Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
38.796 views

Hukum Jual Beli Saat Adzan Jum'at

Oleh: Badrul Tamam

Shalat Jum'at diistimewakan daripada shalat-shalat fardlu yang ada dengan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki shalat-shalat lainnya, misalnya dilaksanakan dengan berjama'ah, jumlah khusus, disertakan khutbah yang wajib didengarkan dan diperhatikan dengan seksama, bacaan yang jahar, dan lainnya.

Shalat Jum'at merupakan kewajiban di dalam Islam yang sangat ditekankan sekaligus menjadi sarana pertemuan bagi kaum muslimin yang paling agung. Pada kesempatan itu mereka diingatkan lewat khutbah akan permulaan dan tempat kembali mereka di akhirat. Mereka diingatkan agar senantiasa bertakwa kepada Allah, Rabb semesta alam. Karena urgensinya ini, maka diwajibkan bagi orang yang wajib melaksankannya untuk bersegera mendatanginya serta diharamkan melakukan jual beli pada saat adzan sudah dikumandangkan.

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9) Larangan jual beli ini mencakup menjual dan membeli.

Dikhususkannya jual beli atas aktifitas lainnya karena pekerjaan tersebut yang paling banyak digeluti orang dan paling sering menyibukkan orang di pasar sehingga lalai dari menghadiri shalat Jum'at.

Jika Adzan lebih dari sekali

Jika adzan lebih dari sekali, maka jual beli tidak diharamkan kecuali pada adzan saat naiknya imam ke atas mimbar, karena adzan inilah yang diberlakukan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Karenanya ini yang dijadikan patokan, bukan adzan selainnya.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang maksud nida' (panggilan shalat/adzan) dalam ayat di atas, "Yang dimaksud dengan nida' ini adalah nida' kedua yang telah dipraktekkan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu apabila beliau keluar dan duduk di atas mimbar. Karena pada saat itu adzan dikumdangkan di depan beliau. Makanya adzan inilah yang dimaksudkan. Adapun nida'/adzan pertama yang telah ditambah oleh Amirul Mukminin Utsman bin Affan radliyallahu 'anhu adalah karena manusia (umat Islam) di kala itu semakin banyak."

Beliau mendasarkannya pada hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam Shahihnya, dari al-Saa-ib bin Yazid yang berkata, "Dahulu adzan pada hari Jum'at, pada awalnya dikumandangkan pada saat imam berada di atas mimbar pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar. Maka ketika masa Utsman, manusia semakin banyak, beliau menambah dengan adzan kedua yang dikumandangkan di Zuwara', yaitu dikumandangkan di atas rumah yang dinamakan al-Zuwara', itu adalah rumah yang paling tinggi di Madinah yang dekat dengan masjid."

Kepada siapa jual beli diharamkan?

Larangan melakukan jual beli ini ditujukan kepada orang yang dibebani kewajiban menghadiri Jum'at, yaitu muslim laki-laki, baligh, berakal, merdeka, sehat, dan bermuqim. Karenanya orang yang tidak diwajibkan menghadiri Jum'atan tidak dilarang melakukan jual beli. Maka jika dua orang anak kecil atau dua orang wanita atau dua orang musafir melakukan jual beli, maka hal itu diperbolehkan, tidak berdosa. Namun, jika salah satunya orang yang wajib melaksanakan jum'atan keduanya berdosa karena saling tolong menolong dalam dosa. "Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maidah: 2)

Maka jika dua orang anak kecil atau dua orang wanita atau dua orang musafir melakukan jual beli, maka hal itu diperbolehkan, tidak berdosa.

Apakah selain jual beli juga diharamkan?

Jumhur ulama dari kalangan Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan salah satu pendapat Hambali berpendapat bahwa bentuk transaksi yang bisa menyibukkan orang dari shalat terkategori seperti jual beli ditinjau dari sisi keharaman. Imam Al-Syaukani lebih condong kepada pendapat ini sebagaimana yang beliau cantumkan dalam tafsirnya, Fathul Qadir. Sedangkan dalam sebagian pendapat lainnya, madzhab Hambali tidak menyamakan bentuk-bentuk transaksi lainnya seperti jual beli.

Argumentasi jumhur adalah dengan mempertimbangkan makna sebab dilarangnya jual beli, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang menyibukkan dari dzikrullah (mengingat Allah). Dan ini merupakan makna yang terkandung dalam setiap bentuk akad perjanjian. Sedangkan menurut kaidah: Al Hukmu Yaduru Ma’a Illatihi Wujudan Wa ‘Adaman (Hukum itu berputar bersama illatnya, jika dia ada, maka hukum ada, jika illat tersebut hilang, maka hukum tersebut jika hilang).

Imam al-Qurthubi berkata, "Materi jual beli bukanlah subtansinya, sesungguhnya yang menjadi subtansi adalah apa yang menyibukkan dari dzikrullah Ta'ala seperti akad nikah dan lainnya. Tetapi disebutkannya kata bai' (jual beli) karena dia yang paling sering menyibukkan dari dzikrullah Ta'ala." (Al-Jami' Li Ahkamil Qur'an: 5/26)

Alasan yang lainnya, "Karena kesemuanya itu adalah bentuk akad transaksi yang menyerupai jual beli." (Al-Kaafi, Ibnul Qudamah: 2/40-41)

Sementara kelompok kedua beralasan bahwa semua akad transaksi selain jual beli tidak disebutkan secara tekstual dan tidak pula masuk dalam bagian makna yang ditunjukkan oleh teks. Dan juga karena akad semacam ini tidak sesering jual beli dan dibolehkannya tidak lantas menyebabkan ditinggalkannya shalat Jum'at, berbeda dengan jual beli. (Al-Kaafi: 2/41 dan Al-Mughni: 3/164)

Menurut Abul Mundzir al-Saa'idi dalam bukunya Jumu'ah; Adab wa Ahkamuha, merajihkan pendapat jumhur berdasarkan kejelasan alasan yang telah mereka sebutkan dan realita yang terjadi pada akad-akad perjanjian selainnya. Maka tidak ada bedanya antara aktifitas  jual beli, penyewaan, dan pernikahan dalam pengaruhnya yang menyibukkan dari dzikrullah pada saat itu.

Maka tidak ada bedanya antara aktifitas  jual beli, penyewaan, dan pernikahan dalam pengaruhnya yang menyibukkan dari dzikrullah pada saat itu.

Status Jual beli saat Adzan Jum'at

Menurut pendapat madzhab Hambali, jual beli dan akad-akad lainnya yang dilaksanakan setelah adzan statusnya batal berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan dari urusan kami (Islam), maka amalan tersebut tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radliyallahu 'anha)

Sememtara menurut Maliki, jual beli yang dilaksanakan pada saat itu adalah batal. Sementara membebaskan budak, pernikahan, cerai dan lainnya tidak batal, karena berdasarkan kebiasaan orang-orang, kesibukan dalam mengurusi hal itu tidak seperti kesibukan terhadap jual beli. (Lihat Tafsir al-Qurthubi dalam menafsirkan QS. Al-Jum'ah: 9)

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya memilih pendapat yang menyatakan rusak dan batalnya akad, baik itu jual beli, sewa, pelantikan, dan lainnya.

Sementara madhab Hanafi dan Syafi'i tidak membatalkannya dengan alasannya walau dilarang, hanya saja larangan tersebut bukan tertuju pada dzat materi jual belinya, tapi karenanya dilakukan pada waktu pelaksanaan Jum'atan. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/195). Rusaknya bukan pada inti akad dan tidak pula syarat syahnya.

Menurut kami, pendapat yang rajih adalah pendapat pertama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, "Dzahir ayat menunjukkan tidak sah sebagaimana yang disebutkan pada tempatnya."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat, "Thalaq jenisnya disyariatkan sebagaimana jual beli dan nikah, terkadang dihalalkan dan waktu yang lain  diharamkan. Juga terbagi menjadi sah dan rusak sebagaimana yang ada dalam jual beli dan pernikahan. Dan larangan dalam jenis ini mengharuskan rusaknya yang dilarang." (Majmu' Fatawa: 33/89-90)

Meninggalkan segala bentuk kesibukan duniawi seperti jual beli dan lainnya lalu bersegera pergi ke masjid untuk menjalankan shalat Jum'at dan mendengarkan khutbah adalah jalan terbaik dan paling selamat

 

Dan yang paling baik dan selamat adalah meninggalkan segala bentuk kesibukan duniawi seperti jual beli dan lainnya lalu bersegera pergi ke masjid untuk menjalankan shalat Jum'at dan mendengarkan khutbah. Dengan mengamalkan semacam itu maka akan mendapatkan banyak kebaikan dan pahala. "Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jum'ah: 9)

(PurWD/voa-islam.com)

Tulisan Terkait:

1. Hukum dan Amalan Khusus di Hari Jum'at

2. Ada Apa di Hari Jum'at?

3. Keutamaan Menggauli Istri di Hari Jum'at

4. Memburu Do'a Musjatab di Hari Jum'at

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Din Syamsuddin dan Pergerakan KAMI Kedepan

Rabu, 30 Sep 2020 08:25

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Sexual Content Bertentangan dengan Nilai Indonesia

Rabu, 30 Sep 2020 06:35

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Musala di Tangerang Jadi Sasaran Vandalisme, Ada Tulisan Anti-Islam dan Alquran Disobek

Rabu, 30 Sep 2020 05:59

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Covid-19 Menyadarkan Manusia untuk Ikhtiar dan Tawakkal

Selasa, 29 Sep 2020 23:53

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Bola Pantul Itu Bernama KAMI

Selasa, 29 Sep 2020 22:54

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Film G 30S PKI, Cara Bangsa Menolak Lupa Kekajaman PKI

Selasa, 29 Sep 2020 22:30

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah Wafat di Usia 91 Tahun

Selasa, 29 Sep 2020 22:07

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Jilbab Bukti Ketaatan, Bukan Pengekangan

Selasa, 29 Sep 2020 21:41

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Pertempuran Hebat Berlanjut di Garis Depan Armenia-Azerbaijan

Selasa, 29 Sep 2020 21:30

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Rapatkan Barisan, Pemuda Muhammadiyah Gelar Rakornas

Selasa, 29 Sep 2020 20:55

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

Selasa, 29 Sep 2020 20:51

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional Kecam Pembunuhan 2 Nelayan Palestina Oleh Tentara Mesir

Selasa, 29 Sep 2020 20:50

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

KAMI Beruntung, Semakin Dibesarkan oleh Demo Penolakan

Selasa, 29 Sep 2020 20:37

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Saudi Paksa Para Pedagang Untuk Tidak Mengimpor Barang Lagi Dari Turki

Selasa, 29 Sep 2020 20:15

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Legislator: Anggaran Penggadaan Vaksin Covid-19 Perlu Diawasi dan Dikawal

Selasa, 29 Sep 2020 19:57

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Legislator PKS Minta UMKM Dibebaskan dari Tarif Sertifikasi Halal

Selasa, 29 Sep 2020 19:45

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat Atas Penghancuran Ribuan Masjid di China

Selasa, 29 Sep 2020 14:46

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Selasa, 29 Sep 2020 13:37

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Tegas! Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jakarta Selatan Ditutup

Selasa, 29 Sep 2020 13:27

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Angka Kematian Covid-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia, Netty: Akibat Sistem Kesehatan Buruk

Selasa, 29 Sep 2020 12:33


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X