Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
33.692 views

Mendudukkan Hukum Bersalaman Sesudah Shalat

Oleh: Badrul Tamam

Bersalaman sesudah shalat merupakan fenomena umum shalat berjama'ah di masjid-masjid negeri ini. Ketika imam selesai salam yang diikuti makmum, segera ia menghadap ke makmum dan menjabat tangan mereka. Kemudian para makmum saling bersalaman dengan orang yang di sebelah kanan dan kirinya, dan sering ditambah orang yang di depan dan di belakangnya. Bahkan sering orang yang selesai melaksanakan sunnah juga menyalami (menjabat tangan) kawan yang duduk di sampingnya, walaupun sudah bertemu dan bertegur sapa sebelum shalat.

Pemandangan ini menunjukkan tradisi yang sudah mengakar. Seolah bersalaman menjadi penyempurna kegiatan shalat berjama'ah. Bahkan, ada yang meyakininya sebagai bagian dari ibadah yang mengiringi shalat, tidak afdhal kalau tidak bersalaman.

Alasan yang diungkapkan untuk membenarkannya bermacam-macam. Ada yang mengiyaskan dengan tuntunan Islam ketika bertemu dengan saudara seiman, yaitu mengucapkan salam yang dilanjutkan dengan bersalaman. Karena di akhir shalat seseorang mengucapkan salam ke kanan dan kirinya, lantas mereka mengikutinya dengan bersalaman, seolah-olah salam ke kanan dan ke kiri bermakna menyalami orang yang di sebelah kanan dan kirinya.

Ada alasan lain yang diungkapkan dengan melihat mashlahat yang ingin diwujudkan, yaitu agar persaudaraan semakin kuat dan persatuan semakin kokoh. Pendapat ini juga didasarkan pada anjuran bersalaman secara umum.

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Bahwa dua orang yang bertemu dan bersalaman akan diampuni dosa mereka sebelum berpisah." (HR Ibnu Majah)

Anjuran Bersalaman

Pada dasarnya bersalaman adalah mubah (boleh), bahkan ada yang mengatakan sunnah karena hal itu dapat memunculkan kecintaan dan kasih sayang serta menguatkan ikatan persaudaraan. 

Keutamaan salaman telah diriwayatkan oleh beberapa hadits. Salah satunya hadits Hudzaifah bin al Yaman, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan mukmin lainnya lalu dia mengucapkan salam kepadanya serta menjabat tangannya maka akan gugurlah kesalahan-kesalahan keduanya seperti rontoknya dedaunan dari pepohon." (HR. al-Thabrani di dalam “al Ausath”. Al Mundziriy mengatakan di dalam “at Targhib wa at Tarhib” bahwa aku tidak mengetahui jika di antara para perawinya terdapat seorang pun yang cacat.”

Dari Salman al Farisi, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ”Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu dengan saudaranya lalu menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan gugur sebagaimana rontoknya dedaunan dari pohon kering pada hari bertiupnya angin kencang dan akan diampuni dosa keduanya walaupun dosa keduanya seperti buih di lautan.” (HR. al-Thabrani dengan sanad hasan)

Diriwayatkan juga dari Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Dawud, 4343).

Ka’ab bin Malik mengatakan: “Aku masuk masjid, tiba-tiba di dalam masjid ada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Thalhah bin Ubaidillah berlari menyambutku, menjabat tanganku dan memberikan ucapan selamat kepadaku.” (HR. Al-Bukhari 4156).

Diriwayatkan dari Qatadah, ”Aku berkata kepada Anas bin Malik, ’Apakah bersalaman dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,” Anas menjawab, ”Ya". (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

Hadits-hadits keutamaan salaman di atas menerangkan bahwa salaman yang dianjurkan adalah dilaksanakan pada saat seseorang bertemu dengan saudaranya. Dan menurut Imam An-Nawawi, berjabat tangan (salaman) telah disepakati sebagai bagian dari sunnah ketika bertemu. Ibn Batthal juga menjelaskan, “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.” (Syarh Shahih Al-Bukhari Ibn Batthal, 71/50).

Menghususkan Salaman Setelah Shalat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya tentunya sangat memahami keutamaan salaman. Namun, tidak didapatkan satu riwayatpun bahwa mereka menghususkan bersalaman setelah selesai melaksanakan shalat, baik wajib maupun sunnah. Berarti bersalaman sesudah shalat tidak dikenal pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan khulafaur rasyidin. Sedangkan hadits-hadits yang menyebutkan bersalaman itu pada saat seseorang bertemu dengan saudaranya.

Syaikh Abdullah Al Jibrin mengatakan, "Banyak orang shalat menjulurkan tangannya  untuk berjabat tangan dengan orang-orang di sekitarnya yang dilakukan setelah selesai salam dari shalat wajib, perbuatan ini adalah bid'ah tidak diriwayatkan dari salaf."

Al-‘Izz bin Abdissalam berkata, “Berjabat tangan sesudah shalat Shubuh dan Ashar termasuk bid’ah, kecuali bagi orang yang baru datang dan berkumpul bersama orang-orang yang menyalaminya sebelum shalat. Sesungguhnya bersalaman disyari'atkan ketika baru datang. Setelah shalat, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam membaca dzikir yang disyariatkan, membaca istighfar tiga kali, lalu bubar.Ini yang terjadi pada zaman Al 'Izz bin

Abdissalam, sedangkan pada zaman kita bersalaman pada setiap shalat yang lima waktu dan setelah shalat-shalat sunnah.

Setidaknya ada dua kesalahan yang sering terjadi pada zaman sekarang ini. Pertama, para jama'ah tidak mengucapkan salam dan bersalaman ketika memasuki masjid dan berjumpa dengan saudaranya. Biasanya mereka langsung masuk dan melaksanakan shalat sunnah, kemudian shalat fardhu. Kedua, mereka berjabat tangan tepat setelah selesai shalat, padahal disyariatkannya pada saat bertemu.

Intinya, bahwa berjabat tangan itu baik, jika dilakukan di saat bertemu. Adapun seusai shalat, tidak ada hadits yang menerangkannya. Padahal suatu ibadah (yang dilazimi) itu harus ada dalil yang memerintahkannya. Jika tidak ada, maka tertolak dan tidak boleh diamalkan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Siapa yang melaksanakan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalnya tersebut tertolak." (HR. Muslim dari Aisyah radliyallah 'anha)

Berdasarkan hadits di atas, Imam Bukhari membuat bab dalam shahihnya, "Apabila seorang yang beramal atau seorang hakim berijtihad, lalu salah karena menyelisihi Rasul tanpa didasari ilmu, maka hukumnya tersebut tertolak". Hal ini mengindikasikan bahwa pendapat satu atau dua orang ulama tidaklah menjadi wahyu baru yang mengandung kebenaran mutlak. Pendapat mereka bisa benar dan salah, bisa diterima dan ditolak, setelah ditimbang dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Dan jika salah dan menyelisihi sunnah harus ditinggalkan. Terlebih lagi, bahwa bersalaman sesudah shalat adalah tradisi kaum Syi'ah yang suka merubah-rubah ajaran Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam.

. . . bahwa bersalaman sesudah shalat adalah tradisi kaum Syi'ah yang suka merubah-rubah ajaran Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam.

Kesalahan lain tradisi bersalaman sesudah shalat adalah memotong tasbih atau dzikir saudara muslim. Sedangkan memotong dzikir tidak diperbolehkan kecuali dengan sebab-sebab syar’i. Namun, kenyataannya sering kita saksikan banyak orang yang mengganggu dzikir saudarnya dengan mengulurkan tangan untuk bersalaman. Larangan ini bukan semata-mata karena menjabat tangannya, namun juga karena terpotongnya dzikir dan kesibukan mengingat Allah Ta’ala.

Kesalahan lain tradisi bersalaman sesudah shalat adalah memotong tasbih atau dzikir saudara muslim.

Kapan Bersalaman Sesudah Shalat Dibolehkan?

Menghususkan salaman sesudah shalat tidak ada sunnahnya. Karenanya tidak boleh dijadikan aktifitas rutin dalam rangkaian shalat sehinga terkesan memiliki keutamaan yang lebih. Namun, jika seseorang tidak sempat bersalaman dengan saudaranya sebelum shalat, maka dibolehkan dilakukan sesudah salam atau sesudah dzikir. Bersalaman seperti ini bukan karena takhsis (menghususkan atau mengistimewakan) waktu sesudah salam untuk salaman. Tapi karena bertemu dengan kawan yang belum sempat berucap salam dan berjabat tangan.

Fatwa Syaikh Ibn Bazz

Syaikh Ibn Baaz rahimahullah mengatakan bahwa dianjurkan untuk bersalaman saat bertemu di masjid atau di shaff. Dan apabila tidak bersalaman sebelum melaksanakan shalat maka mereka bisa bersalaman setelah melaksanakan shalat sebagai bentuk pengimplementasian sunnah yang mulia serta untuk meneguhkan kasih sayang dan menghilangkan permusuhan.

Akan tetapi apabila tidak bersalaman sebelum shalat fardhu maka disyariatkan baginya untuk bersalaman setelahnya atau sesudah mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan.

Apabila tidak bersalaman sebelum shalat fardhu maka disyariatkan baginya untuk bersalaman setelahnya atau sesudah mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan. (Ibnu Bazz)

Adapun apa yang dilakukan oleh sebagian masyarakat yang bersegera bersalaman setelah melaksanakan shalat fardhu, setelah mengucapkan salam kedua, maka aku tidaklah mengetahui dasarnya dan yang jelas adalah bahwa hal itu adalah makruh dikarenakan tidak adanya dalil tentangnya karena yang disyariatkan bagi seorang yang shalat dalam keadaan seperti itu adalah bersegera mengucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah melaksanakan shalat fardhunya.

Adapun shalat nafilah maka disyariatkan untuk bersalaman setelah salam apabila dia tidak bersalaman sebelum melaksanakan shalat itu dan jika ia telah bersalaman sebelumnya maka hal itu sudah cukup baginya." (Majmu’ Fatawa Ibn Baaz, juz XI, hal. 267)

Sikap Orang yang Diajak Salaman

Perlu diingat, tidaklah termasuk sikap yang bijaksana apabila kita menarik tangan saudara kita atau menolak tangan yang sudah terlanjur diulurkan kepada kita untuk berjabat tangan. Justru perbuatan seperti ini termasuk sikap batil, kasar, dan tidak sopan yang dilarang Islam. Lalu apa yang harus kita lakukan? Sikap yang lebih bijak adalah menerima uluran tangannya dengan lemah lembut, lalu dijelaskan bahwa berjabat tangan seperti itu tidak ada sunnahnya.

Bukan sikap yang bijak apabila kita menarik tangan saudara kita atau menolak tangan yang sudah terlanjur diulurkan kepada kita untuk berjabat tangan.

Semoga dengan kelemahlembutan tersebut, saudara kita tadi mengambil manfaat dari nasihat kita, sehingga dia meninggalkan perbuatan yang tidak sesuai dengan sunnah karena kebodohan atau yang lainnya. Karenanya, wajib bagi ahli ilmu untuk memberikan penjelasan dengan cara yang baik. Bisa saja seseorang ingin menegur kesalahan yang dilakukan orang lain, tapi dengan cara yang salah, justru menyebabkan dia melakukan kemungkaran yang lebh berat daripada kemungkaran yang ingin diluruskannya. Wallahu a'lam bi shawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60% Pembelian bisa campur produk >1.600 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Bedah Rumah Keluarga Mujahid Korban Puting Beliung, Dana 7.3 Juta Telah Disalurkan

Amanah Bedah Rumah Keluarga Mujahid di Bogor telah ditunaikan. Total dana Rp 7.300.000 telah disalurkan untuk perbaikan rumah korban puting beliung ini...

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Rumah Singgah Keluarga Mujahid di Cirebon Butuh Biaya Perbaikan Atap. Ayo Bantu!!

Kondisi atap Rumah Singgah ini sudah tidak layak. Gentingnya banyak yang pecah, kayu atap dan plafonnya pun sudah rapuh. Butuh dana sekitar 7 juta rupiah untuk perbaikan....

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Balita Hepatitis dan Gagal Hati ini Harus Dioperasi dengan Biaya 1,2 Miliar. Ayo Bantu!!!

Adrian Saputra penderita hepatitis dan gagal hati harus operasi cangkok (transplantasi) hati. Upah sang ayah sebagai buruh tani dan upah sang ibu sebagai TKW tak cukup untuk biaya pengobatan....

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Alhamdulillah, Muallaf NTT Dibebaskan dari Rumah Sakit atas Jaminan Direktur IDC

Meski tak ada biaya, muallaf Abdurrahman Liunima diizinkan pulang dari rumah sakit dengan jaminan Direktur IDC, seluruh biaya rumah sakit harus dilunasi selambat-lambatnya 31 Desember...

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Masya Allah..!!! Satu Jam Bersama Keluarga Yatim Mujahid di Gang Sempit Ibukota Jakarta

Hingga akhir hayatnya, ustadz Sanjaya Abdullah mengabdikan diri di jalan dakwah. Kini masa depan yatim Syifani dan Syafina yang masih SD, menjadi tanggungjawab kita hingga baligh...

Latest News
Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Negeri Akhir Zaman Itu Bernama Syam

Sabtu, 06 Feb 2016 17:51

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

KPR Syariah, Solusi Miliki Rumah Idaman?

Sabtu, 06 Feb 2016 17:48

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

CBA: Rata-rata Harga Sebuah Pengajuan RUU Sebesar Rp.2,4 Milyar

Sabtu, 06 Feb 2016 17:29

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Efektifkah Mengajarkan Materi per Materi Kepada Anak?

Sabtu, 06 Feb 2016 16:35

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Setelah Rilis Daftar PesantrenTerorisme, Kini Pemerintah Sebut Banyak Pesantren Terjangkit Narkoba

Sabtu, 06 Feb 2016 14:59

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Muhammadiyah Minta BNPT Jangan Asal Main Tuduh Pesantren Pendukung Terorisme

Sabtu, 06 Feb 2016 14:29

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Koalisi Permanen Diuji, PBB: KMP Jangan Bubar

Sabtu, 06 Feb 2016 13:29

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Siapkah Masyarakat Indonesia Menyambut MEA?

Sabtu, 06 Feb 2016 13:08

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Fahira Idris Minta Dukungan Masyarakat agar UU Larangan Miras Cepat Diberlakukan

Sabtu, 06 Feb 2016 11:29

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sejak 2015 Twitter Telah Tangguhkan 125.000 Akun yang Mempromosikan Aksi Jihad

Sabtu, 06 Feb 2016 11:15

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Menulislah, Bangkitkan Peradaban dengan Pena!

Sabtu, 06 Feb 2016 10:37

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Al-Qaidah Yaman Konfirmasi Kematian Komandan Militer Mereka dalam Serangan Udara AS di Abyan

Sabtu, 06 Feb 2016 09:45

Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Habis Kuota Terbitlah Izin Impor

Sabtu, 06 Feb 2016 09:31

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Ini Kado Ultah Partai Gerindra untuk Pemerintahan Jokowi-JK

Sabtu, 06 Feb 2016 09:29

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Daarul Qur'an Gaza Lahirkan Hafidz-Hafidz Cilik

Sabtu, 06 Feb 2016 09:00

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Al-Shabaab Rebut Kembali Kota Marka di Somalia Selatan dari Pasukan Uni Afrika

Sabtu, 06 Feb 2016 08:45

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Paris Van Java: Dari Paris ke Jakarta

Sabtu, 06 Feb 2016 07:38

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Hadiri, ''Benarkah Hari Kiamat Sudah Dekat'' di Pusdiklat DDII Tambun

Sabtu, 06 Feb 2016 07:25

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Suara Tersangkakan Ahok Menggema di Media Sosial

Jum'at, 05 Feb 2016 23:59

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Fantastis! Utang Indonesia Tiga Kali Lipat dari Dana Pembangunan Kereta Cepat

Jum'at, 05 Feb 2016 22:59



Must Read!
X