Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.588 views

Terjadi Gerhana Bulan Nanti Malam, Ini Tatacara Shalat Gerhana

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan sahabatnya.

Gerhana bulan sebagian akan menghiasi langit Indonesia malam ini, Malam Selasa, 5 Dzulqa’dah 1438 H. Tengah malam. Atau saat peralihan 7 ke 8 Agustus 2017.

Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak sampai ke bulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, gerhana dimulai pukul 22.48 WIB, Senin 7 Agustus 2017. Gerhana sebagian dimulai pukul 00.22 WIB.

"Puncak gerhana terjadi pukul 01.20 WIB," tulis laman BMKG seperti dilansir Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Sementara, gerhana bulan sebagian akan berakhir pada 02.18 WIB. Gerhana akan berakhir seluruhnya pada 03.52 WIB, Selasa 8 Agustus.

"Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang dapat diamati dari Indonesia," info BMKG.

Sehubungan dengan peristiwa gerhana bulan tersebut, umat muslim diharapkan dapat menjalankan shalat sunah gerhana.

Mengingat gerhana bulan sebagian yang akan terjadi nanti diawali dan diakhiri dengan fase penumbral, maka shalat gerhana dapat dilakukan setelah gerhana memasuki fase sebagian, yaitu pada pukul 00.23 WIB hingga berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 02.18 WIB. (Dilansir dari situs tarjih.or.id)

Apa itu Shalat Gerhana?

Shalat gerhana adalah shalat yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. Seringnya, untuk gerhana matahari diistilahkan dengan shalat kusuf, sedangkan untuk gerhana bulan dengan shalat khusuf. Namun terkadang kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Artinya kusuf bisa digunakan untuk gerhana matahari dan bulan, begitu juga khusuf.

Fenomena gerhana merupakan dua tanda di antara tanda kebesaran Allah. Terjadi bukan karena lahirnya seseorang, sembuh dari sakit parahnya, atau karena kematiannya. Namun keduanya terjadi semata-mata karena kehendak Allah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya dan untuk menakut-nakuti hamba-Nya.

Diriwayatkan dari Al Mughirah bin Syu'bah radliyallah 'anhu berkata: "Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim (putra beliau). Lalu orang-orang berkata, "Terjadinya gerhana matahari karena kematian Ibrahim." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah dan shalat sehingga kembali terang." (Muttafaq 'alaih)

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهِمَا عِبَادَهُ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Tapi, Allah Ta'ala menakut-nakuti hamba-Nya dengan keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Terjadinya gerhana menjadi sebab turunnya adzab kepada manusia. Dan Allah hanya akan menakut-nakuti hamba-Nya dengan sesuatu ketika mereka durhaka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa takut dan mencegah turunnya musibah, yaitu beristighfar, berdzikir, bertakbir, bershadaqah, membebaskan budak, dan shalat gerhana.

Para ulama menjelaskan tentang hikmah sabda Nabi di atas, bahwa sebagian kaum jahiliyah yang sesat mengagungkan matahari dan bulan. Lalu beliau menerangkan, keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah Ta'ala dan dua makhluk-Nya yang tak punya kuasa berbuat apa-apa. Tetapi keduanya sebagaimana makhluk lainnya, memiliki kekurangan dan bisa berubah seperti yang lain. Sebagian orang sesat dari kalangan ahli nujum dan selainnya berkata, tidak terjadi gerhana matahari dan bulan kecuali karena kematian orang besar atau semisalnya. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa perkataan mereka ini adalah batil sehingga tidak boleh diyakini. Begitu juga saat terjadinya gerhana yang bebarengan dengan meninggalnya Ibrahim, putra Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. (Lihat: Syarah Muslim li Al-Nawawi)

. . . . Shalat gerhana adalah shalat yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. . . .

Bersegera Melakukan Shalat Ketika Melihat Gerhana

Tanda-tanda kebesaran Allah yang dinampakkan di muka bumi tidak semuanya disikapi dengan shalat. Berbeda dengan kejadian gerhana, karena di dalamnya terdapat sesuatu yang menimbulkan rasa takut pada diri manusia, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mendirikan shalat dengan sifat khusus. Beliau bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا

"Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian salah seorang manusia. Tapi keduanya adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah, maka jika kamu melihat keduanya segeralah berdiri lalu shalat." (Muttafaq 'Alaih)

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوا لِلصَّلَاةِ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya. Maka jika kamu melihatnya bersegeralah melakukan shalat." (Muttafaq 'Alaih)

Waktu Pelaksanaannya

Waktu shalat gerhana bulan dimulai saat terlihat gerhana sampai gerhana selesai, yakni bulan tersingkap seluruhnya. Dasarnya adalah hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

"Maka apabila kalian melihat keduanya (gerhana matahari dan bulan), maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai gerhana selesai." (HR. al-Bukhari)

Sementara waktu lewatnya shalat gerhana bulan adalah dengan salah satu dari dua perkara: pertama, bulan sudah tersingkap seluruhnya. Kedua, terbitnya matahari. Ada yang berpendapat, dnegan hilangnya bulan (tenggelamnya). Apabila langit berawan dan ia ragu apakah gerhana sudah selesai atau belum, maka masih dibolehkan untuk mengerjakan shalat, karena pada asalanya gerhana itu masih berlangsung." (Dinukil dari Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: II/98)

Ringkasan Tatacara Shalat Gerhana

Tidak ada perselisihan di antara ulama, shalat gerhana dikerjakan dua rakaat. Dan pendapat yang masyhur dari pelaksanaannya adalah pada setiap rakaatnya dua kali berdiri, dua kali bacaan, dua kali ruku', dan dua kali sujud. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam al-Syafi'i, dan Imam Ahmad rahimahumullah.

Berikut ini kami ringkaskan tata cara pelaksanaan shalat gerhana berdasarkan hadits-hadits shahih:

  1. Bertakbir, membaca istiftah, Isti'adzah, al-Fatihah, kemudian membaca surat yang panjang, setara surat Al-Baqarah.
  2. Ruku' dengan ruku' yang panjang (lama).
  3. Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan Sami'Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.
  4. Tidak langsung sujud, tetapi membaca kembali surat Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur'an namun tidak sepanjang pada bacaan sebelumnya.
  5. Ruku' kembali dengan ruku' yang panjang tapi tidak sepanjang yang pertama.
  6. Bangkit dari ruku' dengan mengucapkan, Sami'Allahu LIman Hamidah, Rabbanaa wa Lakal Hamd.
  7. Sujud, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali.
  8. Kemudian berdiri untuk rakaat kedua, dan caranya seperti pada rakaat pertama tadi.

Catatan:

  • Disunnahkan pelaksanaan shalat gerhana di masjid, tidak ada adzan atau iqomah sebelumnya, hanya panggilan “Al-Shalatul Jami'ah.”

Dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha, "Bahwa telah terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu beliau mengutus seorang untuk menyeru “Al-Shalatul Jami'ah,” maka mereka berkumpul dan beliau maju bertakbir dan shalat dua rakaat dengan empat ruku' dan empat sujud." (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr, ia mengatakan: "Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, diserukan “Al-Shalatul Jami'ah”. (HR. Al-Bukhari)

  • Disunnahkan Imam untuk memberikan nasihat kepada manusia dengan berkhutbah setelah shalat, memperingatkan mereka agar tidak lalai dan memerintahkan mereka supaya memperbanyak doa, istighfar, dan amal shalih. Hal ini didasarkan pada hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, "Ketika Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah selesai dari shalat, beliau berdiri dan berkhutbah kepada jama'ah. Beliau memuji Allah dan menyanjungnya. Kemudian beliau mengatakan,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. Kemudian beliau bersabda: Wahai Umat Muhammad, demi allah, tidak ada seorangpun yang lebih pencemburu daripada Allah. (Dia cemburu) hamba sahaya laki-laki dan hamba sahaya perampuan-Nya berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah kalau saja kalian tahu apa yang aku ketahui niscaya kalian sedikti tertawa dan banyak menangis." (HR. Al-Bukhari)

Maknanya, tidak ada yang lebih banyak mencela perbautan keji (zina) daripada Allah Ta'ala. Yang ini mengindikasikan, bahwa Allah akan menghukum pelaku zina di dunia dan akhirat, atau di salah satunya. Ini memiliki korelasi dengan perintah untuk memperbanyak istighfar, zikir, doa, shalat dan shadaqah, karena maksiat adalah sebab utama datangnya bala' dan musibah, dan maksiat yang paling hina adalah berzina. (Diringkaskan dari ketarangan Ibnul Hajar dalam Fath al-Baari, Bab Shadaqah fi al-Kusuf).

Penutup

Bagi seorang muslim, wajib meyakini bahwa alam raya tidak berjalan dengan sendirinya. Ada Dzat, Maha Kuasa yang megaturnya. Sehingga dalam melihat berbagai perubahan di alam raya, ia tak menilainya semata fenomena alam semata. Tapi lebih dari itu, ada Tuhan yang memerintahkan dan menghendakinya. Tentu dengan hikmah yang diinginkan oleh-Nya. Karena itu, menyikapi gerhana matahari atau bulan, bukan hanya dijadikan sebagai keta'ajuban akan fenomena alam sehingga dijadikan sebagai media rekreasi semata. Tapi seharusnya ditumbuhkan keimanan terhadap ke-Mahakuasa-Nya. Dibuktikan dalam bentuk amal nyata, berupa mendirikan shalat, berdoa, dan banyak beristighfar kepada-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ibadah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Empat Orang Barat ini Memuji Negara Khilafah

Empat Orang Barat ini Memuji Negara Khilafah

Kamis, 19 Oct 2017 23:40

Taliban Serbu Pangkalan Militer Afghanistan, Bunuh 43 Tentara

Taliban Serbu Pangkalan Militer Afghanistan, Bunuh 43 Tentara

Kamis, 19 Oct 2017 21:30

Jangan Lebay, Istilah Pribumi dalam Konteks Sejarah, Fahira: Ayo Move On!

Jangan Lebay, Istilah Pribumi dalam Konteks Sejarah, Fahira: Ayo Move On!

Kamis, 19 Oct 2017 21:29

Negarawan Perancis sebut hanya Penjajah dan Budak Asing yang Alergi dengan Pribumi

Negarawan Perancis sebut hanya Penjajah dan Budak Asing yang Alergi dengan Pribumi

Kamis, 19 Oct 2017 19:29

Seorang Warga Israel Divonis 5 Tahun Penjara Karena Bergabung dengan Islamic State (IS)

Seorang Warga Israel Divonis 5 Tahun Penjara Karena Bergabung dengan Islamic State (IS)

Kamis, 19 Oct 2017 19:15

Berbuat Jahat Dengan Dalih Nasihat

Berbuat Jahat Dengan Dalih Nasihat

Kamis, 19 Oct 2017 19:02

Benarkah DPR Mewakili Suara Rakyat?

Benarkah DPR Mewakili Suara Rakyat?

Kamis, 19 Oct 2017 19:01

Persoalkan Kata Pribumi, Pengamat: Dasar Komunis Lu!

Persoalkan Kata Pribumi, Pengamat: Dasar Komunis Lu!

Kamis, 19 Oct 2017 17:29

Ragu atas Kepribumian: Manusia seperti Itu akan Menjual Dirinya dalam Kehinaan

Ragu atas Kepribumian: Manusia seperti Itu akan Menjual Dirinya dalam Kehinaan

Kamis, 19 Oct 2017 14:29

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Kamis, 19 Oct 2017 12:39

Pengamat Politik: Penjarakan Pribumi Mempercepat Revolusi!

Pengamat Politik: Penjarakan Pribumi Mempercepat Revolusi!

Kamis, 19 Oct 2017 12:29

Memutus Silaturahim Sebabkan Hati Membatu

Memutus Silaturahim Sebabkan Hati Membatu

Kamis, 19 Oct 2017 12:10

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Kamis, 19 Oct 2017 11:23

Kementerian Pendidikan Maroko Larang Niqab di Sekolah

Kementerian Pendidikan Maroko Larang Niqab di Sekolah

Kamis, 19 Oct 2017 10:45

Penasehat Hukum Tamim Pardede Hadirkan Ahli Sejarah untuk Buktikan Bahaya Komunis

Penasehat Hukum Tamim Pardede Hadirkan Ahli Sejarah untuk Buktikan Bahaya Komunis

Kamis, 19 Oct 2017 10:32

"Maksud Anies, Lu Jangan Pada Tidur Aja, Jakarta Jaga Nih Jangan Sampai Diambil Orang Sana"

Kamis, 19 Oct 2017 09:15

Ukhuwah Islamiyah untuk Muslim Rohingya

Ukhuwah Islamiyah untuk Muslim Rohingya

Kamis, 19 Oct 2017 08:52

Presiden Farmajo Bersumpah Tingkatkan Perang Melawan Al-Shabaab Setelah Pemboman di Mogadishu

Presiden Farmajo Bersumpah Tingkatkan Perang Melawan Al-Shabaab Setelah Pemboman di Mogadishu

Kamis, 19 Oct 2017 08:45

LGBT, Perusak Generasi!

LGBT, Perusak Generasi!

Kamis, 19 Oct 2017 08:08

Anthony Leong: Megawati dan Jokowi Pernah Sebut Pribumi, Giliran Anies yang Sebut Langsung Reaksi

Anthony Leong: Megawati dan Jokowi Pernah Sebut Pribumi, Giliran Anies yang Sebut Langsung Reaksi

Kamis, 19 Oct 2017 07:23


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X