Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.818 views

Perang Iklan: Muslim vs Kaum Islamofobia di AS

 


 

Rabu, 24 Oktober 2012

Oleh: Nuim Hidayat

TANGGAL 27 September2012 lalu, di stasiun bawah tanah di New York  terpampang iklan di sana: “In any war between the civilized man and the savage, support the civilized man. Support Israel, Defeat jihad.”  (Dalam berbagai peperangan antara manusia beradab dan manusia biadab, dukunglah manusia beradab. Dukung Israel, Kalahkan Jihad).Iklan  itu diproduksi oleh The American Freedom Defense Initiative (AFDI), sebuah kelompok konservatif anti Islam yang dipimpin oleh Pamela Geller.  Mereka sebenarnya mau memasang iklan itu di beberapa bodi bus, tapi Otoritas Transportasi Kota New York (MTA) melarangnya.  Dengan mengutip aturan yang melarang memasang "gambar atau informasi yang merendahkan ... karena ras, warna kulit, agama, asal kebangsaan, keturunan."

Geller segera menggugat MTA karena melanggar hak kelompoknya untuk bebas berbicara dan menyatakan bahwa dengan tidak memasang iklan, MTA memainkan politik.Pengadilan memihak Geller. Hakim Pengadilan Distrik New York Paul Engelmayer dalam banding memenangkannya 29 Agustus lalu.

MTA sejak itu merevisi aturan itu dan hanya melarang iklan yang "waktu dekat akan menghasut atau memprovokasi kekerasan." Tapi MTA melampirkan dalam iklan itu dengan pengumuman bahwa  "tampilan iklan ini tidak menyiratkan dukungan MTA pada setiap pandangan yang diungkapkan."

Iklan kemudian naik tanggal 24 September2012 lalu. Tapi kontroversi itu tidak berakhir di sini.

Pada tanggal 6 September, Geller menandatangani kontrak 5600 dolar US untuk pemasangan iklan yang sama dari 24 September-21 Oktober di empat area ‘Metro stop’  Washington DC.  Karena"situasi di seluruh dunia" dan "keamanan dan keselamatan" para penumpang, WMATA menginformasikan kepada pada 18 September bahwa WMATA tidak akan menampilkan iklan itu. Dan mengevaluasi kembali kontrak itu pada 1 November. Geller akhirnya WMATA, dengan menuduh pelanggaran Amandemen Pertama AS.

WMATA mengatakanbahwa hal  itu disarankan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk meninjau iklan itu karena risiko adanya kekerasan, karena gelombang protes di Timur Tengah akibat sebuah video anti-Islam yang diproduksi di California."Kami tidak mencoba untuk menutup forum untuk mengakhiri perdebatan tentang konflik Arab-Israel," kata pengacara WMATA Philip Straub dalam sidang pengadilan federal.

"Kami hanya mengatakan kata-kata yang digunakan dalam iklan ini ‘savage, war, defeat’, begitu erat dengan video yang mengakibatkan protes dan kematian di luar negeri. Dan seperti yang telah diberitahu oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri , karena ancaman terorisme di tanah-tanah AS, maka kata-kata itu tidak dapat ditampilkan dalam sistem kami sampai gelombang protes itu redam nanti.”Hakim Rosemary Collyer tidak menerima argumen ini dan memerintahkan WMATA untuk memasang iklan paling lambat tanggal 8 Oktober meskipun dia menyebut iklan itu sebagai "kata-kata kebencian (hate speech)." 

Perdebatan itu tumpah keluar dari sidang pengadilan. Sebuah komuter DC menutup iklan itu dan seorang anggota Kongres AS telah menyerukan untuk memboikot kereta Metro.

Organisasi Islam di AS, The Council on American-Islamic Relations (CAIR), telah merencanakan memasang iklan di empat stasiun Metro dimana Geller juga memasangnya. Yaitu di Glenmont, Georgia Avenue dan tempat pemberhentian U Street Metro. Iklan CAIR ini .menampilkan seorang gadis berjilbab dengan kutipan dari Al Qur’an:  “Jadilah pemaaf, bicaralah untuk keadilan dan hindari kebodohan " (Show forgiveness, speak for justice and avoid the ignorant, QS Al A’raf 199).

Nihad Awad, Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR), menyatakan: “Mereka perlu diantisipasi melalui upaya kolektif warga Amerika untuk menolak fobia Islam dan sikap membenci.”

Kampanye iklan tandingan CAIR ini dipastikan setelah hakim federal memutuskan bahwa tidak ada yang bisa menghentikan iklan-iklan anti Islam tersebut disingkirkan di stasiun metro Washington, dengan alasan hak kebebasan berbicara.
CAIR mengatakan iklan anti-Islam tersebut sangat menyakitkan dan menciptakan iklim ketakutan selama beberapa waktu ketika masjid kemudian menjadi sasaran kemarahan dengan ditembak, dibakar dan dirusak.

Sebagai tanggapan, Geller mengajukan iklan baru untuk WMATA yang menampilkan gambar menara World Trade Center terbakar, di samping dua kutipan Al Quran: "Bunuhlah kafir di mana saja kamu menemukan mereka," dan "Mereka yang kafir pada yang Kami wahyukan, kami akan melempar mereka ke neraka. Tiap kali kulit mereka terbakar,  maka Kami akan menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka dapat merasakan siksaan itu.".

Pamela Geller, perempuan keturunan Yahudi (54 tahun) memang dikenal sebagai aktivis politik dan penulis. Dengan penulis Robert Spencer, ia mendirikan organisasi Freedom Defense Initiative dan Stop Islamization of America. Spencer sendiri terkenal dengan buku-bukunya yang anti Islam. Beberapa bukunya yang berisi hujatan kepada Islam dan Rasulullah saw termasuk buku yang populer di Amerika. Lihatlah judul-judul bukunya: " The Truth About Muhammad: Founder of the World's Most Intolerant Religion" (Regnery Press, 2006),"The Myth of Islamic Tolerance: How Islamic Law Treats Non-Muslims" (Prometheus Books, 2005) dan "Religion of Peace? Why Christianity Is and Islam Isn't" (Regnery Publishing, 2007).  

Geller dan Spencer menulis buku bersama dengan judul: "The Post-American Presidency: The Obama Administration's War on America". Pada bulan Mei 2010, mereka melakukan aksi bersama menentang kuat rencana pendirian pusat komunitas Islam dan masjid di Ground Zero. Ia menyindir pendirian masjid itu dengan kata-kata : ‘Mega Mosque at Gorund Zero’. Ia juga dikenal sebagai pendukung Radovan Karadzic dan Slobodan Milosevic, pembunuh sadis Muslim Bosnia. Selain itu di mana-mana ia mendukung agresi Israel dan menginginkan Gaza dicaplok Israel. Ketika tahun 2006, kaum Muslim seluruh dunia protes dimuatnya kartun Nabi Muhammad di surat kabar Denmark, Geller justru malah memasukkan gambar-gambar itu dalam blognya. Dia menyatakan:  "I don't know where it is in America that you can't make jokes or make fun.” Ia juga menyatakan bahwa “Islam is the most antisemitic, genocidal ideology in the world." Tahun 2011 lalu, ia menulis buku: Stop the Islamization of America: A Practical Guide to the Resistance. Sebuah perang publikasi antara masyarakat Muslim dan kaum Islamofobia, inilah yang sedang terjadi di Amerika.*  

Penulis adalah dosen STID M Natsir

Rep: Administrator
Red: Cholis Akbar

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Hidayatullah lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Rabu, 18 Jan 2017 23:50

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Rabu, 18 Jan 2017 23:00

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

Rabu, 18 Jan 2017 21:30

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 18 Jan 2017 20:35

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Rabu, 18 Jan 2017 19:37

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 18 Jan 2017 18:23

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Rabu, 18 Jan 2017 17:49

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Rabu, 18 Jan 2017 16:32

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Rabu, 18 Jan 2017 16:15

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Rabu, 18 Jan 2017 15:40

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Rabu, 18 Jan 2017 15:00

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Rabu, 18 Jan 2017 14:14

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Rabu, 18 Jan 2017 13:13

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Rabu, 18 Jan 2017 12:31

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Rabu, 18 Jan 2017 12:11

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Rabu, 18 Jan 2017 10:11

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Rabu, 18 Jan 2017 08:42

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Rabu, 18 Jan 2017 08:11

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Sebut Fatwa MUI Potensi Picu Gangguan Keamanan, Kapolri Dinilai Tak Paham Sejarah MUI

Rabu, 18 Jan 2017 06:26

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Mengapa Wapres JK Himbau Pesantren untuk Toleransi?

Rabu, 18 Jan 2017 06:11


Must Read!
X