Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
23.418 views

Nilai Kekhusyu'an dalam Shalat

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Saat shalat seorang hamba menghadapkan diri kepada Allah dan berada di hadapan-Nya. Haruslah ia menyempurnakan kondisinya itu. Jika ia bisa menjaganya dengan baik, maka keadaannya di akhirat –saat ia benar-benar di hadapan Allah secara langsung- juga akan baik.

Ibnul Qayyim berkata: seorang hamba di hadapan Allah memiliki dua kondisi: pertama, di dunia. Kedua di akhirat. Jika yang pertama itu baik [yakni saat ia shalat] maka akan baik dan indah pula yang akhirat. Jika yang di sini itu buruk dan terlalaikan maka yang di akhirat akan mengikutinya.

Tersebarnya kemaksiatan, terbukanya dunia, dan maraknya unsur-unsur perusak hati di zaman kita hampir-hampir mematikan kekhusu’an saat shalat. Sehingga berat rasanya mata ini menangis karena membaca ayat-ayat Allah atau mendengarnya. Amat jarang kita saksikan satu jamaah shalat larut dalam tangis kekhusyu’an. Bahkan jika ada imam yang menangis karena penghayatan bacaannya, dianggap aneh dan risih. Sehingga hal ini –seolah- membenarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Yang pertama kali akan diangkat dari manusia adalah kekhusyu’an.” (Dishahihkan Al-Albani)

Abu Darda pernah berkata kepada Jubair bin Nafir: kalau kau mau, aku akan smapaikan kepadamu perihal ilmu yang pertama diangkat dari manusia: khusyu’. Hampir-hampir engkau masuk masjid jami’ tak engkau dapati di dalamnya ada orang yang khusyu’.

Sesungguhnya khusyu’ adalah bagian dari ruh shalat. Bahkan menjadi pilar utama dan batu pondasinya. Karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَسْرَقُ النَّاسِ الّذِي يَسْرقُ صَلَاتَهُ

“Pencuri paling buruk adalah yang mencuri shalatnya.” Ditanyakan kepada beliau, “Ya Rasulallah, bagaimana ia mencuri shalatnya? Beliau menjawab: ia tak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Dan orang paling pelit adalah orang yang pelit dengan salam.” (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani)

Orang yang mengorupsi shalat dengan tidak menjaga kekhusyu’annya akan akan mendapatkan ancaman yang diberitakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

“Allah ‘Azza wa Jalla tidak akan melihat kepada shalat hamba yang tidak menegakkan tulang rusuknya antara rukuk dan sujudnya.” (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani)

Selayaknya hati kita takut dengan ancaman ini. Apalagi kalau ditambahkan dengan hadits lain, “Sesungguhnya ada seseorang shalat selama 60 tahun namun tak satupun shalatnya diterima. Boleh jadi ia menyempurnakan rukuknya namun tak sempurnakan sujudnya. Ia sempurnakan sujudnya namun tak sempurnakan rukuknya. (Dihassankan Al-Albani)

Pernah suatu hari Bilal bin Rabbah Radhiyallhu ‘Anhu melihat laki-laki yang tak sempurnakan rukuk dan sujudnya. Kemudian beliau berkata: kalau orang ini mati niscaya ia mati bukan di atas ajaran agama Muhammad.

Karenanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepada orang yang buruk shalatnya setelah ia mengukanginya tiga kali: “Kemudian rukuknya sehingga engkau thama’ninah rukuk, lalu angkat badanmu sehingga engkau tegak berdiri, lalu sujudlah sehingga engkau thama’ninah sujud, lalu angkat badanmu sehingga engkau sempurna duduk.”

Ini adalah shalat satu sebab yang menghilangkan kekhusyu’an, yakni tidak thama’ninah (tanek) dalam shalat.  Belum lagi berpalingnya hati dan memikirkan sesuatu di luar shalat. Ada yang saat masuk shalat teringat mobilnya, rumahnya, agenda kerjanya, dagangannya, bahkan lauk makan malamnya. Sehingga mewujudkannya perlu usaha keras dari kita.

Keadaan Ulama Salaf

Kekhusyu’an hati para ulama salaf sudah terlihat saat mereka mengambil air wudhu’. Hati mereka sudah sangat siap untuk menghadap Allah dan bersimpuh di hadapannya. Adalah Ali bin Abi Thalib Radhiyallhu ‘Anhu wajahnya terlihat pucat dan badannya gemetar sehabis berwudhu. Ditanyakan kepada beliau tentang kondisinya. Beliau menjawab, “Datang waktu amanat –shalat- yang pernah Allah tawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan sekarang aku mengembannya.”

Apabila Zainal Abidin Ali bin Husain Radhiyallhu ‘Anhum berdiri shalat maka badannya terlihat gemetar. Ditanyakan kepadanya tentang hal itu. Ia menjawab, “Tahukan kalian di depan siapa aku berdiri?”

Karenanya, Ibnu Abbas Radhiyallhu ‘Anhu berkata tentang firman Allah, “(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya” beliau berkata: Mereka takut dan diam dengan tenang.

Adalah Abu Bakar al-Shiddiq Radhiyallhu ‘Anhu, orang terbaik dari umat ini setelah Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apabila mulai shalat sebagai imam maka tak jelas bacaannya karena banyaknya menangis. Beliau adalah laki-laki yang banyak menangis yang tak kuasa nahan air matanya saat membaca Al-Qur’an.

Dalam keterangan lain, Umar bin Khathab pernah menangis sampai bercucuran air matanya saat membaca surat Yusuf pada shalat Shubuh.

Bagaimana Mencapai Kekhusyu’an

Banyak tips dan kiat mencapai kekhusu’an dalam shalat yang telah ditulis para ulama. Di antaranya:

  1. Berangkat shalat lebih awal. Ini diawali dengan menyempurnakan wudhu. Berjalan dengan tenang. Mengerjakan shalat sunnah qabliyah dan membaca beberapa ayat Al-Qur’an.
  2. Menjauhi tempat yang bisa menyibukkan diri dari shalat, seperti tempat yang ada lukisan dan banyak hiasannya, serta selainnya.
  3. Banyak mengingat kematian sebelum shalat dan keadaan di alam kubur serta saat dibangkitkan kelak. Termasuk di dalamnya mengingat saat-saat dibagikan kitab catatan amal, ditimbang segala amalnya, menyeberangi shirath. Semua ini bisa membantu membangkitkan kekhusu’an dan memperbagus shalat.
  4. Membersihkan hati dari kotorannya berupa iri, dengki, sombong, berlaku curang, dan segala kemaksiatan.
  5. Memahami bacaan shalat, baik yang dari Al-Qur’an dan doa-doa dari Sunnah.
  6. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud, dan tidak menengadahkannya ke langit dan tidak pula melirik kanan-kiri.

Penutup

Masih banyak tips dan kiat khusu’ lainnya. Tidak terbatas pada yang disbeutkan di atas. Sebagiannya berupa anjuran. Sebagian lainnya larangan. Bagi kita semaksimal mungkin mengusahakan kekhusu’an. Karena nilai shalat kita ditentukan olehnya. [PurWD/voa-islam.com]

Tulisan Terkait:

1. 18 Tips Menggapai Shalat Lebih Khusyu

2. Tips Jitu Shalat Khusyuk: Mengingat Kematian Saat Shalat

3. Ingin Khusyu' Shalat, Pahami Bacaan Shalatmu!

4. Apa Sebab Utama yang Menghalangi Kekhusyu-an Saat Shalat?

5. Kemana Pandangan Dalam Shalat Diarahkan?

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X