Jum'at, 10 Ramadhan 1447 H / 27 Februari 2026 14:08 wib
51 views
Berbuka Dulu, Baru Shalat Maghrib
Oleh: Badrul Tamam
Al-hamdulillah, segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du:
Sunnah saat terbenam matahari dan berkumandang adzan Maghrib adalah seseorang menyegerakan berbuka puasa. Tidak mendahulukan shalat Baghrib –lalu berbuka-. Inilah yang ditunjukkan oleh hadits-hadits.
Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”(HR. Al-Bukhari no. 1821 dan Muslim no. 1838)
Karena itu, yang dianjurkan adalah segera berbuka dengan beberapa suapan yang dapat meredakan rasa lapar, kemudian berdiri untuk shalat. Setelah selesai shalat Maghrib, jika ia mau, ia boleh kembali makan sampai terpenuhi kebutuhannya.
Inilah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu ia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
“Nabi ﷺ berbuka sebelum shalat dengan beberapa butir ruthab (kurma segar). Jika tidak ada ruthab, maka dengan beberapa butir tamr (kurma kering). Jika tidak ada juga, maka beliau meminum beberapa teguk air.”
(HR. Al-Tirmidziyno. 632, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albaniy dalam Shahih Abi Dawud no. 560)
Syaikh al-Mubaarakfuuri berkata dalam syarahnya terhadap hadits ini:
وَفِيهِ إِشَارَةٌ إِلَى كَمَالِ الْمُبَالَغَةِ فِي اِسْتِحْبَابِ تَعْجِيلِ الْفِطْرِ
“Dalam hadits ini terdapat isyarat tentang sangat dianjurkannya menyegerakan berbuka puasa.”
Karenanya, semangat ibadah di Ramadhan tetap harus memakai aturan dan petunjuk. Berbuka puasa dahulu baru mengerjakan shalat Maghrib. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!