirnya, setiap ke kepengajian, ia sibuk membahas dan bercerita tentang jilbabnya. Nini akhirnya mulai terobsesi dengan jilbab. Ia bahkan meminta saran kapan ia bisa memulai mengenakannya ke tempat bekerja.

"Saya tunggu waktu, support aku deh," tambahnya. "Aku takut dipecat teh,"ujarnya nampak was-was. Dan saya menenangkannya dengan menjelaskan bahwa keyakinan dilindungi undang-undang. Layaknya orang-orang  Yahudi di tempat ini, yang juga memakai sesuatu di kepalanya.

Suatu ketia,  Nini mengambil 'day off', Nina mengajak teman-temannya untuk minum kopi. Tentu dia mengenakan jilbab. Pada saat hendak pulang, tiba-tiba dia membelok ke tempat ia bekerja untuk sekedar menyampai kan hello kepada teman kerjanya. Rupanya dia lupa kalau mengenakan jilbab. Tentu saja semua temannya terkejut. Kebetulan sang supervisor yang Muslim sedang berada di situ.

"Ooh..I didn't know you wear hijab, Nin," tegurnya. Ia jadi tersipu malu sambil mengatakan bahwa ia mengenakan jilbab.

"Why dont you wear it to work, " tantangnya.

"Really? Can I wear hijab to work?," seolah tak percaya mendengar tawaran yang dinilai sangat exciting itu.

"Well of course you can..I will talk to my manager and I am sure you have the right in this country," jawabnya meyakinkan.

Tak terbayang rasa gembira di hati Nini hari itu. Ia mendapat support penuh dari sang supervisor. Ia pulang dengan langkah yang, duh rasanya ringan sekali. Ingin sekali ia berteriak ke langit. Kini Nini mengenakan jilbab yang warnanya disesuaikan dengan seragam kerja.

Menariknya, konon langkahnya itu kemudian banyak diikuti oleh beberapa muslimah yang selama ini bersembunyi dari persembunyiannya.

Dan seperti biasanya, teman dan sahabat yang biasa pergi ke disko atau berkumpul untuk bersenang senang, mereka satu-persatu menjauhi Nini.

Diludahi

Suatu hari, seorang wanita namanya Jannifer, panggil saja sister Jane, seorang muallaf yang kukenal di depan Kedutaan Perancis, saat berdemo tentang hijab. Diam-diam, kami menjadi sahabat.

Suatu hari, melalui saluran telpon, ia bercerita tentang keyakinannya.

"Karena saya sudah bersyahadat yang artinya kesaksian dan pengakuan saya terhadap adanya Allah yang Esa serta kesaksikan saya bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah, maka ini adalah sebuah komitmen dan janji saya. Artinya saya tidak bisa hanya mengambil setengah-setengah. Saya harus ambil seutuhnya, termasuk mengenakan hijab tentunya," ujarnya.

Saat mengawali masuk Islam, Jennifer tidak tahu bagaimana caranya mengenakan jilbab. Ia membeli dua helai kerudung lalu disampirkan dikepala.

Dengan mengenakan jilbab, ia mengaku lebih tenang di jalanan, tanpa menarik perhatian kaum lelaki yang selalu berfikir kalau perempuan adalah objek seks.

“Saya marasa bebas dari tekanan untuk kompetisi kecantikan. Sayapun bisa jadi lebih nampak sederhana," paparnya.

Meski demikian, ada juga yang menatap  dengan pandangan bermacam- macam, tapi Jane tidak peduli. 

"Tatkala saya mengenakan jilbab saya merasakan kehangatan pada jiwa dan hati saya. Ada rasa aman dan tenang, walaupun saya merasakan bahwa saya masih belum mampu memenuhi perintahNya, saya takut bahwa saya belum bisa meraih ridhoNya," ujar Jennifer.

Saya, Joanna, Nini dan Jane dan para muslimah di Inggris (dan di Negara-negara Eropa lainnya) memang sangat beruntung, secara umum penduduknya cukup demokratis  melindungi pilihan kita menggunakan jilbab.

Jilbab datang dan menghampiri perempuan Inggris memang tidak seketika alias sekonyong-konyong. Meski ada tertentu beberapa muslimah tiba-tiba ingin mengenakan jilbab, namun umumnya pengaruh teman. 

Meski demikian, hanya menyampirkan sehelai kain di kepala kita, di negeri ini harus memerlukan “jihad” tersendiri. 

Saat terjadi insiden besar di UK, 7 Juli (kasus bom di Kereta api bawah tanah) misalnya, memaksa para Muslimah ekstra hati-hati. Tak sedikit di antara Muslimah yang menjadi sasaran public. Di jalanan Muslimah dimaki, diludahi atau diteriaki ‘Hei teroris’ atau perlakuan yang tidak nyaman lain. Namun bagi mereka yang kenal situasi negeri itu akan paham. Bahkan anak saya bisa bilang, “Just ignore them mum, they are just so ignorant.” (Mereka itu tidak tahu apa-apa, jadi cuekin saja).

Menurut data, populasi Muslim di Inggris saat ini sekitar 2,8 juta (4,6 persen total penduduk). Inggris memiliki komunitas Muslim terbesar ketiga di benua Eropa, setelah Jerman dan Prancis. Kaum Muslim bisa ditemui di mana saja, termasuk jamaah sholat Jumat meluber di jalanan.

Dan jilbab, kini merupakan bagian dari komunitas di Britania Raya sebagai negara yang beragam; baik kebangsaan, etnis dan agama serta warna. Anda bisa melihat jilbab di mana saja, mengalir. Kecuali di Bromley, terutama di desa saya di Pettswood.

Kadang saya berfikir, “Ah jangan-jangan cuma saya sendiri berjilbab, yang kebetulan penduduknya 98.5% adalah putih/Inggris.”  Hanya saja,  saya merasa, orang-orang di sekitar saya tidak merasa terancam dengan keberadaanku.

Meski minoritas, saya tetap membaur, bukan mengucilkan diri dengan orang-orang di sekitar, sembari menunjukan akhlak islami kita.

Doa saya dari Anda, semoga, saya dan Muslimah lain di UK tetap istiqomah menegakkan peritah menurut aurat seperti dalam surat al-Ahzab: 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. 33:59].*/ Al Syahidah, Bromley, 5 Februari 2012

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Hidayatullah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Jum'at, 16 Nov 2018 05:24

Pejabat Afghanistan Sebut 30 Polisi Tewas dalam Serangan Taliban di Pos Polisi Khaki Safed Farah

Pejabat Afghanistan Sebut 30 Polisi Tewas dalam Serangan Taliban di Pos Polisi Khaki Safed Farah

Kamis, 15 Nov 2018 20:45

Kelompok Afiliasi IS Peringatkan Serangan Lebih Lanjut Setelah Penikaman di Melbourne

Kelompok Afiliasi IS Peringatkan Serangan Lebih Lanjut Setelah Penikaman di Melbourne

Kamis, 15 Nov 2018 20:30

Dukung Prabowo-Sandi, Dukung juga Partai Pengusungnya

Dukung Prabowo-Sandi, Dukung juga Partai Pengusungnya

Kamis, 15 Nov 2018 19:31

Janji tak Sesuai Fakta Politisi: Ganti Presiden!

Janji tak Sesuai Fakta Politisi: Ganti Presiden!

Kamis, 15 Nov 2018 18:31

Palang Merah: Situasi Myanmar Tidak Tepat untuk Kembalinya Pengungsi Rohingya

Palang Merah: Situasi Myanmar Tidak Tepat untuk Kembalinya Pengungsi Rohingya

Kamis, 15 Nov 2018 17:45

KOPI DIGITAL (4): Jasa Buzzer Sosmed dan Broadcast Digital Marketing

KOPI DIGITAL (4): Jasa Buzzer Sosmed dan Broadcast Digital Marketing

Kamis, 15 Nov 2018 14:42

KOPI DIGITAL (2): Produk WhatsappMatic ini Memudahkan Broadcast

KOPI DIGITAL (2): Produk WhatsappMatic ini Memudahkan Broadcast

Kamis, 15 Nov 2018 14:09

Tolak Perda Syariah, PSI Disebut Partai Anti-agama

Tolak Perda Syariah, PSI Disebut Partai Anti-agama

Kamis, 15 Nov 2018 13:11

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Kamis, 15 Nov 2018 12:43

Pasukan Yaman Tangguhkan Serangan ke Kota Hodeidah yang Dikuasai Syi'ah Houtsi

Pasukan Yaman Tangguhkan Serangan ke Kota Hodeidah yang Dikuasai Syi'ah Houtsi

Kamis, 15 Nov 2018 12:15

Warga Gaza Rayakan Pengunduran Diri Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman

Warga Gaza Rayakan Pengunduran Diri Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman

Kamis, 15 Nov 2018 11:15

Sejak Jadi Cawapres, Ketawadhuan KH Ma'ruf Amin Disebut Luntur

Sejak Jadi Cawapres, Ketawadhuan KH Ma'ruf Amin Disebut Luntur

Kamis, 15 Nov 2018 11:01

Hukum Hadiah ke Guru dari Wali Murid

Hukum Hadiah ke Guru dari Wali Murid

Kamis, 15 Nov 2018 10:27

Enggan Minta Maaf, Ma'ruf Amin Akan Dilaporkan Tunanetra ke Bawaslu

Enggan Minta Maaf, Ma'ruf Amin Akan Dilaporkan Tunanetra ke Bawaslu

Kamis, 15 Nov 2018 10:17

Bubarkan Partai Anti Agama!

Bubarkan Partai Anti Agama!

Kamis, 15 Nov 2018 08:35

Tersinggung Perkataan Cawapres Ma'ruf Amin, Tunanetra Demo di Kantor MUI

Tersinggung Perkataan Cawapres Ma'ruf Amin, Tunanetra Demo di Kantor MUI

Kamis, 15 Nov 2018 08:19


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X