Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.300 views

''Istighosah Dangdut'' Disoal Dewan di Probolinggo

Probolinggo (voa-islam.com) - Polemik soal gelaran istighotsah akbar peduli UASBN dan Ujian Nasional (unas) di Kota Probolinggo pada Kamis (4/2) lalu, terus bergulir. Anggota Komisi A DPRD setempat Abdul Aziz pun bersuara, menyoroti acara istighotsah yang sempat diawali dengan nyanyi dangdut itu.

Abdul Aziz mengaku sangat prihatin dengan acara itu. Menurutnya, istighostah itu sangat sakral untuk bermunajat kepada Allah. Memang dengan adanya nyanyian dangdut, tidak membatalkan acara tersebut.

Tapi, itu bisa mengurangi kesakralannya. "Kalau sampai terjadi desakralisasi karena adanya dangdutan, maka panitia harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kesakralan istighotsah," ujarnya kemarin

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis (4/2) lalu digelar acara istighotsah menghadapi UASBN dan Unas yang diikuti ribuan pelajar di Kota Probolinggo. Acara itu digeber di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan.

Acara itu sempat molor dari jadwal yang sudah ditetapkan. Alhasil, banyak siswa memilih meninggalkan lokasi karena acara dimulai sangat lama. Lokasinya panas dan siswa tidak kebagian tempat. Dan sebelum istighotsah digelar, ada acara nyanyi-nyanyi dangdutan dari kalangan pejabat dan undangan.

Nah, jalannya acara itu kemudian disoroti Ketua DPKP Wawan E. Kuswandoro. Wawan berpandangan, pencampuran acara istighotsah dengan nyanyi dangdut sama saja mendesakralisasi istighotsah yang sebenarnya berarti doa. Tapi, sorotan Wawan malah direaksi para guru agama yang menjadi panitia acara tersebut. Para guru agama itu tidak terima dengan sorotan Wawan.
Sementara anggota Komisi A DPRD Abdul Aziz kemarin menyatakan, istighotsah tidak bisa dijadikan satu paket dengan dangdutan. Dan tidak ada dalam sejarah bahwa dangdutan yang lagunya cinta-cintaan itu akan mengangkat ketakwaan. "Kalau guru agama, atau guru-guru yang memahami urusan-urusan agama sudah berani seperti itu, bagaimana dengan yang lain?" katanya.

...Aziz juga menyatakan kekecewaannya pada panitia. "Insyaallah itu akan lebih baik kalau diawali dengan salawat dan istighfar. Itu untuk memancing kekhusyukan dalam bertaqarrub kepada Allah. Kalau semacam itu, dicampur aduk, kok seperti ospek saja," ujarnya....

Aziz juga menyatakan kekecewaannya pada panitia. "Insyaallah itu akan lebih baik kalau diawali dengan salawat dan istighfar. Itu untuk memancing kekhusyukan dalam bertaqarrub kepada Allah. Kalau semacam itu, dicampur aduk, kok seperti ospek saja," ujarnya.

Aziz juga meminta orang-orang yang telibat dalam acara tersebut untuk bisa menempatkan diri. Utamanya kepada para pejabat. "Kepada para pejabat, tolong juga memahami mana yang acara ritual dan mana yang acara hiburan. Hendaknya tidak semerta-merta mengambil peran dalam acara itu," ujar politisi asal PKB ini.

Selain itu, Aziz juga meminta kepada dinas pendidikan untuk memberi pembinaan terhadap para guru agamanya. Menurutnya, menjadi guru agama tidak cukup hanya memahami materi agama saja. Tapi, juga harus mengerti dan memahami nilai-nilai dari agama. "Ingat, ini sangat beda," kata Aziz yang juga ketua RMI PC NU Kota Probolinggo ini.

Bagi Aziz, panitia seharusnya bisa memberi penjelasan dan pelajaran bagaimana istighotsah itu seharusnya. "Kita harus meluruskan. Jangan sampai ada perseta didik mengatakan acara istighotsah tidak apa-apa dicampur dengan dangdutan. Rujukannya apa? Ya acara yang kemarin itu," ujarnya.

Sedangkan Ketua Jaringan Koordinasi Madrasah Aliyah (MA) swasta (Jakmas) se-Kota Probolinggo Misbahul Munir mengaku sangat mendukung digelarnya istighotsah tersebut. Menurutnya, dengan adanya istighotsah itu, berarti usaha lahir batih sudah dilakukan untuk mencapai sukses. "Itu merupakan usaha lain untuk menyukseskan adanya UABN dan Unas," ujarnya.

Tapi, ada yang perlu dikaji ulang dalam acara tersebut. Yakni adanya dangdutan dengan lagu cinta-cintaan. "Kami khawatir makna istighotsah itu akan luntur," kata Munir.

Menurutnya, bila ada acara lain selain istighotsah hendaknya tidak dicampurkan. Atau nama acaranya bukan istighotsah. "Kalau ada dangdutannya bisa dengan memberi nama nada dan dakwah saja, bukan istighotsah," ujarnya.

Munir juga menyayangkan masalah tempat, menurutnya, acara itu akan lebih baik apabila di gelar di tempat ibadah. Meski bagi muslim itu berdoa boleh di mana saja, tapi akan lebih baik kalau di tempat ibadah. "Kenapa tidak di masjid? Padahal lebih bisa khusuk apabila di masjid," terangnya. (Ibnudzar/jpnn)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X